My Momy My Wonderwoman

My Momy My Wonderwoman
Episode 28 #


__ADS_3

Menjelang pukul 06:00 pagi,


Pagi ini Dinda bangun terlambat biasa dia bangun pukul 04:00 pagi karena kurang tidur semalem yang menunggu Zain pulang.


Mendadak perut Dinda merasa mual dia pun bergegas ke kamar mandi.


"Huwek... Huwek... Huwek..."


Dinda membuka air kran wastafel dan membasuh mulutnya.


"Kamu kenapa?"Tanya Zain yang berada dibelakang punggung Dinda.


Dinda pun mengulas senyum kecil dan berjalan keluar dari kamar mandi tanpa menghiraukan Zain.


Kenapa sikap Dinda tiba-tiba menjadi dingin?


Kecewa,itulah yang Dinda rasakan saat ini.Dia merasa kecewa dengan Zain yang sudah tidak jujur dengannya.


Zain pun penasaran dengan sikap Dinda,dia menyusul Dinda yang berada di ruangan walk in closet sedang menyiapkan baju kerja Zain.


"Kamu masih marah?"Tanya Zain yang tiba-tiba menarik tangan Dinda dengan kasar ke pelukannya Zain.


"Ouh.. Coba deh mas sakit tau."Kata Dinda sambil menepuk dada Zain dengan kencang.


"CK,"Decih Dinda dengan wajah kesalnya dan melepaskan diri dari cengkeraman Zain.


"Lekas mandi mas.Aku mau ke bawah bikin sarapan."Ucap Dinda yang memasang wajah kesal.


"Aku mau sarapan soto ayam."Kata Zain.


"Hm,"Jawab Dinda dengan wajah datar.


Dinda bergegas berjalan menuruni anak tangga menuju dapur.


Mbok Sumi ternyata sudah standby didapur.


"Pagi mbok.."Sapa Dinda ke mbok Sumi.


"Pagi cah ayu... Sudah enakan belum badannya?"Tanya mbok Sumi sambil menggoreng pisang.


"Alhamdulillah mbok sedikit membaik."Jawab Dinda sembari minum air putih hingga tandas.


"Syukurlah cah ayu.Mau bikin sarapan apa hari ini?"Tanya mbok Sumi.


"Mbok mas Zain minta dibuatkan soto ayam."Jawab Dinda sembari mengeluarkan bahan-bahan untuk memasak soto.


"Ya sudah mbok kupasin bahan-bahannya."


Ketika Dinda mau memotong ayam,tiba-tiba perutnya berada mual lagi.


"Huwek... Huwek..."


"Dinda kamu kenapa nak?"Tanya mbok Sumi kepada Dinda yang menjauh dari potongan ayam dan menutup hidung.


"Enggak tau mbok Dinda kenapa.Dari kemaren bawaannya mual mbok kalau melihat atau mencium bau ayam.


Mbok Sumi pun menatap Dinda dengan raut wajah nampak serius.


"Mbok kenapa melihat Dinda begitu?"Kata mbok Sumi yang mengulas senyum nya.


"Mbok boleh tanya Dinda?"Tanya mbok Sumi dan Dinda mengangguk.


"Terakhir Dinda halangan kapan?"Tanya mbok Sumi lagi.


"Kapan ya mbok.Kalau enggak salah waktu Dinda mau pulang kampung itu Din..."Dinda tidak melanjutkan.


"Bulan lalu Dinda sudah selesai halangan dan mas..."Kata Dinda terpotong menganga dan menutup mulutnya.


"Coba Dinda nanti cek ya ke dokter.Siapa tau Dinda hamil."Saran mbok Sumi dan mengusap perut Dinda yang datar itu.


"Hamil?"Ulang Dinda sembari mengulas senyumnya.

__ADS_1


"Iya mbok nanti Dinda coba tespek.Semoga benar ya mbok."Ucap Dinda bahagia dan memeluk mbok Sumi.


"Aamiin.Semoga Dinda beneran hamil."Ucap mbok Sumi yan membalas pelukan Dinda.


Setelah selesai berkutat di dunia perdapuran dan menyiapkan semua sarapan.Zain bersama Opa Leo turun dari tangga dan duduk di kursi masing-masing.


"Hmmmmm sedap sekali baunya."Ucap Zain dan Opa Leo hanya menggelengkan kepala melihat cucunya.


"Dinda enggak sarapan?"Tanya Opa Leo yang melihat Dinda hanya minum teh.


"Kenyang Opa!"Jawab Dinda.


"Kenyang apa?Bukannya tadi pagi kamu muntah-muntah ya?"Tanya Zain yang menyendokkan kuah sotonya.


"Masih sakit?"Tanya Opa Leo sambil menyeruput teh nya.Dan Dinda menggeleng kan kepalanya.


"Ini mas siapin.Aaaa..."Goda Zain.


"Enggak mas.."Tolak Dinda sembari menutup hidungnya.


"Ayo makan.."Ancam Zain yang menyodorkan sendok ke mulut Dinda.


Dinda pun menampik sendok itu.Lagi-lagi perutnya merasa mual dia pun berjalan dengan langkah buru-buru menuju wastafel.


"Ada apa denga Dinda Zain?"Tanya Opa Leo terkejut.


"Enggak tau Opa,sebentar Zain lihat dulu."Jawab Zain dan menyusul Dinda ke kamar mandi.


"Sepertinya non Dinda hamil tuan besar."Sahut mbok Sumi yang datang membawa makanan yang lain.


