
Setelah puas jalan-jalan bersama.Dinda dan Ardan pergi ke salah satu tempat makan yang menjadi favorit mereka.
Nasi goreng emperan....
😄😄😄😄😄😄😄😄
Selera orang kaya makan nya di emperan.
"Kamu mau makan apa?"Tanya Ardan sambil membuka menu makanan.
"Dinda mau kwetiau goreng seafood saja bang."Jawab Dinda.
"Minum nya di sama kan saja sama yang Abang pesan."Tambah Dinda dan Ardan pun menganggukan kepala nya.
"Dinda...??Ada hal yang penting yang ingin Abang bicarakan dengan kamu."Kata Ardan dengan raut wajah serius nya.
"Apa itu bang...?"Tanya Dinda yang penasaran.
"Besok lusa kedua orang tua Abang akan datang ke kesini untuk liburan selama satu Minggu.Abang ingin mengenalkan kamu dengan mereka."Ucap Ardan.
Dinda pun hanya terdiam dan tidak merespon.Dia terlihat nampak memperlihat kan raut wajah gelisah nya.
"Dinda...?Are you okay?"Tanya Ardan sembari menatap Dinda.
"Maaf bang,bukan Dinda menolak untuk bertemu dengan keluarga nya Abang."
"Lalu....??"Tanya Ardan balik.
"Aku hanya takut bang,kalau keluarga Abang tidak bisa menerima aku."Jawab Dinda dengan rasa kegelisahan nya.
"Dinda seharus nya kamu berfikiran husnudzon ya.Abang enggak mau kamu berfikiran yang aneh-aneh."Tutur kata seorang Ardan.
"Maaf bang,Dinda single parent anak tiga.Sedangkan Abang masih lajang dan ....."
"Abang ingin menjalin komitmen seumur hidup dengan kamu Dinda.Abang enggak perduli dengan keadaan kamu saat ini.Toh ini adalah takdir yang mempertemukan kita dalam keadaan seperti ini."Ujar Ardan yang menjelaskan.
Dinda hanya tersenyum tipis saat Ardan berusaha menenangkan dirinya.
"Dinda dari awal sudah memberitahu Abang mengenai hal ini, sampai saat ini Dinda belum mengurus perpisahan Dinda dengan mantan suami Dinda bang."
"Mulai dari sekarang bergegas lah untuk mengurus itu semua.Apa perlu Abang yang mengurus kan nya?"Tanya Ardan kepada Dinda.
"Enggak perlu bang,biar Dinda sendiri yang berusaha untuk mengurus nya."Jawab Dinda.
Tak berapa lama kemudian,menu masakan yang mereka pesan pun telah tiba di meja.
...****************...
Di taman bola yang dekat dengan komplek perumahan tempat tinggal Dinda,ketiga jagoan Dinda sedang bermain bola.
"Tendang kak Rey...."Seru Ryo.
"Adek Ryu... jaga bola nya ya"Sahut Sahut Rey.
__ADS_1
"Okey kakak... Jump shut."Jawab Ryu.
Dengan tenaga minimalis nya,si Rey menendang bola kuat-kuat dan melambung tinggi.
Ryu yang bertugas menjadi penjaga gawang bola itu bergegas berlari mengejar bola itu hingga ke jalan raya.
"Adek.... Awas ada mobil...."Teriak Rey sang kakak sembari berlari mengejar Ryu.
Tit.................
Srekkk......
Ryu berada dalam keadaan aman dalam pelukan seorang pria.
"Huft...... Hampir saja!"Kata pria itu.
"Adek!"Panggil Rey dan menarik tangan adek nya dari pelukan pria brewokan bertubuh atletis itu.
"Adek enggak apa-apa?"Tanya Rey kepada Ryu.
"Enggak apa-apa kak.Adek tadi ditolongin oleh om brewok itu."Ucap Ryu dan menunjuk ke arah pria brewok.
"Terimakasih Om sudah menolong adek saya."Ucap Rey .
"Haduch... Lain kali kalau bermain jangan dijalan raya ya?Itu bahaya!"Kata pria itu.
"Kedua bocah itu pun menganggukkan kepala nya.
Pria itu pun menelisik dari atas hingga ke bawah menatap dua bocah itu.
"Iya Om!"Jawab kedua bocah itu dengan polos.
"Nama kalian siapa?"Tanya pria itu.
