
Adinda Aulia Amanda...
Adalah seorang istri dan seorang ibu yang pekerja keras tentunya.
Sebagai owner salah satu pemilik restaurant yang terkenal di kota kedua metropolitan tentunya,tidak sedikit orang-orang yang penting mengenalnya.
Bahkan dia juga memiliki relasi-relasi dari beberapa teman suaminya Zain yang kerap berkunjung ke kantor cabang Zain di kota kedua metropolitan untuk mampir menikmati hidangan di restaurant Dinda.
Dari beberapa pertemuannya dengan circle yang menguntungkan itu,Dinda tertarik untuk berbisnis di bidang skin care.
Apalagi bisnis dibidang skin care saat ini begitu sangat di gandrungi dari level pelajar,mahasiswa hingga emak-emak.
Maklon...?
Maklon diartikan sebagai jasa pengolahan produk yang dilakukan oleh pihak lain atau perusahaan maklon.
Dinda mulai nekat untuk berbisnis dengan modal yang sekian dia memilih jasa Maklon untuk mengembangkan bisnis skin care nya.
Untuk jasa pengiriman skin care milik nya tentu nya dia memilih jasa milik Abraham company.
Sedikit demi sedikit dia mengumpulkan uang nya untuk membantu Zain suami nya yang memiliki hutang ganti rugi yang masih tersisa 10 Milyar perusahaan Wiratama group.
Zain dan Dinda sudah membayar sebanyak 5 Milyar dalam waktu kurang lebih 3 tiga bulan.
Sedikit bersyukur Alhamdulillah karena Ardan mau memberikan waktu 6 bulan untuk menyelesaikan ganti rugi nya.
Sisa tiga bulan lagi tenor yang diberikan oleh Ardan untuk Zain.
Bagaimana dengan Zain...?
Zain pun tidak tinggal diam.Dia yang memiliki beberapa kapal tengker pribadi dan alat berat pribadi yang dia sewakan dengan sistem bayar di muka.
"Alhamdulillah... Kurang 3 bulan lagi dan sisa hutang mas Zain sisa 10 milyar.Semoga segera terselesaikan."Ucap Dinda sambil bersyukur.
Tiba-tiba mata Dinda begitu kabur ketika melihat file laptop nya.
"Sepertinya aku lelah..."Gumam Dinda sembari menutup laptop nya.
Dia pun mengusap kasar wajah nya.
drt... drt ...
Dering phonsel nya yang berbunyi.
Dinda pun mengangkat nya.
"Assalamualaikum....."Sapa Dinda via handphone nya.
Raut wajah Dinda berubah ketika mendengar kabar buruk dari salah satu karyawan Skin care nya.
"Astagfirullah hal adzim...!"Ucap Dinda yang kaget.
"Iya.. Saya segera kesitu."Jawab Dinda.
Dinda menghubungi Zain suami nya dan bertemu di ruko sewaan skin care Dinda.
Setelah sampai dilokasi ruko sewaan nya.
Shock...
__ADS_1
Dinda dan Zain.
"Innalillahi wainnailahi rojiun."Ucap Dinda yang tanpa dengan sengaja menjatuhkan air matanya.
Dinda dan Zain benar-benar shock melihat ruko yang disewa untuk bisnis skin care nya Dinda dilalap si jago merah.
Menangis.. Menjerit sejadi-jadi nya yang bisa Dinda lakukan.
Zain sang suami langsung memeluk erat tubuh Dinda.
"Sudah sayang... Kamu harus kuat."Ucap Zain yang menenangkan nya.
"Hiks.. Hiks.. Bagaimana mas ini?Hutang kita tambah menumpuk banyak."Keluh Dinda sembari menangis yang sesenggukan.
"Sabar sayang.. "
"Astagfirullah hal adzim... Ujian apa lagi ini ya Allah.."Batin Dinda yang menangis dalam pelukan nya Zain suaminya.
Setelah mengurusi semua nya Zain dan Dinda memutuskan untuk pulang kerumah dan beristirahat.
Dinda terlihat begitu lemas dan pucat hari ini,
"Sayang... Kamu sakit?"Tanya Zain kepada Dinda sembari mengusap pipi istrinya yang berubah didada bidang nya.
"Enggak mas..."Jawab Dinda dengan suara khas serak seperti bangun dari tidur.
