
Tok... Tok... Tok...
Ceklek,
Ibu Ali membuka kamar Dinda.
Dia menggelengkan kepala saat melihat Dinda masih berada diatas ranjang dan memeluk guling.
"Ndok,......"Sapa Bu Ali dan Dinda langsung menduduk kan bokong nya dan bersandar di sandaran kepala ranjang.
Ibu Ali menghampiri Dinda sambil membawa sarapan pagi.
Ibu Ali meletakkan sarapan pagi itu di atas meja nakas dan duduk disisi ranjang.
"Ibu kenapa repot-repot membawakan Dinda makanan keatas?Sebentar lagi Dinda turun kok ikut sarapan sama-sama."Ujar Dinda kepada ibu Ali.
"Enggak apa-apa ndok.. Ibu tidak pernah merasa direpotkan oleh kamu.Bagaimana keadaan kamu ndok? "Tanya ibu Ali kepada Dinda sembari mengusap lengan nya.
Dinda hanya diam menunduk kan kepala nya.
Rasanya dia ingin sekali menangis untuk meluapkan segalanya yang telah dia pendam selama ini.
"Cerita lah ndok,ibu akan mendengar semua keluh kesah mu."Kata ibu Ali kepada Dinda.
Mendengar ungkapan dari ibu kandung nya,Dinda langsung memeluk erat ibu nya.
Dipelukan sang ibu,Dinda menangis sejadi-jadin nya.
"Hiks.... Hiks...."
"Ceritalah nak,"Kata ibu Ali yang memeluk Dinda.
"Hiks... Hiks... Dinda bingung buk.Bagaimana Dinda bisa melunasi hutang-hutang mas Zain kepada Ardan agar dia bisa terbebas dari penjara."Celoteh Dinda sembari melepas pelukan ibu nya ibu Ali.
"Nak,ayah tadi berpesan kepada ibu untuk menyampaikan nya ke kamu."Ucap ibu Ali dan menatap Dinda.
"Hubungilah asisten Ferdy dan temui lah suami kamu dulu.Setelah itu baru kamu bilang kepada nak Zain untuk menghubungi Pak Frans seorang Lawyer.Orang kepercayaan nya almarhum tuan Leo.Ibu dan bapak yakin ndok,pak Frans pasti bisa untuk membantu kamu untuk menyelesaikan semua masalah ini."Saran ibu Ali.
"Asisten Ferdy saat ini sedang berada di kantor pusat Bu,kalau untuk bertemu dengan dia saat ini kami pasti belum tentu bisa bertemu."
"Tapi nanti Dinda akan menyampaikan ini semua kepada mas Zain."Jawab Dinda.
"Baik lah kalau begitu.Bagaimana keadaan kehamilan kamu saat ini ndok?"Tanya ibu Ali dan Dinda mengulas senyum sembari mengusap perut datar nya.
"Setelah Dinda dari restaurant Dinda mau mencoba memeriksakan nya kedokter Bu.Lalu Dinda akan menengok mas Zain ke Polda."Jawab Dinda.
__ADS_1
"Kalau begitu kamu harus sarapan dulu ya ndok,ingat kamu sedang mengandung jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan kamu ya.Kasian juga ketiga jagoan mu yang sedih memikirkan kamu dan Dady nya."
"Iya Bu,mereka sudah berangkat ke sekolah kan Bu?"Tanya Dinda dan ibu Ali menganggukan kepala.
"Kalau begitu ibu tinggal dulu ya.Jangan lupa dimakan."Kata ibu Ali dan beranjak berdiri.
Dinda mengulas senyum nya kepada ibu Ali yang berlalu pergi meninggalkan kamar Dinda.
Dinda pun mengambil sarapan bubur yang berada di atas meja nakas nya.
Sudah siap dengan baju kerjanya,
Dinda mulai menyalakan mesin mobil dan menjalankan dengan kecepatan sedang menuju ke restaurant.
Pukul 09:30 pagi Dinda sudah sampai di restaurant nya.
Semua karyawan Dinda menyapa penuh ramah.Begitupun sebalik nya dengan Dinda yang balik menyapa karyawan nya.
