My Momy My Wonderwoman

My Momy My Wonderwoman
Episode 35 # Flashback 3 Bulan Lalu


__ADS_3

Setelah Zain selai mengupas mangga dan menyuapi Dinda mangga muda,Zain ber pamitan kepada Dinda untuk kembali ke kantor.


Handphone Zain berdering ketika dia akan menyalakan mobil nya.


Dia mengkerut kan keningnya ketika melihat nama di layar ponselnya.


📲 Sania Calling......


"Sania???"


"Ada apa ya...?"Gumam Zain.


Zain memilih untuk tidak mengangkat nya.


drrrrtttt


📳


"Zain tolong datang kerumah sakit"


Entah kenapa Zain menurut saja dengan Sania.


Dia pun memutar arah mobilnya menuju ke arah rumah sakit.


Sampainya dirumah sakit,


Ceklek......


"Zain...?"


"Ada apa Sania kamu menyuruh ku kemari?"Tanya Zain yang berdiri di samping brankar Sania.


"A.. Aku takut sendirian Zain,aku takut Lu.."


"Luis di penjara Sania,kamu aman!"Potong Zain dengan raut wajah kusut nya.


"Zain...?Are you okay?"Tanya Sania.


"Yes,I'm okay..."Jawab Zain.


"Ceritalah Zain dengan ku,mungkin dengan kamu bercerita semua beban yang ada di kepalamu bisa berkurang."Bujuk Sania.


Zain mulai menceritakan segala keluh kesah nya dengan Sania termasuk soal Dinda.


"Zain,please jawab dengan jujur sama aku.Apa kamu mencintai istri mu Dinda?"Tanya Sania dan Zain menatap raut wajah Sania.


Lima menit Zain hanya terdiam tidak menjawab pertanyaan Dinda.


"Its okay Hanny... Don't worry,kamu tidak perlu menjawab nya."Ucap Sania dan mau memeluk Zain namun Zain menolak nya.


"Sorry..."Kata Zain dan Sania mengangguk.


"Enggak apa-apa hari ini kamu menolak pelukan dari ku Zain,aku pastikan aku akan mendapat kan kamu kembali."Batin Nya.


Semenjak curhatan itulah sikap Zain semakin berubah kepada Dinda.


Sania selalu mencuci otak Zain agar membenci Dinda.


Memberikan pengaruh buruk dengan memberinya minuman-minuman yang beralkohol.


Zain terlepas kontrol dari Opa Leo,


Opa Leo berfikiran kalau Zain sudah menikah dengan Dinda,Zain akan berubah.


Namun salah!


Sania sudah berhasil menjebak Zain dengan cerita kehidupan nya pelik.


Hingga membuat Zain merasa iba,


Mungkin dengan cara itu dari seorang pelakor untuk merebut hati laki-laki yang sudah beristri.


Astagfirullah hal adzim,


Maafin hamba mu ini ya Allah,


"Selamat sore ibu Sania."Sapa perawat dan dokter bersamaan.


"Zain...?"Batin Toddy saat berkunjung di ruangan Sania.


"Sore dok,"Sapa Sania mengulas senyumnya namun tidak dengan Zain.


Zain yang melihat Toddy di ruang rawat inap bergegas keluar dari ruangan itu tanpa berpamitan dengan Sania.


Toddy yang kepo dengan Zain memutuskan untuk menyusulnya.Dan pamit sebentar kepada pasiennya yaitu Sania dengan dalih mau ke kamar kecil.


Toddy pun menarik lengan Zain yang akan masuk ke dalam lift.


"****...!"Umpat Zain menghempas tangan Toddy dan menoleh ke arah belakang punggungnya.


"CK,"Kata Zain yang mengacak pinggang nya.


"Ohh.. Jadi ini alasan nya Dinda memaksakan dirinya untuk meminta pulang."Kata Toddy.


"Maksud kamu?"Zain yang mengkerutkan keningnya.


"Sudahlah Zain fokus dengan istrimu untuk apa kamu bermain api?Kamu enggak sadar kah?Dinda sedang hamil?"


Zain pun menarik kerah Toddy.


"Heh,pak dokter!Kamu fokus lah dengan pekerjaan kamu paham!"Kata Zain dan mendorong Toddy.


Zain pun membalikan tubuh nya dan mau melangkah pergi.


"Dengar Zain!Kamu menyia-nyiakan Dinda akan ku pastikan dia akan kurebut dari kamu."Teriak Toddy dan Zain pun menghentikan langkah nya.


Zain menoleh ke arah Toddy dengan senyum smirk nya.


Lalu menoleh ke arah depan dan melangkahkan kakinya kembali.


