My Momy My Wonderwoman

My Momy My Wonderwoman
Episode 23 # Dibalik doa istri Sholihah


__ADS_3

Hari Senin,


Adalah awal dari semua segala aktivitas setelah weekend tentunya.


Sebuah pusat kota yang menjadi kota metropolitan itu,sudah terlihat kesibukannya dari berbagai segala macam aktivitas masing-masing nya.


Terlihat disana salah satu perusahaan Ekspedisi yang di naungi oleh Zain,sedang menunjukan perkembangan yang cukup signifikan.


Selama sekitar kurang lebih delapan bulan Zain memimpin,dia mampu membawa perkembangan bisnis di sektor Ekspedisi itu ke kancah Luar negeri.


Meeting Rooms.


Terdengar suara riuh tepukan tangan.


Prok... Prok... Prok...


"Terimakasih semua nya.Tentunya semua yang kita raih ini adalah berkat perjuangan kita semua.Meluputi dari segala berbagai aspek.Saya mengucapkan terimakasih banyak."Ucap Zain di meeting Rooms.


"Dan bulan depan semua karyawan tanpa terkecuali akan mendapat kan bonus dari perusahaan."Sahut Opa Leo dan semua karyawan nampak riuh bergembira.


Prok... Prok... Prok...


"Terimakasih untuk bapak Zain dan bapak Leo yang selalu memprioritaskan untuk para pekerja seperti kami.Kami tidak bisa berjanji namun kami akan memberikan bukti untuk bekerja keras lagi dalam memajukan perusahaan ini."Ucap salah satu manager dari divisi pengiriman barang.


"Terimakasih pak Andi.Ini adalah salah satu yang harus kita prioritaskan kesejahteraan karyawan.Karena tanpa karyawan sebuah perusahaan tidak akan bisa berjalan."Jawab Zain.


"Baiklah.Saya rasa sudah waktunya kita makan siang."Ucap Zain sembari melihat jam tangannya.


"Sebelum saya tutup meeting hari ini,mungkin ada yang perlu ditanyakan?"Ucap Zain kepada peserta meeting.


Semua peserta saling menoleh memandang satu sama lain tanpa suara.


"Baik berarti tidak ada pertanyaan saya tutup meeting hari ini.Selamat siang!"Ucap Zain dan keluar dari ruang meeting diikuti oleh Opa dan assisten Ferdy.


Mereka bertiga pun berjalan melewati koridor-koridor ruangan staff karyawan.


"Opa.Zain mau makan siang apa Opa mau ikut dengan Zain?"Tanya Zain kepada Opa Leo .


"Ajaklah Dinda istrimu Zain,manjakan dia.Jangan lah lupa kalau di balik kesuksesan kamu sekarang ini ada doa dari istri Sholihah mu Zain.Opa makan siang dikantor."Jawab Opa Leo.


"Baik Opa.Zain pulang ke rumah!Asisten Ferdy antar saya kerumah Opa.Setelah itu asisten Ferdy kembali ke kantor dan jangan ganggu saya selama hari ini."Pesan Zain.


"Baik tuan."Jawab asisten Ferdy mengangguk.


Opa dan Zain pun berjalan terpisah.Opa menuju ke ruangan kerjanya sedangkan Zain dengan asisten Ferdy menuju lift.


Jam makan siang memang membuat jalanan kota metropolitan sedikit macet.Namun itu tak membuat Zain untuk putus semangat pulang kerumahnya.


"CK,"Decih Zain.


"Sabar tuan,"Ucap asisten Ferdy kepada Zain sembari melihat tuan nya yang tidak sabaran dari dalam spion mobil.


"Apa tidak ada alternativ jalan lain asisten Ferdy?"Tanya Zain lagi.


"Ini salah satu jalan alternativ menuju kerumah tuan."Jawab asisten Ferdy yang fokus dengan kemudi stirnya.


Hampir 40 menit Zain terjebak di jalanan.

__ADS_1


Setelah melalui drama kemacetan,akhirnya Zainpun bisa sampai dirumah.


Ceklek,


Zain menarik tuas pintu rumahnya.


Tap... Tap... Tap...


Suara sepatu pantofel Zain yang memasuki ke dalam rumah.


"Loh,tumben nak Zain pulang?"Tanya mbok Sumi dari arah dapur yang bertemu Zain didekat tangga.


"Iya mbok.Dimana Dinda mbok?"Tanya Zain.


