
Pagi sudah menunjukan pukul 08:00 tepat.
Ketiga bocah kembar itu sudah terlihat bangun dan masih bermalas-malasan ditempat tidur kamar Dinda.
Sementara Zain masih tidur nyenyak di sofa.
"Rey.. Ryo.. Ryu.. Ayok mandi dulu."Kata Dinda yang menghampiri ketiga anak nya.
"Nanti dulu lah Momy.. Hari ini kan hari libur kami mau bermalas-malasan dulu."Gerutu anak tengah.
"No... No... Let's go mandi.Nenek kakek dan Mbah uti sudah menunggu kalian di meja makan."Jawab Dinda.
"Ah... Momy!Enggak asik.Kami kan mau bermain bersama Dady!"Sahut Rey anak pertamanya.
"Kakak Rey... Dady masih tidur tuh.Ayok kalian mandi dulu yah. Anak-anak pintar.."Kata Dinda yang memberi pengertian.
Dengan raut wajah yang cemberut,akhirnya ketiga bocah itu menuruti kata-kata Momy nya.
Ketiga bocah itu pun bergegas turun dari ranjang dan bergegas berjalan menuju pintu keluar kamar Dinda dengan muka bantal nya.
Ceklek ..
Dinda yang menutup pintu kamar nya.
Dia pun berjalan menuju sofa menghampiri suaminya yang tertidur pulas.
"Mas..."
"Mas..."
Dinda yang membangunkan suami nya Zain.
Sreekkkkk
Zain yang menarik lengan Dinda hingga jatuh kepelukan nya.
"Mas....??"
Kata Dinda ketika posisinya berada di atas tubuh suaminya.Dan dalam pelukan erat.
"Kemana ketiga bocah bandel itu hm?"Tanya Zain sambil berkerut kan kening.
"Mereka itu anak-anak kamu mas."Jawab Dinda yang menepuk dada bidang suaminya dan berusaha untuk duduk di sofa.
"Bukan karena kamu yang menyuruh mereka tidur disini kan semalam?"Seru Zain sembari memegangi kedua pipi Dinda dan mendekat kan wajah nya.
"Kalau iya?"Tanya Dinda sambil mengedipkan kedua mata nya dengan manis.
"Nakal...."Jawab Zain.
Cup...
Zain yang meraup bibir Dinda dan ******* nya.
Kedua mata Dinda terbelalak dalam bungkaman bibir Zain yang ******* dengan tiba-tiba.
Zain melepas kecupan bibir nya ketika Dinda Seperti kehabisan oksigen.
Huh... Hah...
Dinda sembari menelan salivanya.
"Kamu mas...."Kata Dinda yang mencubit pinggang Zain.
"Aduh........"Teriak Zain sembari memegangi pinggang nya.
Dinda yang bergegas berdiri hendak pergi keluar pintu berhasil dicegah oleh Zain.
"Dapat...."Kata Zain sembari tersenyum smirk dan mengukung tubuh Dinda dibalik pintu.
Cup...
Zain mengecup bibir Dinda dengan brutal.
Dinda berusaha untuk menolak namun Zain sangat lincah dalam bermain ******* bibir.
__ADS_1
Zain tidak melepas pagutan bibir nya dengan Dinda.
Dia mengangkat tubuh Dinda dan kedua tangan Dinda mengalungkan dileher Zain suaminya sembari berjalan menuju ranjang.
Zain merebahkan tubuh Dinda diranjang dan mengukung nya.
"Kali ini kamu tidak akan bisa lari lagi."Ucap Zain sembari tersenyum smirk.
"M-maaas....."Kata Dinda yang menatap intens suaminya.
"Hussttt🤫🤫🤫"Zain menutup mulut Dinda dengan jari telunjuk nya.
Zain membuka kancing baju Dinda satu persatu.
dag... Dig... dug...
Suara deru jantung Dinda dan Zain secara bersamaan.
Zain mengusap raut wajah Dinda dengan ibu jarinya yang semakin tambah Cantik.
Dia menyisipkan anak rambut yang sempat menutupi wajah nya.
Kedua nya saling bertatapan secara intens dan masing-masing saling mengulas senyum nya.
Dinda yang berada dibawah Kungkungan tubuh Zain menggerak kan tangan nya membuka kancing kemeja Zain satu persatu.
Setelah terlepas semua,Zain membuang kemeja nya itu ke lantai.
Tujuh tahun Dinda tidak melihat tubuh atletis itu.
Tangan Dinda meraba dada bidang suaminya yang kini semakin kekar.
Zain memegang tangan Dinda lalu diusapkan ke pipi nya lalu di arahkan nya untuk melepas gesper pinggang nya.
Dinda menggit bibir bawah nya dan tatapan mata nya fokus menatap mata Zain .
Cup ..
Zain yang menyerang Dinda dengan hujaman kecupan bibir dan Dinda mengalungkan kedua tangan nya di leher Zain .
