
1 Minggu Dinda yang koma,
Pagi hari Ayah Ali,ibu Ali dan mbok Sumi sudah disibukan dengan ketiga bayi-bayi kembar laki-laki nya Dinda.
"Oek... Oek.. Oek..."Tangis baby 1.Anak pertama laki-laki Dinda.
"Oek... Oek.. Oek..."Sahut baby 2.Anak kedua laki-laki Dinda.
"Oek... Oek.. Oek..."Seru baby 3.Anak terakhir laki-laki Dinda.
Semua bayi-bayi Dinda menangis dalam bersamaan.
Dan tentunya itu membuat riweh,happy dan bar-bar si mbah-mbah nya kembar.
Mbok Sumi juga sibuk membuat kan susu formula untuk ketiga bayi-bayi kembar Dinda itu.
"Cup... Cup... Sebentar Yo le,...."Sahut mbok Sumi.
"Nah... Wes jadi susu nya.Ayo... Di mimik dulu.Ini untuk si unyeng-unyeng satu,ini untuk unyeng-unyeng dua.Terakhir untuk unyeng-unyeng tiga."Kata mbok Sumi dan memberikan susu formula itu untuk bayi-bayi kembar nya Dinda.
Ayah Ali ibu Ali dan mbok Sumi nampak saling Ter kikih melihat bayi-bayi kembar nya Dinda.
Oek... Oek... Oek... Ketiga bayi itu saling sahut-menyahut saat menangis,karena sudah tidak sabar untuk meminum susu.
"Ealah... Kok saling sahut menyahut tho ketiga jagoan si Mbah ini."Kata ibu Ali yang memberikan susu untuk bayi kembar Dinda anak pertama.
Ayah Ali,ibu Ali dan mbok Sumi masing-masing menenangkan bayi-bayi nya Dinda.
"Ayah enggak habis Fikir Bu,Sum...Bagaimana nasib ketiga bayi ini kalau kita kemarin enggak datang ke kota melihat keadaan Dinda."Kata Ayah Ali yang mengawali bicara dengan sedih sembari memberikan susu ke anak ke dua Dinda.
"Jahat sekali menantu kita itu nak Zain Ayah,ibu enggak habis Fikir atas kelakuan nya itu.Dia menikah lagi saat Dinda sedang dalam keadaan koma.Belum lagi dia mengusir Dinda saat mau melahirkan."Jawab ibu Ali yang mulai kedua matanya berkaca-kaca.
"Ayah juga enggak habis Fikir Bu."Kata Ayah Ali.
"Mbak,Mas... Mungkin ini sudah menjadi takdir Dinda.Saat ini kita enggak boleh sedih lagi karena kita harus membantu Dinda untuk membesarkan ketiga bayi-bayi mungil ini."Jawab Sumi yang menggendong bayi laki-laki ketiga Dinda.
"Kamu betul sum,kita harus membantu Dinda untuk membesar kan mereka.Kasian sekali cucu-cucu ku ini.Apalagi adik perempuan mereka sudah meninggal.Enggak sampai hati aku melihat nanti Dinda kalau mendengar kabar anak perempuan nya meninggal."Kata Ayah Ali.Ibu Ali dan mbok Sumi saling memandang dengan raut wajah nya yang sedih.
Awal kelahiran bayi-bayi Dinda,Ayah Ali,ibu Ali dan mbok Sumi di bingungkan untuk membedakan bayi pertama,bayi kedua dan bayi ketiga.
__ADS_1
Usut punya usut dokter Nisya memberikan saran keluarga Dinda agar bisa membedakannya yaitu dengan cara melihat pusaran rambut dan tanda di punggung.
Anak pertama Dinda yang kakak memiliki unyeng-unyeng 1 dan tanda di punggung 1.
Sedangkan anak tengah laki-laki Dinda memiliki unyeng-unyeng 2 dan tanda di punggung 2.
Dan anak terakhir Dinda laki-laki memiliki unyeng-unyeng 3 dan tanda punggung 3.
Apa itu unyeng-unyeng?
Penyebutan unyeng-unyeng hanya dikenal di Indonesia dan berasal dari bahasa Jawa yang memiliki arti pusaran rambut di kepala.
Jika diartikan ke dalam bahasa Inggris ini dikenal dengan crowns, swirls, atau trichoglyphs.
