My Momy My Wonderwoman

My Momy My Wonderwoman
Episode 66 # Kehebohan yang dibuat Sania


__ADS_3

Siang hari Zain berencana untuk pulang kerumah.Dia juga membawa Anita,seorang waitres suruhan Sania.


Zain turun dari mobil dan bergegas masuk ke dalam rumah nya dan di ikuti Anita bersama asisten Ferdy.


"Sayang... Sayang...."Kata Zain yang memanggil Dinda.


"Sayang.... "Panggil Zain sekali lagi.


"Mbok.... Mbok..."Panggil Zain ke mbok Sumi.


Merasa tidak ada jawaban dari Dinda maupun mbok Sumi,Zain bergegas menuju ke kamar Dinda.


Zain terkejut ketika berada di dalam kamar Dinda,dia tidak menemukan istri beserta anak-anak nya.


Atensi pandangan mata tertuju ke lemari baju-baju.Dia pun membuka lemari itu dan didalam lemari baju itu tidak ada satupun baju Dinda.


Popok bayi milik ketiga anak nya juga tidak ada.


Dag.. Dig.. dug..


Denyut jantung Zain semakin berpacu dengan begitu cepat nya.


Merasa tidak puas,dia bergegas pergi ke kamar mbok Sumi.


Apa yang dicari nya juga tidak menemukan hasil.


Zain pun berjalan kembali di dekat minibar dibawah tangga.


"Sania.... Sania..."Teriak Zain dengan lantang sembari mengacak pinggang.


"Sania.... Sania..."Teriak Zain lagi.


"Ada apa sih Zain?"Sahut Sania dari atas tangga sembari menuruni anakan tangga dengan pelan-pelan.


"K-kamu....?"Sania yang terkejut melihat Anita yang berada di rumah Zain.


Anita pun menunduk kan kepala nya.


"Kamu kenal dia?"Tanya Zain kepada Sania.


"E-Enggak!"Jawab Sania yang terbata dan menggeleng-gelengkan kepala nya.


"Heh!Kamu... Jelaskan siapa diri kamu kepada dia."Kata Zain sembari menunjuk jari telunjuk ke arah Sania.


"I-iya Tuan,dia nyonya waktu itu yang menyuruh saya untuk memberikan obat tidur ke orange jus di minuman tuan."Jelas Anita menunduk takut menatap Sania.


"Lancang kamu!"Kata Sania.


Plak....


"Sania...!"Pekik Zain sembari mendekat kearah Sania.


Zain yang geram mulai mencekik leher nya Sania.


"Tuan!Tahan emosi!"Seru asisten Ferdy yang mencoba melepaskan tangan Zain yang mencoba mencekik Sania.


"Uhuk... Uhuk... Uhuk..."Sania yang terbatuk-batuk.


"Brengsek kamu Zain!"Pekik Sania yang terengah-ngah bernafas.


Srekk


Zain yang menarik kuat-kuat lengan Sania.


Dan menatap tajam kedua bola mata Sania.

__ADS_1


"Semua sudah jelas Sania.Sekarang katakan kepada ku,dimana kamu sembunyikan Dinda dan anak-anak ku."Kata Zain dengan sorot tatapan tajam.


"A-Aku enggak tau Zain!"Jawab Sania yang memberontak dan mencoba untuk melepaskan diri.


"Jawab!"Bentak Zain dengan nada amarah yang yang menggebu-gebu dan tatapan tajam nya.


"Sudah ku bilang Zain aku enggak tau!"Sentak Sania dan mengibaskan tangan Zain.


"Awas kamu Sania!Jika kalau sampai Dinda pergi dari rumah ini karena ulah kamu,akan kupastikan nyawa kamu taruhan nya."Zain yang mengancam Sania sembari mencekal pergelangan tangan nya.


"Lepas Zain!"Kata Sania yang berontak.


"Aku enggak pernah takut dengan ancaman kamu!"Pekik Sania.


Sania mencoba untuk melarikan diri dari cengkeraman tangan Zain.


Sania pun menendang aset berharga nya Zain.


Bugh....


"Aaaaaaaaaaaaaaa....."Teriak Zain kesakitan sembari memegangi aset nya itu.


