My Momy My Wonderwoman

My Momy My Wonderwoman
Episode 96 # Kepanikan Dinda


__ADS_3

Hah...??"Dinda yang terkejut dengan mata terpelotot sembari mengangkat dua telapak tangan nya untuk menutupi mulut.


Orang yang ditatap Dinda itu mengulas senyum dengan salah satu tangan yang dimasukan dikantong celana samping.


"A.... Ardan?"Sebut Dinda kepada seorang yang berdiri di depan nya dengan panik bergemetar.


"Ya sayang......"Jawab Ardan sedikit lebih maju menghampiri Dinda.


"M...Mau apa kamu Ardan?"Tanya Dinda dengan nada gugup sembari tangan nya yang mau meraih sesuatu disamping nya.


"Aku kangen sama kamu."Jawab Ardan santai yang mengulas senyum.


Dinda mendapat kan pisau dan memegang pisau itu ke arah depan menuju Ardan yang berjalan mendekat ke arah Dinda.


"Jangan macam-macam kamu Ardan."Ancam Dinda dalam keadaan panik kepada Ardan.


"Kembali lah dengan ku.Aku janji aku akan membuat mu bahagia.Dinda please come on."Kata Ardan sembari mengulurkan tangan nya ke arah Dinda.


"Jangan gila kamu Ardan!Aku sudah memiliki suami."Kata Dinda sembari memegang pisau nya.


"Aku memang gila karena kamu.Bukan kah dulu kita pernah menjalin ikatan cinta saat kamu masih berstatus istri Zain?Lalu apa bedanya dengan sekarang?"Jawab Ardan.


"Pergi... Pergi ...."Teriak Dinda kepada Ardan sambil mengacungkan pisau ke arah Ardan.


"Pergi......"Teriak Dinda lagi dan semakin panik.


"Ok,aku akan pergi tapi bersama kamu."Jawab Ardan seraya mendekat ke arah Dinda.


"Jangan mendekat!"Teriak Dinda hingga mengucur kan tetesan air mata.


Sementara itu,


Mbok Sumi yang sudah menyelesaikan sholat dhuhur nya penasaran dengan apa yang terjadi di lantai dasar.


Dia bergegas melepas semua mukena nya,ketika mbok Sumi hendak mau membuka pintu kamar anak-anak Dinda,Ryu terbangun dan memegang lengan mbok Sumi.


Mbok Sumi pun menoleh ke arah belakang punggung nya,dan melihat Ryu sedang memegangi lengan nya.


"Apa yang terjadi Mbah...?Kok suara berisik seperti nya Momy sedang teriak-teriak?"Tanya Ryu sambil mengucek mata nya.


"Mbok juga enggak tau nak,sebentar mbok lihat dulu ya."Kata mbok Sumi kepada Ryu.


Lagi-lagi langkah nya mbok Sumi terhenti ketika Ryu menarik lengan nya.


"Mbah... Takut..."Ucap Ryu dengan manik-manik putih yang akan jatuh.


Karena enggak tega,mbok Sumi pun menggendong Ryu untuk melihat keadaan yang berada di lantai satu.


Mbok Sumi pun berjalan menuju ke arah tangga.


"Hah??"Ryu dan mbok Sumi yang terkejut melihat Dinda membawa pisau dan hendak menodongkan ke arah Ardan.

__ADS_1


"Momy ...."Teriak Ryu dan mbok Sumi langsung menutup mulut Ryu dan menjauh dari arah tangga terus sembunyi.


"Sst.....!!"Kata mbok Sumi kepada Ryu sambil menutup mulut Ryu.


"Ryu... Dengerin Mbah,Ryu jangan berisik ya.Kalau Ryu berisik om Ardan akan melukai Momy."Bisik mbok Sumi sembari menurunkan Ryu kelantai.


Ryu pun mengangguk kan kepalanya.Nampak dari raut wajah nya yang sangat panik ketika melihat Momy nya.


"Mbah,mau telfon Dady sama polisi."


"Ayo Mbah.. Kasihan Momy.."Kata Ryu yang mulai tidak tenang.


Mbok Sumi segera menelpon Zain.Setelah tersambung mbok Sumi dengan panik gelisah menceritakan masalah nya kepada Zain.


Zain bergegas segera pergi menuju rumah nya setelah mendengar informasi dari mbok Sumi.


Mbok Sumi juga menelpon ke kantor polisi dan berakhir dengan mbok Sumi diam dan memantau dari lantai ke dua.


Dinda berusaha menghindar mundur pelan-pelan sembari melempari barang-barang peralatan di dapur ke arah Ardan yang terus saja mendekat ke arah Dinda.