"Hamil Sumi?Apa benar?Berarti sebentar lagi saya punya cicit Sumi?"Kata Opa Leo yang berkaca-kaca mendengar kabar yang belum jelas itu.


"Kalau dilihat dari keluhan Dinda sakit tuan besar.Tadi Sumi sudah memberi saran Dinda untuk memeriksakan ke dokter tentang keluhannya itu."Jawab mbok Sumi.


"Semoga benar Sumi.Dinda hamil."Beo Opa Leo yang nampak haru bahagia.


"Aamiin tuan besar."


"Dinda.. Are you ok?"Teriak Zain dari luar pintu.


Sementara Dinda sibuk sendiri didalam kamar mandi.


Karena tidak ada jawaban dan kesal telah menunggu lama Zainpun masuk ke dalam kamar mandi.


Zain melihat Dinda yang baru selesai membasuh mulut dan wajahnya.Dia nampak pucat sekali wajahnya.


"Kamu sakit apa?"Tanya Zain sembari menatap wajah Dinda yang terlihat pucat.


"Enggak apa-apa!"Jawab Dinda ketus lalu mengibaskan tangan Zain.


"Lagian mau Dinda sakit apa perduli mu mas?Enggak ada kan?Kata Dinda yang menohok.


"Kamu masih marah soal semalam?"Tanya Zain yang mengalihkan pembicaraan.


"Enggak buat apa."Jawab Dinda ketus.


"Lagian aku bukan siapa-siapa kamu mas."


"Kamu kan istriku."Sahut Zain lagi.


"Iya istrimu mas.Tapi lain di dalam hatimu."Jawab Dinda.


Zain pun mengkerutkan keningnya.


"Kamu itu kenapa sih Dinda?Kenapa kamu sensitif sekali?"


Dinda lebih memilih diam dan keluar dari kamar mandi.


Sementara Zain masih terdiam dan bertanya-tanya dalam hatinya.


Zain dan Opa Leo pun sudah siap untuk berangkat ke kantor.Asisten Ferdy pun juga sudah standby di depan rumah Opa Leo.

__ADS_1


Didalam mobil,


Terlihat Zain yang sedang gusar dan tidak fokus duduk.Hali itu menjadi pertanyaan tersendiri untuk Opa Leo


"Ada apa dengan mu Zain?"Tanya Opa Leo.


"Enggak ada apa-apa Opa."Jawab Zain sembari melihat ke jendela luar.


"Lalu kenapa kamu tidak fokus begitu?"Tanya Opa Leo.


"Enggak tau Opa kenapa."Jawab Zain.


Empat puluh lima menit kemudian Zain dan Opa Leo telah sampai di kantor.


Merekapun masuk diruangan masing-masing.


Siang hari Dinda berencana akan pergi ke kantor Zain.Dia sudah menyiapkan Zain dan Opa Leo bekal makan siang.Setelah pulang dari kantor Dinda berencana ke klinik terdekat rumah untuk memeriksakan dirinya.


Setelah sampai di lobby kantor,


"Selamat siang nona muda☺️"Sapa receptionis itu dengan mengulas senyum.


"Selamat siang mbak.Mbak saya mau keruangan ba..."Dinda menghentikan ucapan nya ketika melihat wajah dan bau parfum yang tak asing sedang berdiri disampingnya.


"Mbak!Saya mau bertemu dengan Zain CEO disini."Ucap perempuan itu.


"Maaf ibu Sania!"Ucap receptionis itu.


Deg...


Dinda yang mendengar nama Sania seketika ber denyut jantungnya dan mengalihkan pandangannya ke Sania.


Dinda memperhatikan dari ujung bawah kaki hingga ujung rambut Sania sontak sedikit takjub dengan kecantikannya.


Hanya saja Sania kurang ramah dalam berdandan.


"Maaf ibu Sania,bapak Zain nya sedang ada meeting dan tidak bisa diganggu."Jawab Receptionis.


"Nona muda mari saya antar keruangan tuan muda."Ucap asisten Ferdy kepada Dinda dengan menunduk.


Sania yang hafal dengan suara asisten Ferdy pun langsung menoleh ke arah asisten Ferdy.


"CK,orang ini lagi.Saya sudah memperingatkan anda,jangan pernah anda menginjakan kaki lagi disini!"Kata asisten Ferdy kepada Sania.


Dinda hanya sebatas memperhatikan asisten Ferdy dan Sania yang sedang berdebat.


"Mari nona muda kita keriangannya tuan muda."Ucap asisten Ferdy.


"Nona muda?"Ulang Sania heran dan menatap ke arah Dinda yang berdiri disamping asisten Ferdy.


"Istri dari tuan muda Zain Abigail Abraham!"Jawab asisten Ferdy.


"What.....?"Kata Sania terkejut.


"Salam kenal.Maaf permisi."Kata Dinda sembari melangkahkan kaki nya.


Sania yang kesal kepada Zain karena Zain sudah menikah dengan perempuan lain,tiba-tiba memiliki niat jahat yang sudah traveling di otaknya.


"Aku tidak akan berhenti merebut Zain dari mu"Batin Sania.


Bersambung ......


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


Hay teman mengingatkan Like dan Komentnya ya... Makacih muachh♥️♥️


Baca juga ya cerita othor yang lainnya.


1.Valentain terakhir Bahagia


2.TM3

__ADS_1


Selamat menunggu waktu berbuka puasa bagi yang menjalankan.🙏🙏


__ADS_2