My Momy My Wonderwoman

My Momy My Wonderwoman
Episode 83 # Somasi


__ADS_3

Seperti hari-hari biasa,setiap pagi Dinda selalu bangun pagi untuk membuat sarapan keluarganya .


Dinda menyibak selimut,tangan Zain menghentikan Dinda yang akan turun dari ranjang dan menariknya hingga jatuh di pelukan suaminya.


"Masih terlalu pagi,bisa enggak kamu temanin mas tidur dulu."Kata Zain dengan mata terpejam sambil memeluk tubuh Dinda dan kepala Dinda bersandar didada bidang nya.


Cup....


"Kiss morning.."Ucap Dinda sembari mengecup bibir suaminya agar terbangun.


Mphhhhhhhhh


Zain membalik tubuh Dinda dan mengukung nya.


Cup


Zain membalas dengan mengecup dan ******* bibir Dinda.


Tangan nya memang nakal dia mencoba membuka kancing baju piyama Dinda dan menelusupkan kepala dileher nya Dinda.


Hingga Dinda merasa geli atas ulah Zain.


"Ih,....Mas...."Ucap Dinda yang manja kepada Zain sembari memukul dada bidang suaminya.


Zain membuka paksa kaca mata baju Dinda tanpa melepas pengait dari belakang punggung Dinda.


Menyembul keluar


Dengan cepat Dinda menutupi dengan kedua tangan nya.


"Ih..... Mas..... "


Dinda yang merasa geli ketika kepala Zain membenamkannya di daerah gunung kembar nya.


Tok... Tok... Tok...


Zain menghentikan kegiatannya.


Dia dan Dinda bersama-sama menatap ke arah pintu.


"Momy........ "


Dinda dan Zain saling bertatapan dengan panik.


"Betulin baju kamu sayang."Titah Zain kepada Dinda.


"Ih... Kamu sih mas pagi-pagi sudah nakal tuh kan ada patroli mau lewat."Gerutu Dinda sembari menutup kedua bukit nya dan mengancingkan baju piyama nya.


"Momy.... Momy dengar enggak??"Teriak anak-anak Dinda.


"I-iya sayang....Momy dengar,"Jawab Dinda dari seberang dan turun dari ranjang berjalan menuju pintu kamar nya.


Ceklek ...


"Lama sekali Momy buka pintunya,"Gerutu si kakak Rey sambil melipat kedua tangan di dada dan berjalan menuju ke arah ranjang Dinda diikuti kedua adik nya.


Dinda hanya terpelongo melihat tingkah konyol ketiga anak-anaknya.


"Dady... Bangun Dady...."Ketiga anak Dinda yang menggugah Dady nya.

__ADS_1


"Eh.... Jangan gitu dong sayang,Dady kan lagi tidur."Kata Dinda yang menghampiri ketiga anak nya.


"Ada apa sih....?Hm,..."Sela Zain yang pura-pura bangun dari tidur nya dan duduk menyandarkan punggung nya ke sandaran ranjang.


"Dady... Ketiga bocah itu menaiki ranjang dan merangkak keatas ranjang dan memeluk Dady nya.


Dinda hanya mengulas senyum dan menggelengkan kepala.


"Dady.. Bagaimana misi terakhir nya?"Tanya Rey yang mengawali pembicaraan nya.


"Misi....?"Ulang Zain yang berkerut dan diikuti anggukan ketiga anak nya.


Anak tengah pun berbisik ditelinga Zain,Dinda yang tadinya terdiam memperhatikan interaksi Zain dan ketiga anak nya pun mulai Kepo.


"Oh.... Misi itu...?Iya... Iya ... Coba kalian tanya dulu sama Momy.Momy kalian mau apa enggak?"Jawab Zain sembari menatap ke arah Dinda.


"Momy....?"Seru ketiga bocah itu yang langsung menatap Dinda dengan tatapan polos nya.


"Hmmmmm....?"Jawab Dinda dan duduk di sisi ranjang.


"Adek..... "Jawab Ryu.


"Adek...??"Ulang Dinda seperti orang yang pura-pura bodoh.


"Iya... Adek Momy.. Kapan Momy memberikan kami adek?Adek cewek yang cantik sekali seperti princes di Snow white."Tambah Ryo.


Dinda pun manggut-manggut sembari menatap wajah suaminya yang mengulas senyum nya.


"Ok,kalian mandi dulu nanti Momy buatkan ya."Jawab Dinda yang enteng.


"Haaa... Serius sayang???"Sahut Zain yang membelalak kan kedua mata nya yang bahagia.


"Ye..... Ok Momy... Muah.."Kata Rey yang bahagia sembari mencium pipi Momy dan diikuti kedua saudaranya.


