My Momy My Wonderwoman

My Momy My Wonderwoman
Episode 73 # Serasa Ayah dan Anak


__ADS_3

"Hi.... Hi.... Hi..."Tangis sendu Ryu sambil mengusap air mata nya dengan lengan.


"Hi....Hi.... Hi...."


Ryu menangis Sendu di seputaran pusat perbelanjaan.Bahkan dia tidak sadar kalau saat ini dia sudah jauh dari Momy nya dan kakak nya yang bersama Ardan.


"Ryu... Dimana?Hi... Hi... Hi..."Tangis nya sembari menoleh ke kanan kiri keramaian yang berada di dalam di pusat perbelanjaan.


"Momy....?"


"Kakak Rey....?"


"Papi....?"


Panggil Ryu sembari menangis dan mengucek kedua matanya.


"Ryu tersesat... "Ucap Ryu yang berjalan menyusuri keramaian didalam pusat perbelanjaan sembari menangis terisak.


Berjalan dan terus berjalan.Ryu semakin panik karena tidak kunjung bertemu dengan Momy,kakak nya juga papi nya.


Dan


Bugh....


Ryu pun terjatuh dilantai.Tubuh nya tersenggol oleh badan seorang laki-laki yang tinggi bertubuh kekar.


"Aduh.... "Rintih Ryu sembari memegangi lengan nya.


"Hey.... "Seru Zain yang mengulurkan tangan nya kepada Ryu.


Ryu pun menerima uluran tangan dari Zain.


"Om brewok....."Seru Ryu mengulas senyum nya yang bergegas berdiri dan Zain pun mensejajar kan posisi nya.


"Kamu kenapa?Kok menangis?Momy papi dan kakak kamu kemana?"Tanya Zain kepada Ryu.


"Hi.... Hi.... Hi...."


Ryu tidak menjawab pertanyaan dari Zain.Dia hanya bisa menangis dan menangis.


"Keterlaluan sekali sih orang tua nya,membiar kan anak sekecil ini jalan sendiri dipusat perbelanjaan yang nampak ramai seperti ini." Zain yang membatin.


"Jangan nangis ya,nanti kita cari momy papi dan kakak kamu."Ucap Zain sembari memegang kedua pundak bocah itu.


"Kita beli es krim dulu mau enggak?"Tanya Zain kepada Ryu.


"M-mau Om."Jawab Ryu sambil menunduk dan malu-malu.


"Ok.Let's go.... kita beli es krim."Kata Zain sembari menarik tangan Ryu.


Langkah Zain terhenti ketika Ryu yang di gandengnya diam dan menarik tangan Zain kuat-kuat.


Zain pun mensejajarkan tubuh mungil Ryu dengan berlutut di depan nya sembari mengerut kan kening nya.


"Kenapa?"Tanya Zain yang penasaran.


Ryu pun melambai tangan nya ke Zain untuk mendekat kan telinga nya.


"Om brewok... Bolehkah aku minta di gendong?"Bisik Ryu kepada Zain.

__ADS_1


"Mmmmmmmm....."Zain yang berpikir.


"Please...." Ucap nya sembari memohon menangkup mengepal kan tangan di depan dada.


"Ok!"Dengan senang hati Zain meng iya kan permintaan Ryu.


Zain pun langsung mengangkat tubuh Ryu dan memanggul diatas kedua bahu nya.


Sementara Ryu mengalungkan kedua tangan nya di leher Zain untuk berpegangan.


Sungguh pemandangan yang manis.Antara Zain dan Ryu.


Seandai nya Zain tahu kalau Ryu adalah anak kandung nya yang dicari selama tujuh tahun terakhir ini,pastilah dia sangat ber bahagia.


Zain memanggul Ryu diatas bahu nya bak seorang Ayah yang bahagia mengajak bermain.


Sementara Ryu,bocah kecil itu sudah tidak terlihat lagi rona kesedihan di mata nya.Dia begitu asik dalam menikmati panggulannya Zain.


"Siapa nama mu?"Tanya Zain sembari mendongak kan kepala keatas.


"Siapa ya....??"Kata Ryu yang nampak menebak-nebak.


"Kalau kamu enggak kasih tau Om brewok nama kamu,Om brewok enggak mau membelikan es krim."Jawab Zain sembari berjalan santai memanggul tubuh Ryu.


"Ihhh,,kok gitu Om brewok.?"Kata Ryu kesal.


