My Momy My Wonderwoman

My Momy My Wonderwoman
Episode 88 # Kabar buruk dan kabar bahagia


__ADS_3

Dinda yang pingsan segera dibopong oleh Zain ke sofa.


Beberapa anggota polisi itu dengan kuat mencekeram kedua tangan Zain kembali.


Zain yang diperlakukan dengan kasar berusaha memberontak.


Ketika melihat anak-anak nya menangis disamping Dinda.


"Zain!"Pekik Ardan kepada Zain.


Ardan melihat Zain dengan puas ikut memukuli anggota polisi itu.


"Serahkan dirimu sekarang juga!"Tambah Ardan dengan kedua mata yang melototot.


"Aku akan pergi ikut dengan kamu sesuai apa yang kamu inginkan.Tapi beri aku waktu dulu untuk melihat keadaan Dinda sebelum pergi."Teriak Zain.


"Mbok tolong telfon kan dokter."Kata Zain dengan deru nafas nya yang tersengal-sengal.


"Ya den,"Mbok Sumi dengan panik dan ketakutan langsung menelfon dokter.


Dengan tangan bergemetar mbok Sumi mendial nomor dokter yang biasa Dinda dan keluarga berobat.


Zain yang panik terus-terusan menggugah Dinda yang pingsan.


Sementara ketiga anak nya masih menangis tiada henti.


"Om Ardan jahat..."Teriak Rey dan Ardan langsung menatap tajam kedua mata nya ke arah Rey.


"No,Rey...."Seru Zain kepada putranya itu.


"Orang jahat...!"Tambah Ryu sambil menembaki dengan air ke wajah Ardan.


Ardan yang geram mendekat ke arah Ryu dan mencoba mengambil tembakan Ryu.


Zain langsung menepis tangan Ardan.


"Mereka cuman anak kecil,urusan mu bukan sama mereka.Tapi dengan aku Dady nya."Kata Zain sembari menarik kerah Ardan.


Ardan menepis kedua tangan Zain yang menarik kerah nya.


Tak berapa lama kemudian dokter pun datang,


"Selamat siang...."Sapa dokter muda yang bernama Putri.


"Dok,tolong istri saya dia pingsan dan belum sadar kan diri."Kata Zain sembari mengantar dokter Putri mendekat ke arah Dinda yang pingsan.


Dokter Putri segera memeriksa Dinda dan mengeluarkan stetoskop nya.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian...


"Bagaimana dokter keadaan anak saya Dinda?"Tanya ibu Ali yang juga khawatir dengan keadaan Dinda.


"Tuan.. Dan ibu,setelah saya melakukan pemeriksaan dugaan sementara ibu Dinda sedang kecapek an sesuai dengan analisis yang ibu Ali sebutkan tentang riwayat ibu Dinda akhir-akhir ini bisa disimpulkan ibu Dinda sedang positif hamil."Dokter putri yang menjelas kan.


"Hamil dok...?"Seru Zain dengan kedua mata nya yang berbinar-binar bahagia sambil menatap raut wajah Dinda yang pucat pasi masih pingsan.


"Untuk lebih jelas nya nanti bisa berkunjung ke dokter Obgyn tuan.Saya buat kan resep vitamin dulu."Kata dokter Putri sembari menuliskan resep.


Setelah Zain menerima resep dari dokter Putri,dokter Putri pun pamit pulang untuk melanjutkan tugas selanjut nya.


"Dady...?Momy kita sakit apa...?"Tanya Ryo yang menarik lengan Zain.


Zainpun mengulas senyum nya dan menyamakan posisi nya dengan ketiga anaknya.


"Doa kalian terkabul nak... "Jawab Zain dan ketiga anaknya saling menatap satu sama lain yang tidak tau maksud dari Zain Dady nya.


"Momy... Sekarang sedang mengandung.Didalam perut Momy ada adik baby."Tambah Zain memberikan penjelasan kepada ketiga anak nya.


"Adik baby...?"Seru ketiga anak nya dengan bahagia lalu Zain pun mengangguk.


"Ye...... Akhir nya kita pu..."


"Ehem... Ehem...."Ardan yang mendehem menghampiri Zain.


"Sudah waktu nya.Sesusai dengan apa yang kamu bilang tadi,sekarang waktu nya kamu ikut dengan kami."Kata Ardan dengan gaya sombong nya sembari sendekap.


