My Momy My Wonderwoman

My Momy My Wonderwoman
Episode 75 # Pertemuan Zain


__ADS_3

Dinda meminta izin untuk pulang selepas dari kamar mandi.Dia merasa tidak enak jika berlama-lama berada dirumah Ardan.


Sementara,Dinda sudah mengetahui kalau kedua orang tua Ardan tidak menyetujui hubungan nya dengan Ardan.


Ardan yang fokus menyetir mobil,menoleh ke arah samping tempat duduk Dinda disebelah nya yang memijit ujung pelipis dan menyandarkan kepala di kaca jendela mobil.


Baik Dinda maupun Ardan terdiam seribu bahasa sejak dari rumah Ardan menuju rumah Dinda.


Mobil Ardan berhenti ketika sudah masuk ke pelataran parkir rumah Dinda.


Dinda melepas safety belt nya,sebelum dia turun dari mobil Ardan mencoba menahan tangan nya.


"Maaf bang tolong lepasin tangan saya."Ujar Dinda sembari menarik tangan Ardan.


"Kenapa kamu berubah menjadi dingin setelah bertemu dengan keluarga ku?"Tanya Ardan kepada Dinda.


"Enggak bang,itu cuman perasaan Abang saja."Jawab Dinda sambil mengulas senyum dengan terpaksa.


"Terimakasih ya bang,atas undangan nya hari ini.Aku masuk dulu."Kata Dinda dan turun dari mobil.


Merasa aneh dengan sikap Dinda,Ardan turun dari mobil dan menyusul Dinda yang sudah masuk ke dalam rumah.


Dinda berjalan masuk kedalam rumah dengan menunduk sembari memijit ujung pelipis dengan tangan kiri yang menenteng tas nya.


Ketika dia akan menaiki anakan tangga,


"Momy.....!"Seru salah satu anak nya Ryo.


Dinda pun menghentikan langkah kaki nya dan menoleh ke arah sumber suara.


Deg,,,,,


Dag... Dig... Dug...


Kedua kaki Dinda terasa lemas setelah melihat seorang laki-laki yang gagah bertubuh proposional six pack tinggi macho dan seluruh pipi nya ditumbuhi bulu rambut tipis sambil menggendong Ryo anak kedua nya sembari mengulas senyum nya.


Disamping laki-laki itu juga berdiri kedua anak nya disisi kanan dan kiri,Rey serta Ryu yang kedua tangan nya melingkarkan dipinggang.


"Mas Zain....?"Batin Dinda yang sangat terkejut atas kedatangan seorang lelaki yang tujuh tahun sudah ia tinggalkan.


Mbok Sumi dan kedua orang tua Dinda yang berdiri juga nampak terdiam.


Zain menurunkan Ryo dari gendongan nya.Ryo pun menghampiri Dinda dan mencoba menarik Dinda.


"Eh.... Ryo???"Kata Dinda yang terlihat gugup.


"Momy,Momy kenapa enggak pernah cerita kalau om brewok adalah Dady kita?"Tanya Ryo kepada Dinda.


"Mpht.... Mph....."Dinda terlihat bingung untuk menjelas kan.

__ADS_1


"Dinda!"Seru Ardan yang tiba-tiba datang.


"Ada apa ini?"Tanya Ardan bingung ketika semu orang yang berkumpul di ruang tamu.


"Papi.....??"Seru Ryu yang berlari ke arah Ardan dan berlari dengan kaki ancang-ancang dan loncat ketubuh Ardan dan digendong ala baby coala.


"Papi...?Masih ingat enggak?Om brewok yang membelikan es krim itu adalah Dady aku,kak Ryo dan kak Rey."Kata Ryu kepada Ardan.


Ardan yang mendengar ucapan dari Ryu mengalihkan tatapan mata nya ke arah Dinda.Dinda pun menunduk.


Sementara Zain dengan gaya coolnya menghampiri Ardan dan Dinda dengan salah satu tangan di masukan ke kantong celana sebagai ciri khas nya.


Zain berdiri tidak jauh dari Dinda dan Ardan.


Mbok Sumi dan kedua orangtua Dinda merasa khawatir melihat mereka bertemu.


Dinda yang ditatap Zain dengan tatapan menghunus.