Zain melakukan nya dengan hasrat yang begitu menggebu-gebu.
******* suara Dinda sembari menarik seprei dengan kuat.
Dan....
"Arkhhhhhh.... "
Cup....
Zain mengecup bibir Dinda dan meraih kepala Dinda untuk ditidurkan di dada bidang nya.
Dinda menyembunyikan wajah malu di dada bidang suaminya.
Cup...
Zain yang mengecup kening Dinda.
"Enggak usah malu.... Sebelum nya loh juga enggak malu-malu begini."Goda Zain kepada Dinda yang menutupi wajah nya dengan selimut.
Dinda pun membuka kain selimut itu dan menatap wajah Zain.
"Kalau dulu masih polos mas maka nya sok enggak malu-malu.Kalau sekarang....?"Kata Dinda terpotong.
"Suhu!"Jawab ceplos Zain dan ketawa ngikik.
plak....
Reflek Dinda memukul Dada bidang Zain.
"Aduh... Sakit yang..."Kata Zain sembari mengusap dada bidang yang dipukul Dinda.
Zain mengeratkan tubuh Dinda.
"Saat ini mas bahagia sekali bisa menemukan kamu dan anak-anak serta bisa kembali seperti dulu lagi."Ucap Zain sembari mengusap rambut Dinda.
__ADS_1
"Berjanjilah untuk tidak meninggalkan mas lagi.Mas sudah capek kalau harus pergi untuk mencari kalian lagi."Ungkap Zain dengan raut sedih.
"Mas janji,enggak akan menyakiti kalian lagi."Tambah Zain.
"Maafin mas sayang."Ucap Zain yang mengalihkan pandangan nya menatap kearah Dinda.
"Dinda sudah maafin kamu mas tapi jangan diulang lagi."Jawab Dinda.
"Mas janji sayang."Kata Zain sembari mencium tangan Dinda dan mereka saling menatap dan mengulas senyum nya.
Tok... Tok... Tok...
Zain dan Dinda saling menatap.
"Huft......"Zain yang menghela nafas nya.
"Momy..... Dady....."Teriak ketiga bocah itu.
"Sudah ku duga...."Jawab Zain yang menggaruk kepalanya dan Dinda mengulas senyum nya.
"Momy.... Dady....."Teriak nya lagi.
"Bagaimana mau nyetak adik cewek kalau begini terus."Zain yang menggerutu.
"Sabar sayang...."Jawab Dinda yang mencium pipi Zain turun dari ranjang dan melilitkan tubuh nya dengan selimut menuju kamar mandi.
"Momy.... Dady...."Teriak nya lagi.
"Iya... Momy masih di kamar mandi."Sahut Zain sembari mengambil celana panjang dan memakai kemeja nya.
Ceklek....
Zain yang membuka pintu kamar nya dan menyamakan posisi dengan ketiga anak nya.
"Lama sekali Dady membuka pintu?"Kata Ryu yang sembari melipat kedua tangan di dada.
"Momy dan Dady ngapain enggak turun-turun kami sudah lapar nunggu in untuk sarapan bersama."Tambah Rey yang mengerucutkan bibir nya kedepan.
Interogasi dari anak-anak nya Zain yang membuat kikuk.
"Huft.... Cerewet nya bukan main kayak Momy nya."Batin Zain .
"Ahh... Iya,maafin Dady dan Momy ya tadi kami lupa.Terus kalian sudah makan belum sama nenek kakek dan Mbah?"Tanya Zain.
"Sudah,kami mau pamit mau ikut kakek nenek dan Mbah uti jalan."
Zain yang mendengar ucapan Ryu langsung senyum sumringah.
"Yes.... Merdeka!!!"Batin Zain yang bahagia
"Dada... Dady...."
"Dada... Hati-hati ya."
Setelah melihat ketiga anak nya yang menjauh Zain kembali menutup pintu kamar nya.
"Hore......"Seru Zain dengan bahagia.
"Kamu kenapa mas?Kemana anak-anak?"Tanya Dinda yang baru keluar dari kamar mandi.
Srekkkk
"Eit........."
Zain yang menarik tangan Dinda memeluk nya.
"Mereka jalan dengan nenek kakek dan Mbah uti nya."Jawab Zain senyum smirk.
"Kamu menatap ku kok seperti itu mas?Ih... Jadi takut deh,"Kata Dinda yang mendorong tubuh Zain pelan.
"Mas belum puas Unboxing kamu...."Jawab Zain dan menggendong tubuh Dinda ala bridal style nya dan direbah kan nya di ranjang.
Bersambung......
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
__ADS_1
Sudah bikin 3 bab tapi ditolak terus🥹🤨 Katanya konten mengandung unsur bla... bla.. padahal banyak loh yg lebih hot konten nya dari ini☺️ jadi mengsedih🥹🥹