"Ada di atas den.Kemungkinan sedang sholat."Jawab mbok Sumi.


Zainpun berjalan menuju anakan tangga dan menaikinya.


Tanpa menjawab obrolan mbok Sumi,


"Hati-hati den jangan lari-lari."Teriak mbok Sumi namun tidak direspon oleh Zain.


Zain menarik tuas pintu,


Zain membuka pintu kamarnya dengan pelan-pelan agar tidak bersuara.


Diapun melihat istri Solehah nya Dinda sedang melaksanakan ibadah sholat dhuhur.


Dia pun berdiri ditengah pintu dengan ciri khasnya memasukan salah satu tangan di saku celananya sembari memperkuat Indra pendengarannya mendengarkan Dinda yang berdoa.


"Astagfirullah hal adzim... Ampunilah dosa-dosa hambamu ini Ya Allah atas segala dosa-dosa yang Dinda lakukan baik itu sengaja maupun tidak sengaja.


Wahai engkau yang mampu membolak balikan hati manusia.


Jagalah hatinya dalam godaan apapun.


Alhamdulillah Ya Allah.. Atas karunia nikmat rezeki sehat jasmani dan rohani.Lindungilah keluarga kecilku.Aamiin."


Zain terdiam terpaku mendengar doa-doa Dinda.


"Aamiin."Sahut Zain dan Dinda pun menoleh kebelakang ke arah sumber suara tersebut.


"Mas...??"Dinda yang terkejut dengan kedatangan suaminya.


"Hm....!"


Dindapun segera melepas alat sholatnya,merapikan di ranjang lalu menghampiri suaminya dan mencium punggung tangannya.


"Kok tumben?"Tanya Dinda.


"Iya.Saya mau mengajak kamu makan siang."Kata Zain.


"Mmmmm....."


"Kenapa?"Tanya Zain yang mengkerutkan keningnya.


"Mas.Bisa enggak kita kalau ngobrol memakai bahasa sehari-hari?Jangan saya kesannya terlalu formal"Jawab Dinda.

__ADS_1


"Oh,baiklah.Jadi bagaimana?Kita makan siang diluar ya?"Ajak Zain kepada Dinda.


"Iya mas.Sebentar Dinda ganti baju dulu"Jawab Dinda.


"Sa- Mmmmm maksudnya mas tunggu dibawah😁"Ucap Zain yang belibet dan diangguki oleh Dinda dengan senyum manisnya.


Tidak butuh waktu yang lama Dinda berdandan.


Dia mengenakan stelan tunik atasan berwarna putih dan bawahannya mengenakan legging hitam.


Sementara untuk jilbab dia mengenakan jilbab segi empat yang di kenakan sesuai seleranya.


Dia berjalan menuruni anak tangga,Zain yang terduduk santai di sofa pun terkagum melongo melihat kecantikan istrinya itu.


"Beautiful..."Batin Zain sembari mengulas senyumnya.


Dindapun membalas senyuman dari Zain.


Zain pun menghampiri Dinda dan meraih tangannya lalu mencium punggung tangannya.


Dinda hanya mengulas senyum manisnya dan sedikit ketawa kecil.


"Why?Ada yang lucu?"Tanya Zain yang mengerut kan alisnya.


"Enggak mas."Jawab Dinda.


"So...?"Tanya Zain penasaran.


"So sweattt😘😘😘 mas...."Jawab Dinda dengan senyum nya.


Zain pun tersipu malu mendengar ucapan dari Dinda istrinya.Sembari menggaruk tengkuk lehernya dia berusaha untuk menghilangkan rasa nervousnya.


Tanpa aba-aba Zain pun menarik tengkuk leher Dinda.


CUP


Dia mengecup bibir Dinda penuh mesra.


Zain pun melepas tautan bibirnya.


Lesung pipi chubby Dinda berubah menjadi merah merona seperti kepiting rebus.


Wajar sih Dinda begitu.Karena memang selama ini Zain kurang perhatian dengan nya.


Upss!! Bukan kurang perhatian sih maksudnya,persisnya kurang bisa romantis😁😁😁.


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


Teman jangan lupa Like dan komen nya dong☺️ biar author semakin semangat nge-Up nya.


Jangan lupa baca cerita yang lainnya ya.


1.Valentain Terakhir Bahagia


2.Tidak Mudah Menjadi Mama Muda


(TM3)

__ADS_1


Selamat menunaikan ibadah puasa.


__ADS_2