Dinda terus mundur hingga langkah nya terhenti tidak bisa kemana-mana di kitchen set.


Ardan langsung mengulurkan tangan nya dan berusaha mencekik Dinda.


Dinda berusaha melawan dengan kedua tangan nya untuk melepas tangan Ardan yang telah mencekik nya.


"Dengarin!"Pekik Ardan kepada Dinda sembari tangan nya berusaha mencekik Dinda.


Tangan Dinda berusaha menggapai barang yang berada di sekitar nya.


Prakkkkk!!!


Dinda berhasil meraih vas bunga dan dipukul kan dikepala Ardan.


Dinda terkejut sembari menutup mulut nya ketika melihat kepala Ardan mengeluarkan darah segar nya.


Ardan berusaha mencekik Dinda lagi dengan kuat-kuat sehingga Dinda tidak bisa bernafas.


Tak lama tangan Ardan yang mencekik Dinda menjadi lemah dan tersungkur dilantai.


Lantai dapur Dinda penuh dengan darah dan membuat Dinda yang panik melihat Ardan tersungkur dengan Baluran darah.


"Dinda...?Dinda...?"Teriak Zain yang mencari istrinya Dinda.


Dinda mendongak kan kepala nya mendengar suami nya Zain yang sudah datang.


"Mas....??"Teriak Dinda dan Zain pun mengarahkan pandangan nya ke arah sumber suara yang berada di dapur.


Zain berjalan ke arah dapur dan diikuti oleh asisten Ferdy yang baru datang bersama anggota polisi.


"Dinda....?"

__ADS_1


"Mas...??"


Zain pun memeluk istrinya dan melepas pelukan nya karena melihat Ardan yang tergeletak di lantai dengan kucuran darah segar nya yang terus keluar.


"Mas... Mas... A...Aku enggak sengaja memukul kepala nya.Hiks... Hiks... A... Aku takut mas."Cerita Dinda ke pada Zain suaminya.


"A...Aku hanya ingin melindungi diri ku mas Hiks... Hiks..."Kata Dinda yang begitu panik.


Zain memberikan pelukan kepada istri nya.


"Mas percaya dengan mu sayang.. Kamu tenang,biar mas yang mengurus ini semua."Ucap Zain sembari mengusap punggung belakang istri nya.


"Tuan Zain untuk sementara ini istri bapak kami bawa ke kantor untuk di mintai keterangan."Ucap salah satu anggota kepolisian itu.


"Mas.....?"Kata Dinda pendek yang terus-terusan menangis.


"Tapi pak istri saya tidak bersalah atas kejadian semua ini.Bahkan istri saya adalah korban karena kejahatan orang itu."Jawab Zain yang membela istri nya.


"Untuk lebih jelas nya kita bicarakan di kantor pak."Ucap anggota kepolisian itu kepada Zain.


Zain pun menatap istrinya dengan tatapan sendu nya.


"Sayang... Percaya sama mas kalau kamu memang tidak bersalah maka ikut lah dengan mereka untuk menjelaskan semua yang telah terjadi dan mas akan bersama mu."Ucap Zain yang membujuk kepada Dinda.


Tak bisa berkata-kata lagi.Dinda sudah kehabisan kalimat nya.Dia hanya bisa sesenggukan menangis sembari mengusap perut buncit nya yang sudah berusia 7,5 bulan itu.


Dinda pun akhir nya mengikuti langkah anggota polisi itu.


"Momy.... "Teriak Ryu sekeras mungkin dari arah tangga dan Dindapun menoleh ke arah tangga.


"Pak polisi ... Jangan bawa Momy ku.Momy tidak bersalah... Hi.... Hi...."Ucap Ryu yang menangis histeris sembari mengusap air mata nya dengan kasar.


Dinda hanya bisa menangis tak kuas untuk berkata-kata.


Zain menggendong Ryu dan didekat kan disamping Dinda.


"Momy tidak bersalah sayang.Momy pergi sebentar ke kantor polisi untuk menjelaskan semua yang terjadi."Jelas Zain yang memberikan pengertian kepada Ryu anak nya.


"Ryu sayang sama Momy?"Tanya Zain kepada Ryu dan Ryu mengangguk kan kepala nya.


"Doakan Momy ya biar semua nya cepat selesai."


"I love you Momy..."Ucap Ryu dan mencium pipi Dinda .


Dinda hanya bisa mengulas senyum nya karena saat ini dia tidak bisa berkata-kata.


Bersambung.....


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


Hallo kk jangan lupa dukungan nya ya,, Vote juga boleh🤗 Karena hari ini adalah hari Senin.

__ADS_1


Likeand komen nya ditunggu.


__ADS_2