My Momy My Wonderwoman

My Momy My Wonderwoman
Episode 60 # Huru hara seatap dengan madu


__ADS_3

"Alhamdulillah.... Sampai,bismillah..."


"Assalamualaikum..."Salam Dinda dan diikuti oleh mbok Sumi.


Mereka berdua pun mulai memasuki rumah.


"Wait.... Wait.... Kalian?"Kata Sania yang terkejut melihat Dinda dan mbok Sumi yang masuk ke dalam rumah.


"Kenapa?Enggak usah terkejut!"Sahut mbok Sumi yang ketus dan Sania terpelongo menganga.


"No... No... No.... Enggak bisa dibiarkan ini."Kata Sania dengan gaya centil nya.


"Non Dinda ayok.. Mbok bantu ke kamar kasian anak-anak."Kata mbok Sumi kepada Dinda.


"Baik mbok,"Jawab Dinda dan hendak mau pergi namun tangannya dicegah Sania.


"Kamu pasti yang menggoda Zain agar kamu bisa tinggal disini lagi kan?"Tanya Sania dengan kedua mata yang melotot.


"Menggoda atau pun tidak dia masih suami ku.Apa perduli kamu?"Timpal Dinda kepada Sania sarkas dan berjalan menuju ke kamar nya.


Sania kesal sekali mendengar ucapan Dinda.Dan tak lama Zain datang membawa barang-barang Dinda serta barang-barang anaknya.


Zain berjalan melewati Sania,sehingga membuat Sania kesal dan mencekal lengan Zain.


"Sania...."Pekik Zain.


"Apa maksud kamu membawa mereka?"Tanya Sania yang kesal.


"Kenapa memang nya?Mereka juga berhak tinggal disini!"Sahut Zain.


"Tapi kenapa kamu enggak bilang sama aku Zain!Aku istri kamu juga!"Bentak Sania.


"Untuk apa aku harus bilang sama kamu?Yang kamu inginkan dari aku kan hanya tanggung jawab anak itu kan,setelah nya lahir aku tetap menceraikan kamu."


"Kamu boleh pergi dari sini aku tidak akan menahanmu kalau kamu tidak suka."


"You **** Zain!"Umpat Sania dan pergi ke kamar nya yang berada di lantai dua.


Zain menarik nafas dalam-dalam dan mengeluar kan nya.


Lalu dia berjalan menuju ke kamar Dinda dan anak-anak sembari membawa barang-barang.


Ceklek....


Zain yang membuka pintu kamar nya.


Dia langsung menaruh barang-barang Dinda di dekat sofa.


Zain menghampiri Dinda yang sedang memberi asi eksklusif nya.


"Ryo.... Bagi nen nya ya...?😄 "Ucap Zain yang mendusel-dusel kan kepala nya menciumi anak nya.


"Ih,coba na mas..."Kata Dinda kesal sembari mendorong Zain.


"Jahat sekali sih kamu!"Kata Zain ketus.


"Biarin!"Jawab Dinda sembari menutup kancing baju atas nya lalu menidurkan Baby Ryo di baby box.


Zain menggelayut manja kepada Dinda dan memeluk Dinda dari belakang.


Dinda yang masih dingin karena ulah Zain yang pernah mengusir nya,kini melepas tangan Zain dari pelukannya.


"Sayang...."Zain yang manja kepada Dinda.


Karena merasa kesal diabaikan Dinda dengan cepat Zain menarik Dinda dalam pelukanya.


Sreekkk


Kaki Zain terserimpet selimut putih dan terjatuh lah keduanya diatas ranjang.


Dag... Dig... Dug...

__ADS_1


Zain dan Dinda saling beradu pandang dan membuat kedua nya saling bersentuhan hidung.


Moment langka bagi Zain,


Dia pun tersenyum smirk😏


Zain mengungkung tubuh Dinda.


"Aish mas...Lepasin."Kata Dinda yang mencoba memberontak dengan memukul dada bidang Zain.


"Kenapa sayang mas kangen sama kamu!"Kata Zain lagi sembari memajukan bibir nya ke arah Dinda.


"Ih..............."


*Plak...


Plak*...


Dinda menampar kedua pipi kanan dan pipi kirinya.


"Sayang!"Pekik Zain dan terduduk memegangi pipi nya.


"Itu balasan nya buat buaya darat!" jawab Dinda dan duduk.


"Ingat ya mas aku enggak mau bekas dari Sania.Lagi pula Dinda masih nifas."Jawab Dinda seraya merangkak ke arah pinggir ranjang.


Zain pun menarik kaki Dinda.


"Ha... Ha... Dapat!"Kata Zain tertawa berhasil menangkap Dinda.


"Ih,..... Mas...."Celoteh Dinda yang manja.


"Seandainya kamu enggak nifas hari ini,aku akan memastikan kamu akan ku perkosa."


Zain pun menggelitik tubuh Dinda hingga membuat kedua nya mengurai gelak tawa.


