My Momy My Wonderwoman

My Momy My Wonderwoman
Episode 18 # Zain Cemburu?


__ADS_3

Setelah membersihkan diri lalu mengeringkan rambut dan memakai hijabnya,Dinda bergegas menuju ke dapur menyiapkan makan untuk suaminya Zain.


Alangkah terkejut Dinda melihat Ibunya yang sedang berada di dapur.


"Ibu...??"Kata Dinda terkejut.


"Anak ibu.. "Ucap ibu Ali sambil memeluk Dinda.


Dinda pun membalas pelukan ibu Ali sembari mengerutkan keningnya.


Aneh?Tumben ibu sebahagia ini.Batin Dinda yang sedang memeluk ibunya.


"Ibu..??Ibu... kok enggak memberi Dinda kabar kalau ibu pulang?"


"Ibu dan ayah memang sengaja enggak memberimu kabar nak,"Jawab ibu Ali sambil senyum-senyum.


"Kok gitu?"Tanya Dinda yang penasaran.


"Enggak mau ganggu kamu sama suami kamu."


Dinda semakin penasaran dan mengerutkan alisnya.


"Ganggu ngadon."


glek...


Dinda langsung menelan ludahnya.Ketika ibu Ali berbisik soal adonan.Dan berubah menjadi memerah raut wajahnya seperti kepiting rebus😁🤦.


Wkwkwk malu pastinya Dinda.Aksinya bersama suaminya di ketahui ibunya.


"Udah,enggak usah malu.Sebagai istri memang sudah menjadi kewajiban kita untuk melayani suami.Ibu hanya bisa mendoakan kalian semoga pernikahan kalian langgeng ya nak.Dan segera ada adek bayi disini."Ucap ibu Ali sembari mengusap perut datar putrinya itu.


"Aamiin... Terimakasih ibu atas doa nya."Ucap Dinda sambil memeluk ibunya.


"Hey Dinda kenapa kamu la..."Ucap Zain yang tiba-tiba datang ke dapur.


Dinda yang memeluk ibu nya,seketika mengurainya saat Zain datang menghampirinya.


"Ibu...?"Kata Zain yang kaget.


"Iya nak,"Jawab ibu Ali.


"Kapan ibu pulang?Kata Dinda ibu masih diluar desa?"Ulang Zain penasaran.


"Sudah 4 jam yang lalu."Jawab ibu Ali.


"Omaiigaddd... Semoga ibu mertua tidak mendengar suara ******* Dinda dan aku."Batin Zain yang nampak kikuk didepan ibu mertuanya.


Dinda yang melihat mimik raut wajah suaminya nampak nahan ketawanya.


"Mmmm... Mas jadi makan?"Tanya Dinda.


"Enggak,kenyang."Jawab Zain sembari berbalik Arah.


"Sudah enggak usah malu!Makan dulu biar nanti bisa ngadon lagi."Sahut Ayah Ali yang tiba-tiba berada didepan Zain saat memutar tubuhnya.


Glek!!

__ADS_1


Zain nampak menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dan menelan salivanya.


Ayah Ali pun memutar tubuh Zain agar kembali ke meja makan dan di dudukkan ya di kursi makan.


"Makan sudah nak,jangan hiraukan obrolan tadi.Itu semata hanya untuk hiburan semata.Jangan tersinggung ya."Ucap Ayah Ali.


Zain hanya memaksa untuk tersenyum tipis kepada Ayah mertua.


"Dinda ambilkan nasinya layani suami mu dengan sebaik mungkin ya.Ayah dan ibu mau lihat pekerja dulu di kebun."Ucap Ayah Ali.


"Ayok Bu."


"Assalamualaikum..."Pamit Ayah dan ibu Ali.


"Waalaikum salam.Hati-hati"Jawab Dinda sembari melambaikan tangan.


Zain nampak memperhatikan istrinya itu dengan menatap datar.Sehingga membuat Dinda merasa tidak nyaman.


"M-mas kenapa kok seperti itu menatap Dinda?"Tanya Dinda sembari menyendokkan nasi dipiring suaminya.


Zain memilih untuk tidak menjawab.Dia fokus kan untuk melahap hidangan didepannya.


Akibat 3 Ronde berasa ngos-ngosan si Zain🤦


Sore hari,Dinda mengajak Zain keliling di perkebunan teh milik Opa Leo.


Mereka ber keliling dengan berjalan kaki.


Semua mata warga menatap takjub ke arah Zain.