Hingga jauh dari Toddy memandang.


Flash back OFF


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


Kedatangan Ayah Ali dan ibu Ali dari kampung🤗🤗


Tok.. Tok... Tok...


"Assalamualaikum,"


"Waalaikum salam"Jawab Dinda sambil menarik tuas pintu.


Ceklek....


"Dinda....??"Sapa Ayah Ali dan ibu Ali.


"Ayah ibu?"Balas Dinda sembari mencium punggung ke dua orang tua nya.


"Ya Allah nak,ibu kangen... Ya Allah nak kamu sehat-sehat kan?Cucu-cucuku... "Kata ibu Ali sambil mencium dan mengusap perut Dinda yang membuncit besar.


"Alhamdulillah Dinda sehat kok Bu.Kan berkat doa ibu."Jawab Dinda.


"Berkat doa ibu juga yang terkabul.Dinda bisa hamil kembar 4 lagi Bu dedek bayi nya..."Jawab Dinda lagi sambil mengusap-ngusap perutnya.


"Ha.. Ha.. "Ayah Ali dan ibu Ali menjadi tertawa ngikik.

__ADS_1


"Iya loh,jadi inget beberapa bulan yang lalu ya Bu.Ternyata doa ibu sangat manjur."Tambah Ayah Ali.


"Ayok masuk dulu ayah kita ngobrol di dalam saja ada Opa Leo sedang minum teh di mini bar."Kata Dinda sambil mengajak ke dalam rumah.


Minum bar....


"Hay... Ali.. Kenapa kamu datang tidak memberi kabar ke pada ku besan."Ucap Opa Leo sembari membuka ke dua tangannya untuk memeluk Ayah Ali sahabat nya.


"Kejutan untuk keluarga Leo..."Jawab Ayah Ali sembari membalas pelukan Opa Leo.


"Ayah,ibu Opa Dinda pamit ke atas dulu ya.Dinda mau lihat mas Zain dulu sudah bangun apa belum."


"Kalau dia masih tidur biarkan nak jangan dibangunkan."Pesan ibu Ali.


"Iya Bu."Jawab Dinda dan melangkah kan kaki nya menuju ke lantai 2 kamar nya.


Dinda menaiki tangga dengan pelan-pelan.Tangan kiri nya ber pegangan lengan-lengan tangga.


Dan tangan kanannya memegangi pinggang sebagai penyangga perut nya yang besar.


"Huft....."Dinda menghela nafas panjangnya nya ketika sudah sampai dilantai dua kamarnya.


"Ma Sya Allah,butuh perjuangan sekali setiap hari naik turun tangga."Ucap Dinda dan menghapus kening nya yang berkeringat.


Ceklek....


Dinda membuka pintu kamar nya dia tidak mendapati Zain berada di dalam kamar,namun dia mendengar suara gemerik dari dalam kamar mandi.


Dering phoncell Zain berbunyi berulang kali tanpa henti.


"Hari libur seperti ini siapa yang menelfon ya?"Gumam Dinda.


Dinda melihat ke arah kamar mandi,nampak nya Zain masih sibuk mandi.


Dinda yang penasaran pun mendekat ke meja nakas dan mengambil phonsel Zain yang berdering tiada henti.


Dinda terkejut melihat layar monitor phonsel Zain.


📲 Sania Calling....


📲 Sania Calling....


Dinda mencoba mengangkat telfon dari Sania.


💃 Hanny... What are you doing now?


Deg.....


Sakit banget....


Dinda mendengar suara mantan kekasih suaminya yang memanggil mesra.


Sedang kan Dinda yang berstatus istri nya masih di panggil Kamu.


💃 Hello... Hanny are you okay?,


🧕 Assalamualaikum?


Tut... Tut... Tut...


"Putus....?"Gumam Dinda.


"Ehem... Ehem.... "Zain mendehem dan Dinda pun menoleh ke arah Zain.


"M.. Mas....??"Dinda yang terkejut melihat Zain.


Zain pun menghampiri Dinda dan mengambil phonselnya yang berada di tangan Dinda dan melihat panggilan masuk nya.


"Mas... Dinda minta tolong jauhi Sania mas."Kata Dinda.


"Dinda hanya mengingat kan mu mas,"


"Mengingatkan apa menuduh?"Tanya Zain ketus sembari memakai celana jeans dan kaos casualnya.


"Mas mau kemana?"Tanya Dinda sembari memegangi lengan Zain berharap Zain tidak pergi.


"Bukan urusan mu!"Pekik Zain.


"Mas... Dibawah ada ayah dan ibu serta Opa ayok kita temui mereka."Bujuk Dinda sembari memegangi lengan Zain.


