My Momy My Wonderwoman

My Momy My Wonderwoman
Episode 26 # Sakit


__ADS_3

Meskipun Zain dan Dinda sudah menikah,sikap Zain kepada Dinda masih sikap dingin-dingin datar.


Susah dalam mengulas senyumnya.


Apa lagi kalau sudah bertemu dengan Opa,pembawaannya ingin berantem terus-terusan.


Pagi hari di meja makan.


"Zain,bagaimana dengan fee semua karyawan apa sudah di bayarkan?"Tanya Opa Leo yang baru datang dan duduk di meja makan.


"Info dari bagian keuangan hari ini semua sudah mendapatkannya Opa."Jawab Zain sembari minum susu.


Opa pun mengangguk kan kepalanya.


Opa pun menelisik meja makan karena dari tadi dia tidak melihat Dinda cucu menantunya sarapan.


"Dimana Dinda Zain?"Tanya Opa Leo.


"Ada di atas Opa.Sedang istirahat."Jawab Zain.


"Dinda sakit?"Tanya Opa Leo sembari menyeruput teh nya.


"Hm,"


"Iya Opa,katanya capek pusing."Ucap Zain.


"Kalau begitu antarin dia berobat Zain."Titah Opa Leo.


"Sudah minum obat Opa.Ya sudah Zain mau berangkat ke kantor Opa mau bareng Zain?"Tanya Zain.


"Ya sudah.Opa ikut bareng kamu Zain."Jawab Opa Leo.


"Mbok Sumi... Mbok..."Panggil Zain.


"Iya den."Jawab mbok Sumi yang baru datang dari arah dapur.


"Mbok Zain sama Opa mau berangkat ke kantor,mbok tolong lihatin Dinda ya dia sedang kurang enak badan."Pesan Zain.


"Siiap den!"Jawab mbok Sumi.


Zain dan Opa Leo melangkah kan keluar.


Asisten Ferdy yang selalu on time itu selalu menyapa dan melebarkan senyumannya kepada tuan muda dan tuan besar nya itu.


Asisten Ferdy pun menjalankan mobilnya.Pukul 08:00 pagi,kota Metropolitan sudah di sibukan dengan kepentingan masing-masing orang.


Macet!


Hal yang sudah nampak menjadi makanan hari-hari.


"Huft...."Decih Zain yang duduk di bangku belakang bersama Opa Leo.


Opa Leo hanya menggeleng-gelengkan kepalanya,melihat ketidak sabaran dari cucunya.


Pukul 08:30


Zain bersama Opa Leo sudah sampai dikantor.


"Selamat pagi pak."Sapa beberapa karyawan.


"Selamat pagi."Jawab Opa Leo sambil mengulas senyumnya dan berjalan di barengi Zain.


Opa Leo dan Zain memisahkan diri.Opa Leo memasuki lift duluan sedangkan Zain bersama asisten Ferdy menghentikan langkahnya di receptionis.


Zain melihat seorang perempuan yang tidak asing baginya yang sedang memaksa ingin masuk ke dalam kantor.


"Tolong mbak.Saya mau bertemu dengan Tuan Zain."


"Maaf mbak.Kami tidak bisa memberi izin untuk masuk ke dalam karena Tuan Zain sendiri belum mengkonfirmasi jika ada tamu."Jawab Receptionis itu.

__ADS_1


"Sania...?"Batin Zain mengkerutkan keningnya.


"Sepertinya perempuan itu ingin bertemu dengan Tuan Muda."Sahut asisten Ferdy.


Zain pun menoleh ke arah asisten Ferdy dan menatapnya.


"Abaikan saja."Ucap Zain dan memutar tubuhnya ke arah menuju lift.


"Zain......"Panggil Sania yang melihat Zain berjalan ke arah lift.


Melangkahkan kaki nya dengan terburu-buru.


Berharap Sania bisa bertemu dengan Zain lagi.


Zain pun menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Sania yang sudah memanggilnya.


"Zain!"Kata Sania yang menebar senyum sumringah kepada Zain.


"CK,"Decih Zain dengan membuang mukanya.


"Zain,aku mau berbicara dengan mu Zain."Pinta Sania.


"Ya udah ngomong aja."Jawab Zain dengan datar.


"Enggak disini Zain."Kata Sania kepada Zain sambil kedua bola matanya melihat asisten Ferdy yang berdiri disamping Zain.


Zain mengerti maksud dari Sania.Sania ingin berbicara berdua dengan nya.


"Asisten Ferdy.Urus dia.Saya sibuk."Ucap Zain.


"Baik tuan!"Jawab asisten Ferdy.


Zain pun melenggang pergi menuju lift meninggalkan Sania dan asisten Ferdy.


"Zain.. Zain... Wait.. Please..."Panggil Sania.