"Dady....?"


Zain pun menoleh ke arah belakang menyamakan posisi menghadap ketiga anak nya.


"Kalian semua jagoan-jagoan Dady.. Selama Dady pergi kalian jangan nakal ya kasian nanti Momy kecapek an dan jaga Momy baik-baik."Pesan Ardan kepada ketiga anak-anak nya.


"Sayang Dady..."Ucap Rey dan memeluk Dady nya.


"Kakak.. Jaga Momy dan adik-adik ya."Bisik Zain ditelinga Rey dan Rey mengangguk.


Setelah Zain melepas pelukan Rey dia berjalan ke arah Dinda dan mencium kening Dinda serta mengusap perut Dinda dan mencium nya.


"Mas pergi dulu..."Kata Zain kepada Dinda dan beranjak berdiri menghampiri ibu Ali dan mbok Sumi.


"Bu,sampaikan ke bapak ya soal ini karena bapak belum pulang.Bu,.... Mbok... Zain titip Dinda dan anak-anak."Pesan Zain kepada ibu Ali mertua nya dan mbok Sumi.


Ibu Ali dan mbok Sumi dengan kedua mata yang berbinar-binar hanya bisa mengangguk dan menangis.


"Hati-hati ya nak... "Pesan ibu Ali dan Zain mencium punggung tangan Bu Ali dan mbok Sumi.

__ADS_1


Zain membalik badannya dan berjalan menghampiri Ardan beserta anggota kepolisian.


"Nenek....."Ucap ketiga bocah itu yang lari menghampiri Bu Ali dan mbok Sumi setelah melihat kepergian nya Zain.


"Hi..... Hi..... Daddy nek?Dady... Mbah..."Tangis Ryo yang pecah melihat Dady nya pergi dengan anggota polisi.


"Cup... Cup... Enggak boleh sedih ya cu?Kalian bertiga kan jagoan?Ingat pesan Dady ya...?"Kata ibu Ali yang menenangkan ketiga cucunya itu.


"Baru saja kita merasakan bahagia bersama Dady nek kenapa Dady harus pergi lagi...?"Ucap Ryo kepada ibu Ali.


Ibu Ali pun mengulas senyum nya.


"Sabar ya cu... Nanti Dady akan pulang lagi."Kata Ibu Ali yang mengusap dada Ryo.


"Mas.....?"Kata Dinda lirih.


"Momy.....?"Seru ketiga anak-anak Dinda dan berlari mendekat ke arah Dinda diikuti ibu Ali dan mbok Sumi.


Dinda pun mendudukan bokong nya di sofa sembari memegangi kepala nya yang nampak pusing.


"Ndok....."Seru Bu Ali dan duduk di sofa.


"Bu,mas Zain dimana Bu?"Tanya Dinda sembari melihat seluruh sudut ruang tamu nya.


Ibu Ali dan mbok Sumi hanya terdiam menunduk.


"Dady pergi sama polisi dan Om Ardan Momy."Sahut Ryo.


"J... Jadi?Ma...."Kata Dinda yang terpotong.


"Astagfirullah hal adzim,kenapa cobaan terus-terusan datang menguji ku.Hiks... Hiks..."Ucap Dinda yang meneteskan air mata nya.


"Sabar lah ndok.. Ini semata adalah ujian untuk keluarga kamu.Mbok yakin kalian bisa melewati semua ini.Seperti kalian melewati tujuh tahun yang lalu."Kata mbok Sumi yang menenangkan Dinda.


"10 Milyar lagi..?Hiks... Hiks.. Seandainya ruko itu tidak terbakar mungkin semua hutang-hutang mas Zain akan lunas."


"Ndok,perlu kamu ketahui... Disaat kamu dan nak Zain sedang mengalami ujian berat seperti ini,ketahuilah Allah SWT sudah mengirim malaikat kecil di keluarga kalian."Tambah ibu Ali.


"Maksud nya Bu...?"Tanya Dinda penasaran kepada ibu Ali.


"Dokter Putri bilang Kamu hamil."Jawab ibu Ali sembari mengulas senyum nya.


"Apa Bu..?Din.... da hamil?"Kata Dinda yang happy sambil menutup mulut dengan kedua tangan nya.


Bersambung......


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️

__ADS_1


__ADS_2