
Pagi hari menunjukan pukul 10:00 tepat.
Dinda sudah siap cantik anggun dengan menggunakan baju gamisnya.
Hari ini dia akan menghadiri acara syukuran yang di adakan oleh keluarga Tody atas kelulasan anak nya.
Entah aura apa yang membuat Dinda hari ini begitu happy.
Apa mungkin karena saat ini dia sudah mendapatkan nafkah batin dari suaminya?
Entahlah,cukup author yang tahu✌️😛
Lalu bagaimana dengan Zain?
Zain sebenarnya juga merasa begitu bahagia hanya saja Zain tidak terlalu menampakan ke bahagianya di depan istrinya.Karena gengsi yang gede-gede an nya dia rapih menutupi dengan muka kayak kulkas dan raut wajah yang datar.
Tok... Tok... Tok
Dinda yang mendengar nya segera berjalan ke arah pintu.
Tuas pintu pun di tarik nya.
Ceklek....
"Assalamualaikum Dinda?"Nampak Tody yang datang menyapa.
"Waalaikum salam,T... Tody?"Dinda terbata dan terkejut.
"Ada apa?"Tanya Dinda.
"Kamu sudah siapkan?Aku datang untuk menjemput mu di acara syukuran ku."Jawab Tody sembari mau memegang lengan Dinda namun tangan Tody di tepis oleh Zain yang tiba-tiba datang dari balik punggung Dinda.
"Hey... Don't touch her hands!"Kata Zain yang marah dan jari telunjuk yang menunjuk.
"Siapa anda?Saya tidak mengenal anda!"Tanya Tody dengan membulatkan kedua bola matanya.
Zainpun melipatkan kan kedua tangannya didada.
Dan melihat kearah mata Dinda.Seakan biar Dinda yang memberitahunya.
"Dia suamiku Tody!"Sahut Dinda.
"Apa?"Tody yang kaget.
"K.. Kamu sudah menikah Dinda?"Tanya Tody terbata dengan raut wajah sedih.
Padahal di hati Tody berharap kalau Dinda masih mencintainya.Harapan itu ternyata salah.
"Kamu tuli?"Sahut Zain kasar lalu Dinda menatap Zain dengan tajam.
Tody terkaget ketika Zain menghardiknya.
"Oh,maaf saya tidak tau kalau Dinda sudah menikah.Saya Tody temannya Dinda."Kenal Tody dengan sopan dan mulai mengulurkan tangannya.
Dinda menyenggol lengan suaminya agar membalas uluran tangan Tody.Namun yang dilakukan Zain sebaliknya memutar tubuhnya dan masuk ke dalam rumah.
Tody yang sedari tadi mengulurkan tangannya kini dengan cepat memasukan di kantong saku celana.
"Tody maafkan sikap suamiku ya."Ucap Dinda dengan raut wajah tidak enak.
"Enggak apa-apa Dinda.Kalau begitu aku pamit ya dan jangan lupa datang kerumah."
"In Sya Allah Tody."
"Assalamualaikum."
"Waalaikum salam."
__ADS_1
Setelah memastikan Tody melenggang jauh dari rumahnya,Dinda masuk rumah dan mencari suaminya.
Dinda pun masuk kamar dengan raut wajah kesal.Dan melihat Zain suaminya yang sedang berdiri didekat jendela memandang arah keluar dengan tatapan tajam.
"Tuan tolong bersikap yang baik.Jangan angkuh dan sombong seperti itu."
Deg...
Jantung Dinda terasa mau copot ketika Zain menatapnya dengan tajam.Setelah mendengar perkataan dari istrinya.
Zain berjalan ke arah Dinda.
"Laki-laki mana yang bisa diam saja saat melihat istrinya di goda laki-laki lain?Hm.."Kata Zain datar.
"Dia tidak menggoda ku tuan.."
"Mas!You can call me mas!"Pekik Zain.
"Mas?"Ulang Dinda.
"Tuan aneh!Bukan kah tuan sendiri yang bilang harus memanggil dengan sebuatan tuan kecuali apabila ada Opa.?"
"Sepertinya tu..."
Sreg...
Zain menarik pinggang Dinda dengan tatapan datarnya.
Dan mengalungkan tangan Dinda dilehernya.
"Kamu itu terlalu cerewet."
Cup
Zain mengecup bibir Dinda tiba-tiba.
Dindapun terpelongo dengan apa yang dilakukan oleh suaminya.
"Saya tidak mau melihat lagi dia Tody bear ngobrol dengan kamu!Kamu itu istri saya.Jaga sikap dan attitude kamu saat berinteraksi dengan siapapun karena saya tidak suka."Dinda pun mengangguk dan menundukan kepalanya.
