My Momy My Wonderwoman

My Momy My Wonderwoman
Episode 30 # Di Rumah Sakit


__ADS_3

Selepas Opa Leo pergi,


Zain terduduk di samping brankar Dinda dengan raut wajah datar yang fokus menatap layar ponselnya.


Dinda pun hanya bisa menghela nafasnya melihat dingin nya suaminya itu.


"Mas...."Panggil Dinda dengan lirih.


"Hmm..."Jawab Zain sembari scrolling ke atas bawah handphone nya.


"Mas Dinda haus."


Zain pun mengambil segelas air putih untuk Dinda.


"Makasih mas."Ucap Dinda dan Zain mengulas senyumnya sembari mengangguk.


Beberapa menit kemudian dokter dan suster pun datang untuk memeriksa keadaan Dinda.


"Selamat siang Ibu Dinda,"Sapa seorang suster.


"Siang sus,"Jawab Dinda dan Zain berdiri dari kursi yang berada disamping nya Dinda.


"Ibu,sebentar lagi ada pemeriksaan dari dokter Toddy.Ja..."


"Sus!"Kata Zain yang terpotong.


"Iya tuan?"


"Rumah sakit sebesar ini memangnya tidak ada dokter yang lain?"Tanya Zain dengan raut kesalnya.


"Selain Toddy bear?"Tambah Zain lagi.


"Mas??"Kata Dinda lirih tangannya sambil menggoyangkan lengan Zain.


"Kenapa?"Tanya Zain ketus yang menatap Dinda dengan datar.


"Kamu senang ya ketemu mantan?"Tambah Zain lagi.


"Astagfirullah hal adzim mas...."


Suster yang memeriksa Dinda pun merasa tidak enak melihat sedikit pertengkaran pasangan suami istri itu.


"Selamat siang,"Sapa Toddy yang baru datang.


Zain berubah wajah nya ketika melihat Toddy yang datang.


"Siang dok."Jawab Dinda.


"To the point saja,jangan lama-lama!"Kata Zain yang ketus kepada Toddy yang terlihat memeriksa Dinda.


Toddy pun mengulas senyumnya,dia sedikitpun tidak terpancing emosi atas kata-kata ketus nya Zain.


"Alhamdulillah,Bu Dinda keadaan nya sudah membaik.Satu jam kemudian nanti tolong keruangan obygin untuk melakukan pemeriksaan kehamilannya."Kata Toddy selaku dokter umum yang mengulas senyum ramahnya.

__ADS_1


"Terimakasih dok,"Kata Dinda yang mengulas senyum nya kepada Toddy.


Toddy juga membalas senyuman dari Dinda.


"Selamat ya.. Sebentar lagi kamu akan menjadi ibu."Tambah Toddy.


Zain semakin kesal dengan Toddy yang sengaja berlama-lama di ruangan Dinda dengan dalih memeriksa Dinda.


Negatif thinking isi dalam otak Zain.😬😬


"Kamu kesini mau memeriksa Dinda apa mau mengulang kisah cinta kamu?"


"Kalau sudah selesai ya udah.Go away.."Tambah Zain dengan menunjuk pintu arah keluar.


"Oh maaf Tuan!"Ucap Toddy dan melangkah ke arah pintu keluar diikuti suster.


"Heran dech!Dasar Modus!"Omel Zain yang fokus menatap pintu luar sambil melihat punggung Toddy yang men jauh.


Dinda pun memutar kedua bola mata nya yang malas.


"Kenapa kamu?Kesal?Marah?Enggak bisa ketemu dengan Toddy bear mantan kamu?"Seru Zain lagi.


Dinda pun hanya terdiam tanpa merespon suami datar nya itu.


"Bilang aja kamu itu jealous mas!Gitu aja kok susah banget.☺️"Batin Dinda yang senyum-senyum sendiri.


Sementara itu dilorong rumah sakit,


Toddy pun hanya tersenyum.


"Bu Dinda mantan nya dokter Toddy toh✌️😁"Tambah Suster.


"Suster... Ayo fokus kerja ya."Jawab Toddy.


