
Semalaman Dinda tidak bisa tidur.Dia resah gelisah galau gulana menunggu suaminya pulang yang pergi tidak memberi kabar kepadanya.
Pagi hari semua nya sudah berkumpul.Opa Leo kedua orang tua Dinda,asisten Ferdy dan Dinda yang sudah berkumpul di ruang tamu.
"Opa....?Ayah...?Bagaimana sudah ada kabar dalam mas Zain?"Tanya Dinda yang mengkhawatir kan Zain suaminya.
Belum sempat Opa Leo menjawab pertanyaan Dinda,terdengar suara mobil Zain berhenti tepat di depan Opa Leo.Dinda pun beranjak berdiri untuk memastikan nya.
Langkah Dinda pun terhenti ketika dia melihat Zain yang berjalan kearah nya.
Tap... Tap... Tap...
Suara sepatu pantofel Zain yang terdengar,
"Mas....???"Sapa Dinda dengan kedua mata nya yang berkaca-kaca.
"Sayang.....??"Jawab Zain yang mengulas senyumnya.
Dinda pun hendak memeluk Zain namun Zain menolak nya.
"No... No... Sayang.!"Jawab Zain yang menggeser kan badan nya menjauh dari Dinda.
"Kenapa mas?"Tanya Dinda dan semua orang terkejut melihat Zain yang aneh.
"Mas kotor habis dari luar,kamu sedang hamil,mas enggak mau kamu kena kuman nanti bisa tertular ke kamu dan anak-anak kita."Jelas Zain.
"Oh... Aku kira mas kenapa."Balas Dinda.
"Zain,bisa kamu jelaskan kepada Opa kenapa semalaman kamu enggak ada kabar dan enggak pulang?"Tanya Opa Leo tagas dan
kedua Orang tua Dinda mulai mendekat ke arah Zain dengan penasaran.
"Iya maaf Opa,semalam mobil Zain bermasalah Zain berusaha mencari bantuan tapi nihil mungkin karena sudah larut malam."Jawab Zain yang beralibi.
"Ya sudah syukurlah kamu baik-baik saja.Kasian Dinda istri kamu yang sangat mengkhawatir kan kamu."Balas Opa Leo.
"Kalau begitu Zain bersih-bersih dulu Opa,ayah ibu."Kata Zain.
"Sayang... Tolong bikin kan teh hangat untuk mas ya,"Titah Zain kepada Dinda.
"Iya mas,"Jawab Dinda dan Zain pun melenggang pergi menuju kamar nya.
Zain berjalan menuju kamar dan segera memasuki kamar mandi.
Zain mengguyur badan nya dibawah guyuran air shower sembari mengingat-mengingat yang terjadi diantara dia dengan Sania semalam.
"Rasanya semalam tidak mungkin melakukan hal bodoh semacam itu."
Bugh....
Dengan kesal,Zain pun meninju dinding kamar mandi.
"Brengseeekkkk... Sania,aku harus mencari tau tentang semua ini."Gumam Zain sembari mematikan shower.
"Dinda dan semua nya tidak boleh ada yang tau."Tambah Zain lagi.
Zain pun bergegas mengambil handuk dan dilingkarkan dipunggang nya.
Diapun menarik tuas pintu kamar mandi.
__ADS_1
Ceklek....
Senyum merekah terbit di bibir sang istri.
Begitupun sebalik nya,Zain begitu hangat menyambut sang istri dan memeluk nya dari belakang.
Cup...
Zain yang mengecup tengkuk leher Dinda.
"Mas kangen sekali sama kamu dan anak-anak Dady."Kata Zain sembari mengusap perut buncit istrinya.
"Debay juga kangen Dady."Jawab Dinda sembari mengusap perut nya.
Zain pun menitah Dinda menuju ranjang.Tak lupa juga Zain menaruh bantal di belakang punggung Dinda untuk bersandar agar merasa nyaman.
Setelah kaki Dinda berselonjor di atas paha Zain,Zain pun memulai memijit pelan kaki Dinda.
"Mas... "Kata Dinda.
"Hmmmm...."Jawab Zain sembari fokus memijit kaki Dinda.
"Tumben mas bersikap romantis?"Tanya Dinda sembari mengulas senyum.
"Ha?Romantis?Memang enggak boleh begitu?"Tanya Zain balik.
