
Waktu sudah menunjukan pukul enam sore.
Dinda yang terlelap tidur selama satu jam mulai mengerjap kan mata nya pelan-pelan.
"Hah....?"
Dinda yang terkejut melihat Zain duduk di sisi ranjang bergegas dengan secepat kilat menarik selimut untuk menutupi tubuh nya yang berpakaian kurang kain itu.
Sreekkkk
Dinda yang begitu rapat menutupi tubuh nya dengan selimut.
Senyum smirk Zain.
"Biasa aja kali,sudah pernah merasakan juga milik kamu."Goda Zain kepada Dinda dan Dinda melebarkan mata nya.
"Tuch... Bukti nya enggak nanggung kembar tiga langsung jadi!"Tambah Zain lagi diikuti gelak tawa nya.
Dinda yang merasa kesal langsung melemparkan bantal ke muka Zain.
"Rasain......"Dinda yang membalas dan mengolok Zain.
Zain pun membalas dengan menaiki ranjang.
"E.... its..... Jangan macam-macam kamu mas."Kata Dinda sembari mengeratkan selimut di tubuh nya.
"Ha.... Ha.... Takut juga sekalinya."Kata Zain dan turun dari ranjang.
"Cepat mandi dan turun kebawah."Titah Zain.
"Enggak."Pekik Dinda.
"Jangan menolak atau....??"Kata Zain yang memberi ancaman kepada Dinda.
"Atau apa hm...?"Jawab Dinda.
"Kapan sih mas kamu pulang kembali ke kota metropolitan sana?Bikin muyak tau kalau kamu disini.!"Dinda yang geram kepada Zain.
"Kamu berlama-lama tinggal disini pasti istri mu bingung mencari-cari kamu."Tambah Dinda yang kesal sembari berdiri memutari ranjang menghampiri Zain.
"Sania sudah meninggal bersama anak nya yang berada di dalam perut nya."Jawab Zain.
"Apa..?"Dinda yang terkejut mendengar.
Zain pun mengeluarkan handphone nya dari saku celana.
Dan memperlihat kan video Luis yang berklarifikasi mengenai Sania dan anak Sania beserta hasil USG dan bukti yang lain nya.
__ADS_1
Dinda terdiam tercengang sambil menutup mulut dengan telapak tangan nya.
"Astagfirullah hal adzim mas....?"Kata Dinda kepada Zain dan menatapnya.
"A... Ak......"Kata Dinda yang terpotong.
"Aku pernah bilang sama kamu.Bukan sekali tapi ribuan kali bahkan sampai aku bosan untuk mengatakan hal yang sama kepada kamu,aku tidak pernah menghamili Sania maupun menghianati kamu."Jelas Zain.
"Waktu itu aku hanya meminta kamu untuk bersabar dan bersabar.Sampai aku bisa membuktikan semua nya."
Kedua mata Dinda mulai berkaca-kaca seakan dia menyesali semua yang sudah terjadi.
Zain menghapus kedua air mata Dinda.
"Enggak perlu ada yang ditangisi.Mungkin ini adalah ujian untuk rumah tangga kita,sekarang mandi lah ada yang ingin kutunjukan kepada mu."Ucap Zain yang lembut sembari memegangi kedua pipi Dinda.
"Apa itu?"Tanya Dinda lirih dengan menatap wajah Zain intens.
Zain mendekatkan wajah nya.Hidung nya dan hidung Dinda saling bersentuhan.
Dan tanpa Dinda sadari selimut yang tadi nya merekat ditubuh nya kini terbelorot hingga kebawah.
Ya.... Sebuah pemandangan indah yang selama tujuh tahun tidak pernah terlihat di kedua mata Zain.
Baju Dinas....😁
"Astagfirullah hal adzim...."Kata Dinda dan menarik selimut nya kembali dan dililitkan.
Sementara Zain hanya meneguk Saliva nya.
"Dinda mau mandi..."Seru Dinda dan berjalan menuju ke kamar mandi dengan lesung pipi merah merona meninggalkan Zain.
Sedangkan Zain fikiran nya sudah traveling kemana-kemana.😬😬
"Next... Unboxing "Gumam Zain sembari tersenyum smirk dan pergi keluar kamar nya Dinda.
