My Momy My Wonderwoman

My Momy My Wonderwoman
Episode 97 # Balas dendam mama Ardan


__ADS_3

Meninggal....!


"Maaf tuan dan Nyonya dengan berat hati kamu pihak rumah sakit menyampaikan bahwa pasien atas nama Ardan Yudha Wiratama di nyatakan meninggal."Ucap salah satu dokter IGD yang menangani Ardan.


Ardan Yudha Wiratama di nyatakan meninggal dunia oleh dokter pihak rumah sakit yang menangani nya saat dalam perjalanan menuju rumah sakit.


"Ardan................!"Teriak mama Ardan yang histeris melihat keadaan anak laki-laki nya yang terbujur kaku di atas brankar.


"Kak... Kakak... Bangun hiks... Hiks..."Ujar Aya sembari mengguncang-guncang tubuh kakak satu-satu nya itu.


Papa Ardan hanya bisa mengusap air mata nya dengan tangan mengepal lalu meninju ke arah dinding.


"Ardan.... Bangun... Hiks...."Teriak mama Ardan sekeras mungkin.


"Dinda......... "Teriak mama Ardan sejadi-jadi nya lalu pingsan.


"Ma...?Ma...ma..."Kata papa Ardan yang menggugah istri nya.


"Mah... Mama..."Sela Aya yang coba membangunkan mama nya .


"Dok... Dokter tolong istri saya."


Dokter IGD pun segera membawa mama Ardan ke ruangan IGD untuk menangani nya secara langsung.


Sementara itu....


Dikantor kepolisian Zain terus mendampingi Dinda.


Zain juga menghubungi pak Frans sebagai lawyer nya Dinda.


Saat ini Dinda sedang dalam proses penyidikan oleh pihak polisi.


Penyidikan adalah serangkaian kegiatan yang panjang, mulai dari mencari dan mengumpulkan barang bukti, penindakan, penahanan, penyitaan, pemeriksaan, pemberkasan, penyerahan berkas perkara, barang bukti dan tersangka ke kejaksaan.


Semua barang bukti sudah dikumpulkan.CCTV dari luar rumah Zain hingga di dalam rumah dan saat kejadian berlangsung juga turut dikumpulkan.


Tak lupa juga dengan mbok Sumi sebagai saksi ahli atas kejadian itu juga turut dihadirkan.


Zain juga meminta penyelidikan diselesaikan saat hari itu juga.Pak Frans sebagai lawyer Dinda juga berusaha untuk bekerja sebaik mungkin.


Hingga waktu tak terasa sudah menunjukan pukul sembilan malam.


Terlihat dari raut wajah lelah nya Dinda yang begitu pucat dan bibir mengering.


"Sayang.. Makan dulu ya."Ujar Zain seraya membuka nasi kotak yang sudah dia beli secara online.


Dinda menggelengkan kepala sebagai tanda penolakan nya.


"Sayang... Dari siang kamu belum ada makan loh.Nanti kamu sakit."Bujuk Zain sembari menyodorkan suapan ke mulut Dinda.


"Dinda kenyang mas."Dinda yang menolak sembari menepis pelan tangan Zain yang akan menyuapinya.

__ADS_1


"CK!"Zain yang berdecih kesal dan menaruh sendok yg dipegang nya di kotak nasi.


Zain pun mengendorkan dasi nya lalu menatap Dinda.


"Jangan egois seperti itu.Kamu boleh bilang sudah kenyang tapi anak yang ada didalam perut mu?Dia juga butuh asupan makanan."Beo Zain.


"Percayalah sama mas.Kamu enggak akan ditahan sama polisi.Karena kamu memang terbukti tidak bersalah!"Tambah Zain yang sedikit menaikan nada tinggi nya dan beranjak berdiri.


"Terus bagaimana dengan keluarga nya Ardan yang tidak terima?"Kata Dinda seraya berdiri dari duduk nya.


"Apalagi Ardan sudah meninggal mas?"Ucap Dinda dengan kedua mata nya yang berkaca-kaca.


Zain memeluk Dinda mencoba menenangkan istri nya.


Zain paham saat ini mood Dinda sedang naik turun.Ditambah lagi dengan usia kehamilan nya yang sudah berjalan di trisemester terakhir.


"Hiks... Hiks .... Aku takut mas..."Tangis Dinda dalam pelukan Zain suaminya.


"Jangan takut.Kita lewati ini semua sama-sama.Mas tidak akan meninggalkan mu dalam melewati ini semua.Mas akan terus membantu mu untuk berjuang."Ucap Zain sembari mengusap punggung istrinya.


