My Momy My Wonderwoman

My Momy My Wonderwoman
Episode 43 # Dinda mulai curiga


__ADS_3

Usia kandungan Dinda sudah memasuki bulan ke tujuh.


Perut buncit nya sudah nampak membesar seperti hamil 9 bulan.


Kaki-kakinya terasa sudah membengkak pinggang nya terasa mau lepas.


Serba salah,


Tidur miring kekiri salah,miring ke kanan juga salah.


Badannya pun terasa gerah.


Dia juga merasa kalau ranjang nya juga terlalu sempit.


Zain pun terbangun ketika mendapati istrinya tidak bisa tidur dan memilih menyandarkan punggung nya di sandaran kepala ranjang.


"Astagfirullah hal adzim."Istighfar nya sambil mengusap perut nya yang buncit membesar.


"Kenapa kok belum bobok?"Tanya Zain yang menghadap ke istrinya


"Aku enggak bisa tidur mas sempit ranjangnya."Ucap Dinda dan Zain pun mengkerutkan keningnya.


"Sayang.. Ranjang kita loh size king number one?"Tanya Zain lagi.


"Iya mas,size king.Tapi yang tidur kan banyak enam orang!"


"Dinda,mas dan keempat anak kita!"Cerita Dinda dan Zain pun tertawa.


"Iya sudah sayang,terus kamu mau nya bagaimana?"Tanya Zain.


Zain sangat memahami keadaan Dinda saat ini.


Mood nya yang terkadang naik turun karena dari efek kehamilannya.


"Pinggang Dinda rasanya mau patah mas,tolong di pijit.Sama ke dua bahu Dinda mas yang terasa sakit."Jawab Dinda sambil meraih tangan Zain untuk memijit ke dua bahunya.


"Ya sudah,sini mas pijit!"Kata Zain yang memijit ke dua bahu Dinda.


Belum ada Lima menit Dinda mulai rewel lagi.


"Mas,Dinda lapar."Kata Dinda.


"Lapar?Bukannya tadi jam 7 malam sudah makan malam ya sayang?Terus 2 jam yang lalu kamu juga baru makan kue tart."


"Ihhh.... Mas kamu kok hitung-hitungan begitu sih?Ya wajar saja dong aku mudah lapar lihat ni yang diperut ini ada empat orang."Kata Dinda yang menunjuk perut nya sembari mulut yang mengkerucut dan Zain pun melihat ke arah perut Dinda yang memang besar.


Beda dengan ibu hamil pada umumnya.


"Semua ini kan juga karena ulah mu mas."Sahut Dinda dengan wajah malunya.


"Eits,jangan menyalah kan mas saja ya. Soal nya kamu juga ikut andil dalam hal ini."


Dan Dinda pun mengkerucut kan bibirnya.


"Yang namanya istri itu punya aturan untuk suami nya.Di dengar ya mas,


PASAL 1


Ayat 1 : Istri selalu benar


PASAL 2


Ayat 2 : Kalau istri salah, lihat kembali ke pasal 1 ayat 1"


"Ya salah nya mas pokok nya."


"Its Okay... Semua salah mas.Karena kaum emak-emak adalah kaum yang meresahkan di bumi."Sahut Zain.

__ADS_1


"Tapi enak kan??"Goda Zain sembari membisik ketelinga Dinda.


"Ih,,,, mas Zain....."


Dinda yang melihat ulah suaminya itu menjadi kesal.


"Ya sudah.. Mau makan apa sayang?"Tanya Zain yang memakai sweater nya.


"Aku mau bakso ya mas.Beli nya 3 bungkus ya?Takut kurang.He... He.."


"Hmmmm... Kurang terus..."Goda Zain


"Ya sudah mas pergi dulu."Ucap Zain yang berpamitan kepada istrinya.


"Hati-hati ya."


"Mas... Tunggu dulu,"Panggil Dinda lagi.


"Iya sayang..."Zain yang menoleh ke arah Dinda sembari menekan kalimat akhirnya.


"Mas Dinda mau pipis."Ucap Dinda dan Zain pun segera meraih tubuh Dinda.


"Bismillah... "Ucap Dinda sembari berdiri.


Zain membantu Dinda melepas underwear nya,karena Dinda sudah merasa susah untuk melepas nya karena terhalang perut buncit nya.


Semakin hari,Zain semakin sayang dengan Dinda istri nya.


Di trisemester akhir kehamilan Dinda Zain lebih banyak meluangkan waktu untuk Dinda.


Sampai-sampai dia melupakan 2 bulan yang lalu,2 bulan yang lalu dihotel dengan Sania.


Zain menutup rapat-rapat rahasia itu.


Karena sampai saat ini Zain belum berhasil menemukan bukti kuat bahwa Sania lah yang menjebak nya.


Kebetulan Zain saat itu sedang mandi.


📲 Randi calling......


📲 Randi calling.....