"Nanti dibilang enggak peka lagi!"Tambah Zain sembari fokus memijit sang istri.
"Maafin mas sayang ya,"Ucap Zain yang tiba-tiba.
"Maaf...?"Tanya Dinda yang penasaran dan Zain pun mengangguk.
"Mungkin mas belum bisa menjadi suami yang terbaik buat kamu.Tapi percayalah kalau mas sangat mencintaimu sayang."Jelas Zain.
"Iya mas...Dinda juga sayang sekali dengan mu mas."
"Kalau suatu saat nanti,rumah tangga kita sedang dalam ujian yang luar biasa,bisa kah kamu berjanji untuk tidak meninggalkan mas?"Tanya Zain sembari menggenggam tangan Dinda dan mencium punggung tangan Dinda.
"In Sya Allah mas,apa pun yang terjadi Dinda tetap tidak akan mu mas "
"Mmmmmm.... Mas...?Memang nya mas sedang ada yang di pikir kan?"Tanya Dinda yang memperhatikan raut wajah Zain yang nampak terlihat gusar.
"Enggak sayang.Mas hanya memikirkan kamu dan anak-anak saja.Jawab Zain yang menutupi kebohongan nya.
"Ceritalah mas,mungkin Dinda bisa membantu."
Zain pun hanya mengulas senyumnya dan diam tidak menjawab.
"Mas kangen."Kata Zain yang mendekat ke arah Dinda dengan menatap nya begitu intens.
Ketika Zain duduk di dekat istrinya dan menggoda Dinda dengan merayu nya untuk bercinta, dia memulai melakukan hal-hal yang penting sebelum melakukan sentuhan lembut kepada istrinya.
Dia juga memulai melepas hijab instan milik Dinda.Zain mulai memandang Dinda dan menciumi pipi Dinda istri nya secara perlahan.
"Maafkan suami mu ini."Batin Zain.
Zain memainkan jari-jari dan menggenggam angan istrinya dengan lembut.
Setelah itu Zain menggeser tangan secara perlahan untuk menggoda Dinda mulai dari leher hingga turun ke bawah.
__ADS_1
"Ouh..... "Lenguh Dinda ketika Zain meninggal kan jejak di atas dada dengan kecupan bibir.
Kali ini Zain ingin meluapkan kerinduannya dan hasratnya yang memang sudah tak bisa terbendung lagi.
Baginya Dinda adalah istri candunya.
Gaya bercinta Zain malam ini adalah gaya *****-***** sesuai anjuran dari dokter Nisya beberapa waktu itu.
Gaya ***** ***** adalah gaya yang nyatanya juga aman dilakukan saat hamil.
Zain membantu Dinda untuk memposisikan tubuh istrinya itu seperti ibu hamil yang merangkak dengan bertumpu pada kedua lutut dan siku. Zain melakukan penetrasi dari belakang.
Supaya Dinda yang hamil besar tetap merasa nyaman dan Zain pun sibuk mengatur ritme penetrasi agar Dinda terasa rileks dan tak terburu-buru.
Pagi yang menjelang siang ini menjadi saksi akan keromantisan Zain terhadap istrinya Dinda.
Cup...
Cup...
Zain mengecup bibir Dinda setelah selesai melakukan sunah rasul nya.
"I love so much..."Ucap Zain dan Dinda pun memeluk erat tubuh Zain.
Drt... Drt...Drt...
Handphone Zain berdering dan Dinda pun melepas pelukannya.
📲 Randy Calling....
Zain pun merejek nya.
Randy adalah nama dari Sania yang memang sengaja diganti oleh Zain agar Dinda tidak tau😛
"Kenapa ditolak mas?"Tanya Dinda yang penasaran.
"Mas enggak ingin waktu kita berdua terbuang dan diganggu,mas ingin Qualytime dengan mu."Alibi Zain.
Seketika raut wajah Zain berubah panik ketika melihat pesan yang baru dikirimkan oleh Randy yang tak lain adalah Sania.
Foto-foto dikamar hotel antara dia dengan Sania.
Bersambung.....
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Hy kak maaf ya hari ini telatnge-Up.Soalnya Author sedang ada kesibukan di luar kendali.
Minta dukungannya untuk karya-karya Author
Seperti
Tidak mudah menjadi mama muda
TM3
Valentain terakhir Bahagia.
Jangan lupa koment dan like nya ya🙏
__ADS_1