
Duarrr....... ⚡⚡⚡⚡
Seketika suara petir yang menyambar,
deg....
dag... dig... dug...
Denyut jantung Dinda yang berpacu begitu kencang ketika suara petir menyambar.
Dinda yang shock mendengar cerita dari Toddy kalau anak perempuan nya meninggal karena kelainan jantung.
Dinda pun beranjak dari duduk nya.
"Dinda mau kemana kamu?Diluar hujan."Kata Toddy yang mencekal lengan Dinda.
"Toddy... Aku harus melihat keadaan anak ku Toddy.Tolong jangan cegah aku,kamu tau Toddy bagaimana perasaan ku saat ini?Hiks..."Ucap Dinda yang mengusap air mata nya dengan kasar.
"Aku hancur Toddy... Hancur...."Kata Dinda sesenggukan dan tubuh nya lemas sampai berlutut.
Toddy yang melihat keadaan Dinda begitu iba dan membantu nya untuk berdiri.
"Baiklah,aku akan mengantar mu."Kata Toddy dan Dinda pun mengulas senyum nya.
Setelah berpamitan dengan orang tua Dinda,Toddy mulai menyalakan mesin mobil nya.
Mobil Toddy jalan dengan kecepatan rendah membelah terjangan air hujan di jalanan raya.
Sementara Dinda hanya menyenderkan kepalanya di dinding jendela sembari melihat ke arah luar jendela.
Isak tangis nya masih sendu,sementara Toddy hanya bisa melirik Dinda dan fokus menatap arah depan.
Entah mengapa dalam hati berkecamuk ingin sekali memeluk Dinda untuk memberikan ketenangan.
Tapi dia tau,siapalah dia dan Dinda.
Langit memang begitu gelap.
Hujan yang turun dengan begitu deras tak juga reda.
Mobil Toddy terhenti,dia mengambil payung dan membuka pintu mobil untuk Dinda.
"Baby princes dimakamkan dipemakan keluarga Opa Leo."Kata Toddy sembari berjalan dan memayungi Dinda.
Tak berapa lama kemudian tibalah mereka di makam Opa Leo.
Dinda yang melihat nama di nisan baby princes,langsung memeluk erat nisan itu.
"Hiks... Hiks... Anakku.Seandainya mommy tau kamu sakit seperti ini dan waktu kan terulang kembali,mommy ingin menggantikan kamu nak.Hiks....."Ucap Dinda yang menangis.
"Hiks...Hiks... Maafin mommy nak,"Kata Dinda yang masih memeluk erat nisan anak nya.
Lagi-lagi Toddy hanya bisa terdiam berdiri sambil memayungi Dinda yang menangis memeluk erat nisan baby princes.
Hingga hujan mulai sedikit reda,Dinda masih memeluk erat nisan baby prince.
"Dinda... Ayo kita pulang.Ingat,baby princes sudah tenang disana dan ingat masih ada ketiga jagoanmu dirumah yang menunggu kamu pulang."Kata Toddy yang menyamakan posisinya dengan Dinda.
__ADS_1
Tak membalas ucapan Toddy,Dinda mencium nisan baby prince sembari berpamitan.
"Princes... Mommy pamit pulang ya.Mommy janji akan terus selalu mendoakan kamu dan datang kesini."Kata Dinda sembari beranjak berdiri dan berjalan diikuti Toddy dari belakang.
Hujan yang tadi nya deras kini berubah menjadi rintik-tintik.
Toddy dan Dinda pun mulai masuk mobil.
Di dalam mobil Dinda bergegas memakai safety beltnya.
"Toddy!"Kata Dinda kepada Toddy.
Toddy pun menoleh ke arah Dinda dan mengulas senyum nya.
"Terimakasih banyak atas bantuan nya.Kamu sudah menolong ku dan keluargaku."Ucap Dinda.
"Iya,sama-sama.So.... Boleh kah kau mengulas senyum?"Kata Toddy sembari menatap Dinda.
Dinda pun mengulas senyum dan menunduk.
Setelah melihat Dinda tersenyum,Toddy pun menyalakan mesin mobil nya dan mulai melajukannya.
...****************...
Sementara itu dirumah Opa Leo....