"Ayok... Sebut kan dulu siapa nama mu?"Tanya Zain yang lagi-lagi mendongak kan kepala nya ke atas.


"Ryu....."Jawab Ryu.


Deg.....


Jantung Zain terasa berkembang kempis.


jedag.... jedug....


Sesaat dia mengingat ketiga anak kembar nya yang salah satu diantara mereka bernama Ryu.


Dan Zain pun seketika menghentikan langkah nya dan menurunkan tubuh bocah usia tujuh tahun dan menyamakan posisi nya.


Zain menatap raut wajah Ryu dengan sendu.Tak terasa dia harus menahan bulir-bulir beningnya yang akan membasahi pipi nya.


Ibu jari nya mulai mengusap lembut raut wajah anak itu.


"Tuhan.... Mengapa aku merasa begitu dekat dengan dia?Aku seperti melihat diriku di masa kecilku.Hidung nya lesung pipi yang mirip dengan Dinda."Batin Zain yang menatap sendu.


Ryu pun melambai tangan di depan Zain.


Dan Zain pun tergugah terkaget dalam lamunan nya.


"Hm,?"Kata Zain pendek yang memegang kedua lengan Ryu.


"Kapan beli es krim nya?"Tanya bocah itu sembari menatap Zain dengan mengedipkan kedua mata nya dengan lucu.


"Ah,iya!Om brewok sampai lupa."Ucap Zain sembari menepuk jidat nya.


"Mau di gendong atau....?"Kata Zain.


"Gandeng Om!"Potong Ryu cepat.

__ADS_1


"Let's go....."Kata Zain dan menggandeng Ryu.


Zain dan Ryu pun sampai di STAN es krim.


Mereka duduk dengan penuh canda di STAN es krim itu.


"Ryu.... !"Kata Zain sembari memakan es krim nya.


"Iya Om."Jawab Ryu yang fokus dengan es krim nya.


"Kenapa kamu menangis tadi?"Tanya Zain sembari menatap Ryu.


"Momy Ryu tadi marah sama Ryu."Jawab Ryu yang menunduk dan berhenti memakan es krim nya.


"Kenapa?Momy Ryu marah?Ryu nakal ya?Sampai Momy Ryu marah?"Tebak Zain.


"Enggak.... Om!"Jawab Ryu yang menggelengkan kepala nya.


"Lalu....??"Tanya Zain yang penasaran.


"Ryu hanya ingin minta gendong papi ta...."Ucap Ryu terpotong.


"Ryu...."Panggil nya.


"Papi....?"Jawab Ryu yang menoleh ke arah Ardan.


Ardan pun menghampiri Zain dan Ryu yang duduk di STAN es krim.


"Astagfirullah nak,papi mencari kamu kemana-mana.Sekalinya kamu ada disini."Kata Ardan yang panik.


"Zain....?"Kata Ardan.


"Ardan sorry!Tadi aku enggak sengaja bertemu dengan Ryu yang menangis,makanya aku membelikan dia es krim kesini."Jelas Zain.


"Terimakasih Zain,kalian berdua saling kenal?"Tanya Ardan kepada Zain.


"Papi.... Om brewok ini baik orang nya,Om brewok yang menolong Ryu saat Ryu mau di tabrak mobil."Celoteh Ryu.


"Astagfirullah hal adzim,sekali lagi terimakasih Zain."Ucap Ardan kepada Zain.


"Sama-sama."Jawab Zain yang mengulas senyum nya.


"Ya sudah,kalau begitu Ryu,ayok pamit dulu sama Om brewok kita harus pulang.Kasian Momy kamu yang khawatir mencari kamu."Kata Ardan kepada Ryu.Dan Ryu pun mengangguk kan kepala nurut.


"Om brewok... Ryu pulang dulu ya.Nanti kalau kita bertemu lagi kita main lagi."Ucap Ryu bocah polos itu.


"Iya,Ryu pulang nya hati-hati.Om janji nanti kita main bersama lagi."Ucap Zain sembari mengusap pundak Ryu.


"Janji....?"Sembari menunjukan jari kelingkingnya.


Zain pun mengulas senyum nya.


"Janji...."Jawab Zain sembari menautkan jari kelingking nya.


"Yuk,pulang."Kata Ardan dan menggendong Ryu.


"Da... Da..."Ucap Ryu yang melambai kan tangan dan di balas dengan Zain melambaikan tangan nya.


Bersambung......

__ADS_1


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


__ADS_2