My Momy My Wonderwoman

My Momy My Wonderwoman
Episode 20# Amarah yang di selimuti Cinta


__ADS_3

Waktu sudah menunjukan pukul 08 pagi.Zain dan Dinda sudah di jemput oleh asisten Ferdi.


Didalam perjalanan menuju kota, Dinda dan Zain sama-sama mengunci mulut.Dinda lebih memilih menyenderkan kepala di kaca jendela mobil.


Sedangkan Zain fokus dengan handphonenya.


Asisten Ferdy pun sedikit melirik dari spion dalam mobil.Dia memperhatikan sepasang suami istri yang saling bersikap dingin.


Tiga jam perjalanan yang sudah ditempuhnya memancing pertanyaan batin dari asisten Ferdy.


"Apa mereka sedang ada masalah ya?"


"Heh... Atau akal bulusnya tuan muda?"


"Tuan muda.. Tuan muda masih saja kamu sok jual mahal "Batin asisten Ferdy dan fokus menatap arah ke depan sambil mengemudi.


Tak berselang lama mobil yang dikendarai oleh Zain dan Dinda terhenti.


Asisten Ferdypun menepikan mobilnya tepat di depan guesthouse.


"Mobilnya kenapa asisten Ferdy?"Tanya Zain kepada asisten Ferdi.


"Apa ada masalah?"Ulang Zain lagi.


"Sepertinya ban nya bocor tuan.Sebentar saya cek dulu."Jawab asisten Ferdy sembari melepas safetybelt nya dan kemudian membuka pintu mobil.


A few moment later,


Tok... Tok...


Asisten Ferdy yang mengetuk kaca jendela mobil dan Zainpun membukanya.


"Maaf tuan ban belakang mobil sebelah kanan bocor.Saya mau mengganti dulu dengan ban serep."Lapor asisten Ferdy.


"Huft!"Zain yang menghela nafasnya.


"Ok.Dinda lekas turun."Kata Zain kepada Dinda dengan wajah datarnya.


Tanpa berbasa-basi Dinda pun turun dari mobil dan berdiri disamping Zain yang berdiri tegak didepan guesthouse.


Dindapun membatin atas sikap Zain yang berubah menjadi dingin.


"Kenapa mas Zain kembali berubah ke mode datarnya?"Batin Dinda sembari melirik Zain.


Tiba-tiba mobil sedan sederhana berwarna hitam menepi di belakang mobil Zain.Sosok lelaki membuka pintu mobil dan turun.


"Dinda...."Panggil lelaki itu.


Zain dan Dinda menoleh ke arah sumber suara tersebut.


"CK,"Zain yang mencebikan mulutnya.


"Dia lagi."Gumam Zain kesal.


Lelaki itupun menghampiri Zain dan Dinda.


"Toddy...?"Kata Dinda.


"Mobil nya kenapa?"Tanya Toddy ke Dinda tanpa memperhatikan Zain yang berdiri disamping Dinda.


"Heh,anda buta atau pura-pura enggak melihat?Anda tau kan asisten saya sedang mengganti ban serep?"Jawab Zain ketus.


"Astagfirullah mas,.."Ucap Dinda lirih ke Zain.


"Kenapa?"Tanya Zain dengan menaikan intonasinya.


Seketika Dinda pun menunduk,


"Mmmm,maaf mungkin ada yang bisa saya bantu?"Kata Toddy yang memberikan tawaran.


"Enggak perlu!"Jawab Zain ketus.


"Maaf tuan,ban cadangan nya juga mengalami bocor ban."Ucap asisten Ferdy sembari menunduk.


"Pakai cadangan yang lain!"Jawab Zain ketus.


"Mmm.. Kempes juga tuan.Bocor."Asisten Ferdy menjawabnya.


"What?"


"Bagaimana sih asisten Ferdy kerjaan kamu?Kenapa enggak di cek dulu?"Omel Zain.


"Damn it!"Umpat Zain.


"Ma...a"


"Saya enggak mau tau selesaikan hari ini juga.Saya mau cepat pulang ke kota!"Ancam Zain ke asisten Ferdy.


"Mas....'


"Apa lagi?"Pekik Zain kepada Dinda.


Dan membuat Dinda tertunduk tidak melanjutkan kalimatnya.


"Silahkan anda pergi dari sini.Saya tidak membutuhkan anda!"Usir Zain ke Toddy.


