
"Zain..... "Teriak Ayah Ali.
Zain pun menoleh ke arah Ayah Ali yang berdiri ditengah-tengah pintu rumah utama almarhum Opa Leo.
Toddy yang geram langsung mendatangi Zain yang duduk bersila disamping Sania dan menarik tubuh nya sembari menghajar Zain.
Bugh....
Bugh....
Bugh...
Bugh...
Asisten Ferdy yang melihat Tuan muda nya di hajar segera melerai nya.
Zain yang tersungkur sembari mengusap darah nya yang keluar dari ujung mulut dengan lengan.Dia juga mencoba untuk bangkit berdiri.
Zain pun membenarkan kerah kemeja dan mengibas debu di jas dengan tangan nya.
Dia mengambil ancang-ancang dan berusaha meninju kan kepalan tangannya ke arah wajah Toddy,
Toddy berhasil menangkis tangan Zain dan menekuk nya kuat-kuat hingga ke punggung belakang Zain.
"Arggghhhhhhh....."Teriak Zain.
"Suami macam apa kamu!Istri kamu sedang bertaruh nyawa di rumah sakit,kamu malah menikah dengan perempuan murahan itu."Kata Toddy yang emosi nya meradang.
"Lepas... Lepas...!"Teriak Zain yang berusaha sekuat tenaga melepas kan diri dari Toddy.
"Dinda koma brengsek!"Tambah Toddy dan mendorong Zain kuat ke lantai.
Semua mata tertuju ke arah Toddy dan Zain yang sedang bersiteru.
Deru nafas Toddy dan Zain terdengar ngos-ngos san.
Dan disaat Zain duel dengan Toddy,phonsel Ayah Ali berdering dan Ayah Ali pun mengangkat nya.
"Brengsek...."Umpat Toddy lagi dan mau menonjok Zain namun di tahan oleh Ayah Ali.
"Sudah nak Toddy.Percuma,mata hati nya sudah tertutup dengan ke egoisan nya.Ayo... Kita kembali ke rumah sakit.Tadi,ibu Dinda telfon kata nya salah satu dari anak Dinda harus segera di beri tindakan."Kata Ayah Ali yang berkaca-kaca.
Deg.....
Mendengar apa yang dikatakan oleh Ayah mertua nya,membuat Zain merasa gelisah memikirkan keadaan anak nya yang segera diberi tindakan.
"Tunggu....."Kata Zain dan beranjak berdiri.
Toddy dan Ayah Ali pun menoleh ke arah Zain dan berhenti ketika sempat akan keluar dari rumah peninggalan almarhum Opa Leo.
"Saya ikut...."Ucap Zain sembari memegangi perut nya.
Toddy dan Ayah Ali pun hanya diam mereka tidak menggubris Zain.
Bahkan mereka dengan buru-buru keluar dari rumah Opa Leo.
"Hanny.....!"Pekik Sania.
__ADS_1
"CK,"Decih Zain yang kesal dengan Sania.
"Kita baru saja menikah Zain.Apa kata tamu undangan nanti nya kalau kamu pergi?"
"Itu undangan kamu bukan undangan ku"Jawab Zain.
"Aku istri mu Zain!"Kata Sania dengan nada tinggi.
"Dinda juga istri ku Sania!"Sahut Zain.
"Aku belum menceraikan dia,dia masih dalam tanggung jawab ku."
"Zain!"Kata Sania lagi yang tak terima dengan keputusan dari Zain.
"You.... Shut Up!!"Pekik Zain kepada Sania.
"Kamu ingat perjanjian awal pra nikah antara aku dan kamu.Jangan ikut campur dalam masalah rumah tanggaku dengan Dinda.Paham!"Bentak Zain ke Sania.
"Asisten Ferdy!Siap kan mobil."
"Baik,Tuan."Jawab Asisten Ferdy.
Akhir nya Zain dan asisten Ferdy pergi menuju ke rumah sakit.
Sementara Sania sangat kecewa dengan tindakan yang dilakukan oleh Zain.
Sesampai nya dirumah sakit,
Zain mengikuti Ayah Ali dan Toddy yang berjalan ke ruang NICU.
Ketiga bayi Dinda sudah bisa dipindah kan ke ruang bayi.Sementara salah satu bayi Dinda yang berjenis kelamin perempuan harus segera diberi tindakan.
Ceklek....
"Dokter Toddy?"Sapa seorang dokter.
