My Momy My Wonderwoman

My Momy My Wonderwoman
Episode # 90 Pukulan untuk Zain


__ADS_3

Sepasang mata sedang mengawasi Dinda dan juga Zain.


Sembari tangan mengepal dia pun pergi dari ruang tunggu itu.


Namun sebelum pergi,dia sembari memberi kode jauh dari salah satu orang yang berada satu sel dengan Zain.


Tahanan itu pun mengangguk kan kepala.


"Dinda pamit pulang dulu ya mas."Kata Dinda sembari memeluk suami nya Zain.


Cup...


Zain yang mengecup kening Dinda.


"Hati-hati sayang.Jangan capek-capek ya."Pesan Zain sembari mengusap pipi Dinda.


Dinda mengangguk dan mencium punggung tangan Zain.


"Assalamualaikum."Salam Dinda beranjak berdiri.


"Waalaikum salam."Jawab Zain mengulas senyum dan Dinda pun berlalu dari pandangan nya.


Petugas tahanan kembali memasukan Zain ke dalam sel tahanan.


Tak lama kemudian datang seorang laki-laki berparas tampan mengenakan stelan baju kantoran.


Dia berhenti didepan sel tahanan Zain dan berdiri sembari bersendekap.


Dari ujung kaki hingga sampai ke ujung rambut Zain melihat sosok laki-laki yang tengah datang.Zain menatap sosok laki-laki yang tengah menatap nya.


Zain tersenyum smirk😏


Sembari kedua tangan nya yang berpegangan jeruji besi yang telah mengurung nya.


"Aku datang kesini ingin menawarkan sebuah penawaran untuk kamu."Ucap laki-laki itu yang tidak lain adalah Ardan.


Ya...


Ardan mendatangi kantor kepolisian untuk memberikan sebuah penawaran kepada Zain.


"Aku mau mengeluarkan kamu dari jeruji besi itu,asal kamu mau memberikan Dinda untuk ku."Tambah Ardan lagi.


Zain hanya diam mendengar apa yang diucapkan oleh Ardan.Dia mencoba untuk menahan diri agar tidak tersulut emosi nya yang sudah memuncak.


"Cuih,jadi seperti ini cara licik mu untuk mendapat kan Dinda?"Sindir Zain dengan membuang muka.


Ardan nampak mengepalkan tangan nya.


"Hey... Boy.. Come on.. Move On."Sindir Zain lagi.


"Mau dengan sekuat apapun kamu mau merebut Dinda dari ku dengan ribuan cara apapun itu,kalau Dinda sudah jadi milikku dia tidak akan pergi kemanapun.Dia tetap menjadi milikku."


"Jangan sombong kamu Zain!"Pekik Ardan sembari menunjuk jari telunjuk nya ke arah Zain.


"Ardan!"Bentak Zain.


"Aku tau kamu itu licik!Kamu begitu terobsesi dengan Dinda hingga kamu seperti orang gila."Kata Zain.


"Ku akui Zain... Pesona Dinda tidak akan pernah tergantikan oleh wanita mana pun di dalam hatiku.Dan aku memberikan penawaran untuk mu,aku lepaskan kamu berikan Dinda untuk ku."


Srekkkkkk!!!


Tangan Zain yang menarik dasi Ardan hingga kuat.

__ADS_1


Ardan sampai melambai tangan,berusaha melepaskan diri dari cengkraman tangan Zain.


Bugh...


Bugh...


Bugh...


Tiga orang napi yang satu tahanan memukul belakang punggung kepala Zain.


Bugh..


Bugh..


Hingga Zain tersungkur dan pingsan.


Ardan yang melihat Zain babak belur dan tersungkur pun tersenyum smirk 😏 sambil membereskan dasi nya.


"Untuk saat ini cukup.Biar kan dia seperti itu."Kata Ardan kepada tiga napi suruhan nya.


"Dibagi tiga buat kalian."Ujar Ardan sembari memberi segepok uang kepada ketiga napi suruhannya.


"Terimakasih tuan."Jawab salah satu napi itu.


"Hm!"Jawab Ardan.


"Apalagi perintah nya tuan?"Tanya salah seorang napi lagi.


"Cukup....!"Jawab Ardan dan membalikkan badan nya menuju ke luar.


Rumah Dinda,


Tiga puluh menit kemudian...


"Assalamualaikum...."Sapa Dinda yang berjalan menuju kearah ruang tamu.


"Waalaikum salam... "Jawab semua orang yang tengah menunggu Dinda.


