My Momy My Wonderwoman

My Momy My Wonderwoman
Episode 70 # Papi....?


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Dinda sudah bangun dan membuatkan sarapan untuk anak-anak dan keluarga nya.


Selain wanita karir,Dinda adalah seorang wanita yang perfect Dimata anak-anak nya dan keluarganya.


Paras nya yang juga cantik,tentu saja menjadi pusat perhatian kaum lelaki.


Semua sarapan sudah siap di saji kan diatas meja makan.


Anak-anak nya sudah menuruni tangga dan bergabung duduk di meja makan bersama nenek kakek dan Mbah uti nya.


"Ini bekal untuk Rey..."


"Bekal untuk Ryo..."


"Dan untuk si bontot Ryu...."


Dinda pun memasukan semua bekal kedalam tas masing-masing anak.


"Duduklah,ikut bersarapan dulu."Ucap Ayah Ali dan Dinda pun mengangguk.


Pagi ini,


Dinda membuat sarapan nasi goreng.Diapun menyendokkan nasi dan mengambilkan satu persatu nasi goreng untuk anak nya.


Ting... Tung...


Dinda pun mengarah kan pandangan mata nya ke arah pintu depan.


"Biar Dinda yang membuka kan pintu nya.Kalian sarapan duluan"Kata Dinda dan bergegas berdiri berjalan ke arah pintu depan.


"Ayo cu,sarapan nya segera dimakan.Biar tidak terlambat pergi ke sekolah."Seru si kakek Ali.


"Ok,kakek!!!!"Balas ke kiyowo an ketiga bocah jagoan itu.


Ibu Ali dan mbok Sumi pun terlihat tersenyum dan menggelengkan kepala melihat ketiga cucu-cucu nya.


Dinda pun menarik tuas pintu rumah nya...


Ceklek....


"Assalamualaikum....."Seseorang laki-laki yang sedang menyapa Dinda sembari mengulas senyumnya.


"Waalaikum salam,"Jawab Dinda dan membalas senyum nya.


"Hmmmm.... Aku punya sesuatu buat kamu."Kata laki-laki itu yang menyembunyikan sesuatu dari balik punggung nya.


"Apa itu?"Dinda yang coba menerka-nerka.


Lalu laki-laki itu pun memberikan bucket bunga mawar merah untuk Dinda.


Dinda sangat terkejut dan mengulas senyum nya ketika menerima bucket bunga itu.


Rona pipinya berubah menjadi memerah.


"Cantik sekali,terimakasih."Kata Dinda sembari mencium bucket bunga itu.

__ADS_1


"Kemana ketiga jagoan kamu?Aku ada hadiah untuk mereka yang berulang tahun."Tanya lelaki itu yang berperawakan usia kurang lebih 30 tahun.


"Ada,mereka sedang sarapan.Ayo masuk kita sarapan sama-sama."Ajak Dinda yang masuk kedalam rumah dan diikuti lelaki itu.


Tap... Tap... Tap...


"Assalamualaikum....."Sapa laki-laki itu kepada keluarga Dinda yang sedang sarapan.


"Hay... Papi..... ????"Teriak Ryu.


"Ryu....??No...No..."Seru Dinda kepada anak nya itu sembari menggeleng-gelengkan kepala nya.


"Panggil nya Om!"Kata Dinda yang memperjelas.


"Memang nya kenapa momy kalau kita memanggil papi....?"Tambah Ryo dan datang memeluk laki-laki itu.


"Enggak apa-apa Dinda,"Ucap laki-laki itu sembari mengulas senyum nya.


"Jangan bang.... Na...."Kata Dinda yang terpotong.


"Tuh... Momy memanggil Om Ardan aja dengan sebutan Abang."Sahut Rey dan memeluk laki-laki yang berdiri disamping Dinda dengan sebutan Ardan.


"Berartikan kami juga boleh memanggil Papi!Karena Momy kan mau menikah sama papi!"Tambah Ryu yang polos itu.


"Ryu...."Kata Dinda sembari menekan kalimat akhir nya.


"Momy....??No...No..."Sahut Ryo sembari menggelengkan kepalanya.


Dinda merasa kikuk dipojokan ketika ketiga anak-anak nya memojokan nya.


