My Momy My Wonderwoman

My Momy My Wonderwoman
Episode 55 # Dinda pulang


__ADS_3

Atas saran dari dokter dan dengan kesehatan Dinda yang semakin membaik,akhir nya Dinda boleh di pulang.


Ibu Ali sedang siap-siap untuk mengemasi baju-baju Dinda yang berada di kamar rumah sakit.


Sementara Ayah Ali sedang berada di ruang administrasi.


Sedang kan Dinda sedang duduk diatas brankar yang bersandar di kepala ranjang.


Dan Toddy yang semangat sekali melepas selang infus yang berada di tangan kiri Dinda.


"Dokter Toddy,terimakasih banyak ya atas bantuan nya."Ucap Dinda lirih dan mengulas senyum nya.


"Sama-sama Dinda,bukan kah kita sebagai manusia sudah diwajibkan untuk saling tolong menolong?"Balas Toddy sembari memberi kapas yang berisi alkohol lalu di oleskan ke bekas jarum suntik infus.


"Bu... Dinda sudah enggak sabar ingin bertemu dengan ke empat anak-anak Dinda."Ucap Dinda kepada ibu Ali.


Deg......


Tiba-tiba jantung ibu Ali berguncang begitu hebat.Ibu Ali dan Toddy saling memandang dalam keheningan nya.


Bu Ali bingung harus merangkai kata apa untuk menjelaskan kepada Dinda,jika putrinya sudah meninggal 1 Minggu yang lalu karena kelainan jantung.


Dan mirisnya lagi,nanti Dinda harus menerima kenyataan nya kalau Zain sudah menikah lagi.


Aaaaaaaaaaa.....


Rasa nya ibu Ali ingin sekali menjerit saat itu juga.


Diam nya ibu Ali membuat tanda tanya kepada Dinda.


"Ibu....?"Sapa Dinda .


"I-iya nak!"Jawab ibu Ali yang terbata sembari menyusun baju-baju Dinda kedalam tas.


"Ibu kok diam??"Tanya Dinda.


"Ibu belum ngopi Dinda,he....he.... Ya kan Bu?"Sahut Toddy yang mencairkan suasana.


"Ha.... Betul itu,"Jawab ibu Ali asal dan Dinda pun mengulas senyumnya.


Mereka pun saling terkikik tertawa,


Tak lama kemudian Ayah Ali datang dengan membawa semua berkas dari rumah sakit dengan tertunduk.


"Ayah kenapa?"Tanya Dinda dan ibu Ali yang bersamaan.


Namun Ayah Ali hanya terdiam menunduk.


Toddy penasaran dengan berkas yang dibawa Ayah Ali dia pun mencoba membaca isi berkas itu.


"Tunggu disini sebentar ya,"Kata Toddy yang mau keluar dari ruangan.


"Tunggu Toddy apa itu?"Tanya Dinda yang penasaran.


Dinda pun turun dari ranjang brankar dengan berjalan pelan-pelan,dia mencoba menghampiri Toddy.


Dinda pun meraih berkas itu dan melihat total tagihan dia dari awal melahirkan hingga dia koma.

__ADS_1


Dia pun berjalan kearah meja nakas nya sembari membuka tas jinjing nya dan mulai mengambil selembar kertas dan melepas kalung liontin yang berharga mahal pemberian dari Zain suaminya.


"Ayah jangan kuatir ya.Toddy boleh aku minta tolong lagi?"Tanya Dinda dan Toddy pun mengangguk.


"Apa itu Dinda?"Tanya Toddy.


"Tolong antar kan Ayah ke toko perhiasan ini."Jawab Dinda lirih dengan wajah yang pucat sembari menyerahkan perhiasan kalung nya kepada Toddy.


"Kamu simpan Dinda."Kata Toddy.


"Biar saya ya...."


"Terimakasih Toddy!Aku enggak mau membebani kamu,biarkan barang itu ku jual demi biaya berobat ku dan kelahiran anak-anak ku.Aku,juga enggak mau mengingat mas Zain lagi."Jawab Dinda yang memberikan penjelasan kepada Toddy.


Toddy pun mengangguk kan kepala nya.


"Baiklah,Dinda.Mari pak saya antar setelah itu kita baru menyelesaikan administrasinya."Kata Toddy sembari berjalan keluar diikuti oleh Ayah Ali.


Entah kenapa saat Toddy pergi dengan Ayah Ali,air mata yang tadi ditahan kini berhasil lepas membasahi pipi.


"Nak,........ "Ibu Ali yang melihat seketika memeluk Dinda.


"Hiks...Hiks.... Hiks..."Dinda yang menangis sesenggukan nya.


"Jangan menangis lagi ya nak,"Ucap ibu Ali sambil mengusap punggung Dinda.


"Dinda hanya sedih saja buk.Dinda enggak habis Fikir dengan mas Zain,disaat Dinda seperti ini dia tidak ada sama sekali untuk perduli dengan Dinda,bahkan saat mau melahir kan pun dia begitu tega terhadap Dinda."


"Sudah nak ya... Jangan sedih lagi,kita lewati semua ini sama-sama.In Saya Allah ada Ayah,ibu dan mbok Sumi sebagai garda terdepan untuk kamu dan anak-anak kamu."Kata ibu Ali yang menenangkan Dinda.