Wuih.... Keren juga ide nya dokter Nisya 👏 applouse untuk dokter Nisya🤗
Drt...Drt...Drt....
Dering suara phonsel Ayah Ali yang berbunyi.
Ayah Ali pun segera mengangkat nya.
"Dari siapa ayah?"Tanyak ibu Ali ketika Ayah Ali sudah mengakhiri panggilan telfonnya.
"Dari rumah sakit Bu.Alhamdulillah tadi malam Dinda sudah siuman kata dokter kalau sampai sore hari keadaan nya membaik dia sudah boleh untuk pulang."Jawab Ayah Ali sembari melihat cucu yang dalam gendongan itu tertidur pulas.
"Alhamdulillah...."Seru ibu Ali dan mbok Sumi bersamaan.
"Ya sudah mbak dan mas pergi kerumah sakit.Biar aku yang menjaga ketiga cucuku."Usul mbok Sumi.
Ayah Ali dan mbok Sumi saling bertatapan dengan raut wajah yang kurang meyakinkan.
"Kamu yakin Sum menjaga mereka?"Tanya ibu Ali.
"In Sya Allah mbak,Sumi bisa.Ya udah mumpung bayi-bayi sedang tidur mari kita bawa ke ayunan nya mereka masing-masing biar tambah tidur nya pulas."Kata mbok Sumi.
Ayah Ali,ibu Ali dan mbok Sumi pun menidurkan ketiga bayi itu dalam ayunannya masing-masing.
"Kami siap-siap dulu ya Sum."Kata Ayah Ali dan mbok Sumi mengangguk.
__ADS_1
"Setelah selesai kamu segera pulang."Tambah ibu Ali ke mbok Sumi dan mbok Sumi mengangguk.
Setelah selesai siap-siap,Ayah Ali dan ibu Ali langsung bergegas menuju kerumah sakit dengan berjalan kaki.
Jarak rumah dengan rumah sakit dapat ditempuh dengan waktu kurang lebih 15 menit dengan berjalan.
Kebetulan kontrakan rumah Ayah Ali berada dibelakang rumah sakit yang mudah untuk dijangkau nya.
Setelah mereka sampai dirumah sakit,mereka disambut oleh Toddy yang masih berada di rumah sakit.
"Nak,Toddy... Bagaimana keadaan Dinda nak?"Tanya ibu Ali yang mencemas kan anak nya.
"Iya nak Toddy bagaimana dengan keadaan Dinda?"Tanya Ayah Ali.
"Ibu dan Pak Ali sabar ya.Alhamdulillah,Dinda semalam sudah siuman.Dan sekarang masih tidur saya lihat tadi,tunggu sampai jam 9 pagi ya pak Bu untuk memastikannya.Semalam Dinda sempat pingsan."
"Kenapa bisa pingsan nak Toddy?"Tanya Ayah Ali.
"Iya pak.Dinda terkejut karena melihat suaminya yang datang kerumah sakit!"Jawab Toddy.
"Zain?"Seru ibu Ali dan Toddy mengangguk kan kepala.
"Mau ngapain lagi anak itu datang kerumah sakit?"Gerutu Ayah Ali yang nampak kesal.
"Enggak tau malu sekali!"Tambah Ayah Ali.
"Pak... Sabar,saat ini mari kita fokus saja kepada Dinda.Oh ya pak Bu,bagaimana kabar nya tiga jagoan kembar Dinda?"Tanya Toddy yang mengalihkan topik pembicaraan.
"Alhamdulillah,semakin lincah nak Toddy."Jawab ibu Ali yang nampak bahagia dan antusias dalam bercerita.
"Sayang sekali saya belum sempat untuk menjenguk mereka"Jawab Toddy dengan wajah sedihnya.
"Enggak apa-apa nak Toddy lain kali saja.Kami sudah sangat berterima kasih sekali nak Toddy mau menolong kami."Sahut pak Ali.
"Iya pak sama-sama.Ya sudah pak Ali dan ibu Ali masuk saja ke ruangan Dinda ya sambil menunggu dokter,karena ini sudah menunjukan pukul setengah sembilan pagi.Saya mau bersiap-siap untuk ganti shift."Kata Toddy.
"Iya nak Toddy.Kami mau keruangan Dinda dulu."Pamit Ayah Ali dan di angguki Toddy.
Bersambung.....
__ADS_1
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️