"CK,Sudah lah Dinda,jangan menahan ku."Zain mengibas tangan Dinda dengan kasar hingga terjatuh ke lantai.


"Awwwwww..... "Rintih Dinda mengaduh kesakitan memegangi perut nya.


"Dinda...."Zain yang panik terduduk jongkok.


"Perut Dinda sakit mas... Akkkkhhh... Hiks... Hiks..."Kata Dinda yang merintih kesakitan sambil mengangkat perut nya.


"Kita ke dokter.. Kita ke dokter.. "Zain yang panik segera mengangkat tubuh Dinda.


"Aww... Sakit... Hiks... Hiks..."Runtih Dinda.


"Sabar Dinda..."Ucap Zain sembari menuruni anak tangga.


Ayah Ali,ibu Ali dan Opa Leo terkejut dan panik melihat Dinda yang merintih kesakitan memegangi perutnya di gendong oleh Zain.


"Astagfirullah hal adzim nak,kamu kenapa?"Tanya ibu Ali yang sedih dengan kepanikannya.


"Zain.. Ada apa dengan Dinda?"Tanya Opa Leo dengan panik.


"Nanti Zain jawab.Sekarang kita bawa Dinda dulu ke rumah sakit."Jawab Zain yang tergopoh-gopoh menggendong Dinda.


"Ferdy... Ferdy... Siapkan mobil nya Ferdy.Kita kerumah sakit terdekat."Teriak Opa Leo yang panik.


Asisten Ferdy pun menyalakan mesin mobilnya.Opa Leo duduk di samping kemudi asisten Ferdy.Zain duduk dibelakang dengan Dinda dan ibu Ali.


"Aduhh... Sakit.. Sakit..."Rintih Dinda sembari mengusap perutnya.


"Sabar Dinda.. Sebentar lagi kita sampai dirumah sakit."Kata Zain yang menenangkan istrinya.


"Dinda.. Enggak tahan... Sakit,"Rintih Dinda lagi.


"Sabar nak..Tarik nafas nak.. Kamu kuat.. Kamu akan menjadi ibu nak.Ingat nak.. Anak kembar mu ada 4"Ucap Ibu Ali yang menenangkan nya.


"Dinda .. Hiks .."Kata Zain terisak dan menangis.


Tak berapa lama kemudian sampai dirumah sakit,


Dengan cepat Zain turun dari mobil dan meminta bantuan ke pada perawat untuk mengambil brankar.


Zain menggendong Dinda dan membaringkannya di brankar.Perawat dan Zain pun mendorong brankar dengan bersamaan.


Isak tangis keluarga Dinda sangat sendu.Apalagi Zain,dia sangat terpukul melihat Dinda yang merintih kesakitan.


Dialah sumber penyebab nya Dinda kesakitan.


"Dimohon keluarga untuk menunggu diluar."Ucap seorang perawat.


"Saya suaminya dok.Saya ingin melihat istri saya."Pinta Zain dengan memelas.


"Maaf tuan ini sudah prosedur."Kata Suster tersebut.


"Kalau tuan seperti ini terus,pasien tidak akan di tindak-tindak."


"Sudah lah Zain,jangan merengek seperti ini."Kata Opa Leo yang tegas.


Perawat itu pun menutup ruangan Instalasi gawat darurat.

__ADS_1


Ayah Ali dan ibu Ali duduk dan berdoa dengan khidmat berharap anak dan keempat cucunya baik-baik saja.


Sementara Opa Leo menarik tangan Zain menjauh dari ruangan Instalasi gawat darurat dan kedua orang tua Dinda.


"Jelas kan dengan jujur,apa yang terjadi dengan Dinda?"Tanya Opa Leo yang menatap tajam cucu nya itu Zain.


Zain terdiam tertunduk sendu.


"Zain....?Jawab jujur!"Kata Opa Leo.


"Zain enggak sengaja dengan kasar menghempas tangan Dinda sampai terjatuh di lantai Opa."Jawab Zain.


"Apa....?"Opa Leo yang syok mendengar penjelasan Zain.


Plakkk.....


Opa Leo menampar keras pipi Zain.


"Jahat kamu Zain!Manusia enggak punya hati!"Pekik Opa Leo.


"Apa yang menyebabkan kamu bertindak sekasar itu kepada istrimu hah?"Tanya Opa Leo yang geram sembari menarik kaos casual Zain.


Zain tidak menjawab nya.


"Jawab Zain!"Bentak Opa Leo.


"Jangan menjadi pecundang.Selama ini Opa mendidik kamu menjadi laki-laki yang bertanggung jawab."