Zain melepas pelukan Dinda setelah dirasa Dinda sudah baik-baik saja.


"Sekarang makan ya.Kasihan anak kita."Ucap Zain sembari mengusap perut buncit istri nya.


Dinda mengangguk kan kepala dan mengulas senyum.


Zain menyuapi Dinda makan sembari menunggu mbok Sumi yang masih dalam pemeriksaan sebagai saksi.


"Ada apa ya mas...?"Tanya Dinda kepada Zain.


"Enggak tau mas."Jawab Zain yang menggendikan kedua bahunya.


Lambat lain suara teriakan histeris itu semakin kencang menuju ke arah ruang tunggu Zain dan Dinda.


"Dinda ....!"Panggil dengan nada tinggi seorang perempuan paruh baya itu dengan kedua bola mata yang melotot dan mengacak pinggang dengan tatapan penuh amarah dan emosi.


Zain dan Dinda berdiri dengan terkejut.


Perempuan paruh baya itu berjalan mendekati ke arah Dinda dan Zain langsung pasang badan didepan Dinda.Sementara Dinda berdiri dibelakang punggung suaminya dengan deru nafas panik khawatir.


"Dasar pembunuh....."Teriak ibu paruh baya itu sembari menunjuk jari telunjuk ke arah Dinda.


Mama Ardan!


Mama Ardan terus-terus memaki-maki Dinda.


Bahkan tangan nya yang tidak bisa diam ingin segala menarik Dinda dalam perlindungan Zain.


"Dasar pembunuh... Kamu.Saya bersumpah anak yang ada di dalam perut kamu kelak akan mendapatkan karma.Dia akan mati juga.Agar kamu tau bagaimana rasanya seorang ibu yang sudah kehilangan anak nya."Ucap mama Ardan dengan emosi nya.


"Astagfirullah hal adzim Tante.Tolong jangan mendoakan hal yang buruk.Doa yang buruk akan kembali kepada orang yang mendoakan buruk.Dinda meminta maaf kepada Tante dan keluarga Tante tentang kejadian ini.Semua diluar kendali."Sahut Dinda.

__ADS_1


"Dengan kamu meminta maaf apa kamu bisa mengembalikan nyawa Ardan?"Bentak Mama Ardan.


"Asisten Ferdy..."Kata Zain yang memberi kode.


Asisten Ferdy pun berdiri tepat didepan mama Ardan agar Zain bisa membawa Dinda menjauh pergi dari ruang tunggu itu.


"Dinda... Pembunuh.."Teriak mama Ardan kepada Dinda.


"Minggir kamu...."


Brakkkkkkkkk


Dengan kekuatan super emak-emak nya,mama Ardan berhasil mendorong asisten Ferdy terjatuh.


Mama Ardan yang terkenal dengan ke Solehan nya kini berubah 100 derajat menjadi solehot.


Setan sudah berhasil menghasut nya menjadi amarah.


Dinda yang berada dalam genggaman tangan erat oleh Zain suaminya berhasil jilbab nya ditarik oleh mama Ardan.


Zain menoleh kebelakang ketika melihat ada seorang yang menarik jilbab Dinda.


Zain membelalak kan mata ketika mama Ardan dengan gerakan cepat menarik jilbab Dinda dan mendorong tubuh Dinda.


"Dinda....."Teriak Zain dan menangkap tubuh istri nya.


Zain bergegas menangkap tubuh Dinda istrinya yang akan terjatuh kejungkal kedepan.


"Hah....?"


"Hosh... Hosh... "Deru nafas Dinda yang tersengal-sengal di bubuhi jantung dag Dig dug.


"Astagfirullah hal adzim..."Ucap Dinda saat berada dalam pelukan suami nya dengan mengusap dada.


Zain melepas pelukan nya kepada Dinda dan berjalan dengan mengepalkan tangan menghampiri mama Ardan.


"Enggak anak dan ibu nya sama kelakuan nya seperti setan."Kata Zain dan menggenggam kuat tangan mama Ardan dan menarik jauh dari hadapan Dinda.


"Lepaskan... Lepaskan.."Teriak mama Ardan yang meronta kesakitan ketika Zain mencengkeram tangan mama Ardan.


Bersambung........


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


Jangan lupa ramaikan cerita Dinda ♥️ Zain kk🤗🤗 dengan cara Like and komentar nya😘 dukungan Kelian adalah mood booster kuhh🥹🥹


Selamat hari Raya Idul Adha mohon maaf lahir bathin.🙏🙏


Hugh from here Balikpapan,


15:48 WITA.

__ADS_1


__ADS_2