Setelah Dinda selesai mandi,
Dia menuruni anakan tangga.
Dinda terkejut ketika ada beberapa orang termasuk pak RT dan tetangga komplek Dinda yang sedang dirumah nya.
"Pak RT...?Ada apa ini?Kok ada rame-rame dirumah saya?"Tanya Dinda dengan raut wajah bingung plonga-plongo nya.
"Bu.Dinda,jadi begini.Kami datang kesini atas permintaan dari tuan Zain yaitu selaku suami Bu Dinda sendiri.Dan sekaligus mengenalkan ke beberapa tetangga,mohon maaf karena selama ini warga hanya mengetahui kalau ibu Dinda adalah seorang singgle parent dengan tiga anak."Jawab Pak RT sembari menjelaskan nya.
"Oh,iya pak.Saya Fikir ada masalah apa.Dan mohon maaf apa bila saya selama ini belum bisa terbuka dengan keluarga saya.Sekali lagi saya sekeluarga mohon maaf ya pak RT dan bapak ibu semua nya."Ucap Dinda sembari menangkup kedua tangan di depan dada.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu Bu Dinda,acara selanjut nya bisa dilanjutkan dengan ijab qobul."Kata pak RT.
Dinda yang mendengar langsung terkejut dan kaget.
"I...Ijab Qabul..?"Dinda yang bak orang bego terpelongo sembari menatap Zain.
"Nak .... Selama tujuh tahun kan kalian sudah berpisah Tanpa ada kabar dan nafkah dari nak Zain,itu jatuh nya sudah talak.Nah,niat nak Zain sudah baik ingin kalian rujuk lagi kalian harus menikah ulang lagi agar jauh dari Zina.Naudzubillah min dzalik Wallahu ahlam semua kita berniat yang baik."Sahut Ayah Ali yang menjelaskan nya.
Dinda nampak terdiam berpikir,
Zain memberi kode mata kepada ketiga anak nya untuk membujuk Momy nya agar mau menikah dengan Dady nya.
"Momy... Ayolah.. Please,mau kan Momy menikah lagi dengan Dady?"Seru Rey yang menggenggam lengan Dinda.
"Kasian lah dengan kami Momy,teman-teman kami punya ayah semua.Hanya kami bertiga saja yang tidak punya"Kata anak tengah.
"Kami juga ingin bobok bareng bersama Momy dan Dady seperti keluarga bahagia."Tambah si bontot.
Dinda masih diam berpikir,
"Terima saja Bu Dinda.Kasian anak-anak.Dari pada Bu Dinda menikah dengan orang lain yang belum tentu tau sifat asli nya,mending menikah dengan Om brewok yang ganteng ini."Kata ibu-ibu komplek tetangga Dinda sembari mengedipkan mata ke arah Zain.
Dinda mengulas senyum dan sembari menutupi dengan telapak tangannya.
"Bagaimana Momy....?"Tanya Rey lagi.
"Kami bertiga berjanji sama Momy tidak akan menjadi anak yang nakal dan bandel."Seru Ryo lagi.
"Dan Ryu juga akan berjanji akan menjaga adik cewek dengan senang hati."Ucap Ryu yang polos membuat kedua mata Dinda melebar.
"Adik....??"Ulang Dinda menatap Ryu dan Ryu pun mengangguk.
"Iya adik.Dady sudah janji katanya kalau kita berhasil membujuk Momy untuk menikah dengan Dady,Dady akan memberi adik cewek."Jawab Ryu polos.
Dinda pun menggelengkan kepala nya sembari menatap Zain yang menggaruk-garuk kan kepala.
Sedangkan semua orang yang berada dirumah Dinda nampak tertawa dengan tingkah lucu anak-anak nya.
"Terimalah nak,anak-anak sudah memberikan lampu hijau.Kasihan mereka pastinya juga memerlukan sosok ayah."Nasehat ibu Ali.
Dinda masih tenang dalam kediaman nya sembari menatap ke arah Zain.
Zain pun berjalan menghampiri Dinda.
"Dinda.... Would you marry me?"Ucap Zain sembari berlutut didepan Dinda.
Bersambung.......
__ADS_1
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️