My Momy My Wonderwoman

My Momy My Wonderwoman
Episode 94 # Bahagia


__ADS_3

Suasana minggu pagi begitu cerah.


Waktu sudah menunjukan 09:00 tak terasa Dinda dan Zain masih belum juga bangun dari ranjang setelah semalam mereka berdua melakukan aktivitas nya sebagai pasangan suami istri.


Nyaman.....😌😌


Dinda tertidur lelap dalam pelukan suaminya Zain.


Lengan Zain memang nyaman untuk menjadi bantalan kepala Dinda.


Begitu juga dengan Zain yang begitu nyaman memeluk erat istrinya.


CUP...


CUP...


Dengan mata yang lengket dan malas untuk membuka Zain berulang kali mengecup kening Dinda.


"Mas... ??"Ucap Dinda dengan suara serak khas bangun tidur masih dengan mata yang terpejam.


"Hm....?"Jawab Zain yang mengerat kan pelukan nya dengan mata terpejam juga.


"Sudah siang.Bangun yuuk...."Ucap Dinda lagi-lagi dengan mata yang masih tertutup.


"Bentar dulu lah sayang masih ngantuk mas."Jawab Zain dengan malas.


"Lagian hujan gerimis nya bikin malas untuk membuka mata."Jawab Zain lagi.


Dinda mencoba untuk menduduk kan tubuh nya dengan mata yang terasa lengket terbuka dan Zain dengan mata terpejam nya mencoba meraih lengan istri nya kembali agar kembali tidur dalam pelukannya.


"Ihh.... Mas...."Kata Dinda manja kepada Zain yang jatuh di pelukan Zain.


Kedua netra Dinda teralihkan ke arah pintu keluar.


"O... O...."Ujar Dinda yang menahan bibir nya untuk tersenyum sembari mata terbuka lebar menatap ke arah pintu.


Puk... Puk... Puk...


Dinda yang berusaha membangun kan suami nya dengan menepuk lengan nya sembari tatapan fokus menatap ke arah pintu.


"Mas..."


Puk..!!!!!


Dinda tanpa sengaja memukul lengan Zain dengan keras.


"Aduh sayang....!!"Pekik Zain yang terjungkit men duduk kan tubuh nya ketika Dinda menepuk kasar lengan nya.


Zain mencoba duduk dan mendiamkan diri agar nyawa nya terkumpul.


Alih-alih pandangan Zain tertuju mengikuti jari telunjuk Dinda ke arah pintu.


"Waduhhh.....!"Kata Zain yang kaget ketika melihat ketiga anak-anak nya yang sudah berdiri sendekap di ujung ranjang nya.

__ADS_1


"Sejak kapan mereka berada disini?"Bisik Zain di telinga Dinda.


Dinda hanya menjawab menggendikan bahu nya.


"Hai.....??"Sapa Zain dan Dinda bersamaan sembari mengulas senyum nya kepada ketiga anak laki-laki nya.


"Momy and Dady....?Begitu tega dengan kita!"Ucap Ryu yang mengerucutkan bibir nya kedepan sembari bersendekap.


"Tega....???"Dinda dan Zain saling bertatap muka sambil berpikir.


"Iya.!"Sahut Rey yang merajuk.


Dinda dan Zain seperti orang yang bego tentang apa yang ditanyakan anak-anak nyanya.


"Momy and Dady..!Kenapa Momy dan Dady pindah bobok nya hah?Bukan nya Momy and Dady sudah berjanji tadi malam kalau akan menemani kita bertiga bobok?"Tambah Ryo yang bertanya bak menginterogasi kedua pasangan suami isteri itu.


"And then,kenapa Momy and Dady bisa bobok disini?"Tambah Rey.


"Hah...?????????"Zain yang menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.


Dinda pun menyenggol lengan Zain.


"Nah... Itu mas,coba kamu beri penjelasan kepada mereka."


Masih berpikir dan menggaruk tengkuk lehernya.


"Sini.... Sini.... Sini.. Anak Dady and Momy."Ujar Zain yang memanggil ketiga anak nya untuk mendekat ke arah Dinda.


Rey... Ryo... Ryu berjalan mengarah ke arah ranjang untuk mendekati Momy dan Dady nya yang duduk diatas ranjang.


