
Dalam perjalanan pulang,tiba-tiba Opa Leo merasakan sakit nyeri di dada.
"Opa....?"Kata Dinda yang terkejut melihat Opa Leo yang menahan sakit didada.
"Leo kamu kenapa?"Tanya Ayah Ali yang panik melihat Opa Leo di bangku belakang yang menahan sakit.
"Sa... Sakit Ali dada k....u"Jawab Opa Leo dan tak lama Opa Leo pingsan.
"Asisten Ferdy kita kerumah sakit sekarang."Titah Dinda.
"Baik,Nona!"Jawab asisten Ferdy.
Asisten Ferdy melajukan mobil nya ke Rumah sakit.
Beberapa menit kemudian sampailah dirumah sakit,
Asisten Ferdy bergegas meminta bantuan kepada perawat yang berada di ruang jaga.
Sesaat pertolongan datang,beberapa suster terlihat sedang membawa brankar,asisten Ferdy dan ayah Ali turut memapah Opa Leo.
Sementara Dinda tiba-tiba merasakan perut nya yang sakit,saat hendak turun dari mobil.
"Aduuhhhhh...."Rintih Dinda yang memegangi perut nya.
Dinda pun mengatur nafas nya seperti yang selalu diajar kan oleh dokter Nisya.
"Awwwwww....."Rintih nya lagi.
"Ma Sya Allah,anak-anak momy yang hebat,tendangan kalian sungguh luar biasa sayang."Ucap Dinda sembari mengusap perutnya.
"Berhenti nak ya... Kita lihat keadaan Opa buyut ya."Ucap Dinda sembari mengusap perut nya.
"Dinda...?"
"Toddy?"
"Kamu kenapa?"Tanya Toddy yang panik melihat Dinda merasa kesakitan.
"Aku enggak apa-apa Tod,maaf ya Toddy aku harus kedalam melihat keadaan Opa Leo yang pingsan."Ucap Dinda.
"Opa Leo sakit apa Dinda,?"Tanya Toddy lagi.
"Jantung nya kambuh Tod kemungkinannya,aku permisi dulu."Kata Dinda dan melenggang pergi jauh.
Toddy hanya bisa diam melihat Dinda yang pergi.
Sementara itu,
Dinda mencoba menghubungi ibu Ali dan meminta nya datang dengan mbok Sumi.
Dinda juga menghubungi Zain suaminya.
Atas perintah dari Opa Leo,asisten Ferdy diminta untuk memanggil pak Frans!
Pak Frans adalah orang kepercayaan sekaligus pengacara nya Opa Leo.
Saat Opa Leo sedang dirawat di ruangan HCU ( High Care Unit ) adalah ruang perawatan pasien ICU yang dianggap sudah menunjukkan perbaikan tetapi masih dalam pengawasan ketat.
__ADS_1
"Frans..... "Kata Opa Leo yang lirih dan terbaring lemas di brankar.
Tangannya di infus dan beliau juga menggunakan alat bantu untuk bernafas nya.
"Iya Tuan besar,ini saya ada disini."Jawab bapak Frans selaku pengacara Opa Leo.
"Frans,saya tidak punya banyak waktu.Tolong semua kekayaan yang saya miliki limpahkan untuk ke empat cicit-cicit ku yang saat ini masih berada di dalam kandungan nya istri sah nya Zain yaitu Dinda.Jika keempat cicit-cicit ku sudah berusia 22 tahun,maka itu sudah menjadi hak mereka."
"Baik tuan."
"Sementara Zain hanya bisa mengelola dan tidak bisa memiliki semua aset dari perusahaan Abraham,kamu rahasiakan ini dari Zain dan istrinya sampai ke empat cicit-cicit itu berumur 22 tahun.Untuk sementara,biar Zain yang mengelola perusahaan."
"Baik tuan,semua nya sudah saya save dengan bukti tertulis dan bukti recording."Jawab pak Frans dan Opa Leo mengangguk.
"Saya pamit tuan besar,semoga lekas sembuh..."Ucap pak Frans dan Opa Leo hanya bisa menjawab dengan mengedip kan mata nya sekali.
Pengacara Frans panik ketika alat elektrokardiograf Opa Leo mulai terlihat bergaris lurus.
Tut......................
Elektrokardiograf (EKG) merupakan alat kedokteran yang biasa digunakan oleh tim medis untuk mendeteksi denyut dan irama jantung.
Pengacara Frans pun menekan Nurse call yang ada di dekat sandaran kepala pasien.
Berulang-ulang pengacara Frans menekan nya.
Sementara itu diluar ruang HCU,nampak Dinda,kedua orang tua Dinda berserta mbok Sumi yang berharap-harap cemas mengenai kondisi Opa.
