
Selamat pagi...."Sapa seorang gadis muda.
Semua orang yang berada diruang tunggu itu pun mengalihkan pandangan nya ke arah gadis yang berusia 19 tahun itu.
"Tuan Zain."Sapa gadis itu.
Zain yang menatap gadis itu sembari memutar kedua bola mata nya yang malas.
"Hm....?"Jawab Zain sembari bersendekap.
"To the point maksud dan tujuan kamu datang kemari untuk apa?"Tanya Zain dengan ketus.
"Tidak ada toleran kepada siapapun itu baik mama kamu yang sudah menyakiti istri saya."Tambah Zain dengan menatap tajam gadis itu.
Gadis itu pun berlutut di depan Zain seraya menangis Sendu.
"Saya Aya tuan!Kedatangan saya disini untuk meminta maaf kepada keluarga tuan khusus nya Dinda tentang apa yang sudah dilakukan oleh kakak saya Ardan dan mama saya."Ucap Aya sambil menunduk tu.
"Tuan,izin kan saya untuk membesuk nona Dinda."Tambah nya lagi.
"Tidak!Saya tidak mengizinkan kamu untuk menemui istri saya.Saya perlu mewaspadai kamu sebab kamu dan keluarga kamu itu adalah keluarga yang membahayakan."Jawab Zain dengan membuang muka.
"Tolong izin kan sebentar tuan.Saya hanya berniat untuk minta maaf atas apa yang dilakukan oleh mama saya dan kakak saya."Pinta Aya lagi sembari berlutut di depan Zain.
"Permintaan maaf dari kamu saya sampaikan.Tapi untuk bertemu dengan Dinda tidak saya izinkan."Ucap Zain dan pergi masuk kedalam ruang rawat inap Dinda.
"Tuan.... Tuan... "Aya yang memanggil Zain seraya berdiri mengejar Zain namun asisten Ferdy mencegah nya.
"Maaf nona demi kebaikan bersama tolong silahkan meninggal kan ruangan ini.Saat ini nona Dinda benar-benar sangat membutuhkan waktu untuk beristirahat."Jelas asisten Ferdy kepada Aya.
Aya mengulas senyum tipis nya dan mengangguk kan kepala sembari melangkah kan kaki nya menuju lift.
Hari demi hari dilalui Dinda dengan ketengan dan kebahagian setelah beberapa hari melewati drama kehidupan yang menegangkan waktu itu.
Dia sangat bersyukur akhir nya dia bisa bebas dari permasalahan hukum.
Ceklek,
Zain yang masuk kedalam kamar nya.
Kedua mata nya tertuju ke arah jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 23:00 malam.
Tap .. Tap .. Tap ..
Dia berjalan menghampiri istri nya yang tertidur pulas miring.
Dia mulai membuka jas nya mengendorkan dasi dan membuka kancing lengan kemeja nya.
Dinda pun membuka mata nya.
"Mas....??"Kata Dinda dan mendudukan tubuh nya dipinggiran ranjang.
Zain mendudukan bokong nya di dekat Dinda.
__ADS_1
Cup
Zain mengecup kening nya.
"Kenapa malam sekali kamu pulang nya?"Kata Dinda yang mengerucutkan bibir kedepan
"Maaf.Tadi mas harus menyelesaikan laporan dulu."Jawab Zain sembari mengusap lembut pipi Dinda.
"Mas sudah makan?"Tanya Dinda kepada Zain.
"Sudah.Tadi dibelikan sama asisten Ferdy."Balas Zain yang mengulas senyum nya.
"Bagaimana tadi sudah ke dokter kandungan?"Tanya Zain kepada Dinda dan Dinda menganggukan kepala nya.
"Dokter bilang itu adalah gejala Braxton hick."Jawab Dinda dan Zain nampak mengerutkan kening nya.
"Maksud nya?"Tanya Zain yang ingin tahu.
Braxton hicks adalah kontraksi yang dialami oleh ibu hamil namun tidak teratur dan rasa nyeri yang dialami hilang timbul
"Dokter bilang kalau perut sering nyeri sakit menjelang melahirkan hilang timbul itu adalah kontraksi palsu."Jelas Dinda.
"Hmm.... Dady sudah enggak sabar melihat kamu lahir."Ujar Zain yang mengusap perut Dinda dan mencium nya.