"Iya dokter Arwan."Jawab Toddy.
"Dimana ayah pasien?"Tanya dokter yang bernama dokter Arwan.
Ayah Ali,Ibu Ali mbok Sumi dan Toddy pun mengarahkan pandangannya ke Zain .
"Saya dok!"Jawab Zain.
"Putri Tuan mengalami Penyakit jantung bawaan atau kelainan pada struktur dan fungsi jantung yang ditemukan sejak bayi dilahirkan. Kelainan ini terjadi pada saat janin berkembang dalam kandungan."
"Dengan ciri-ciri susah bernafas atau sesak dan kuku kaki berubah biru."
"Tapi dok,saat di USG kami tidak melihat kelainan-kelainan itu dok?"Tanya Zain kepada dokter.
"Iya tuan biasanya, dokter akan menemukan kelainan jantung bawaan saat melakukan USG kehamilan. Namun, dalam beberapa kasus, seperti kasus putri tuan gejala kelainan jantung bawaan mungkin tidak muncul sampai saat bayi terlahir. "
"Terus tindakan selanjut nya apa dok?"Tanya Zain lagi.
"Saat ini kami berupaya semaksimal mungkin agar putri tuan bisa sehat dan bisa berkumpul lagi dengan ketiga saudara laki-laki nya.Da..."
"Dokter Arwan!"Panggil seorang perawat yang baru keluar dari ruangan baby princes.
__ADS_1
"Dokter,maaf!Baby princes detak jantung nya mulai melemah."Ucap seorang perawat itu.
Zain serta keluarga yang mendengar pernyataan dari seorang perawat itu mulai panik dan cemas.
"Dok,tolongin anak saya dok .Tolong..."Pinta Zain yang memelas kepada dokter Arwan.
"Tolong cucu saya dok,kasihan.... Ya Allah,anak sekecil itu harus menerima cobaan yang berat.Hiks...."Sahut ibu Ali dan mbok Sumi yang mulai berkaca-kaca dan memeluk ibu Ali.
"Minta bantuan doa nya.Saya hanya sebagai perantara tapi skenario Tuhan yang punya.Minta lah kepada Nya."Jawab dokter Arwan dan kembali masuk keruangan baby princes diikuti oleh seorang perawat.
Seketika Zain tersungkur ke lantai.Kaki-kaki nya begitu lemas mendengar kabar tentang anak nya yang sedang sakit keras.
Air mata nya pun membasahi pipi.
"Enggak ada artinya kamu menangisi Zain!Ayah macam apa kamu?Menelantar kan istri yang mau melahirkan."Kata Toddy yang seakan mau mukul Zain namun dihalau oleh Ayah Ali.
"Istrimu bertaruhan nyawa melahirkan anak-anakmu,kamu malah menikah dengan perempuan murahan itu"Gerutu Toddy.
"Dinda koma Zain!"Kata Toddy yang kesal.
Ayah Ali,ibu Ali dan mbok Sumi begitu kecewa dengan kelakuan nya Zain.
Zain hanya bisa terdiam terduduk dilantai sesekali menyeka air matanya dengan lengan nya.
Entah kenapa,saat ini dia hanya lebih memilih untuk diam.
Ceklek....
Tak lama kemudian dokter Arwan membuka pintu dengan raut wajah yang tidak bisa ditebak oleh siapapun.
Zain yang tadi nya terduduk dilantai kini beringsut bergegas berdiri dan menghampiri dokter Arwan.
"Dokter... Bagaimana keadaan putri saya dok?"
"Dok,bagaimana keadaan cucu kami dok?"
Segala pertanyaan mulai keluar dari Zain dan juga Ayah mau pun ibu Dinda.
"Tuan,bapak ibu kami sudah berupaya semaksimal mungkin.Namun takdir Tuhan berkehendak lain."Jawab dokter Arwan.
"Ma... Maksud dokter?"Tanya Zain yang mulai terbata-bata.
"Dengan berat hati dan ikut berbela sungkawa innalillahi wainnailahi rojiun."Jawab dokter Arwan tertunduk.
"Anak ku.........."Teriak Zain.
"Hiks... Hiks... Hiks...."
Bersambung............
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Minta dukungan ya readers ku 🤗
semoga kalian semua di mudahkan rezekinya.
Jangan lupa bagi Vote nya dan dukungan-dukungan kalian ya,,
__ADS_1
Hugh & kiss from Balikpapan muachhh.... 😘😘😘