Tak lama dokter berserta beberapa orang perawat pun datang memasuki ruang HCU.
"Pak Frans apa yang terjadi dengan Opa Leo pak?"Tanya Dinda yang panik.
"Tuan besar sempat pingsan nona muda."Ucap pengacara Frans.
Zain pun datang dengan Sania....
Sania tidak ingin menyia-nyiakan moment yang sudah ditunggu-tunggunya.
Dia sedikit menahan rasa sakit karena perut nya tadi kram,dokter pun memberi kan obat pereda nyeri untuknya.
"Dinda,bagaimana dengan keadaan Opa?"Tanya Zain yang panik.
"Mas,Opa masih diperiksa oleh dokter di dalam.Tadi sempat membaik,tapi kini Opa drop lagi."Jelas Dinda.
"Ini semua pasti karena kamu Dinda!"Sahut Sania yang menuduh Dinda.
"A... Apa maksud kamu Sania?"Tanya Zain yang mengkerut kan alisnya.
"Hanny,kamu jangan pura-pura bodoh!Istri kamu ini lah salah satu sumber penyebab nya.Dari mana Opa Leo tau kalau kita akan menikah kalau bukan dari dia."Tunjuk Sania kepada Dinda.
Zain pun mengarah kan pandangan nya kepada Dinda.
"Jangan asal bicara kamu Sania,aku bukan lah orang yang licik.Seberat apa pun masalah rumah tangga ku,aku tidak pernah melibatkan siapa pun untuk ikut campur."Jawab Dinda.
"Its.. Okay... Terus dari mana Opa nya Zain tau alamat rumah ku kalau itu bukan dari kam?"Balas Sania yang memfitnah Dinda.
"Cukup... Cukup... Tolong jangan bikin ribut disini.Opa aku sedang sakit.Dia didalam sana sedang berjuang antara hidup dan mati.Tolong,jangan bikin onar!"Sahut Zain sembari menunjuk ruangan HCU itu.
__ADS_1
Setelah suasana dalam keheningan kemudian...
Ceklek...
Dokter membuka pintu dan menghampiri keluarga Opa Leo yang menunggu.
"Dokter,bagaimana keadaan Opa saya?Kakek saya?"Tanya Zain yang panik.
Dokter spesialis jantung itu pun hanya tertunduk dengan lesu.
"Maaf,tuan Zain!Kamu sudah berupaya semaksimal mungkin,namun Tuhan berkehendak lain."Jawab dokter jantung itu.
"Maksud dokter?"Tanya Dinda dan Zain bersamaan dengan raut wajah tegang dan gusar.
"Opa Leo meninggal dunia."Jawab dokter.
"Innalilahi wainnailahi rojiun"Ucap Dinda dan Ayah Ali,ibu Ali dan mbok Sumi bersamaan.
"Hiks... Hiks... Opa..............."Teriak Zain dan lari membuka pintu ruang HCU.
"Mas....."Panggil Dinda dan ikut menyusul masuk ke ruang HCU.
"Hanny....."Panggil Sania yang mau masuk ruang HCU namun dicegah oleh asisten Ferdy yang sudah di kode kedipan mata oleh Ayah Ali.
Didalam ruang HCU,
Zain menangis dengan sejadinya.
Berulang kali dia menggoncang-goncang Opa tersayang nya agar terbangun.
"Mas... Istighfar mas.."Kata Dinda yang mengusap punggung suaminya.
"Mas....."
Zain pun mengibas tangan Dinda dan menatap Dinda.
"Kenapa Opa tau aku dan Sania akan menikah?Bukan kah aku sudah bilang sama kamu Dinda untuk menjaga rahasia ini?"Tanya Zain yang marah.
"Mas.Aku enggak pernah memberitahu kepada siapapun apa lagi dengan Opa soal pernikahan kamu dengan Sania.Kamu harus percaya dengan ku mas."Jawab Dinda.
"Kenapa kamu enggak bisa bersabar Dinda?Atas rencana yang aku rencanakan?Puas kamu kan melihat Opa meninggal?Puas hah?"Bentak Zain kepada Dinda.
"Astagfirullah hal adzim mas,kenapa kamu punya pikiran seperti itu?"
"Iya... Karena dari dulu kamu hanya mengincar harta Opa!"Bentak Zain lagi.
Umpatan itu Dinda dengar lagi.Betapa sakit hati nya Dinda yang dituding sebagai salah satu penyebab meninggal nya Opa Leo.
Bersambung.......
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Terimakasih readers setia...
Apalah arti Author tanpa moodbooster dari kalian😘😘😘😘
Jangan lupa Like dan komennya
__ADS_1