"Tuan..."Asisten Ferdy yang mendekat ke arah Zain dan berusaha menolong nya.


"**** kau Ferdy!Kejar Sania!"Kata Zain sembari mengaduh kesakitan.


Asisten Ferdy pun bergegas lari kearah pintu keluar untuk mengejar Sania.


Zain mencoba berdiri untuk mengejar Sania dengan tertatih.


Terus berlari dan berlari yang Sania laku kan,hingga dia tidak menyadari kalau saat ini dia tengah hamil besar.


"Hosh... Hosh... Hosh..."


Bunyi suara deru nafas Sania.


"Aduh... Aduh... Sakit."Rintih Sania sembari memegangi perut buncit nya.


"Sania...."Teriak Zain dari arah belakang Sania dengan berlari.


Sania menoleh ke arah belakang,


"Zain...?"Gumam Sania.


"Aku harus kabur... Tapi,aaaaaaaaaa"Rintih Sania lagi.


Sania pun mencoba berlari.Dia berlari secepat mungkin menyeberang di simpang tiga.


Dia pun tidak melihat kanan kiri sebelum menyeberang.


Dan........


Tit.... Tit...


Tit............??????????


Brakkkkkkkk


Sania tertabrak mobil Jeep.


"Aaaaaaaaaaaaaaaaaa"Suara terakhir yang didengar oleh Zain dan asisten Ferdy.


"Sania....."Teriak Zain.


Zain dan asisten Ferdy menghentikan langkah nya beberapa meter dari jarak Sania yang terhempas tubuh nya.

__ADS_1


Zain dan asisten Ferdy terbengong melihati keadaan Sania yang tertabrak mobil dari jauh.


Sementara keadaan mobil yang menabrak pembatas jembatan dalam keadaan rusak bagian depan nya.


Sedangkan pengemudinya bergegas keluar dari mobil dalam keadaan yang bersempoyongan.


Luis sangat terkejut melihat korba nya adalah Sania.Mantan istrinya.


"Baby.....?"Seru Luis sembari memegangi dada nya.


Semua orang yang berada di lokasi tempat kejadian kecelakaan.


Zain dan asisten Ferdy mempercepat langkah nya untuk menolong Sania.


"Baby.... Bangun... "Gugah Luis yang menggoyang-goyangkan tubuhnya.


Baby.....??


Ya,itu adalah suara dari mantan suaminya.


Luis....


"Luis....?"Kata Zain yang menghampiri Luis.


Belum sempat Zain mengatakan sesuatu,team Ambulan sudah datang membawa Sania kerumah sakit.


...****************...


Dirumah sakit....


Sania dibawa kedalam ruang Instalasi gawat darurat.


Tap... Tap.... Tap...


Deru suara sepatu pantofel dan suara roda brankar yang mendorong Sania ke ruangan Instalasi gawat darurat.


Zain dan asisten Ferdy hanya mengekori beberapa perawat dan Luis yang membawa brankar Sania menuju ruangan Instalasi gawat darurat.


"Hiks.... Hiks..."Luis yang sesenggukan.


"Hah....?Kenapa dia menangis Tuan?Padahal kan tuan suami nya.!"


Zain ternotice dengan ucapan yang barusan dilontarkan asisten Ferdy.


Zain semakin mencurigai tentang Luis serta Sania.


"Tolong keluarga nya tunggu diluar."Kata seorang perawat dan hendak menutup pintu.


"Sus... Tolong selamat kan ibu dan anak saya!"Ucap Luis tanpa menyadari keberadaan Zain.


Jleb .....


Zain dan asisten Ferdy yang mendengar ucapan Luis.


"Luis....."Bentak Zain .


"Apa benar anak yang dikandung perut Sania itu anak kamu?"Tanya Zain.


Luis hanya diam sesenggukannya tanpa menjawab pertanyaan nya Zain.


Bersambung.......


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


Hai kk terimakasih atas dukungan nya.

__ADS_1


Mohon maaf update nya agak lama,karena masih ada kesibukan di luar🙏


Minta dukungan dan like nya kk Terimakasih.


__ADS_2