"Maafkan Zain Opa,"Jawab Zain tertunduk.


"Jawab dengan jujur.Kenapa kamu bisa menghempas tangan Dinda dengan kasar?"Ulang Opa Leo.


"Dinda melarang Zain untuk ketemu Sa...Nia Opa,"Jawab Zain.


Plaakkkk...


Plaakkk....


Tamparan pipi kanan kiri dari Opa Leo untuk Zain.


"Untuk apa kamu temuin wanita murahan itu Zain?Apa kamu lupa dia sudah menghianati kamu.Bodoh kamu.."


"Camkan baik-baik... Opa akan menindak tegas kamu dan perempuan murahan itu apabila terjadi sesuatu dengan Dinda dan anak-anaknya."


Ancam Opa Leo dan meninggalkan Zain sendiri yang berdiri di lorong rumah sakit.


Zain pun mengepalkan tangannya dan meninjukan ke dinding dengan amarah berulang kali.


📲 Sania Calling....


📲 Sania Calling...


📲 Sania Calling...


Dering phonsel Zain terus berbunyi tanpa henti hingga membuat Zain kesal.


"Akkkkkkhh... Siapa sih,"Gerutu Zain dengan kesal dan mengambil phonsel nya yang beradu di saku celananya.


"Sania..?"Zain yang mengkerut kan keningnya.


📲 Sania Calling.....


"Akhhhh berisik !"


Prakkkkkk


Zain membanting phonsel nya.


Deru nafas Zain yang tidak beraturan.


Detak Jantung nya yang tidak berhenti,kerisauanya kegelisahannya akan Dinda dan calon anak-anaknya kini sedang di pertaruhkan karena ulah nya sendiri.


🏠💃


Sania Home's....


"Ih,Zain resek banget kamu kenapa sih?Kenapa telfon ku enggak diangkat-angkat?"Gerutu Sania kesal.


"Ini pasti karena Dinda."Gumam nya lagi.


Ceklek.....


Sania menoleh ke arah pintu kamar nya.


"Luis...??"Kata Sania yang terkejut melihat kedatangannya Luis.


Luis pun tersenyum Smirk melihat Sania mantan isterinya.


"Hay... Baby?"Sapa Luis dengan mengedip kan mata nakalnya.


"K..Kamu?Kenapa kamu bisa keluar dari penjara?"Kata Sania gugup.


"Sania.. Sania.. Kamu lupa atau pura-pura lupa?Aku punya uang,apa pun bisa aku laku kan."Jawab Luis sembari mendekat ke arah Sania.


"Stop Luis... Jangan macam-macam kamu!"Kata Sania yang mengundurkan kaki nya.


"I Miss You baby."Beo Luis yang semakin mendekat ke arah Sania.


"Kamu gila Luis.Kita sudah berpisah,kita sudah bercerai!"Pekik Sania kepada Luis.


"But,I Miss You baby..."


Sania memundurkan kaki nya hingga betis nya terhenti di sisi ranjang dan membuat tubuh nya terjatuh di atas ranjang.


"Ha... Ha... Ha... Are you ready baby?"Luis yang tertawa ngikik melihat Sania yang gugup.


"J...Jangan Luis.Stop... Stop... Luis!"Bentak Sania sambil menutupi area dada karena baju nya yang terbuka.


Luis pun menyerang tubuh Sania.Dia pun membuka paksa pakaian minim bahan yang di kenakan Sania.


Teriak sekeras mungkin yang dilakukan Sania untuk meminta pertolongan.Namun apa yang dilakukannya sia-sia.


"Hiks.. Hiks.. No Luis,"Kata Sania yang memberontak di bawah Kungkungan mantan suaminya itu.


Dengan kuat Luis menggenggam kedua lengan Sania di atas kepalanya.Sembari mencumbu semua tubuh Sania.


Luis telah merudapaksa Sania.


"You.. Its my mine."Ucap Luis dan mengecup kening Sania.


"Brengsek kamu Luis."Umpat Sania.


"Hiks... Hiks... Hiks..."Tangis Sania sembari menarik selimut untuk menutupi tubuh nya yang polos.


Luis kembali memakai baju dan celananya yang berserakan di lantai sembari melihati wajah Sania yang tertekan oleh nya.


Luis pun pergi dengan raut wajah yang bahagia.


"Brengsek kamu Luis...."Teriak Sania kesal dan menangis sembari memukul bantal.


*Bersambung.......


♥️*♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


Hai teman-teman jangan lupa like dan Komentnya.


Ikutin terus cerita Dinda dan Zain ya😉

__ADS_1


__ADS_2