My Momy My Wonderwoman

My Momy My Wonderwoman
Episode 87 # Zain di ciduk


__ADS_3

Suasana sore hari yang hangat di rumah Dinda,♥️


Semua berkumpul di ruang tamu.


"Kamu sakit ndok...?"Tanya ibu Ali kepada Dinda yang duduk di sebelah Zain.


Zain pun menoleh ke arah Dinda sembari memeriksa kening dengan menempelkan telapak tangan.


"Enggak demam kok Bu."Jawab Dinda sembari melepas tangan Zain.


"Tapi kamu terlihat pucat sayang,kita ke dokter ya."Ajak Zain kepada Dinda.


"Iya ndok.Betul den Zain bilang.Kalian pergi ke dokter."Seru mbok Sumi.


"Dinda hanya capek saja kok Bu, mbok... Jangan khawatir ya."Jawab Dinda yang meyakinkan ibu dan mbok Sumi.


"Ngeng....Ngeng..."Seru Rey yang datang membawa mainan mobil remote nya.


"Nenek.... Mbah Uti...???"Kata Rey yang berjalan menghampiri Bu Ali dan mbok Sumi.


"Apa cu....?"Tanya ibu Ali sambil menatap cucu nya itu.


"Nenek sama Mbah uti tau Ndak...?"Tanya Rey Bu Ali dan Mbok Sumi menggeleng kan kepala nya bersamaan.


"Enggak...."Jawab Bu Ali dan mbok Sumi bersamaan.


Rey pun berjalan memutari meja sofa lalu dia menghampiri Momy dan Dady nya.


Semua orang nampak mengkerutkan kening nya.Termasuk Zain dan Dinda.


"Dady dan Momy semalam kakak bermimpi."Curhat Rey ke Zain dan Dinda dengan raut wajah polos nya.


"Mimpi....?"Ulang Dinda sembari mengangkat tubuh Rey dan didudukan di tengah-tengah antara Zain dan Dinda.


"Dady jadi penasaran?"Kata Zain sembari menaruh jari telunjuk nya di dagu.


"Memang nya kakak mimpi apa?"Tanya Dinda sembari menyolek hidung Rey.


"Kakak Rey bermimpi kalau diperut Momy ada Adek baby...."Jawab Rey sambil mengusap perut Dinda.


Semua orang yang duduk di ruang tamu itu dibuat tertawa oleh tingkah lucu Rey anak Dinda dan Zain yang berusia tujuh tahun.


"Aamiin... Sayang..."Jawab Dinda sembari mengulas senyum kepada Rey.


Zain pun menyenggol lengan Dinda.


"Ayok...Kita gas kan.."Bisik Zain ditelinga Dinda dan Dinda membelalakkan kedua mata nya.


Dinda pun langsung menyubit perut Zain suaminya.


"Aduhhh...."Teriak Zain yang memegangi perutnya


"Dady kenapa?"Tanya Rey yang langsung menoleh ke arah Zain.


"He... He... Enggak kenapa-kenapa."Jawab Zain.

__ADS_1


"Dady kamu nakal Rey..."Sahut mbok Sumi.


"Mbok.........."Kata Zain lirih dan mbok Sumi langsung diam.


"Dady.... Dady..."Teriak Ryu dari arah pintu keluar sambil berlari ngos-ngosan dan disusul oleh Ryo yang juga berlari dengan ngos-ngosan.


"Kalian kenapa nak...?"Tanya Dinda yang panik menghampiri kedua anak nya.


"I.... Itu..."Jawab Ryo sambil menunjuk ke arah pintu keluar.


Zain,Dinda,ibu Ali dan mbok Sumi sama-sama menatap ke arah pintu luar.


"Selamat sore.."Sapa Ardan yang datang dengan beberapa anggota polisi.


Zain dan Dinda pun terkejut atas kedatangan Ardan yang membawa beberapa anggota personil kepolisian.


"Ardan....?"Kata Zain dan Dinda bersamaan.


"Ada apa ini..?"Tanya Zain yang mendekat ke arah Ardan.


Ardan pun memberikan surat kepada Zain.


Zain pun menarik secarik surat dari Ardan dan membaca nya.


"Ardan!Tolong beri aku waktu lagi.Aku pasti akan melunasi hutang-hutang ku.Bukan kah selama ini aku selalu tepat waktu dalam membayar nya?"Kata Zain kepada Ardan.