"Mbok,Ayah ibu... Tolong bawa anak-anak keluar dulu."Kata Dinda.


Mbok Sumi ayah Ali dan ibu Ali masing-masing menggandeng anak-anak Dinda menuju keluar pintu.


"Tapi nek...??"Tolak ketiga bocah itu.


"Kita diluar sebentar ya cu,"Ajak ibu Ali kepada ketiga cucu nya.


Setelah dipastikan ketiga anak-anak nya keluar,


Zain masih menatap Dinda dengan tatapan tajam menghunus,sementara Dinda terlihat gusar.


Pikiran sudah traveling kemana-mana memikirkan ketiga anak-anak nya,dia sangat takut Zain akan mengambil nya dan memisahkan dia dari anak-anak nya.


Zain mencengkeram lengan Dinda dengan kuat dan membuat Dinda terkejut.


"Zain!"Pekik Ardan yang melihat Dinda merasa kesakitan lalu melepas tangan Zain.


"Shut Up!"Bentak Zain kepada Ardan.


"Bisa-bisa nya kamu menyuruh anak-anak ku memanggil dia dengan panggilan papi?Aku ini masih sah suami kamu!"


"Tujuh tahun lama nya kamu pergi meninggalkan aku membawa anak-anaku dan sekarang kamu dengan begitu santai nya jalan berdua bersama laki-laki lain,hah?"Kata Zain yang geram kepada Dinda.


"Wanita macam apa kamu ini."Umpat Zain lagi.


Bugh...


Reflek Ardan meninju perut Zain.


Dinda terkejut sembari menutup kedua mulut nya.

__ADS_1


"Wajar saja Dinda meninggalkan dan memilih pergi dari hidup mu.Karena kamu telah menyakiti dan menyia-nyiakan dia."Sahut Ardan.


Zain yang masih membungkuk sembari kesakitan memegangi perut nya mencoba untuk membalas Ardan.


"Mas.......!"Pekik Dinda.


"Tolong keluar dari rumah ku ini."Usir Dinda kepada Zain.


"Enggak!Aku masih ingin tetap disini.Kamu enggak punya hak untuk mengusir ku.Aku masih suami kamu dan seharus nya yang pergi dia bukan aku."Kata Zain yang menunjuk ke arah Ardan.


"Enggak!Aku juga enggak akan pergi dari sini karena aku calon suaminya."Tolak Ardan.


"Cuih,"


"Dinda,kamu suruh pergi laki-laki ini atau aku akan mengambil ketiga anak-anak ku pergi dari sini dan membawa nya pergi?"Ancam Zain kepada Dinda.


Dinda merasa takut mendengar ancaman dari Zain.


"Bang,,,,,"Kata Dinda kepada Ardan.


"Bisa enggak kamu panggil dia dengan panggilan nama nya saja?"Protes Zain kepada Dinda.


"CK,"Dinda yang mendecih kesal.


"Tinggal ngomong begitu saja susah sekali sih kamu?Atau aku bawa anak-anak pergi dulu baru kamu mau?"Ancam Zain lagi.


Dinda pun menghentakkan kaki dengan kesal.


"M-maaf Ardan,Dinda mohon tolong kamu pulang dulu ya."Kata Dinda kepada Ardan.


"Tapi aku masih ingin mendengar penjelasan dari kamu."Tolak Ardan.


"Ardan please,ini demi ketiga anak-anak ku.Aku enggak mau mas Zain pergi membawa anak-anak ku."Balas Dinda memberi pengertian kepada Ardan.


"Enggak usah lebay seperti itu!"Kata Zain yang geram melihat Dinda dan Ardan begitu serasi bermesraan.


"Ingat!Kamu sudah punya suami!"Tambah Zain lagi.


"Bisa diam enggak sih kamu?"Sahut Ardan dengan ketus.


"Pulang sana kerumah kamu."Tambah Zain lagi yang kesal.


"Ok,besok aku ingin bertemu dengan kamu."Ucap Ardan kepada Dinda dan Dinda mengangguk kan kepala.


Dengan berat hati,Ardan pun mengikuti permintaan Zain untuk pergi keluar rumah.


Bersambung......


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️

__ADS_1


__ADS_2