"Maaf dok."Jawab Suster itu dan Toddy hanya menggelengkan kepalanya.


Zain pun mendorong kursi roda Dinda ke ruangan obygin.


"Selamat siang dokter..."Sapa Dinda kepada dokter SpOG yang memiliki nama dokter Nisya.


"Selamat siang ibu Dinda."Sapa dokter Nisya yang terkenal lemah lembut itu.


"Kita langsung ke brankar Bu Dinda ya.Tuan Zain tolong dibantu istrinya."Kata dokter Nisya.


Setelah Zain membantu Dinda,asisten dokter Nisya pun memulai mengolesi gel dingin di perut Dinda.


Zain,Dinda dan dokter Nisya kini fokus menatap layar monitor untuk melihat perkembangan baby yang berada di dalam perut Dinda.


"Bagaimana dok keadaan anak saya?"Tanya Dinda dengan raut wajah bahagianya.


Sedangkan Zain masih mengkerut kan keningnya menatap layar monitor yang tidak dia ketahui itu maksud nya apa.


"Dokter Nisya,tolong di jelaskan maksudnya saya kurang paham "Ucap Zain.

__ADS_1


Dokter Nisya pun mengulas senyum nya.


"Tuan,istri anda Bu Dinda saat ini tengah hamil dengan usia kehamilannya 2 Minggu.Usia ke hamilan ibu Dinda memang masih sangat muda,sebab dari pada itu perlu hati-hati agar tidak terjadi lagi hal seperti ini."Jawab dokter Nisya.


"Istirahat yang cukup,makan makanan yang bergizi minum vitamin serta jangan terlalu stress.Tuan tolong diperhatikan ya ibu Dinda."Tambah dokter Nisya.


"Baik dok."


"Baik lah,kalau tidak ada pertanyaan.Saya beri kan resep dan vitamin.Jangan lupa untuk diminum."Kata dokter Nisya.


"Terimakasih dok."Kata Dinda dan Zain bersamaan.


Setelah dari ruangan dokter Nisya,Zain mengantar Dinda keruang rawat inap nya.


Lalu Zain menebus resep ke apotik.Setelah selesai menebus resep di apotik,Zain ber jalan menuju ke ruang rawat inap Dinda.


Brakkkkkk


"Ahhhh... ****!"Umpat Zain yang menabrak seorang perempuan.


Dan perempuan itu pun pingsan.


Zain segera mendekat ke arah perempuan itu untuk mencoba menolongnya.


"Sania...?"Kata Zain yang melihat Sania pingsan dengan sekujur tubuhnya yang memiliki tanda membiru.


Dengan cepat Zain pun meminta pertolongan kepada suster yang lewat.


Zain membantu suster untuk mendorong brankar Sania menuju ruangan Instalasi gawat darurat.


"Silahkan tunggu diluar pak."Kata Suster itu.


"Dengan keluarga nya pasien?"Tanya suster lagi.


"Saya teman nya sus."Jawab Zain.


"Tolong dibantu pak untuk menghubungi sanak saudaranya."Kata suster lagi dan Zain pun menganggukan kepalanya.


Sementara Sania mendapat pertolongan dari dokter di ruang instalasi gawat darurat,Zain sibuk menghubungi asisten Ferdy untuk mencari keberadaan sanak saudara Sania


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


Assalamualaikum wr,wb.


Hai readers mohon maaf beberapa hari ini author agak sibuk karena menjelang hari raya idul Fitri,terimakasih sebelum nya yang masih setia membaca tulisan-tulisan author☺️.Jangan lupa dukungan dari kalian Like & Komentnya sebagai moodbooster author😘😘Jangan lupa bunga-bunga nya ya😉 Agar hati Dinda ber mekaran selalu.


Jangan lupa juga untuk membaca cerita author Valentain Terakhir Bahagia & TM3.


Author mengucapkan **Selamat hari raya idul Fitri mohon maaf lahir Batin🙏🙏


Balikpapan,


@ Saturday 22 April 2023**.

__ADS_1


__ADS_2