My Momy My Wonderwoman

My Momy My Wonderwoman
Episode 85 # Ulah si bocah,emak enggak mau ngalah


__ADS_3

Akhir-akhir ini Zain sangat di sibukkan dengan pekerjaan nya dan tentang pengembalian uang ganti rugi batu bara milik Wiratama group.


Untuk sementara ini Zain meminta asisten Ferdy untuk memantau pengelolaan kantor pusat.


Sedangkan dia sedang sibuk dikantor cabang di kota kedua metropolitan.


Kota yang telah menjadi mata pencarian Dinda dan tempat Dinda mengadu nasib selama tujuh tahun.


Rey... Ryo... Ryu... Yang tengah asik bermain tembak-tembakan diruang tamu kini mencoba untuk menghampiri Zain yang sedang berada di ruang tamu.


Zain nampak fokus dengan layar monitor laptop nya.


"Dady... Dady..."Panggil ketiga anak nya yang berlarian itu sembari saling main tembak-menembak.


"Dady.....?"Ucap Rey sembari menaikan tubuh nya untuk duduk di sofa mendekati Zain.


"Dady...."Seru Rey lagi.


"Yes....?"Jawab Zain yang masih datar sibuk menatap layar laptop nya.


Zain sedang sibuk Zoom meeting bersama para karyawan-karyawan di kantor pusat nya.


Plug...


Ryu dengan jahil nya menutup layar monitor laptop nya.


Zain terkejut.


"Astaga....."Zain mencoba menahan emosinya .


"Ryu....!"Pekik Zain reflek berdiri.


"Dady sedang kerja."Zain yang tanpa sengaja marah.


Ryu pun tersentak kaget dengan suara menggelegar dari Dady nya.


Dan manik-manik bocah itu mengeluarkan buliran bening nya.


"Astagfirullah....."Ucap Zain yang menyesal telah membentak Ryu hingga mau menangis.


"Hua.... Hi.... Hi...."Tangis Ryu.


"Ma-maafin Dady sayang.. Dady enggak bermaksud un....."Ucap Zain terpotong karena mendengar sesuatu yang jatuh.


Preng....


Ryo yang tanpa sengaja menyenggol gelas kopi Zain hingga jatuh di lantai dan pecah.


"Omaiigad..... ."Seru Zain dan melihat ke arah belakang punggung nya.


"Ada apa lagi ini...?Ryo...."Gerutu Zain.


Zain yang shock bergegas mengangkat tubuh Ryo dan Ryu yang berdiri di dekat sofa untuk duduk di sofa agar ke dua nya tidak terluka kena pecahan beling dari gelas kopinya.


"Bisa tidak Ryo berhati-hati kalau jalan?"Zain yang memarahi Ryo juga reflek tanpa sengaja sembari kedua tangan dipinggang.

__ADS_1


Tak berapa lama kemudian,


"Hua.... aaaa.... aaaa ..."Tangis ketiga bocah itu akhir nya pecah juga.


"Hi.... Hi.... Hi...."Dady jahat.Seru Ryu yang mengusap air mata nya dengan lengan nya.


"Huft......"Zain mengacak pinggang nya dan menarik nafas dalam-dalam.


"Kita enggak mau sama Dady,kita mau sama papi Ardan!."Sahut Rey.


"Dady jahat... Hiks.. Hiks..."


Mendengar ketiga anak nya menyebut nama Ardan didepan nya semakin membuat Zain merasa kesal dan geram.


"Rey....!"Pekik Zain.


"Mas....!"Bentak Dinda.


Dinda yang datang langsung menghampiri ketiga anak nya dan mendekap Rey... Ryo... Ryu... Dalam pelukan nya.


"Hi.... Hi... Hi..."Tangis ketiga bocah itu dalam pelukan Dinda.


Dinda menatap tajam ke arah Zain dengan tatapan menghunus nya.


Sementara Zain terdiam berdiri dengan kedua tangan yang masih berada dipinggang nya.


"Cup... Cup... Sayang ada Momy kok."Ucap Dinda sembari mengusap puncak kepala rambut ketiga anak nya.


"Hi.... Hi.... Dad... Dady... Jahat... "Seru Ryu yang menangis sesenggukan ketakutan.


Dinda menatap tajam mata Zain.


