
Zain melepas pelukan nya kepada Dinda dan berjalan dengan mengepalkan tangan menghampiri mama Ardan.
"Enggak anak dan ibu nya sama kelakuan nya seperti setan."Kata Zain dan menggenggam kuat tangan mama Ardan dan menarik jauh dari hadapan Dinda.
"Lepaskan... Lepaskan.."Teriak mama Ardan yang meronta kesakitan ketika Zain mencengkeram tangan mama Ardan.
"Stop...!"
"Jangan bawa mama gue!"Seru Aya yang menghalangi langkah Zain.
"Mama kamu gila!"Sahut Zain.
Tak selang berapa lama kemudian dua anggota kepolisian datang bersama asisten Ferdy.
"Asisten Ferdy tolong buat laporan untuk mama nya Ardan .Dia sudah membuat keributan di kantor kepolisian serta telah dengan melakukan tindak kan aniyaya kepada istri saya Dinda."Kata Zain dan melepaskan tangan mama Ardan.
"Baik tuan."Jawab Asisten Ferdy.
"Mama....?"Kata Aya kepada mama nya yang melihat kedua tangan nya di borgol.
Setelah melihat mama Ardan di borgol Zain segera menghampiri istri nya.
"Pak polisi... Tolong lepaskan saya...Tolong saya tidak bersalah pak."Teriak mama Ardan saat digiring anggota kepolisian diruang penyelidikan.
"Mama... Mama...."Aya hanya bisa berteriak memanggil mama nya yang mengikuti dari belakang punggung mama nya.
Sementara itu...
Dinda yang duduk bersama mbok Sumi merasakan kesakitan di perut nya.
"Aduh..... Awww..."
"Ndok,kamu kenapa?"Tanya mbok Sumi yang panik.
"Mbok,perut Dinda sakit.... "Rintih Dinda kepada Mbok Sumi sembari memegangi perut bawah nya.
"Sakit...?Apa sudah waktu nya untuk melahirkan ndok?"Tanya mbok Sumi lagi.
"Belum mbok.. Awww... "
"Mas Zain kok lama ya mbok,"Tanya Dinda yang sudah mules kesakitan.
Mbok Sumi clinguk kan menoleh kesana-kemari mencari suami Dinda,
"Sabar ndok ya.. Kita tunggu nak Zain sebentar baru pergi kerumah sakit."
"Aduh...."Rintih Dinda lagi.
Zain pun akhir nya datang juga dan menghampiri istri nya.
"Sayang....?"Zain dengan raut wajah khawatir langsung menghampiri istri nya.
__ADS_1
"Sayang....?Kamu kenapa?"Tanya Zain kepada Dinda dan membantu Dinda berdiri.
"Nak Zain seperti nya kita harus pergi kerumah sakit dulu."Saran mbok Sumi.
"Aduh mas... Sakit perut Dinda..."Rintih Dinda yang merengek kesakitan yang memegangi perut bawah nya.
"Kita kerumah sakit sekarang sayang."Ucap Zain sembari menggendong Dinda ala bridal style nya.
"Mbok,nanti pulang bersama asisten Ferdy dan sampaikan kepada ayah dan ibu kalau Dinda berada dirumah sakit."Pesan Zain kepada mbok Sumi.
"Baik den.Hati-hati ."
Zain membawa Dinda kerumah sakit terdekat.Zain merasa tidak tega melihat istrinya yang mengaduh kesakitan.
Tepat pukul 03:00 dini hari Dinda sudah tertidur terlelap di brankar ruangan VVIP.
"Istri tuan Zain sangat kelelahan itu salah faktor pemicu dari perut nya yang berkontraksi."Ujar seorang dokter kandungan.
"Di saran kan untuk istirahat yang cukup tidak boleh kecapek an stress maupun banyak pikiran."
"Seharian ini memang ada aktivitas yang sangat menguras tenaga dok."Kata Zain lagi.
"Baik dok terimakasih.Kira-kira kapan istri saya bisa pulang?"Tanya Zain kepada dokter kandungan itu.
"Besok sudah diperbolehkan pulang asal dengan catatan dengan kondisi yang sudah membaik."Jawab dokter kandungan.
"Kalau begitu saya pamit dulu tuan Zain.Selamat beristirahat karena waktu sudah menunjukan pukul 03:00 pagi."
"Terimakasih dok,"Jawab Zain sembari mengangguk dan dokter kandungan itu pun undur diri.
