My Momy My Wonderwoman

My Momy My Wonderwoman
Episode 38 # Qiyamul Lail


__ADS_3

Jam dinding menunjukan pukul 04 pagi seperti biasa Dinda selalu bangun untuk mengerjakan Qiyamul Lail nya.


Tak henti-henti nya dalam sujud nya dia mengucap syukur atas segala nikmat kebahagian dan rezeki yang begitu luas padanya.


"Puji syukur atas nikmat yang engkau berikan kepada hamba mu ini Ya .. Allah.Betapa begitu besar nikmat yang engkau beri untuk keluarga kecil kami.Lindungi lah keluarga kecil ku dari segala macam tipu daya manusia maupun tipu muslihat setan yang terkutuk.Lindungilah suamiku dalam segala macam godaan apa pun.Jadi kanlah kami sebagai orang yang bersyukur atas nikmat yang engkau beri."


Allahumma innaa nas-aluka salaamatan fid diini wa 'afiyatan fil jasadi wa ziyaadatan fil 'ilmi wa barokatan fir rizqi wa taubatan qablal mauti wa rohmatan 'indal mauti wa maghfirotan ba'dal mauti, allahummaa hawwin 'alainaa fil sakaraatil mauti wannajaata minan naari wal 'afwa 'indal hisaabi, rabbanaa laa tuzigh quluubana ba'da idz hadaitanaa wahab lanaa mil ladunka rahma, innaka antal wahhaab, rabbanaa aatinaa fiddunnyaa hasanah, wa fil akhirati hasanah waqinaa 'adzaa ban naar.


Artinya: Ya Allah, kami memohon kepada-Mu keselamatan dalam agama, dan kesejahteraan/kesegaran pada tubuh dan penambahan ilmu, dan keberkahan rezeki, serta taubat sebelum mati dan rahmat di waktu mati, dan keampunan sesudah mati.


Ya Allah, mudahkanlah kami saat pencabutan nyawa selamat dari api neraka dan mendapat kemaafan ketika amal diperhitungkan.


Ya Allah, janganlah Engkau goyahkan hati kami setelah Engkau beri petunjuk dan berilah kami rahmat dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Pemberi.


Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan hidup di dunia dan kebaikan hidup di akhirat, dan jagalah kami dari siksa api neraka.


"Aamiin."Ucap Dinda dan mengusap kedua wajah nya.


Zain yang dari tadi sudah terbangun dan duduk bersandar di sandaran kepala ranjang hanya bisa menatap dan mendengar haru tentang doa-doa yang Dinda panjatkan untuk nya dan keluarga kecil mereka.


"Bismillah,"Ucap Dinda dan beranjak berdiri dari tempat sujud nya namun merasa kesulitan.


"Ma Sya Allah,harus bersabar seperti ini lah menjadi seorang ibu hamil."Ucap Dinda dan mengusap perutnya sebelum mencari pegangan untuk berdiri.


"Mas....??"Dinda pun terkejut saat Zain suaminya memegangi bahunya.


"Mas bantu sayang."Jawab Zain dan Dinda tersenyum.


Zain membantu Dinda untuk berdiri dan kemudian Dinda duduk di pinggiran ranjang sembari melonjor kan kedua kakinya.


Zain yang duduk di pinggiran ranjang dan menghadap ke arah Dinda di sibukkan dengan memijit kedua kaki Dinda.


"Sudah mas,enggak usah dipijit lagi ya.Besok mas harus bangun pagi untuk bekerja."Ucap Dinda.


"Enggak apa-apa sayang,mas kasihan sama kamu.Kamu pasti kelelahan membawa empat anak kita kesana kemari ngurusin rumah dan ngurusin suami mu ini."Jawab Zain sembari mengusap perut buncit Dinda.


"Dibantu mbok sama ibu mas."Jawab Dinda sembari memegangi perut nya.


Tiba-tiba Dinda merasa kalau perut seperti tertari kencang.


"Sayang kamu kenapa?"Tanya Zain yang menghentikan memijitnya.


"Aduh!"Rintih Dinda sembari memegangi perutnya.


"Sayang,jangan bikin aku panik dong."Kata Zain yang gugup.


"Mas,coba tangan mas."Kata Dinda sembari meraih tangan Zain dan didekatkan di perutnya.

__ADS_1


"Ih,sayang... Baby nya nendang-nendang."Ucap Zain yang nampak bahagia.


Dengan penuh rasa penasaran,Zain mendekatkan telinga nya ke perut Dinda.