Beberapa saat kemudian,


"Assalamualaikum......"Sapa Dinda bersamaan dengan ibu Ali di depan pintu.


Ceklek.....


"Wa Alaikum salam.... Ya Allah Dinda.... Anakku"Seru mbok Sumi dan memeluk Dinda dengan bahagia.


"Alhamdulillah nak sehat?"Tanya mbok Sumi.


"Alhamdulillah mbok Dinda sehat,mbok dimana anak-anak Dinda?Dinda kangen sekali dengan mereka."Tanya Dinda yang sudah tidak bisa lagi menahan kerinduannya dengan anak-anak nya.


"Ayo masuk dulu...."Kata mbok Sumi.


Ketika Dinda,Toddy,Ayah Ali dan ibu Ali hendak mau masuk ke dalam rumah,tiba-tiba mereka menoleh ke arah belakang karena mendengar suara salam.


"Assalamualaikum.."


"Waalaikum salam..."Jawab Ayah Ali dan ibu Ali bersamaan.


"Mas Zain....?"Kata Dinda.


"Kamu....?"Tambah Toddy geram.


"Mau ngapain lagi kamu kesini hah?"Kata Toddy yang geram melihat Zain.


"Aku mau minta maaf sama istriku dan mau jemput nya untuk pulang bersama anak-anak ku."Jawab Zain dengan ciri khas nya.

__ADS_1


"Cuih,setelah apa yang kamu lakukan terhadap Dinda selama ini?Dasar enggak tau malu."Sahut Toddy.


"Hey... Dengar ya pak dokter.Anda itu siapa?Anda hanya lah seorang dokter yang terobsesi kepada istri orang."Sindir Zain kepada Toddy.


"Cukup mas!Tolong kamu jangan bikin keributan disini,sekarang silahkan pulang."Kata Dinda yang mengusir Zain.


"Enggak!Aku enggak akan pulang sebelum membawa kamu dan anak-anak kita."Jawab Zain.


"Apa mas....?Pulang....?Apa kamu lupa?Waktu itu kamu sudah mengusir aku dari rumah itu?Apa kamu lupa ?Saat aku mau melahirkan tidak ada sedikit pun pertolongan dari kamu mas,hingga aku koma mas.Dimana hari nurani mu ini mas?"Ucap Dinda yang menghampiri Zain sembari menunjuk dada bidang Zain.


"Iya aku mengakui kalau aku salah!Aku minta maaf,aku khilaf.Saat itu aku tidak bisa berfikir jernih apalagi saat itu dalam keadaan Opa yang meninggal."Jelas Zain dengan memelas.


"Sudah lah mas,aku enggak punya banyak waktu untuk berdebat dengan kamu.Sudah ribuan kata maaf yang kamu lontarkan yang selalu berujung mengecewakan aku.Setelah ini aku akan mengurus perpisahan kita."Ucap Dinda dan beranjak mau pergi namun tangan nya di cekal oleh Zain.


"Aw... Lepasin mas."Rintih Dinda.


"Zain!Lepas kan tangan mu."Sahut Toddy sembari menunjuk ke arah Zain.


"Cukup kamu enggak usah terlalu banyak ikut campur dengan rumah tangga aku."Jawab Zain.


"Dinda adalah istriku dan aku mau membawa nya pulang kerumah bersama anak-anakku."Kata Zain lagi.


"Hanny.... "Teriak ibu hamil itu dari kejauhan yang tak lain adalah Sania.


"CK,"Zain yang berdecih melihat kedatangan Sania.


"Kenapa sih kamu masih mengurusi mereka hah?"Kata Sania yang menghampiri Zain bersama Dinda.


"Dia masih istri ku Sania!"Bentak Zain.


"Aku juga istrimu!"Sahut Sania.


"Apa...?"Dinda terkejut.


"Owh... Jadi kalian berdua resmi sudah menikah?"Kata Dinda lagi.


"Iya,kami berdua sudah menikah saat kamu dalam keadaan koma!"Jawab Sania.


"Wau... Ternyata malang ya nasib ku.Tapi aku hebat!Aku Wonder woman,aku kuat bisa bertahan hingga sampai detik ini,kalau aku tau aku koma,aku pasti sudah berdoa kepada Tuhan tolong ambil nyawa ku.Agar aku tidak sakit lagi menerima kenyataan dalam hidup ku ini."


Dinda menarik nafas nya dalam-dalam.Dia tidak ingin tersulut api emosi nya.


Dia mencoba tenang dalam keadaan nya yang saat ini benar-benar cukup memprihatinkan.


"Mas jangan lupa,tentang perpisahan kita!Kamu yang mengurus atau aku yang mengurus?"Kata Dinda dan mengibaskan tangan Zain yang menggenggam nya dan pergi masuk ke dalam rumah.


"Dinda...."Panggil Zain dan Toddy pun memasang badan di depan Zain.


"Sudah dengar apa yang dibilang Dinda tadi?"Kata Toddy.


"Silah kan pergi dari sini."Usir Toddy.


"Nak Toddy,ayo masuk untuk apa memperdulikan dia."Teriak Ayah Ali.


"Baik pak!"Jawab Toddy dan masuk kedalam rumah meninggalkan Zain dan Sania.


Bersambung.....

__ADS_1


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


__ADS_2