Keesokan pagi nya dirumah sakit,,
Dinda mulai membuka ke dua mata nya dengan pelan-pelan.Dia mencoba untuk memejam kan kembali mata nya dengan maksud ingin mengumpul kan kembali tenaga nya.
Dia mengulas senyum ketika setelah membuka kedua mata nya.
"Mas.....?"Dengan suara lirih nya kepada Zain.
Zain yang sudah terbangun ketika melihat Dinda yang memejamkan mata nya dengan sebentar.
Zain mencium punggung tangan Dinda dan diusap-usap kan ke salah satu pipi nya.
"Ada yang sakit...?"Tanya Zain kepada Dinda.
Dinda menggelengkan kepala nya.
Ceklek.....
"Mommy..........."Teriak ketiga anak-anak Dinda dan Zain dari arah pintu.
Rey... Ryo... Ryu...Lari-lari kecil menghampiri Dinda diikuti dari belakang oleh Ayah ,Ibu mbok Sumi dan ketiga bocah itu berdiri disamping brankar Dinda.
__ADS_1
"Momy... Momy enggak di penjara kan?"Tanya Ryo yang mengkhawatirkan keadaan Momy nya itu.
"Om Ardan jahat!"Sahut Ryu sembari sendekap.
"Fixsss!Kita stop berteman dengan orang jahat!"Tambah kakak Rey yang mulai kesal.
"Ehm... Ehm..."Ibu Ali yang berdehem.
"Cucu-cucu nenek kok nyerocos terus😁."Sahut ibu Ali yang berdiri di samping brankar kanan Dinda.
Triple R Bocah itu pun langsung terdiam.
"Nak Zain.Di luar sudah ada pak Frans,Ayah beserta asisten Ferdy."Tambah mbok Sumi.
"Terimakasih mbok."Jawab Zain.
"Kalau begitu Mas ke luar dulu ya sayang."Pamit Zain kepada Dinda sembari mengusap puncak kepala Dinda dengan lembut.
"Iya mas."Jawab Dinda dengan mengulas senyum nya.
Zain pun berjalan menuju pintu keluar untuk menemui Ayah mertua,pak Frans dan asisten Ferdy yang telah menunggu nya.
"Nak Zain,"Kata Ayah Ali yang melihat Zain keluar dari ruangan rawat inap Dinda dan menghampiri nya.
"Ayah....."Sapa Zain kepada ayah Ali.
"Tuan muda."Sapa bersamaan asisten Ferdy dengan pak Frans.
"Bagaimana pak Frans dengan perkembangan nya kasus Dinda?"Tanya Zain sembari melipat kedua tangan di depan dada.
"Tuan muda,penyidikan tentang kasus nona Dinda di tutup karena dengan bukti-bukti dan dari ke saksian saksi ahli bahwa pihak polisi menyatakan kalau nona Dinda tidak bersalah."Jelas pak Frans.
Terlihat raut wajah Zain yang mengulas senyum bahagia nya.
"Alhamdulillah... Syukur lah.Saya sangat yakin bahwa polisi tidak akan melanjutkan kasus ini."Ucap Zain yang sangat optimis.
"Lalu bagaimana dengan mama Ardan asisten Ferdy?"Tanya Zain sembari menatap asisten nya itu.
"Saat ini polisi telah menyelidikinya.Dan polisi juga meminta kepada tuan muda agar bisa meluangkan waktu untuk memberikan keterangan-keteranga saat kejadian terjadi.Dalam arti sebagai saksi."Jawab asisten Ferdy dengan penjelasan dengan jelas dan gamblang.
"Oh.Ok... Selalu ada waktu untuk menjadi orang terdepan.Karena dia sudah menyakiti istri saya."Jawab Zain dengan mengepal kan tangannya.
"Pak Frans,saya tau dia istri nya Ardian Wiratama owner dari Wiratama group.Saya ingin pak Frans mengusut dia sampai tuntas!"Titah Zain kepada pak Frans dengan mengepal kan tangan.
"Siap tuan muda!"Jawab pak Frans.
"Selamat pagi...."Sapa seorang gadis muda.
Semua orang yang berada diruang tunggu itu pun mengalihkan pandangan nya ke arah gadis yang berusia 19 tahun itu.
"Tuan Zain."Sapa gadis itu.
__ADS_1
Bersambung.......
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️