My Momy My Wonderwoman

My Momy My Wonderwoman
Episode 67 # Sania meninggal


__ADS_3

Dengan geregetan dan begitu geram terhadap Luis,Zain menarik kerah baju Luis.


"Katakan dengan jujur kepada ku Luis,apa benar anak yang ada di dalam perut Sania anak kamu?"Tanya Zain lagi.


Luis mengibaskan kedua tangan Zain yang memegang kerah baju nya.


"Iya..!"Jawab Luis dengan Santai namun dengan raut wajah yang marah.


Bugh.....


Satu tonjokan berhasil dilayangkan di perut Luis.


"Brengsek kamu!"Zain yang menarik kerah baju Luis yang jatuh tersungkur dilantai.


"Apa maksud kamu hah?"Tanya Zain sembari mencekik leher Luis kencang.


"Tuan!"Pekik asisten Ferdy yang melerai Zain.


"Tahan emosi.Jangan melakukan hal bodoh.Kita belum menemukan nyonya Dinda."Ucap asisten Ferdy.


Ceklek....


Zain pun melepas kan tangan nya ketika salah seorang dokter keluar dari ruangan Instalasi gawat darurat.


Dokter umum yang tidak asing bagi Zain,


"Toddy....?"Batin Zain.


"Zain....?"Batin Toddy.


Zain dan Toddy sama-sama saling ngebatin.


Zain menatap wajah Toddy dengan tajam.


Dan mengepal kan tangan nya.


Toddy yang melihat ekspresi Zain menatap dirinya tidak suka hanya memilih untuk membuang muka.


"Dengan keluarga ibu Sania?"Seru dokter laki-laki itu alias Toddy.


"Saya mantan suaminya!"Sahut Luis .


"Dengan Luis!"


"Bagaimana dengan keadaan Sania dan anak nya dok?"Tanya Luis dengan raut pucat sendu sedih.


"Mantan suami suami Sania...?"Batin Toddy.


"Bagaimana keadaan Sania dan anak nya dok?"Kata Luis.


Dengan menundukkan kepalanya Toddy mau menjawab.


"Maaf tuan Luis,ibu Sania bersama anak yang berada didalam kandungannya meninggal!"Jawab Toddy.


"Apa dok....?"Ulang Luis kedokter Toddy dan dokter Toddy pun mengangguk kan kepala nya.


"Anaakkkkkk ku......"Teriak Luis.


"Hiks.... Hiks...."


"Anak....??"Gumam Toddy sembari menatap Zain.

__ADS_1


"Ya... Anak yang ada di dalam perut Sania adalah anak Luis.Bukan anak ku paham!"Sahut Zain sembari membelalak kedua mata nya.


Zain menarik kerah baju Toddy saat Toddy dalam keadaan bengong.


Sreeekkk


"Zain.....!"Pekik Toddy dan menatap mata Zain.


"Sekarang beri tahu kepada ku,dimana kamu sembunyikan Dinda bersama anak-anakku dan keluarga nya."Tanya Zain.


"Apa maksud kamu Zain?"Kata Toddy sembari mau melepas kedua tangan Zain.


"Jangan berlagak bodoh kamu Toddy!"Bentak Zain dan mendorong tubuh Toddy Kedinding.


Lalu Zain mau mencekik leher Toddy....


Bugh...


Zain tersungkur dilantai dan pingsan.


Toddy tercengang melihat Luis yang tiba-tiba datang dan memukul belakang punggung tubuh Zain.


Asisten Ferdy dengan gerakan cepat nya,langsung mengunci gerakan Luis yang akan memukul Zain lagi.


"Lepas... Lepasin.."Kata Luis yang memberontak.


"Itu adalah hukuman yang setimpal untuk kamu Zain.Karena kamu anakku mati.Anakku mati."


"Arkkkkkhhhhhh"Teriak Luis.


Toddy pun membawa Zain keruangan perawatan yang kosong.


Diruangan itu Zain segera diberi tindakan oleh Toddy.


2 Jam setelah Zain pingsan,


Zain membuka mata nya dengan pelan-pelan,


dia melihat Toddy yang duduk bersendekap di samping brankar.


"Awwwwwww....."Rintih Zain sembari memegangi punggung belakang nya.


"Jangan dipaksa.Istirahat lah dulu."Seru Toddy dan Zain memutar bola mata nya yang malas.