"Dokter juga bilang kalau melakukan hubungan intim juga bisa membantu membuka jalan bagi bayi mas."Ucap Dinda lagi dan Zain mendongak kan kepala nya menatap Dinda.
"Kalau begitu boleh kan mas menengok nya dan membuka jalan lahir?"Pinta Zain kepada Dinda sembari mengedip kan salah satu mata nakal nya.
"Ih... Nakal,"Jawab Dinda malu-malu sembari mencubit perut Zain.
"Ayolah sayang... Biar mas yang membuat jalan lahir nya.Kasian nanti kalau dia kesasar bagaimana?"Goda Zain lagi.
Dinda pun menganggukan kepala nya sebagai tanda menyetujui permintaan Zain suaminya.
Zain bergegas membuka kemeja kantor nya dan dilempar kan ke sembarang arah.
Dia mulai melakukan pemanasan sebelum melakukan hubungan suami-istri.
Cup
Cup
"Mmphhhhhhht"Lenguh Dinda ketika Zain mengecup leher nya.
Tangan Zain meraba kemana-kemana dan berhenti di gundukan yang padat besar serta berisi itu.
Zain mulai merebah kan tubuh Dinda dan dia mulai menaiki ranjang sembari menutup kelambu ranjang nya.
Skip saja ya🙏🙏🙏😜
Berdasarkan penelitian, diketahui bahwa melakukan hubungan intim saat hamil khususnya pada bulan-bulan akhir seperti bulan kedelapan dan kesembilan dapat membantu membuka jalan bagi bayi, sehingga dapat memperlancar proses persalinan.
Zain dan Dinda ter tidur pulas setelah melakukan hubungan suami-Istri.
__ADS_1
Baru 3 jam Zain menutup mata dan kini membuka nya dengan paksa ketika ada sesuatu yang dia rasakan di ranjang nya ketika tidur memeluk istri nya.
Nyepppp....
"Kok aku merasa ****** ***** ku basah ya?"Gumam Zain sembari menggeliat dan mendudukan bokong nya.
Dia pun menyibak selimut nya.
"Hah....?"Zain yang terkejut ketika melihat ranjang nya basah air.
"Sayang... Sayang heii... Bangun."Zain yang menggugah Dinda.
"Ada apa mas?"Tanya Dinda yang nyawa nya belum terkumpul.
"Sayang,kamu ngompol kah?Lihat ranjang nya basah."Jawab Zain sembari menunjuk ke arah ranjang yang basah itu.
Nyeeppp
Dinda baru sadar dengan air yang sudah membasahi ****** ***** nya.
Dia pun berpikir sejenak.
"Haaap...."Dinda menutup mulut nya dengan shok.
"Sayang kamu kenapa?"Tanya Zain yang penasaran.
"Mas,ini air ketuban Dinda sudah pecah."Jawab Dinda dengan panik.
"Maksud nya?"Tanya Zain yang ikut kebingungan.
"Dinda mau melahir kan mas."Jawab Dinda sembari mengusap perut nya yang tiba-tiba terasa nyeri.
"Astagfirullah haldzim... Aduh,"Rintih Dinda sembari memegangi perut bawah nya.
"Sayang..."Seru Zain yang bingung harus ngapain.
"Aduh mas... Sakit."
"Kita pergi kerumah sakit sekarang.Sebentar mas ganti baju dulu."Kata Zain dan bergegas ke ruangan walk in closet untuk mengganti baju nya dan mengganti baju Dinda.
Setelah selesai mengganti baju,Zain membantu Dinda memapah untuk menuruni anak tangga.
"Mas gendong ya.."Kata Zain yang panik memegangi tangan Dinda.
"Enggak mas.Dinda masih kuat berjalan.Hanya perut sakit."Jawab Dinda yang menuruni anakan tangga dengan pelan-pelan.
Zain membawa Dinda kerumah sakit tanpa memberi tau keluarganya dirumah karena waktu masih menunjukan pukul 03:00 dini hari.
Zain tidak mau merepotkan keluarga Dinda.Dia ingin selalu mendampingi Dinda saat proses melahirkan nanti.
Karena ini adalah moment yang langka bagi nya,mengingat dulu Zain pernah menelantarkan Dinda saat melahirkan.
Zain benar-benar ingin menebus kesalahan yang dulu yang pernah di buat nya.
__ADS_1
Bersambung.................
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️