Sania yang kesal ternyata sedang menguping diluar kamar Dinda dan Zain.


Tok.... Tok... Tok...


Sania yang usil mengetuk pintu kamar Zain♥️Dinda


Ceklek...


"Apa....?"Kata Zain yang ketus terhadap Sania.


"Hanny.... Aku mau makan soto ayam!"Kata Sania yang sok sweat😄


"Makan sudah!"Jawab Zain yang ketus sembari mau menutup pintu kamar namun Sania menghalanginya.


"Oh my God Sania... Don't disturb me!"Kata Zain kesal.


"Ada apa sih mas?"Tanya Dinda yang berada diambang pintu.


"Sania?"Dinda mengkerut kan kening.


"Aku minta tolong buatkan aku soto ayam."Ucap Sania kepada Dinda.


"Minta tolong buat kan mbok Sumi kan bisa!"Seru Zain kesal.


"Anakku mau nya minta dibuatkan sama Dinda."Jawab Sania.


"Kenapa sih Zain?Ada yang salah kah?"Sulut Sania kesal.


"Ada yang salah juga kalau istri-istrimu ini akur?"


"CK,"Zain mendecih dan memalingkan muka nya.


"Sudah.. Sudah.. Sania ayo kita ke dapur."


Lerai Dinda sembari berjalan kedapur dan diekori Sania.

__ADS_1


Di dapur Dinda memasak soto ayam atas permintaan Sania.


Tak berselang lama soto itu pun sudah tersaji di atas meja di depan Sania.


Sania pun menyendokkan soto itu...


"Aduh...."Rintih Sania dan Dindapun menoleh ke arah Sania.


"Perut aku..... "Rintih Sania sembari memegangi perut nya.


"Sania kamu kenapa?"Tanya Dinda yang panik melihat Sania yang kesakitan.


"Coba sebentar kamu tarik nafas dalam-dalam dan keluar kan ya... Aku panggil mas Zain dahulu."Kata Dinda dan Zainpun sudah datang.


"Sania....?Kamu kenapa?"Tanya Zain yang khawatir melihat Sania merintih kesakitan.


"My stomach hurts. It looks like your son is kicking my stomach."Jawab Sania yang mengusap perut nya.


"Hanny... I want you touch...."Kata Sania lagi.


Zain pun menatap ke arah Dinda yang berada disamping nya.


"Honey... I beg you.Please..."Kata Sania dengan nada manja nya.


Dengan sangat terpaksa Zain pun mengusap perut Sania dan memang benar ada nya bayi Sania sangat lincah menendang-nendang.


Sania yang duduk tangan kanan nya memegangi perut Zain dan tangan kiri Zain menahan tangan kanan Dinda yang akan pergi.


Dinda berusaha melepas tangan Zain yang mencekal tangan nya dengan kuat.Namun tidak bisa.


"Masak iya aku di jadikan obat nyamuk."Batin Dinda dan mengibas tangan Zain kuat-kuat.


Zain pun langsung berdiri dan menatap ke arah Dinda yang raut wajah nya terlihat not good.


"Permisi,silahkan dilanjutkan."Ucap Dinda dan pergi meninggalkan Sania serta Zain.


"Dinda....."Panggil Zain.


"Hanny... Please sit down here,temani aku makan."Kata Sania yang mengalihkan suasana.


Mau tak mau Zain duduk dengan Sania dan makan soto ayam berdua.


"Apa ini termasuk intrik kamu supaya Dinda tidak betah tinggal disini?"Tanya Zain yang menyendokkan soto ayam nya dan menatap sinis ke arah Sania.


"Untuk apa?Aku ini istri kamu kenapa kamu membeda-bedakan aku dengan dia?Dia baru datang dirumah ini terus mau mengambil hatimu.Bukan kah pernikahan itu bukan mainan?Ingat kamu sudah mengucap ijab qobul dengan ku,berarti kamu juga sudah berjanji dengan Tuhanmu.Harus nya kamu memperlakukan adil antara aku dan dia."Jawab Sania.


"Jangan memberi ku teory seperti itu.Bukan kah kamu ya....."


"Yes,I know! Tidak melakukan hubungan suami-istri kan?Tapi setidak nya kamu adil biar kamu tidak memberiku nafkah batin tidak apa-apa.Malam ini aku mau kamu tidur di kamar aku!"


"Enggak bisa!"Tolak Zain.


"Harus!"Sania enggak mau kalah.


"Itu sudah konsekuensi kamu paham!"


"Itu hak ku sebagai istri!"Jawab Sania dengan menatap Zain penuh tatapan menghunus.


"Huftttt......."Zain yang menghela nafas.


Bersambung......


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


Bantu dukungan nya kakak 😘


Terimakasih atas Like and komennya.


Vote and give nya ditunggu Dinda ya,,


Hugh & kiss from Balikpapan😘😘

__ADS_1


__ADS_2