"Zain,selepas Dinda memutuskan untuk tinggal bersama kamu,saat itu pula aku dan Dinda tidak pernah berkomunikasi lagi."Jelas Toddy to the point.


"Hah,....??"Zain tersenyum kecut.


"Dinda menyuruhku untuk tidak menghubungi nya lagi walau hanya untuk berbagi kabar.Itu dia lakukan hanya demi untuk menjaga perasaan kamu."Kata Toddy.


"Jadi Dinda pergi bersama keluarganya aku baru tau dari kamu.Tolong kamu jangan salah paham!"Tambah Toddy yang meyakinkan Zain lagi.


Zain hanya bisa terdiam dengan mata berkaca-kaca dan menyapunya dengan lengan nya.


"Satu lagi yang ingin ku sampaikan kepada kamu.Sania sudah meninggal bersama anak yang ada di dalam perut nya,saat ini pihak rumah sakit sudah siap membawa ke tempat pemakaman."Ucap Toddy dan Zain pun beranjak duduk.


"Aku turut berduka cita ya.Karena dia juga istri kamu."


"Kapan mereka dimakam kan?"Tanya Zain yang mulai bersuara dengan wajah dingin nya.


"30 Menit dari sekarang.Keadaan kamu sudah membaik."Jawab Toddy sembari melihat jam tangan nya.

__ADS_1


"Terimakasih,"Kata Zain.


Zainpun bergegas keluar dari ruang perawatan dan berjalan menuju keruang jenazah.


Setelah persiapan selesai,jenazah dibawa ke tempat pemakaman umum yang tidak jauh dari rumah sakit.


Ditempat pemakaman itu,hanya tinggal Zain seorang yang masih berdiri dan menghadap kearah gundukan tanah yang basah dan yang bertabur bunga.


"Istirahatlah dengan tenang bersama anakmu.Aku dan Dinda dengan lapang dada sudah memaafkan mu!"Ucap Zain dan menunduk mengusap kepala nisan.


Zain pun menghubungi asisten Ferdy yang belum selesai mengurusi perkara Luis dikantor polisi.


Zain memutuskan untuk menyusul asisten Ferdy ke kantor polisi.


Hari ini adalah hari yang sangat menyedihkan.


Untuk Luis yang ditinggal meninggal Sania dan anaknya.


Untuk Zain yang ditinggal pergi Anak istri dan keluarga nya.


"Kemana kalian...,CK!"Zain yang berdecih di dalam mobil nya.


Zain menjalankan mobil nya dengan kecepatan sedang sembari menoleh kanan dan ke kiri.


Berharap dia juga bisa menemukan keluarganya.


Beberapa menit kemudian,


Zain sudah sampai di kantor polisi.Diapun bertemu dengan Luis diruang tunggu.


Mereka duduk berhadapan.


"Aku turut berduka cita atas meninggalnya Sania dan anak mu Luis.Ini alamat dimana Sania dan Anakmu di makam kan."Ucap Zain yang memberikan secarik kertas untuk Luis.


Luis menerima nya dengan mata berkaca-kaca.


"Berubahlah menjadi orang yang lebih baik lagi Luis.Hilangkan rasa dendam mu."Kata Zain lagi dan beranjak berdiri dan tangan Luis meraih lengan Zain.


Zain pun menoleh kearah Luis.


"Terimakasih,kamu sudah memperlakukan Sania dan Anakku dengan baik saat pemakaman.Maafkan Sania yang telah berbuat salah kepada keluargamu."Ucap Luis dan Zain terdiam membisu.


"Aku juga meminta maaf kepada kamu dan istrimu,bahwa akulah yang sengaja mengirim foto kamu dan Sania saat kamu berkunjung dirumah Sania."


Zain pun langsung menatap Luis dan mengulas senyum nya.


Dia lebih memilih diam


Dan menepuk pundak Luis dan beranjak pergi keluar.


Bersambung........


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


Hallo kk terimakasih atas dukungan kalian semua untuk Like dan komentarnya.


Tanpa kalian apalah arti cerita dari author.Semoga kalian sehat selalu dan di mudahkan segala dalam urusannya.


Untuk menunggu up,


Baca juga cerita author yang lainnya ya.

__ADS_1


Valentain terakhir bahagia


Tidak mudah menjadi mama muda.


__ADS_2