Hingga mereka dihampiri oleh dua anak gadis yang ber usia sepantaran oleh Dinda.Mereka adalah double D.Dewi dan Devi.


"Dinda,"Sapa Dewi dan Devi.


"Dewi?Devi?Apa kabar?"Tanya Dinda dan memeluk ke dua sobatnya itu .


"Alhamdulillah kami baik.Kamu sendiri bagaimana?"Tanya Dewi balik.


"Alhamdulillah aku baik juga."Jawab Dinda.


"Eh,Din.Kemarin kamu datang ke acara Tody kah?"Tanya Devi.


"Tody?"Ulang Dinda.


"Helech.. Pura-pura enggak tau lagi.Tody mantan ke kasihmu itu yang kiyowo😁"Jawab Dewi.


Deg....


Zain yang mendengar nama Tody menjadi bahan obrolan gadis-gadis itu merasa kesal.Dinda yang melihat raut wajah suaminya berubah kesal seketika menyikut lengan Dewi yang tidak jauh darinya.


Dewi dan Devi saling bertatap muka mengerdilkan ke dua bahu.


"Dinda,dia siapa?"Tanya Dewi yang mencoba mencairkan suasana yang sedikit tegang.


"Oh,ya.. Kenalin di..."


Belum sempat Dinda mengenalkan sosok suaminya,Zain segera menarik tangan Dinda dan berjalan menjauh dari ke dua sahabatnya.

__ADS_1


"Aduh mas!Jangan kasar seperti itu dong sakit tanganku."Rintih Dinda sembari memegangi lengannya.


Zain pun melepas tangan Dinda ketika sampai di pelataran rumah Dinda.


"Masuk ke dalam.Saya paling enggak suka kalau ada perkumpulan ghibahan."Kata Zain dengan nada sinis.


"Masuk!"Pekik Zain sambil menunjuk ke arah pintu rumah.


"Hoeyy...."Teriak Tody dari arah belakang Zain.


Zainpun menoleh ke arah punggungnya dan memutar tubuhnya.


"CK,dia lagi dia lagi."Gerutu Zain sambil mengacak pinggang.


"Saya tau Anda suaminya Dinda.Tolong jangan kasar seperti itu."Seru Tody.


Zain hanya terdiam menatap Tody dengan tatapan yang tajam.


"Dinda adalah istri saya.Lain urusan Anda!Saya tau kalian sama-sama mantan kekasih,tapi cerita kalian sudah berakhir."


"Jadi jangan campuri urusan keluarga saya!"Bentak Zain ke Tody sembari mendorong dada bidang Tody dengan kasar hingga Tody terjatuh.


"Astagfirullah,mas?"Kata Dinda yang kaget.


"Kenapa?"Tanya Zain dengan melotot kepada Dinda.


"Ayo masuk kedalam rumah."Kata Zain dan menggeret tangan Dinda masuk kedalam rumah.Dan meninggalkan Tody sendirian.


Brakkkkk


Zain membanting pintu kamar Dinda.Dinda terkejut dan menutup telinganya.


"Astagfirullah,mas..."Pekik Dinda.


"Ternyata Tody mantan ke kasih kamu?"Kata Zain yang menghimpit Dinda dibalik daun pintu.


"Itu masa lalu mas!Jangan diungkit lagi,nanti semua pasti bikin salah paham."


"Saya enggak suka paham!Saya begitu karena saya sebagai suami kamu."


"Astagfirullah tuan,saya tidak ada hubungan apa-apa sama dia."Jawab Dinda.


"Yakin?Si Tody loh suka sama kamu.Atau jangan-jangan kamu pulang kampung sengaja ingin bertemu dengan dia?Hmmm..."


"Mas!!"Pekik Dinda.


"Dinda punya harga diri mas sebagai seorang istri.Dinda pulang kampung bukan karena Dinda ingin menemui Tody,melainkan Dinda kecewa dengan sikap mas Zain."Ucap Dinda yang meninggikan intonasi.


Zain hanya mengerutkan ujung alisnya.


Dia mencoba memaknai setiap apa yang diucapkan oleh Dinda.


Zainpun sudah menemukan dari apa yang diucapkan oleh Dinda.


"Saya butuh waktu Dinda untuk menjalani rumah tangga denganmu pada saat itu."Jawab Zain dengan masih menghimpit Dinda dibalik Pintu.


"Bukan waktu yang mas butuh kan bukan mas!Tapi mas tidak bisa move on dari Sania!"Pekik Dinda dan membuat air mata yang ditahannya terjatuh juga.

__ADS_1


__ADS_2