"Jatuh tempo sudah habis Zain.Sesuai dalam perjanjian yang tertera.Seharus nya tiga bulan yang lalu kamu sudah masuk dalam sel jeruji.Tapi karena aku masih punya rasa empati untuk kamu,aku harus mengulur nya selama 6 bulan."Jawab Ardan sambil mengacak pinggang nya.


"Mas....?"Kata Dinda yang mulai berkaca-kaca mata nya kepada Zain dan melingkarkan tangan nya di lengan Zain.


Ketiga anak Dinda dan Zain saling berlindung di belakang Zain.


"Ardan... Tolong beri aku waktu lagi aku mohon."Ucap Zain yang memelas.


"Zain!Aku sudah mengulur waktu untuk mu.10 Milyar itu tidak sedikit.Seharus nya dari waktu yang sudah ku berikan kamu harus bergerak aktif."


"Tangkap dia pak!"Seru Ardan kepada anggota polisi sambil menunjuk ke arah Zain.


"Mas.....??"


"Dady...?Daddy...?"Teriak ketiga bocah itu yang memegangi kaki Zain.


"Maaf tuan... Kami hanya menjalankan tugas surat penangkapan untuk tuan sudah tuan baca untuk selebih nya tolong nanti dijelaskan dikantor polisi."Kata salah satu anggota seorang polisi.


"Mas.....??"Dinda yang mulai menangis sambil menahan tangan Zain agar tidak dibawa polisi.


"Daddy... Daddy.."Teriak ketiga bocah itu yang menangis sambil menahan kedua kaki Zain.


Sementara beberapa anggota polisi itu tengah sibuk untuk menarik-narik tangan kiri Zain.


"Ardan!"Sentak Dinda yang melihat Ardan membalikkan badan nya mau pergi keluar.


Ardan menoleh kebelakang dan Dinda menghampiri nya.


"Tolong beri kami waktu.Secepat nya kami akan melunasi hutang-hutang mas Zain."Pinta Dinda yang meneteskan air mata nya.

__ADS_1


"Aku mohon Ardan.."Ujar Dinda sembari berlutut di depan Ardan.


"Dinda...."Pekik Zain yang melihat istrinya berlutut di depan Zain.


"Jangan pernah kamu lakukan itu."Seru Zain kepada Dinda.


"Biar kan aku mas!Kalau dengan cara seperti ini bisa membebaskan mu,aku rela."Jawab Dinda dan menoleh ke arah Zain.


"Lanjutkan pak..."Seru Zain kepada anggota polisi.


Beberapa anggota polisi itu pun menarik paksa tangan Zain.


"Mas....."


"Dady... Dady...."


Zain yang tidak tega melihat Dinda menangis dan ketiga anak nya yang terus-terusan menangis memanggil-manggil namanya dengan kuat mengibas kan tangan anggota polisi itu.


"Saya akan kooperatif!Biarkan saya memberikan pengertian untuk istri dan anak-anak saya.Saya janji tidak akan kabur."Teriak Zain dan menatap tajam ke arah Ardan.


Salah satu anggota polisi itu menganggukan kepala setelah mendapat persetujuan dari Ardan.


Zain berjalan menghampiri Dinda dan ketiga anak nya.


"Hi... Hi.... Hi.... Dady jangan pergi.Hiks..."Kata Ryu yang menangis.


"Ryo... Enggak mau Dady ditangkap pak polisi."


"Hi.... Hi...."Tangis Rey sambil mengusap air mata nya.


Zain yang menyamakan posisinya mencium satu persatu puncak kepala anak nya dan mengusap rambut anak-anak nya.


"Kalian jagoan?"Tanya Zain kepada anak-anak nya.


Rey... Ryo... Ryu menjawab nya dengan anggukan kepala.


"Dady hanya pergi sebentar.Jangan nangis dan sedih ya..."Hibur Zain kepada anak-anak nya.


"Dady nanti pulang kan...?"Tanya si Rey.


"Tentu... Dady nanti pasti pulang,kita main bersama-sama lagi.Jangan sedih ya..."Ucap Zain yang memeluk anak-anak nya.


Zain beranjak berdiri lalu memeluk erat Dinda yang menangis tiada berhenti.


"Hiks... Hiks.... Hiks..."


"Jangan sedih,kita pasti bisa melalui ini semua..."Ucap Zain yang memeluk Dinda.


"Hiks... Hiks... Aku capek mas... A....."Ucap Dinda dan pingsan.


"Momy....... "Teriak ketiga anak Dinda.


Bersambung......


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️

__ADS_1


__ADS_2