"Maaf tuan izin kan saya membantu!"


"Saya bilang pergi dari sini"

__ADS_1


Dengan kasar Zainpun mendorong Toddy sampai terjatuh.


"Astagfirullah,mas..."Pekik Dinda ke Zain dan reflek membantu Toddy.


"Mas,niat nya Toddy kan baik ingin membantu kita.Ka..."


"So sweet kalian."Jawab Zain dengan ketus dan mengacak pinggang.


Mendengar apa yang diucapkan oleh suaminya,Dinda pun paham apa yang dimaksud oleh suaminya.


Ya,Zain sebenarnya sedang cemburu karena keberadaan Toddy.


"Toddy maaf,kami enggak apa-apa kok.Kamu boleh duluan."


"Baik lah Dinda,saya pamit dulu."Ucap Toddy dan mulai melangkahkan kaki.


"Tunggu!"Panggil asisten Ferdy kepada Toddy.


Zainpun mengerutkan alisnya atas sikap asisten Ferdy.


"Maaf tuan Zain.Saya sangat membutuhkan bantuan dia."Asisten Ferdy yang menunjuk ke arah Toddy.


"Karena jasa tubles didaerah ini cukup jauh tuan kira-kira 2 kilo meter.Dan dari tadi saya sudah berusaha mencari bantuan tapi zero tuan."Jelas asisten Ferdy.


"CK,"Zain yang mencebikan mulutnya.


Zain memilih pergi meninggalkan asisten Ferdy dan Toddy.Dia melangkahkan kaki dan menggandeng tangan Dinda memasuki guesthouse.


Asisten Ferdy pun paham dengan sikap tuan muda nya itu.


"Jadi bagaimana pak?"Tanya Toddy.


"Tolong antar kan saya."Jawab asisten Ferdy.


Toddy pun membantu asisten Ferdy ketempat jasa tubles.


Sementara itu...


Brakkkk..


Zain yang membanting pintu kamar guesthouse.


Zain lebih memilih cek in di guesthouse dari pada harus menunggu asisten Ferdy.


Zainpun mendorong tubuh Dinda dengan kasar ke ranjang dan membuat Dinda terkejut.


"Astagfirullah mas."Ucap Dinda.


Zain hanya berdiri sembari membuka jas nya dan melemparnya ke sudut sofa.


Dia juga membuka kancing lengannya dengan menatap wajah Dinda yang diranjang dengan tatapan dingin.


Dinda pun mencoba mendudukan tubuhnya namun Zain mendorong lagi tubuh Dinda dengan kasar.


Bugh....Bugh... Bugh...


"Mas...."Pekik Dinda yang melihat Zain memukul dinding kamar guest house itu berulang kali.


Dinda pun memeluk Zain dari belakang.


"Kamu kenapa sih mas.Hiks..."Kata Dinda yang menangis dan memeluk suaminya itu yang diliputi dengan rasa amarah.


Zain melepas pelukan Dinda dengan kasar dan memutar tubuhnya menghadap ke arah Dinda.


"Kamu lupa saya ini suami kamu hah?"Tanya Zain sembari menatap tajam raut wajah Dinda.


"Iya mas,"


"Seharusnya kamu menjaga nama baik suami kamu di depan mantan kamu."


"Katakan yang jujur dengan saya apa kamu masih mencintai nya hah?"Tanya Zain dengan menekan kalimat akhir nya.


Dinda hanya diam,diam nya Dinda hanya untuk menenangkan keadaan.Karena dia tahu suaminya kini sedang dalam keadaan emosi yang tak terkendali.


"Jawab Dinda!"Teriak Zain dengan kesal.


Bugh... Bugh...


Zain dengan kesal meninju lagi dinding kamar guest house itu.


"Mas.. Sudah dong,stop... Stop.Hiks..."Ucap Dinda dan memeluk suaminya dari belakang.


"Jawab Dinda!"Teriak Zain lagi sembari memutar tubuh nya dan menatap raut wajah Dinda dengan kesal.


Zain begitu kesal mengingat kejadian tadi Dinda menolong Toddy.


Dan Toddy sempat mencuri pandangan istrinya.


Didalam otak Zain hanya terpikirkan kalau itu adalah sebuah modus.


Dinda pun mendorong tubuh Zain ke dinding.


Cup...


Dinda pun mengecup bibir suaminya itu tanpa dengan rasa canggung.