Diruang kerja Dinda,
Seperti biasa Sinta setiap pagi selalu memberikan evaluasi dan hasil laporan keuangan di hari sebelum nya.
Sinta memberikan lembaran-lembaran file yang sudah di rekap nya kepada Dinda.
"Astagfirullah hal adzim..?Sinta ini enggak ada yang salah kan?"Tanya Dinda dengan ekspresi terkejut ketika melihat hasil keuangan restaurant nya.
Tiba-tiba raut wajah Dinda berubah pucat.Perut nya tiba-tiba bergejolak ingin muntah.
"Saya periksa dulu laporan ini ya.Nanti saya hubungi kamu lagi."
"Bu Dinda sedang sakit?"Tanya Sinta yang khawatir dengan keadaan Dinda.
"Enggak apa-apa kok Sinta.Saya butuh istirahat sebentar."Jawab Dinda.
"Kalau begitu saya kembali keruangan saya dulu Bu."Pamit Sinta dan Dinda menyandarkan punggung belakang nya setelah Sinta undur diri dari ruangan kerja nya sembari memijit ujung pelipis.
"Huftt..... Astagfirullah hal adzim,bagaimana aku bisa mendapatkan 10 Milyar dalam waktu dekat untuk menutupi kekurangan nya?Sementara restaurant ku akhir-akhir ini keuangannya sedang tidak baik-baik saja."Gumam Dinda.
"CK,"Dinda yang berdecih.
Setelah berpikir sejenak,Dinda beranjak dari kursi dan mengambil tas tenteng nya dan pergi menuju pintu keluar ruangan.
Dinda menjalankan mobilnya menuju ke kantor polisi untuk menemui suaminya.Dia sendiri juga lupa bahwa hari ini dia harus memeriksa kan tentang kehamilan nya.
Diruang tunggu.....
__ADS_1
"Mas....."
"Dinda..."
Akhir nya Dinda dan Zain bertemu.Zain memeluk Dinda dengan begitu erat.Dia juga menciumi pipi istri nya itu yang sudah 1 hari tidak bertemu.
"Bagaimana keadaan kamu mas...?"Tanya Dinda dan melepas pelukan suaminya.
"Aku baik-baik saja.Anak-anak dan serta kamu dan calon anak kita bagaimana keadaan nya?"Tanya Zain sembari mengusap perut datar istri nya.
"Seperti yang mas lihat aku baik-baik saja bersama anak-anak."
Zain pun menggandeng tangan Dinda untuk duduk di kursi yang sudah disediakan.
"Dinda,apa kamu sudah menghubungi asisten Ferdy?"Tanya Zain kepada Dinda.
"Sudah mas.Asisten Ferdy sedang dalam perjalanan.Ayah juga titip pesan mas sebaik nya kita minta pertolongan pak Frans."
"Mas mau nya juga seperti itu.Tapi kita harus menunggu asisten Ferdy dulu.Karena dia lah satu-satu nya yang bis menyampaikan ke pak Frans."
"Mas...?Bagaimana kalau Dinda menjual semua aset-aset Dinda?"
Zain menoleh kearah Dinda dan menatap nya.
"Enggak!"Jawab Zain.
"Mas!"
"Ayolah kamu jangan egois Seperi ini.Aku hanya ingin membantu kamu mas."
"Enggak Dinda.Aset itu milik kamu dan bukan milik aku.Aku ingin kamu menyimpan semua itu buat kamu dan anak-anak."Jawab Zain lagi.
"Saat ini,keuangan restourant juga sedang tidak stabil mas.Aku pun akhir-akhir ini juga sangat lelah dengan semua nya."
"Sayang....."Kata Zain seraya merangkul pundak Dinda.
"Biarlah mas semua yang kupunya ku lepas.Asal kamu bisa berada di sisiku dan juga anak-anak aku merasa pasti bahagia."Ucap Dinda kepada Zain.
"Maafin mas,yang sudah membawa kamu kedalam masalah ini.Mas janji,ini secepat nya akan bisa kita lewati."Balas Zain dan mengecup kening Dinda.
Bersambung.......
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Hai,kakak jangan lupa like dan komentar nya untuk Dinda dan Zain.
__ADS_1
😘Happy reading...