
Oek...Oek... Oek...
Oek... Oek... Oek...
Tangis semua baby Rey... Ryu... Ryo...
Di tengah malam hari,
Dengan gerakan cepat Dinda langsung mengambil satu per satu anak-anak nya dan ditidurkan diranjang.
"Cup... Cup... Cup... Sayang ya,mommy buat kan susu dulu ya."Kata Dinda sembari membuat kan susu.
Oek... Oek... Oek...
Tangis anak-anak Dinda semakin nyaring,dikala Dinda sedang membuat kan susu untuk anak-anak nya.
Karena tengah malam yang tadi nya suasana tengah hening,tangis anak-anak Dinda terdengar begitu nyaring.
Hingga membuat Sania terbangun dari tidurnya.
"Oh may God.Ganggu saja!"Gerutu Sania yang kesal.
Sementara Zain tertidur pulas di sofa hingga mendekur.
Sania menyibak selimut nya dan menurunkan kakinya.
"Hoaaaaaaaaam."
"CK,"Decih nya sembari memakai sendal dan berjalan ke arah pintu keluar kamar.
Sania berjalan pelan-pelan menuruni anakan tangga dan menuju ke kamar Dinda.
Ceklek.....
Oek... Oek... Oek...
"Oh may God Dinda.... Kamu tau enggak ini sudah jam berapa?Tangis anak-anak mu itu bikin aku tidak bisa tidur!"Kata Sania kepada Dinda dengan kesal.
Dinda tak sedikit pun menggubris ocehan Sania.
"Cup... Cup... Cup sayang..."Kata Dinda yang menenangkan baby Rey sembari memberikan botol susu.
"Ih.... Kamu itu ngeselin sekali sih?"Seru Sania sembari membelalak kan mata nya ke arah Dinda.
"Maaf Sania... Aku sedang menenangkan anak-anak ku tidur!Bisa enggak kamu diam dan jangan ngoceh terus-terusan disini?"Jawab Dinda santai.
"Bagaimana aku bisa diam?Bagaimana aku enggak ngoceh mendengar suara berisik tangis dari anak-anak mu itu?"Pekik Sania.
"Wajar saja anak bayi jam segini bangun karena dia lapar dan haus.Nanti kamu juga akan merasakan bagaimana susah nya menjadi seorang ibu."Seru Dinda sembari menenangkan baby Rey yang terus-terusan menangis.
"Ada apa sih ini?Malam-malam kok ribut begini?"Tanya Zain yang tiba-tiba datang.
"Mas....?"Kata Dinda
"Hanny?"Seru Sania.
"Aku tuh hanya memberi tau Dinda kalau jadi seorang ibu harus gercep.Masak anak nya haus dan kelaparan sampai menangis dia malah asik-asikan tertidur."Kata Sania yang mulai menghasut.
Dinda sangat terkejut dan terbengong mendengar apa yang Sania ucap kan.Sementara Zain masih dengan raut wajah mengkerut kan kening seakan tidak percaya dengan apa yang Sania ucapkan.
"Sania... Tolong kalau kamu berbicara jangan asal!Kamu tidak tau apa yang aku lakukan di sini jadi jangan berkomentar tanpa ada fakta."Jawab Dinda yang mulai naik tempo.
"Loh,justru seharus nya kamu itu ber terimakasih dengan aku Dinda ka....."
Oek.... Oek....
__ADS_1
"Sudah... Sudah.... Stop it!"Potong Zain.
"Hanny....?"Pekik Sania kepada Zain.
"Shut up!!"Bentak Zain kepada Sania dengan tatapan tajam memerah.
"Keluar kamu dari kamar ini"Kata Zain sembari menunjuk ke arah pintu keluar.
"Keluar......"Usir Zain lagi.
"**** you!"Kata Sania kepada Dinda dan pergi ke luar.
"Sini... Sini... Biar mas yang menggendong!"Kata Zain yang mendekat ke arah baby Rey.
"Anak Daddy... Rewel kenapa sih?"Ucap Zain seraya menggendong baby Rey.
Tak lama baby Rey,tertidur didalam gendongan Daddy nya.
Zain pun menidurkan Baby Rey di baby box nya.
"Mas....?"Kata Dinda.
"Hmmmmm"Jawab Zain yang mendekat ke arah Dinda.