"Momy......"Teriak ketiga anak-anak Dinda seraya berlarian memeluk Dinda.


Dinda pun menyamakan posisi ketiga anak nya dan memeluk nya.


"Momy... Kapan kita menjenguk Dady?Kita kangen Dady...!"Seru si kakak Rey yang mengawali pembicaraan nya.


"Iya,Momy.. Kita bertiga kangen Dady."Tambah si bontot Ryu.


"Hmmm.... In Sya Allah besok ya.Besok kan kalian sekolah nya sudah libur,besok mamy ajak kalian menjenguk Dady."Jawab Dinda kepada ketiga anak-anak nya.


"Horeeeeee....."Seru ketiga anak-anak Dinda yang bahagia.


"Momy....."Kata Ryu yang lirih.


"Hm....??"Jawab Dinda sembari menatap raut wajah Ryu.


"Kenapa Om Ardan sekarang jahat sama Dady..?"Tanya Ryu kepada Dinda.


"Dulu Om Ardan baik sama Dady.Kenapa sekarang tiba-tiba berubah?"Tambah Ryu lagi.


Dinda pun mengulas senyum nya.


"Sayang... Kita tidak pernah tau sifat orang-orang itu seperti apa.Karakter semua orang masing-masing juga berbeda,jadi... Pada intinya kita harus selalu berhati-hati kepada orang yang baru kita kenal.Boleh bersikap baik tapi harus dibatasi ya nak pintar."Ucap Dinda yang menasehati anak-anak nya.


"Selamat sore nona Dinda!"Sapa suara yang tidak asing Dinda dengar.

__ADS_1


Dinda pun menoleh ke arah belakang nya.


"Uncle....."Teriak ketiga anak-anak Dinda.


"Asisten Ferdy...?"Seru Dinda dan beranjak berdiri dari posisi menyamakan ketiga anak nya.


Asisten Ferdy mengulas senyum.


"Ayo masuk dulu asisten Ferdy."Kata Dinda seraya berjalan menuju ke arah sofa.


"Ayah.. Ibu ...Mbok.."Sapa Dinda Salim takzim dan duduk di sofa.


"Asisten Ferdy silahkan duduk dulu."Sahut Ayah Ali.


Dan asisten Ferdy pun duduk di sofa.


Mbok Sumi pun membuatkan minum untuk asisten Ferdy.


"Asisten Ferdy bagaimana dengan pak Frans?Asisten Ferdy apa sudah menyampaikan kepada pak Frans tentang keadaan mas Zain?"Tanya Dinda kepada asisten Ferdy.


"Nona Dinda,semua sudah saya sampaikan kepada pak Frans dan besok siang dia akan datang kesini sekaligus melihat kantor cabang Abraham di kota ini."Jawab asisten Ferdy.


"Syukurlah kalau begitu asisten Ferdy.Soal nya saya sudah bingung harus minta tolong kemana lagi?"Kata Dinda dengan raut wajah yang penuh beban.


"Lalu bagaimana dengan keadaan tuan Nona?"Tanya asisten Ferdy.


"Iya ndok bagaimana keadaan nak Zain?"Tambah ayah Ali.


"Alhamdulillah mas Zain baik-baik saja ayah.Tapi bagaimanapun juga Dinda tidak tega melihat mas Zain keadaannya seperti itu."Jawab Dinda yang menunduk sedih.


"Yang sabar ndok,pasti ada jalan dibalik ini semua."Kata Ibu Ali yang menenangkan Dinda.


"Dinda enggak habis Fikir Bu,kenapa Ardan begitu jahat sekali.Sampai-sampai sebegitu kejam nya dia dengan mas Zain."Kata Dinda.


drt....drt...


Dering handphone Dinda berbunyi.


Sebentar ya,Dinda angkat telfon dulu.


"Assalamualaikum..."Sapa Dinda via line telfon.


Dinda mendengarkan dengan begitu serius seseorang yang tengah menelfon nya.


"Astagfirullah hal adzim..??"Kata Dinda yang kaget.


Semua orang yang duduk di kursi sofa nampak bengong melihat raut wajah yang tadinya ceria kini berubah menjadi raut wajah khawatir nya.


"Dinda....?"Kata Ibu Ali.


"Momy....?"Panggil ketiga anak nya.


Bersambung......


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


Hallo kakak terimakasih yang masih setia dengan cerita Dinda♥️Zain.


Jangan bosan-bosan ya untuk memberi dukungan nya.


Selamat liburan...


Hugh from here Balikpapan,

__ADS_1


__ADS_2