"Dady dan Momy minta maaf ya bukan maksud Dady dan Momy tidak mau bobok dengan kalian tapi......?"Kata Zain yang terpotong.


"Tapi....??"Tanya Rey yang penasaran.


"Tapi....??" Tanya Ryo juga penasaran.


"Emmmm... Tapi adek baby minta dijenguk!"Jawab Zain sembari senyum kepada anak-anak nya.


"Mas......??"Tegur Dinda dengan kedua mata yang menatap melotot.


"Adik baby kan masih di dalam perut Mamy Dady?"Tanya Ryu yang panasaran.


"Mas....??"Pekik Dinda dan Zain menoleh ke arah nya.


"Cari jawaban yang relevan mudah dipahami anak-anak di usia mereka dong mas.Jangan kamu memberi jawaban seperti itu.Tanpa tidak sadar kamu sudah mengexplor kegiatan kita semalam."Gerutu Dinda kepada Zain.


Zain pun hanya bisa menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.


??????????????


Ketiga anak Dinda hanya bisa menatap kedua orang tua nya yang masing-masing saling beradu argumentasi.


Ketiga anak nya dengan kompak menepuk jidat nya masing-masing.

__ADS_1


Dinda pun mengulas senyum nya kepada ketiga anak nya.


"Sayang.... Maksud Dady ,semalam Momy itu sedang enggak enak badan.Jadi Momy enggak mau mengganggu bobok nya Rey... Ryo dan Ryu,maka nya Mamy pindah bobok nya."Jelas Dinda dengan jawaban yang mudah dipahami oleh ketiga anak nya.


Rey.. Ryo... Dan Ryu mengangguk paham dengan maksud yang dijelaskan kepada Dinda.


"Sayang Momy....."Seru Ryo sambil memeluk Dinda dan mencium pipi Dinda.


"Sayang Momy..."Seru Rey dan Ryu yang ikut memeluk Dinda Momy nya.


"Eits.... Kalian enggak sayang sama Dady??"Kata Zain sembari merebahkan tubuh nya ke ranjang sembari menarik selimut putih nya hingga menutupi ke sebagian lehernya.


"Dady....Love you...."Seru ketiga anak-anak nya sembari memeluk Zain dalam keadaan selimut tertutup dan menguyel-nguyel tubuh Zain.


Gelak tawa canda bahagia menyelimuti keluarga kecil Dinda.Sebelum nya Dinda tidak pernah merasakan perasaan sebahagia ini.


"Alhamdulillah... "Ucap Dinda yang tersenyum sembari mengusap perut nya yang sedikit menonjol kedepan.


Ryu mengalah kan pandangannya menatap ke arah Momy nya yang terlihat menahan manik-manik nya yang mau jatuh.


"Momy....?"Seru Ryu dan turun dari atas tubuh Zain dan merangkak menuju ke arah Dinda.


"Hm...?"Jawab Dinda sembari menghapus air mata nya yang sempat menetes.


"Momy menangis...?"Tanya Rey dan Ryo pun menghampiri Momy nya dengan merangkak.


Atensi Zain juga beralih membuka selimut nya dan mendekat kearah Dinda.


"Sayang....?Are you okay...Hm?"


"Apa ada yang sakit..?"Tanya Zain lagi dengan panik.


"Enggak apa-apa kok mas.Dinda baik-baik saja."Jawab Dinda sembari mengulas senyum nya.


"Lalu kenapa menangis??"Tanya Zain yang menatap Dinda dengan tatapan sendu.


"Dinda juga enggak tau mas,kenapa Dinda bisa menangis.Mungkin ini karena faktor kehamilan Dinda mas."Jawab Dinda kepada Zain.


"Sejak kehamilan yang kedua ini Dinda merasa sering cengeng menangis hiks... Apalagi kalau melihat anak-anak dan kamu seperti ini.So sweat..."Ucap Dinda yang mewek.


"Hiks... Hiks..."


"Momy...... "Seru ketiga anak Dinda yang memeluk Dinda ketiga melihat Dinda mulai menangis lagi.


Zain mencium punggung tangan Dinda.


"Sampai kapan pun mas akan selalu menjaga dan melindungi kalian."Janji Zain kepada Dinda sembari mencium kening Dinda.


CUP....


Dinda pun mengulas senyum bahagia nya.


Bersambung......

__ADS_1


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


__ADS_2