Kali ini Dinda ingin menormalkan rasa amarah dari suaminya.


Belajar dari mana sehingga membuat Dinda menjadi perempuan yang nakal di mata suaminya.

__ADS_1


Dinda semakin mengulum bibir Zain agar tidak mengeluarkan kata-katanya lagi.


Zainpun membalas pagutan bibir itu dengan *******-lumatnya.


Mereka berdua saling bertukar saliva.


Zain menarik pinggang Dinda dan mendekatkan dengannya.


"Kamu pandai menggodaku."Bisik Zain ditelinga Dinda.


"Ouhh... Hmmmm..."Lenguh Dinda ketika tangan Zain menjalar kemana-mana.


Sentuhan-sentuhan tangan Zain ke tubuh Dinda mampu membuat Dinda menggeliat menggelinjang.


Zain membuka jilbab Dinda sebelum dia menggendong ala bridal stylenya ke ranjang.


Sempurna,


Zain membuka kancing kemeja dan gespernya.Dia pun mulai menaiki ranjang dan merangkak ke arah Dinda yang terduduk.


Cup...


Cup...


Cup...


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


Siang hari yang panas itu menambah menjadi panas dengan beberapa adegan ulah pengantin lama berasa baru😂


Zain begitu exaited mengelola adonan donat hingga membuat Dinda kewalahan dengan 3 Ronde.


Ke dua pasangan itupun tertidur terlelap dengan saling memeluk dengan hanya mengenakan penutup selimut.


#########


Jangan lupa like & komen ya ✌️🙏


Jangan lupa bunga-bunga mawarnya🌹☺️☺️☺️


Baca juga kakak☺️☺️


1.Valentain Terakhir Bahagia


2.TM3


Terimakasih atas supportnya🙏


Sementara itu,,,


"Sudah jam 4 sore kenapa tuan dan nona belum keluar-keluar juga dari guest house."Gumam asisten Ferdy yang sudah standby karena mobilnya sudah di perbaiki.


Sementara Toddy sudah melanjutkan perjalanannya dari satu jam yang lalu.


Awalnya Toddy berinisiatif ingin menemani asisten Ferdy,karena Toddy ingin segera sampai dikota diapun memutuskan untuk melanjutkan perjalanannya.


"Apesnya jadi jomblo."Gumam asisten Ferdy lagi.


Karena bosan di dalam mobil akhirnya dia berinisiatif keluar dari mobil dan mengambil satu puntung rokok untuk dihisapnya.


Sepasang suami istri itu sepertinya nampak nyenyak dalam tidurnya.


Kluruk... Kluruk...


Zainpun mulai membuka matanya dan mencoba mengumpulkan nyawanya sejenak.


"Lapar..."Gumam Zain dan melihat Dinda yang masih tertidur pulas.


Zainpun memindahkan tangan Dinda yang memeluknya.Dengan pelan-pelan dia menarik celana panjang yang berada dibawah kakinya.


Diapun mulai mengenakan celana tersebut dan berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Suara gemericik air dari dalam kamar mandi membangunkan Dinda yang terlelap dari tidurnya.


Diapun menduduk kan tubuhnya dan menyenderkan punggungnya dikepala ranjang sembari menarik selimut untuk menutupi buah dadanya.


Dia pun mengambil handphone nya di meja nakas.


"Astagfirullah sudah jam 5 sore?"Gumam Dinda yang terkejut melihat jam di handphonenya.


Ceklek....


Zain pun keluar dari kamar mandi.


Freshhh ...


Zain nampak segar bugar,rambut nya yang masih basah acak-acakkan itu mampu membuat mata Dinda terperanga.


"Ma Sya Allah suamiku."Batin Dinda yang tanpa berkedip menatap Zain.


Zain yang ditatapnya seperti menatap tawanan merasa risih.


"Kenapa menatap saya seperti itu?"Tanya Zain yang ketus dan mengacak pinggang.


"Ah,Enggak kok mas."Jawab Dinda sembari menundukkan kepala.


"Apa kamu masih mau berlama-lama disini?"Tanya Zain.


"Oh ya mas. Dinda bersih-bersih dulu."

__ADS_1


Atas interuksi dari Zain suaminya,Dinda turun dari ranjang dan mulai memunguti baju-bajunya yang berserakan dilantai.


Sembari selimut yang melilit di bada nya, dia berjalan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


__ADS_2