"Maaf mbak.Tolong tinggal kan tempat ini.Anda jangan membuat ke gaduhan di kantor ini."Kata asisten Ferdy yang menindak tegas Sania.


"Sebentar saja pak!Saya mohon."Pinta Sania memelas kepada asisten Ferdy.


"Anda segera meninggalkan tempat ini atau saya panggilkan security?"Tawar asisten Ferdy kepada Sania yang keras kepala.


"CK,"Decih Sania yang menghentakkan kaki dilantai dengan kesal.


"Ok.Saya bisa berjalan sendiri."Jawab Sania.


"Zain... Aku tidak akan menyerah untuk mendapat kan mu lagi."Batin Sania sembari menoleh ke arah lift sebelum melangkah pergi ke pintu keluar.


Tak berapa lama Opa Leo datang menghampiri asisten Ferdy.


"Ferdy!"Kata Opa Leo.


"Pastikan perempuan itu jangan sampai masuk ke dalam kantor ini."Pesan Opa Leo kepada asisten Ferdy.


"Baik Tuan."Jawab asisten Ferdy yang mengangguk.


Opa Leo mengenali Sania.Selama Zain berada di luar negeri,Zain tidak pernah lepas kontrol dari Opa Leo.


Dia selalu mengirimkan mata-mata untuk memantau Zain.


Bahkan percintaan Zain dengan Sania juga telah diketahui oleh Opa Leo yang berakhir dengan penghianatan dari Sania.


Diruang kerja Zain,


Zain yang sedang duduk dikursi kebesaran nya nampak serius memikirkan sesuatu.


"Kenapa dia bisa nongol disini?Bikin kacau saja."Kata Zain sembari menggebrak meja kerjanya.


"Huft...."Zain menarik nafasnya dalam-dalam dan mengeluarkannya pelan.

__ADS_1


Ceklek....


"Zain,Opa harap kamu jangan pernah main-main dengan perempuan murahan itu lagi."Kata Opa Leo yang tiba-tiba masuk ke dalam ruangan kerja Zain.


"Hm,"Jawab Zain singkat karena dia tidak mau berdebat terlalu panjang dengan kakek nya itu.


Sementara itu di kediaman Opa Leo,


Mbok Sumi terlihat tengah sibuk sedang memasak soup ayam kesukaan Dinda.


"Dinda pasti senang dengan soup ayam ini."Gumam mbok Sumi yang tengah mengaduk-ngaduk soup ayam nya.


"Hmmmm ... Wangi sekali ."Kata mbok Sumi yang memuji masakannya sendiri.


Dilantai 2 kamar Zain♥️Dinda berada,


Nampak Dinda yang terkulai lemas dengan raut wajah pucat pasti.


Dia menyenderkan punggungnya di senderan kepala ranjang sembari memijit-mijit ujung pelipisnya.


"Astagfirullah hal adzim,kepala Dinda berat sekali rasanya."


"CK,aduh lapar tapi perut enggak bisa diajak kompromi."Gumam Dinda.


Tok... Tok ..


"Iya masuk aja mbok..."Teriak Dinda.


Ceklek...


"Dinda... Mbok bawa in soup ayam ke sukaan kamu."Kata mbok Sumi sembari menaruh soup ayam itu di atas meja nakas.


"Ih mbok kok tau kalau Dinda sedang lapar?Makasih ya mbok."Ucap Dinda sembari mengulas senyumnya.


"Ya sudah.Di makan ya.Mbok mau kebawah dulu."Ucap mbok Sumi dan Dinda mengangguk.


Mbok Sumi pun keluar dari kamar Dinda♥️Zain.


Dinda yang saat itu sedang dilanda kelaparan segera mendudukan tubuhnya menghadap ke meja nakasnya.


Dia pun meraih soup ayam buatan mbok Sumi.


Baru Dinda mengangkat mangkok soup ayam itu,tiba-tiba Dinda merasa perutnya seperti di aduk-aduk.


Dia merasa mual,rasanya ingin sekali dia muntah mengeluarkan semua segala yang ada di dalam isi perutnya.


Kaki nya turun dan mengambil sendal.Dia berjalan dengan pelan karena merasa pusing dan mual sembari menutup mulutnya.


"Huwek... Huwek... Huwekk..."


"Ada apa dengan ku ya?"Gumam Dinda sembari menyalakan kran wastafelnya.


Kira-kira Dinda kenapa ya??


Bersambung....


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


Teman Like Koment dan bunga-bunga dari kalian adalah moodbooster author loh😘😘 Jangan lupa ya dengan bunga-bunga 🌹🌹🌹 Cintanya untuk Dinda😁😁 Muach... muach...


1.Valentain terakhir Bahagia


2.TM3


Baca cerita author yang lain ya.Terimakasih saudara Online ku Hugh 🤗 & kiss from here😘😘


Balikpapan,


Wednesday,13-04-2023

__ADS_1


__ADS_2