Ketika Ryu mau menjawab si kakak Rey langsung berbisik di telinga sang adek.
"Adek... Ingat pesan Momy.Kita dilarang ngobrol dengan orang asing."
Pria itu pun tampak mengerut kan keningnya dan penasaran dengan apa yang dibisikkan oleh kedua bocah itu.
"Satu.... Dua.... Ti...... Ga... Lari....Dekkkk"Seru Rey yang berlari menggandeng adek nya Ryu.
"Haiiii......???"Teriak pria brewo kan itu.
"Apa aku ini seserem hantu?Sampai mereka berlari takut terbirit-birit."Gumam pria brewokan itu.
"Tuan muda,!"
Dan pria brewok kan itu menoleh.
"Dari mana kamu asisten Ferdy?"
Ya... Pria brewokan itu adalah Zain Abigail Abraham.
__ADS_1
Suami dari Adinda Aulia Amanda.
Kini penampilan Zain berubah begitu drastis,di usia nya yang 32 tahun,usia yang cukup matang bagi seorang laki-laki.
Dia terlihat cool dan handsome ketika bulu-bulu tipis tumbuh diarea wajah nya.
"Bagaimana asisten Ferdy,sudah kamu hubungi Ardan Wiratama Yudha bos PT Wira?"Tanya Zain kepada asisten Ferdy.
"Sudah tuan.Katanya besok kita bisa bertemu dia untuk menjalin sebuah kerjasama."Jawab asisten Ferdy dan Zain mengangguk kan kepala.
"Ferdy!Tadi saya bertemu dengan bocah kembar laki-laki kurang lebih usia nya tujuh tahun nan.Salah satu dari mereka hampir saja terserempet dari mobil.Untung saja saya sempat menarik tangan nya dan mendekap nya."Celoteh Zain kepada asisten Ferdy.
"Melihat mereka berdua,membuat saya semakin rindu Rey... Ryo... Dan Ryu..."Ucap Zain dengan mata nya yang berkaca-kaca.
"Tuan sempat bertanya nama mereka?"Tanya asisten Ferdy.
"Sempat.Tapi mereka memilih untuk berlari pergi.Mungkin takut."Jawab Zain yang sedih.
"Sabar tuan.Semoga tuan bisa menemukan mereka dengan segera."Hibur asisten Ferdy.
Rey dan Ryu berlari sampai ke rumah.Sementara Ryo sudah sampai dirumah duluan dan melaporkan tentang apa yang terjadi oleh Rey dan Ryu.Ryo menceritakan kepada nenek kakek dan uti nya.
"Ya,Allah cucu-cucu kakek.Kalian enggak apa-apa?"Tanya kakek Ali yang khawatir.
"Ryu,coba nenek lihat ada luka-luka di badan kamu enggak?"Kata nenek Ali sembari memutar tubuh Ryu dan memeriksa dari bawah ke atas tanpa ada celah satu pun yang terlewat.
"Enggak apa-apa nenek.Nenek jangan khawatir ya."Ucap bocah polos itu.
"Gimana kakek dan nenek tidak khawatir?Nanti kalau terjadi apa-apa dengan kalian bagaimana?Apa kalian tidak kasihan dengan Momy kalian?"Tanya nenek Ali kepada ketiga cucu nya.
"Momy kalian pasti lah sangat sedih."Tambah kakek Ali.
"Kami minta maaf ya nek... kek sama Mbah uti."Seru ketiga bocah polos itu sembari menunduk bersamaan.
"Ya sudah.Sudah dimaaf kan."Ucap nenek Ali.
"Ayo mandi dulu,sudah senja.Nanti Mbah uti bikin kan susu."Kata mbok Sumi.
"Ya Mbah.Kita mandi dulu ya..."Kata Ryo yang berjalan menaiki anakan tangga dan diikuti oleh ke dua saudara nya dan mbok Sumi.
"Ya... Allah untung mereka tidak apa-apa."Ucap ibu Ali yang khawatir.
"Besok-besok kalau mereka bermain lebih diawasin ya Bu."Kata Ayah Ali.
"Iya pak!Ibu setuju,"Jawab ibu Ali.
Bersambung.....
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Hai kk,author udah Up 3 bab loh ya...
Author minta imbalan nya dong😁😁 Like & koment ya.Biar author lebih semangat.
__ADS_1
Selamat menikmati hari libur.