"Papi....!"Potong ketiga anak Dinda secara bersamaan dan Dinda pun terkejut mengedipkan dia mara


"Ok... Ok... Papi?Papi punya hadiah untuk Kakak Rey.. Anak tengah Ryo... Sibontot Ryu.Selamat ulang tahun ya."Ucap Ardan sembari mengacak rambut ketiga bocah itu dan membagikan hadiah ulang tahun kepada mereka.


"Ye... Ye... Ye... Makasih papi."Sahut ketiga bocah itu bersamaan dan berlari lagi menuju ke meja makan sambil membawa bingkisan kado dari Ardan.


"Nak Ardan sini sarapan bersama-sama kita."Ajak Ayah Ali kepada Ardan.


"Oh,baik pak.Terimakasih."Kata Ardan dan menuju meja makan.


Ardan Wiratama Yudha.


Adalah seorang Presdir perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan.


Wajah nya yang ke bule-bule an nya yang cool,single belum pernah merid sama sekali dan dengan usia 30 tahun sudah punya segalanya.


Sikap santun nya sangat di apreasisasi..


Perempuan mana yang tidak tergoda dengan nya?


Setelah Ardan dan Dinda mengantar kan ketiga anak-anak nya disekolah,Ardan memutar arah mobil nya menuju resto milik Dinda.


Ardan pun memarkirkan mobil nya..


Dan Dinda melepas safety belt nya.

__ADS_1


"Dah sampai..."Ucap Ardan.


"Mmmm... Bang,Dinda minta maaf ya atas ucapan anak-anak tadi." Kata Dinda dengan ekspresi bersalah nya.


"Enggak apa-apa Dinda."Jawab Ardan sembari menatap Dinda.


"Bukan begitu bang,Dinda enggak enak dengan orang-orang."Jawab Dinda yang menunduk kan kepalanya.


"Kenapa kamu merasa tidak enak?Memang benarkan kalau Ardan Wiratama Yudha adalah calon papi mereka?"Sahut Ardan dan membuat Dinda merasa melting.


"Aish,kamu bisa saja."Kata Dinda dengan malu-malu.


"Terimakasih ya bang,Dinda masuk dulu.Abang enggak mau mampir?"


"Enggak.Abang harus ke kantor pagi ini."Jawab Ardan.


"Nanti pulang aku jemput.Kita makan dan jalan ya."Ajak Ardan kepada Dinda.


"In Sya Allah ya Bang."Jawab Dinda dan mengulas senyum nya.


"Ya sudah Abang dulu an ya..."Pamit Ardan.


"Hati-hati ya.Dada...."Kata Dinda sembari melambaikan tangan nya.


"Da....."Balas Ardan dan menarik gas mobil nya.


Ardan adalah laki-laki tipikal romantis.


Dinda pun berjalan menuju ke area lobby restoran dan menyapa semua pegawainya dengan ramah tamah.Setelah itu dia bergegas menuju ruangan nya.


"Memang kok,siapa yang tidak beruntung bisa mendapatkan ibu Dinda.Sudah cantik Solehah kaya lagi.Idaman banget...."Gumam salah satu karyawan resto Dinda sembari menghayal.


"Yang pastinya tuan Ardan yang sangat lah beruntung."Sahut karyawan yang satu nya lagi.


"Mereka memang nya sudah pacaran?"Sahut seorang karyawan lagi yang bergabung ghibah.


"Sudah dech sepertinya.Buktinya tuan Ardan barusan ngantarin Bu Dinda.Pakai say dada lagi.."


"Tapi Bu Dinda itu katanya belum cerai dari suami nya yang dulu.Masak dia mau pacaran?"Kata karyawan lagi.


"Tau dari mana lu... Kalau Bu Dinda belum cerai?"


"Ya nama nya juga dengar sana sini."


"Jangan nyebarin gosip yang enggak ada faktanya ya maupun kata nya.Bu Dinda mau pacaran atau enggak,itu bukan urusan kita.Yang penting,ingat lah tentang kebaikan-kebaikan yang selama ini dia berikan kepada kit."Sahut salah satu karyawan Dinda.


"Bubar-bubar..."Seru karyawan yang lain nya.


Pasukan ghibah itu akhirnya membubarkan diri atas


Bersambung........


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


Bantu like & komentar nya kakak🤗

__ADS_1


Semoga suka dengan cerita author.


__ADS_2