"Mas enggak kasar sama mereka,mas ha..."


"Lalu kenapa mereka menangis ketakutan seperti ini?Dinda melihat mas membentak mereka."Sahut Dinda.


"Coba dengar kan dulu penjelasan mas.. Mas bisa jelasin."Sela Zain.


"Asal kamu tau mas,aku yang mengandung mereka,aku yang melahirkan mereka aku juga yang banting tulang demi mereka selama tujuh tahun ini,tidak perduli panas hujan Siang malam dan hujatan dari orang-orang dengan seenak nya hati kamu melukai perasaan mereka?"Sahut Dinda yang tidak mau mengalah.


"Oh... Kamu mengungkit seperti itu,karena kamu yang paling berjasa kepada mereka?"Sahut Zain dan menatap Dinda.


"Aku enggak mengungkit mas.Agar kamu tau itu adalah realita.!"Jawab Dinda sembari menatap Zain dan sendekap.


"Coba waktu itu kamu tidak melarikan diri,aku pasti akan bertanggung jawab dan melakukan seperti apa yang kamu lakukan untuk mereka."Sahut Zain.


"Terus..?Kamu mau melihat aku mati berdiri seatap dengan perempuan itu?Yang benar saja kamu mas!"


"Dinda stop dengan apa yang kamu katakan!"Bentak Zain.


"Hey... Dady... My Momy is my wonderwoman."Sahut Rey yang kesal dengan Dady nya lalu menembakan air dengan tembakan-tembakan mainan kearah Zain.


Zain yang membelalakan kedua mata nya terkejut mendengar pembelaan dari Rey.


"Jangan sakiti Momy kamui."Seru Ryo dan menembakan air ke arah wajah Zain.

__ADS_1


Zain menutupi wajah nya dengan kedua tangan nya.


"Tuhhh... Dengar kan mas..?Mereka adalah garda terdepan ku.Awas saja kalau kamu melukai hati mereka ya"


"Aku tidak akan terima mas!Meski kamu suami aku."Pekik Dinda.


Zain hanya bisa menghela nafas nya sembari mendongak kan kepala ke atas.


Dia terlihat pasrah ketika Dinda mengomeli nya.


Ras terkuat di bumi 😕 adalah emak-emak...


"Kalian duduk dulu ya... Momy mau membersihkan pecahan kaca dulu.Ingat pesan Momy jangan kemana-mana nanti kaki kalian bisa kena beling."Pesan Dinda kepada ketiga anak nya.


"Iya Momy..."Jawab ketiga anak nya itu bersamaan.


Sementara Dinda pergi ke dapur,


Zain melirik ketiga anak nya yang sama-sama mengerucutkan bibir kedepan sembari melipat kedua tangan didada.


"Suit... Suit..."Zain yang menggoda ketiga anak nya sembari mengedipkan mata.


Ketiga bocah itu pun memalingkan wajah nya secara bersamaan.


"Waduh.....??Bener-bener ngambek tuch krucil."Gumam Zain sembari menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.


Zain pun berpikir sejenak mencari ide untuk mencari perhatian kepada ketiga anak nya.


"Bisa-bisa nanti enggak dapat jatah susu dari emak nya.Hmmmmmm...?"Gumam Zain.


Zain pun menghampiri ketiga anak nya di sofa.


"Dady minta maaf ya... "Kata Zain dengan memelas sambil mengeluarkan jari kelingking nya.


Ketiga bocah itu sama-sama melirik ke arah Zain dan kembali berpelukan bertiga berdiskusi.


Zain hanya mengerutkan kening nya.


"Ehem...Ehem..."Zain yang mendehem.


Ketiga bocah itu pun mengurai pelukan nya dan kembali menatap Zain sang Dady.


"So....?Apa kalian mau memaafkan Dady?"Tanya Zain sembari melengkukan jari kelingking nya.


"Ok...!"Jawab ketiga bocah itu dan membalas dengan menautkan jari kelingking nya masing-masing.


Zain dan anak-anak nya pun kini berbaikan.


Bersambung......


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


Terimakasih kakak atas dukungan dan suport nya untuk Dinda☺️


Hugh and kiss from here Balikpapan,,

__ADS_1


Jangan lupa like and komentar nya untuk meramaikan ya....


Selamat malam🙂


__ADS_2