Ceklek....


Suara pintu yang ditutup oleh Ryu.


"Ehemmmm...."Zain yang mendehem melirik kearah Dinda sembari melepas kancing baju piyama nya.


"Mau ngapain mas...?"Tanya Dinda yang menoleh ke arah Zain sembari menatap mata Zain dengan intens.


"Kata nya mau bikin adek🤗"Jawab Zain dengan mengedipkan salah satu mata nakal nya.


"Mandi.... "Seru Dinda dan beranjak berdiri dari ranjang.


"Nasib bb....."Zain yang menggerutu sambil mengibaskan baju nya ke ranjang.


Dinda membalik kan badan sembari menahan tawa dan berjalan menuju ke pintu keluar kamar.


Pagi ini Dinda membuat sarapan nasi goreng.


Dinda adalah seorang istri dan ibu yang rajin dalam membuat sarapan dan menyediakan bekal untuk anak-anak nya sekolah.Dia juga tidak lupa dengan karir nya sebagai pemilik restaurant.


Disela-sela keluarga Dinda sararapan,


Dering phonsel Zain berbunyi..


Zain mengangkat telfon itu sembari mencermati kata setiap kata yang diucapkan oleh si penelpon walau sembari mengunyah makanan.

__ADS_1


Dinda yang berada disamping Zain juga memperhatikan raut wajah nya.


"Uhuk... Uhuk..."Zain yang terbatuk.


"Astagfirullah hal adzim mas,minum dulu"Sembari memberi air minum kepada Zain.


Zain pun minum air dengan tandas.


"Ada apa mas...?Kok mas sampai terbatuk-batuk seperti itu?"Tanya Dinda yang menghentikan aktivitas makan nya.


Semua orang yang duduk di meja makan juga ikut memperhatikan Zain.


"Ardan memberi somasi."Jawab Zain dengan tenang.


"Apa itu nak?"Tanya Ayah Ali kepada Zain.


"Abraham harus segera mengganti rugi batu bara Wiratama yang tenggelam itu."Jawab Zain.


"Buk.. Sumi.. Kalian antar dulu ya cucu yang ganteng-ganteng ini."Titah ayah Ali.


"Iya... Ayok Salim dulu sama Dady Momy dan kakek."Ujar ibu Ali yang menyuruh cucu nya untuk Salim dan berpamitan.


Setelah anak-anak Zain melangkahkan kaki menuju ke luar pintu.


"Bagaimana kalau kita menceritakan soal ini kepada pak Frans nak Zain?Saya yakin pak Frans pasti bisa memberi solusi nya."Saran ayah Ali.


"Sebentar ayah,Zain mau mencoba dulu untuk mengatasi semua masalah ini.Zain akan mencoba untuk menemui Ardan."


"Untuk apa mas menemui Ardan?"Tanya Dinda.


"Mas mau minta waktu dan keringanan sama dia.Sisa 15 milyar lagi mas hanya butuh waktu 6 bulan untuk mengembalikan uang itu."Jawab Zain.


"Kalau selama waktu 6 bulan mas belum juga punya uang nya bagaimana?"Tanya Dinda yang khawatir.


Zain terdiam berpikir mencoba mencari jawabannya.


"Bagaimana mas?Mas tidak ada jawaban nya kan?Kalau begitu Dinda jual rumah mobil serta restaurant milik Dinda."Jawab Dinda dengan tegas dan Zain pun langsung menoleh ke arah Dinda dan menatap tajam.


"Enggak!Mas enggak setuju!"Tolak Zain.


"Kenapa mas?"


"Mana mungkin mas mau bebas dari penjara kalau harus memakai uang dari hasil jerih payah mu selama bertahun-tahun itu.Enggak,lebih baik kamu simpan uang itu untuk anak-anak nanti."Jelas Zain sembari kedua tangan mengepal diatas meja dan menumpu dagu nya.


"Mas,uang bisa dicari tapi kalau un...."


"Sudah lah Dinda!Mas ini laki-laki.Mas yakin bisa untuk menyelesaikan masalah ini."Ucap Zain bergegas berdiri.


"Mas mau ke kantor cabang dulu"


"Ayah.. Zain ke kantor cabang dulu."Pamit Zain ke ayah Ali dan Dinda mencium punggung tangan suaminya.


"Keras kepala..."Ucap Dinda ketika melihat punggung Zain yang mulai menjauh.


"Ikuti dulu nak apa kata-kata suami kamu."Saran Ayah Ali kepada Dinda.


"Iya Ayah.. "Jawab Dinda.


"Sepertinya aku harus menemui Ardan diam-diam."Dinda yang membatin.

__ADS_1


Bersambung.....


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


__ADS_2