"Mas,rasa nya aku ingin pulang ke kontrakan ayah dan ibu."Kata Dinda yang menunduk dengan wajah letih nya.
Zain pun mengkerut kan kening nya.
Dan mencoba menelisik raut wajah istrinya.
"Sayang.... Sabar dong,mas tau ini berat.Tapi ini enggak lama kok.Bulan depan Sania sudah melahirkan.Mas janji akan segera menceraikan dia."Kata Zain yang menenangkan Dinda sembari mau mencium punggung tangan Dinda namun Dinda melepas tangannya.
"Aku capek mas dengan ulah istri kedua mu itu!Lama-lama aku bisa mati berdiri."Keluh Dinda sembari duduk di sisi ranjang.
"Mas....?Aku serius!"Kata Dinda dengan menekan kan kalimat terakhir nya.
"Sayang... Mas harap kamu sabar ya.Sudah lah sudah jam 2 pagi,kamu terlihat lelah tidurlah.Biar mas yang menjaga mereka."Ucap Zain sembari mengusap bahu Dinda.
Dinda pun mendengar kan apa yang Zain bilang.Dia lekas merebahkan dirinya,lalu menarik selimut nya.
Sementara Zain berjalan memutari ranjang dan berakhir ikut merebahkan tubuh nya disamping Dinda.
...****************...
Pagi-pagi sekali Zain sudah mempersiapkan diri untuk mulai bekerja.
Dia juga sedikit membantu Dinda dalam mengurus ketiga anak nya.
"Sudah pada tidur kan mereka?"Tanya Zain kepada Dinda.
"Iya mas."Jawab Dinda yang mengulas senyum nya sembari memasangkan dasi dileher suaminya.
"Kamu cantik."Goda Zain sembari mengedipkan salah satu mata nya.
"Helech,gombal!"Jawab Dinda sembari menarik dasi nya Zain dengan kuat.
Kret....
"Au....."Teriak Zain dengan wajah memerah nya.
"Astagfirullah hal adzim!Maaf mas."Kata Dinda sembari melonggorkan dasi suaminya itu.
"Uhuk... Uhuk..."Zain yang terbatuk.
"Sayang,kamu sengaja ya mau mencekik mas?"Kata Zain sedikit membungkuk dan memegang leher nya.
__ADS_1
"Bu... Bukan mas."Jawab Dinda sembari meraih air minum di meja nakas nya.
Zain pun meminum air putih itu dengan tandas.
Dinda pun kembali merapikan dasi Zain.
Bukan Zain kalau tidak menggoda Dinda dengan nakal.
Zain menarik pinggang Dinda.
Lalu mereka berdua saling menatap dengan intens.
Zain memegang dagu Dinda.
"Mas....?"Ucap Dinda lirih seakan tau apa yang akan dilaku kan Zain.
"Beri mas kecupan sebagai penyemangat pagi untuk bekerja."Kata Zain.
CUP.....
CUP.....
Ceklek....
"Zain ......."Teriak Sania ketika melihat Dinda dan Zain saling memagut bibir.
Zain dan Dinda pun tergagap kedua nya saling melepaskan pagutan bibir itu😄
"CK,"Decih Zain.
"Mengganggu saja"Batin Zain sembari memalingkan muka.
Dinda pun tertunduk tersenyum sembari memegangi jari-jemarinya.
"What are you doing here?"Tanya Sania kepada Zain.
"Kenapa memang nya?Ini kan kamar istri ku juga?"Sahut Zain sembari mengacak pinggang nya.
Zain pun menciumi ketiga anak nya yang tertidur satu persatu di baby box.
"Sudah,ayo keluar!"Kata Zain yang berjalan menuju ke arah pintu keluar.
Sania pun menghampiri Dinda.
"You......??"Kata Sania kesal.
"Sania come here....."Teriak Zain dari luar kamar Dinda.
"Awas!"Ancam Sania dan pergi keluar kamar Dinda.
"Astagfirullah hal adzim....."Dinda yang mengelus dada nya.
"Huft......"
Bersambung.....
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Hai... Kakak terimakasih atas dukungan nya untuk Dinda.😘😘🤗🤗
Tanpa suport dari kalian apalah arti dari cerita nya Author🥹🥹
Author selalu mengingat kan jangan lupa ya untuk dukungan nya.
Like & koment.
__ADS_1