"Dinda capek."Jawab Dinda dan Zain pun mengeratkan pelukan nya dan mencium kening Dinda.
Ceklek.....
"Momy....?Dady....?"Sapa ketiga anak nya yang membuka pintu kamar Dinda dan Zain tiba-tiba.
Ketiga bocah itu berjalan menghampiri Dinda dan Zain untuk mendekat menaiki ranjang.
Ryu yang mencium pipi Momy nya.
"Momy...?Momy sakit...?"Tanya Ryu sembari tangan nya memeriksa kening Momy nya.
"Enggak sayang... Momy hanya capek."Jawab Dinda dan menyandarkan punggung belakang nya di sandaran kepala ranjang.
"Sudah makan siang?"Tanya Dinda kepada anak-anak nya.
"Sudah Momy... "
"Rey pijitin yah Momy.. "Kata Rey dan langsung memijit kaki Dinda.
"Ummmm terimakasih anak Momy"jawab Dinda sembari merebahkan posisi nya.
"Lha....?Cuman Momy saja yang kalian sayang?Dady enggak dipijit juga?"Kata Zain dan Ryo pun mendekat ke arah Zain dan ikut untuk memijit Dady nya.
Pijitan-pijitan dari tangan malaikat kecil nya Dinda mampu membawa Dinda ke dalam tidur nya.
Yah .. Dinda tertidur lelap.
"Ssttttt.... Momy kalian sudah tidur.Ayok kita main diluar ya,kasihan Momy."Kata Zain dan mengajak ketiga putra nya untuk bermain di kamar mereka.
Ketika sampai di kamar ketiga putra nya,
"Dady... "Kata Ryu sambil bermain menyusun puzzle.
__ADS_1
"Hmmmmm??"Jawab Zain yang juga ikut menyusun puzzle.
"Dady sayang Momy..?"Tanya Ryo dan Zain menatap Ryo sambil mengulas senyum dan mengusap puncak kepala Ryo.
"Ya tentu sayang dong... Kok adek Ryo pertanyaan seperti itu?hm."Jawab Zain santai.
"Taubenggak Dady?Momy akhir-skhir ini sedih loh."Kata Ryo yang mengawali pembicaraan nya.
"Sedih..?"Ulang Zain dan ketiga anak nya itu manggut-manggut.
"Sedih kenapa?"Tanya Zain yang mengkerutkan kening nya.
"Momy bercerita Dady kepada Rey,Ryo dan Ryu.Katanya Momy kangen sekali dengan adik baby Prince."Ucap Rey dan Zain menghentikan permainannya yang memasang puzzle.
"Momy sedih sekali kalau ingat adik baby prince sudah lama meninggal."
"Momy bilang seperti itu?"Tanya Zain yang memastikan pertanyaan nya kepada Rey.
"Iya Dady."Jawab Rey sambil mengangguk.
"Momy bercerita seperti itu."
"Kasihan sekali Momy ya..."Sahut Ryu.
"Makanya Dady segera buatkan adik baby prince biar Momy enggak sedih lagi."
Zain pun tersenyum lebar.
"Dady kenapa senyum seperti itu?"Tanya Ryo kepad Dady nya.
"Enggak Dady enggak kenapa-kenapa.Dady malah seneng kalian mau minta adik😁"Ucap Zain.
"Maka dari itu Dady minta doa nya kepada kalian semoga Momy bisa segera mengandung Adik baby prince ya?"Jawab Zain dan menatap ketiga anak nya.
"Aamiin..."Jawab Ketiga bocah itu dengan serempak.
Zain sangat bahagia mendengar ucapan ketiga anak nya itu.
"Dengan senang hati Dady tidak akan pantang menyerah untuk membuat adonan tepung."Batin Zain yang senyum-senyum sendiri.
"Dady...?"Gugah Rey kepada Zain yang menggoyang-goyangkan lengan nya.
"Hah...?"Kata Zain.
"Ihhh.... Dady aneh senyum-senyum sendiri."Sahut Rey.
Zain pun ketawa ngikik.
Zain dan ketiga anak nya melanjutkan bermainnya yaitu bermain puzzle.
Bersambung......
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Hallo kk minta dukungan nya untuk cerita My Momy my wonderwoman.
Like dan komentar nya sangat ditunggu.
Terimakasih semoga sehat selalu.
__ADS_1
Happy weekend
Hugh from here Balikpapan♥️