"Arghhhhhhhhhhhhhhhh"Teriak Zain sembari memporak-porandakan barang-barang yang ada di meja makan.
"Zain!Stop!"Teriak Sania dan menghampiri Zain.
"Kamu gila."Sentak Sania kepada Zain.
"Semua ini gara-gara kamu!"Kata Zain yang melempar gelas ke lantai.
Sania terpelongo melihat aksi gila nya Zain.
Bukan satu gelas yang berhasil dia lempar bahkan apa saja yang ada di meja makan di buang nya.
Karena tidak ingin menjadi korban ke gila an nya Zain,Sania perlahan melangkah kaki mundur.
"Ferdy!"Panggil Sania.
"Ferdy"
"Ferdy"
"Ada apa?"Tanya asisten Ferdy yang datang menghampiri Sania.
"Tolong tenangin Zain."Kata Sania dan asisten Ferdy pun berjalan menghampiri Zain.
Asisten Ferdy pun mencekal lengan Zain yang akan melempar satu gelas yang sudah di genggamnya.
"Tuan!Tolong tenangkan diri tuan,"Kata Asisten Ferdy.
"Aku kangen Ferdy dengan anak-anak ku."Kata Zain yang sendu.
"Sabar tuan,tuan jangan emosi dan gegabah.Kita pikir kan ini baik-baik."Saran asisten Ferdy.
__ADS_1
"Saat ini suasana masih dalam keadaan kacau.Nona Dinda baru siuman dari koma dan dia juga masih terpukul atas meninggal nya baby prince tuan.Tolong tuan mengerti."Tambah asisten Ferdy yang berusaha untuk menenangkan Zain.
"Aku enggak ingin berpisah dengan anak-anak ku."Curhat Zain.
"Iya tuan,saya paham dan mengerti.Untuk saat ini,biarkan nona Dinda untuk tenang dulu tuan.Baru nanti tuan kembali untuk datang menemui nona Dinda!"Saran asisten Ferdy.
"Aku pastikan akan membawa mereka kembali lagi kerumah ini."Kata Zain yang mengepalkan tangannya.
Sementara itu Sania yang bersembunyi dan sengaja menguping mengepalkan tangannya.
"Aku,adalah nyonya di dalam rumah ini.Jangan harap ada perempuan lain yang tinggal disini selain Sania."Kata Sania dengan mata melotot.
"Awas kamu Dinda!"Gumam Sania.
Sementara itu,habis pulang dari makam baby Prince,Dinda membersihkan badannya.
Dia pun mulai memakai jilbab instan nya.
Oek... Oek... Oek...
Tangis salah satu bayi Dinda.
Dinda segera memasang jilbab nya dan mengambil anak nya yang menangis.
"Hai... Si ganteng anak mommy,aus ya.."Kata Dinda sembari menciumnya.
Oek... Oek... Oek...
"Iya.. Sabar ya."Kata Dinda sembari duduk di sisi ranjang.
Dinda pun membuka kancing baju atas nya dan memberikan asi eksklusif untuk anak nya.
"Ih... Kenceng nya kalau nen anak mommy."Gumam Dinda.
10 menit kemudian bayi yang sudah diberi asi ekslusif Dinda tertidur dan Dinda pun menidurkan diayunan kembali.
"Ma Sya Allah... Anak-anak ku."Kata Dinda yang mata nya berbinar-binar sembari melihat ke tiga anak nya yang tidur dengan pulas.
Terlintas di dalam pikiran Dinda,kalau ketiga anak nya belum di beri nama.
"Sayang nya mommy... Jagoannya mommy.."Kata Dinda sembari mengusap kepala ketiga anak nya.
"Mereka kan belum memiliki nama.Masak iya anak-anak ku yang jagoan ini dipanggil unyeng-unyeng sih?"Celoteh Dinda sembari menggendikan kedua bahu nya dan ngikik.
Saran nama nya dong readers untuk nama-nama ketiga jagoan nya Dinda☺️
Bersambung.......
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Terimakasih readers yang masih setia dengan Dinda.
Semoga kalian senantiasa sehat selalu dan selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa.Aamiin
Bantu like & komen ya...
Sebagai suport untuk Author.
__ADS_1
Happy weekend Hugh and kiss from here😘🤗
Balikpapan,2052023