My Momy My Wonderwoman

My Momy My Wonderwoman
Episode 22 # Susah di hubungi


__ADS_3

Pukul 08:00 teng...


Tap... Tap... Tap...


Suara sepatu milik Zain.


Dia memasuki lobby area kantor dengan pandangan lurus kedepan.Memasang wajah khas datarnya.


Ketampanan sang CEO itu memang sangat menggoda kaum hawa di perkantoran nya.


Rahang yang kokoh,tubuhnya yang kotak-kotak sick adalah dambaan semua dari kebanyakan wanita.


Perfect,


Sempurna.


Hanya masalah percintaan pribadinya yang membuat dirinya kurang beruntung.


"Omaygooddd... Ganteng sekali,"Ucap salah satu karyawan perempuan yang berpapasan di lobby area dan kemudian lengannya dicolek oleh karyawan perempuan yang berada disampingnya gara-gara di tatap tajam oleh Zain.


"P-pagi pak...."Sapa Karyawan satunya yang terbata.Mencoba mencairkan suasana sembari menundukkan kepala.


Zain hanya mengulas senyum tipisnya ke pada semua karyawan yang menyapanya.


Tak luput,


Asisten Ferdy yang begitu setia mengikuti tuan mudanya itu berjalan menuju ruangan dia berkerja.


Pandangan Zain kokoh lurus kedepan hingga memasuki ruangan lift.


"Huft..."Lenguh Zain.


"Apakah semua para wanita itu sama asisten Ferdy?"Tanya Zain sembari memasukan tangan kanannya di saku celana.


"Maksud tuan?"Tanya asisten Ferdy dengan berkerut.


"Ya bersikap lebay seperti itu tadi."Jawab Zain dengan datar.


"Tidak semua wanita seperti itu tuan.Mungkin mereka adalah fans nya tuan muda😁."Canda asisten Ferdy dan ditatap tajam melotot oleh tuan mudanya Zain.


"Mampus kau Ferdy"Batin Asisten Ferdy yang menelan salivanya.


Ting...


Lift pun terbuka.


"Enggak lucu!"Timpal Zain menoleh ke arah asisten Ferdy yang berada di belakangnya dan melangkah keluar dari lift.


"Huft...."Asisten Ferdy yang menghela nafas panjangnya.


"Hampir saja.Untung dia enggak marah-marah."Beo asisten Ferdy yang berjalan mengikuti Zain di belakangnya.


Di dalam ruangan kerja Zain..


Nampak Zain yang tengah sibuk sedang memeriksa pekerjaan nya.


"Astaga kenapa saya bisa lupa membawa berkas laporan ke uangan nya."Gumam Zain menepuk jidat sembari duduk di atas kursi kebesarannya.


Diapun mengambil handphone nya yang berada di meja yang tidak jauh dari jangkauannya.


Diapun scroling handphonenya dan mengetik kan sebuah nama di room panggilan whats up.


Opa...


Seketika Zain men dial nomor Opa,


*Opa tua Calling.....📲


🧓 Hm...??


🧔 CK....

__ADS_1


🧓 Iya apa Zain?


🧔 Opa! Sampaikan kepada Dinda untuk mengantar file Zain yang tertinggal di meja kerja.


🧓 Opa meeting diluar Zain.Kenapa enggak kamu telfon dia hm?


🧔 Opa... Kalau Zain tahu nomor ponsel Dinda,Zain lebih baik telfon Dinda.


Dari pada telfon dengan kakek tua menyebalkan.Huft!!!


🧓 Dasar bodoh!!Kamu itu suaminya .Hal sepele seperti ini saja kamu tidak tahu,dasar cucu lacknut*.


Tut.... Tut.... Tut....


Opa Leo yang memutuskan obrolan nya dengan Zain.


"CK,memang dasar bar-bar kakek tua itu."Gerutu Zain sembari scrolling nomor mbok Sumi dengan mengacak rambutnya.


"Kenapa pula aku jadi orang bodoh!Nomor handphone Dinda saja sampai enggak tau,huft."Beo Zain lagi dan kembali duduk di kursi ke banggaannya.


Mbok Sumi Calling.....📲📲


🧔 *Hallo... Mbok?


💃 I-ya Hallo Den Zain.


🧔 Mbok ada Dinda dirumah?


💃 Ada Den!


🧔 Mbok bisa tolonglah Zain mau bicara dengan Dinda.


💃 Waduch..Den,mbok Sumi sedang di pasar.


🧔 Hew.... Kenapa sih susah betul menghubungi dia.


💃* ?????


Zain memutuskan obrolan telfonnya dengan mbok Sumi.