Dering handphone Zain terus berbunyi,sehingga membuat Dinda yang berada di ruangan walk in closet bergegas berjalan ke arah sumber suara.


"Randi...?"Gumam Dinda yang penasaran.


"Siapa sayang?"Tanya Zain yang buru-buru mengambil handphone nya dari tangan Dinda.


Zain segera merejeck nya.


"Kok di rejeck mas?Dari tadi dia nelfonin kamu terus loh."Kata Dinda.


"Biar aja sayang.Orang enggak penting juga.Oh,mana baju kerjaku?"Tanya Zain yang mengalihkan bicara nya.


"Ini mas baju kerja nya."


"Makasih sayang.Mas ganti baju dulu ya."Balas Zain dan Dinda pun mengulas senyumnya.


"Kok...?Perasaan ku menjadi aneh ya setiap Randi menelfon pasti mas Zain menolak nya?Siapa Randi?Lebih baik aku tanya asisten Ferdy."Gumam Dinda lirih.


"Mas... Dinda keluar duluan ya."Kata Dinda.


"Iya sayang...."Sahut Zain dari ruang walk in closet.


Dinda pun segera berjalan menghampiri asisten Ferdy yang sudah standby di depan rumah.


"Selamat pagi asisten Ferdy?"Sapa Dinda kepada asisten Ferdy.

__ADS_1


"Selamat pagi nyonya,ada yang bisa saya bantu?"Tanya asisten Ferdy dan Dindapun menganggukkan kepala nya.


"Asisten Ferdy,dikantor apa ada karyawan yang bernama Randi?"


"Setahu saya tidak ada nona!"


"Atau mungkin asisten Ferdy tau teman-teman dari mas Zain ada yang nama nya Randi?"Tanya Dinda yang tambah penasaran.


"Setau saya nona tuan muda tidak memiliki teman yang bernama Randi,karena tuan muda sendiri adalah tipe orang introvert."Jawab asisten Ferdy.


Dinda pun terdiam dan semakin penasaran dengan nama Randi.


"Terimakasih asisten Ferdy atas infonya,tolong jangan beri tahu mas Zain kalau saya tanya soal Randi."Pesan Dinda untuk asisten Ferdy.


"Baik nyonya."Jawab asisten Ferdy.


Dinda kembali kedalam rumah setelah tidak mendapat info apa-apa mengenai Randi.


"Sayang... Mas berangkat dulu ya."Kata Zain sembari mengecup kening istrinya.


"Loh,mas enggak sarapan dulu?"Tanya Dinda dan Zain menggelengkan kepalanya.


"Mas masih kenyang sayang."Jawab Zain sembari mengusap perut Dinda.


"Kapan waktu check up kandungan sayang?"Tanya Zain lagi.


"Minggu ke dua mas."


"Ya sudah nanti kamu ingatin mas ya.Sekarang mas mau pamit kerja dulu."Kata Zain dan Dinda pun meraih punggung tangan Zain dan menciumnya.


Seperti biasa Zain berangkat ke kantor dengan ditemani asisten setia nya yaitu asisten Ferdy.


Asisten Ferdy menyalakan mesin mobilnya.Dengan kecepatan sedang dia mengemudikan mobil nya.


Pagi hari ini cuaca sangat lah cerah.


Secerah hati Zain yang nampak merasa begitu bahagia.


Asisten Ferdy pun nampak kepo dan melihati tuan muda nya itu melalui kaca spion dalam mobil.


"Tuan muda kelihatannya begitu happy banget?"Tanya asisten Ferdy dengan tatapan fokus kedepan mengemudi.


"Iya asisten Ferdy,hidup ku sekarang jauh lebih berwarna setelah menikah dengan Dinda.Ditambah lagi 2 bulan yang akan datang rumah akan ramai suara anak-anak."


"Syukur lah tuan saya juga ikut senang.Semua juga berkat tuan besar Opa yang memaksa tuan muda menikah."


"Iya.. Asisten Ferdy,kakek tua itu telah berjasa dalam hidup ku dari aku baru lahir sampai aku mau menjadi ayah."Ucap Zain yang tak terasa kedua mata nya mulai berkaca-kaca.


Suasana didalam mobil seketika menjadi hening.Tanpa suara apapun.Hingga tanpa sadar mobil yang di supiri asisten Ferdy sudah sampai di kantor.


Bersambung........


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


Hae... Readers jangan lupa Like & komen cerita Dinda ya.


Selalu favoritkan ♥️ Dinda di hati kalian ya,


Besok hari Senin boleh ya Dinda di sawer dengan vote nya😉😉


Dengan dukungan gift iklan atau yang lainnya juga boleh😁😁


Atau dengan mawar yang sekebon juga boleh🤗🤗🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Semoga dimudah kan rezekinya kakak readers love you...


Happy weekend

__ADS_1


Balikpapan at 07042023


__ADS_2