Zain kembali menangkup kedua pipi istrinya.Dia mengecup bibir Dinda berulang-ulang kali.
Bibir Dinda memang sangatlah candu untuk Zain.
Dindapun membalas ciuman Zain dan saling bertukar Saliva.
Dinda menghentikan ciumannya ketika tangan Zain mulai melepas hijabnya dan membuka tali penguncir rambut Dinda.
"Tuan?"Kata Dinda dan Zainpun melotot.
"Hm mas?"
Zain tidak menjawabnya.
Dia fokus di baju gamis milik istrinya.
Setelah berhasil membuka kancing baju gamis,Zain mendorong pelan tubuh Dinda keranjang.
"Mas... Kita mau ke acara un.."
"Enggak perlu,"Jawab Zain sembari melepas baju-bajunya.
Zain naik ke atas ranjang dan mengungkung tubuh Dinda hanya dengan mengenakan celana boxernya.
Sementara Dinda masih mengenakan kain segitiga dan pembatas bukit kembarnya.
Zain mendudukan tubuhnya dan menarik kedua tangan Dinda.Sampai Dinda duduk sempurna dipangkuan suaminya dengan duduk menyamping dan mengalungkan kedua tangannya dileher.
__ADS_1
Zain melingkarkan kedua tangannya di pinggang istrinya dan Dinda mengalungkan kedua tangan dileher suaminya.
Zain yang hilang ingatan dengan ucapannya bahwa dia tidak akan menyentuh Dinda sangat berbanding balik.
Bahkan dia saat ini sangat kecanduan dengan Dinda.
Dasar mulut buaya daratan😬
Dinda memiringkan kepala saat Zain terus-terusan menyesapi jenjang lehernya.Bahkan dia memberikan jejak kepemilikan dileher Dinda.
Zain benar-benar membuat Dinda kewalahan.
Pagi yang merubah menjadi siang panas menjadi saksi sepasang istri yang sedang memadu kasih.
Hingga keringat mereka berjatuhan dan bercucuran.
Hu ha hu hu..
Kedua nya saling bersahutan suara ******* Dinda sangat membuat Zain candu.
Hingga mereka berdua melakukan penyatuan.
"Ahhhhh...."Lenguh Zain yang puas.
Zain duduk dan menarik tubuh Dinda.Dinda yang merasa lelah karena 3 jam bermain nu..nu..nu..na..na..
Terpaksa mendudukan diri dan dipeluk Zain dari belakang.
Dinda menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.
Sementara Zain menyisipkan kepala di leher jenjang Dinda dengan mengendus.
Sementara itu Kamar Dinda yang dekat dengan ruang tamu,membuat ayah Ali dan ibu Ali merasa horor dan kikuk.Pasalnya kamar Dinda tidaklah seperti dikamar Zain yang kedap suara.
"Tu.. kan Bu.Mereka sedang membuat adonan."Bisik Ayah Ali ketelinga istrinya.
"Shuut... Jangan nyaring-nyaring Ayah nanti ketahuan."Ucap Bu Ali sembari membungkam mulut pak Ali dengan jari telunjuk.
"Semoga cepat mengembang ya Ayah adonannya.
"Harap ibu Ali sembari ngikik.
"Iya Bu,semoga.."
Ayah Ali dan ibu Ali memang sengaja tidak memberi kabar kepada Dinda dan Zain akan kepulangan mereka.
Setelah menambah 2 ronde lagi akhirnya membuat Zain dan Dinda mengakhiri perkara ngadon.
Berasa pengantin baru,walau sudah 5 bulan menikah.
Karena sikap Zain yang sangat datar dan mengabaikan Dinda.
"Dinda,saya lapar."Ucap Zain kepada Dinda sembari mengecup bibir Dinda.
"Iya mas.. Tunggu ya,Dinda bersih-bersih dulu."Jawab Dinda dan turun dari ranjang sambil menutupi tubuhnya dengan selimut menuju kamar mandi.
Sementara Zain memakai celana pendek untuk bersantai dan mengambil satu puntung rokok dan menghisapnya di dekat jendela.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hai readers sebelumnya Author pribadi mengucapkan Marhaban Ya Ramadhan selamat menunaikan ibadah puasa,
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya.
Like,komen dan bunganya.♥️♥️
Jangan lupa dibaca juga cerita-cerita yang lain.
__ADS_1
1.Valentain Terakhir
2.TM3 (Tidak Mudah Menjadi Mama Muda)