Tok... Tok... Tok...


"Masuk!"Seru Zain.


"Tuan muda,apa kita hari ini jadi meeting dengan divisi ke uangan?"Tanya asisten Ferdi.


"Kita cancel dulu asisten Ferdy!Sekarang ikut saya."Jawab Zain yang beranjak berdiri dari kursi ke banggaannya.


"Siapkan mobil!"Perintah Zain.


"Baik tuan."Kata asisten Ferdy dan keluar dari ruang kerjanya.


Asisten Ferdypun mulai menyalakan mesin mobilnya.


Dikursi belakang sudah nampak Zain yang terduduk sembari memakai kaca mata hitamnya.


"Kerumah Opa Leo.."Titah Zain.


"Baik Tuan."


Asisten Ferdy menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang.30 menit kemudian Zain sudah sampai dirumah Opa Leo.


Ceklek...


Zain menarik tuas pintu rumah utama.Dia melangkahkan kakinya menuju dapur.Namun dia tidak melihat Dinda.


"Aish,kemana sih orang itu?"Gerutu Zain dan mencoba menaiki anakan tangga menuju kamarnya.


Ceklek...


Zain menarik tuas pintu kamar.

__ADS_1


"CK,"Zain yang mencebikkan bibirnya.


"Mas...?"Kata Dinda yang terkejut melihat Zain yang berdiri di tengah-tengah pintu sembari melipat kedua tangan di dadanya.


"Susah sekali sih kamu di hubungi?"Tanya Zain dengan wajah datarnya.


"M-maksudnya?"Tanya Dinda yang polos karena tidak tau apa yang dimaksudkan dengan pertanyaan Zain.


"Mana handphone kamu?"Tanya Zain sembari menengadah tangan didepan Dinda.


"B-buat apa mas?"Tanya Dinda dengan lembut.


"Sudah mana handphonenya?"Kata Zain dan Dinda pun memberikan handphone nya ke Zain.


Zainpun mulai menuliskan nomor handphonenya di ponsel Dinda.


"Kamu itu susah dicari.Saya tadi mau menghubungi kamu minta tolong untuk mengantarkan file yang tertinggal di meja kerja."Jawab Zain sembari melihat sesuatu yang menarik dari phonsel Dinda.


Prakkk......


Zain membanting phonsel Dinda ke lantai dengan keras.


"Astagfirullah hal adzim!"Dinda yang terkejut apa yang dilakukan oleh Zain.


"Mas...??"Pekik Dinda.


"Kamu masih berhubungan dengan Toddy bear itu?"Tanya Zain yang marah.


"Enggak mas.Yang mas lihat di chat room itu adalah chat lama."Jawab Dinda sembari mengambil kepingan-kepingan handphone nya yang sudah rusak.


"Kenapa masih kamu simpan chatnya hah?"Tanya Zain dengan mata melotot yang menakutkan.


"Atau kamu masih Cinta sama dia?"Tanya Zain lagi.


"Astagfirullah mas?"Kata Dinda kepada Zain.


"Dinda sama Toddy sudah tidak ada hubungan apa-apa mas."


"Maaf mas,Dinda salah!"Jawab Dinda dengan menunduk.


Dengan wajah polosnya Dinda mencoba menyatukan kepingan-kepingan handphonenya yang telah rusak itu.


Dengan deru nafas nya yang terengah-engah Zain mencoba menghubungi asisten Ferdy.


Zain merasa bersalah telah merusak handphone milik Dinda.


"Tolong belikan handphone baru buat nona Dinda."Ucap Zain Singkat kepada asisten Ferdy dan menutup panggilan telpon nya.


Zain pun menatap Dinda dengan tatapan tajamnya.


"Buang handphone itu.!"Suruh Zain dan Dindapun mengangguk kan kepalanya.


Zain meninggalkan Dinda yang berada di kamar.


Diapun bergegas menuju ke ruang kerjanya dan mencari filenya.


Enam puluh menit kemudian,asisten Ferdy datang dengan membawa handphone baru untuk Dinda.


Setelah selesai di setting,Zain bergegas kembali menuju kantor.Dinda pun mengantar Zain sampai didepan pintu rumahnya.


"Disitu sudah di save nomor saya.Gunakan sebaik mungkin."Ucap Zain dan masuk kedalam mobil.


"Iya mas.."Jawab Dinda.


Setelah ngobrol dengan Dinda


Zainpun menutup kaca jendela mobilnya.


Asisten Ferdy yang dengan cekatan itu pun mulai menjalankan mobilnya menuju kantor dimana tempat Zain berkerja.


Dia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.

__ADS_1


__ADS_2