"Oh my God,kencang banget mereka menendang pipi ku sayang."Gumam Zain sembari mengusap perut Dinda.


Zain pun mendongak kan kepala nya ke atas dan melihat Dinda tersenyum.


"Mas angkat sedikit baju nya boleh?Mas mau melihat mereka tanpa batasan helai kain."Pinta Zain dan Dinda menganggukan.


Zain mengangkat sedikit piyama yang dikenakan oleh Dinda.


"Sayang... Lihat mereka."Kata Zain yang melihat perut Dinda bergejolak tendangan.


Setelah puas melihat nya,Zain kembali menutup perut buncit istri nya.


"Makasih,mas sangat bahagia sekali."Ucap Zain dan mengecup kening Dinda.


"Iya mas,"Balas Dinda sambil mengulas senyum nya.


Suara menjelang adzan subuh:


ااَلصَّلاَةُ خَيْرٌ مِنَ النَّوْمِ


Artinya: Solat itu lebih baik dari pada tidur.


"Mas,sudah masuk sholat subuh.Kita sholat berjamaah dulu yuk."Kata Dinda yang mengajak suami nya.


"Dinda dulu an ya.."Kata Zain.


Dinda mengulas senyum nya.


"Ya sudah kalau begitu,Dinda enggak memaksa."Ucap Dinda dan beranjak berdiri di bantu Zain.


Setelah melakukan sholat dua rokaat nya,Dinda merebahkan tubuh nya diranjang karena dia tidak bisa menahan rasa kantuknya.


Dan denting jam pun sudah menunjukan pukul 08 pagi,


"Astagfirullah hal adzim,"Dinda syok melihat jam dinding di kamarnya.


Dia pun mulai melepas mukena dan mengibaskan selimut nya yang menutupi kaki.


Ceklek....


Zain pun membuka pintu kamar mereka dengan stelan pakaian kantor yang sudah rapi.


"Loh,mas...?Mas kenapa enggak membangunkan Dinda?"Tanya Dinda sembari memakai hijab instannya.

__ADS_1


"Enggak apa-apa sayang,mas lihat kamu tidur nya nyenyak sekali.Mas enggak tega mau bangunin kamu."Jawab Zain dan mendekat ke arah Dinda sambil membawa dasi.


"Tolong sayang,"Ucap Zain.


Dinda mulai mengalungkan dasi dileher suaminya itu.


Sementara Zain sibuk dengan kedua tangannya yang mau melingkarkan ke pinggang Dinda.


"Yah,..... Enggak bisa meluk."Goda Zain ke Dinda.


"Gendut ya mas Dinda?"Jawab Dinda dengan raut wajah sedih.


"Kayak bola.Bulet...."Canda Zain.


"Ha.... Ha... Ha..."Zain yang tertawa ngikik.


"Iya,kayak bola.Bulet jelek."Tambah Dinda dan melepas kedua tangan suami nya yang melingkar di pinggang nya.


"But I Love You.Muach..."Ucap Zain dan mencium pipi istri nya Dinda.


"Sudah,ayo kita sarapan dulu."Kata Zain dan menggandeng Dinda keluar kamar.


Opa Leo dan kedua orang tua Dinda sudah menunggu di meja makan.


"Hmmmm... Wangi nya masakan nya."Kata Dinda dan Zain membuka kan kursi untuk Dinda.


"Bubur nasi merah☺️.Pasti yang bikin ini ibu ya?"Ucap Dinda dan menyendok kan buburnya.


"Iya nak."Sahut ibu Ali.


"Hmmm.. Enak sekali Bu."Tambah Zain.


"Ibu kalian memang jago kalau soal urusan dapur."Sahut Ayah Ali.


"Enggak kalah juga Dinda istri Zain sama ibu.Dinda juga jago di dapur lebih jago lagi kalau di atas ranjang"Ucap Zain asal dan Dinda mulai melirik Zain.


"Hots😛"Tambah Zain.


Jlepppp


Dinda langsung menutup mulut Zain yang asal ceplos itu dengan telapak tangannya.


"Awwwww...."Rintih Zain yang dapat bonus cubitan di perut oleh Dinda.


Sementara kedua orang tua Dinda dan Opa Leo tertawa ngikik atas ulah Zain.


Bersambung.......

__ADS_1


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


Hay, readers... jangan lupa Like and Komentnya dong please... Agar author semakin semangat.🙏🙏


__ADS_2