
Dokter pun mulai memasuki ruangan IGD.Dokter Herman,dokter Herman adalah dokter keluarga Opa Leo dan juga teman dari Opa Leo.
Dokter Herman memeriksa detak jantung Opa Leo dengan menggunakan stetoskopnya.
"Sejauh ini kamu baik-baik saja Leo.Tidak ada yang perlu di khawatirkan."Ucap dokter Herman yang sudah selesai memeriksa Opa Leo.
"Aduhh.. Herman,kenapa kamu jujur sekali sih?"Gerutu Opa Leo.
Dokter Herman pun memicingkan alisnya dan membetulkan kaca matanya.
"Jadi aku harus bilang apa sama cucumu?"Tanya dokter Herman yang seolah tahu akan dengan rencana bulus si Opa Leo.
"He... He... He..."Opa Leo tertawa ngekeh.
"Buatlah cerita agar cucuku itu bisa menikah.Aku sudah tua Herman kadang sehat kadang down tubuhku ini.Sebelum aku pergi jauh meninggalkan Zain,setidak nya aku masih bisa untuk menimang-nimang cicit dari Zain."Jelas Opa Leo.
"Akal bulus apa lagi Leo?"
Dokter Herman sampai menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Ini sudah bukan jamannya jodoh menjodohkan Leo.Berpikirlah maju kamu."
"Aku tau Herman,aku sudah menyiapkan calon istri untuk Zain yang cocok."
"Yang menikah itu Zain,bukan kamu Leo."Sahut Herman lagi.
"Aku hanya ingin yang terbaik buat Zain Herman.Aku tidak ingin dia salah langkah dalam memilih pendamping hidupnya."Tambah Leo.
"Bisa kah kau membantu ku Herman?"Tanya Leo lagi.
"Aku enggak bisa berjanji Leo,karena ini menyangkut dengan sumpah ku.Aku enggak bisa memberikan data kebohongan.Tapi aku coba untuk menasehatinya."
Mendengar jawaban dari dokter Herman,Opa Leo hanya mengangguk.
10 menit kemudian Zain masuk ke dalam kamar rawat Opa Leo tanpa permisi.
"Zain?"Kata Opa dan dokter Herman yang menoleh ke arah Zain.
"Opa?"Zain yang mengernyitkan alisnya datang menghambur ke pelukan Opanya.
"Opa,Zain akan menuruti semua permintaan Opa.Asalkan Opa cepat sembuh,Zain sayang sama Opa.Hiks...."Ucap Zain yang menitipkan air mata sembari memeluk Opanya.
Pucuk dicinta ulampun tiba.Keberuntungan datang untuk Opa Leo tanpa harus memaksa dokter Herman untuk berbohong.
Opa pun segera mengedipkan salah satu matanya kepada dokter Herman sebagai isyaratnya.
Dengan gercep dokter Hermanpun langsung mengusap punggung Zain untuk mengurai pelukannya dengan Opa Leo.
"Zain,kondisi Opa sudah baik saat ini.Tapi saya tidak bisa memprediksikan beberapa menit kedepan,esok dan seterusnya.Karena kamu sendiri tau kan kondisi kesehatan Opa seperti apa?Belum juga Opa kamu harus memikul beberapa perusahaan yang dipimpinnya Zain.Usia lanjut seperti Opa seharusnya sudah pensiun Zain,dia harus duduk manis bermain-main dengan cicit-cicitnya Zain."
__ADS_1
Ucapan dokter Herman tak sengaja telah mengganggu pikiran Zain.Zain pun nampak berpikir sejenak.
"Itu saja yang bisa Om Herman sampaikan Zain.Leo aku masih ada kunjungan pasien lain,kalau butuh apa-apa tekan tombol yang ada di sampingmu."Ucap dokter Herman.
Opa Leo hanya mengangguk mengerti.
"Lekas sembuh Leo."Ucapnya sambil menepuk bahu cucunya Zain dan melangkah ke luar pintu.
Zain pun duduk menyamping di brankar Opa nya.
"Apa kamu benar mau menuruti semua permintaan Opa?"Tanya Opa Leo dan Zain pun mengangguk.
"Menikahlah dengan Dinda Zain."Ujar Opa Leo dengan kedua mata yang berbinar-binar.
Zain merasa tertohok dengan ucapan Opanya.Dia pun menelan salivanya.
"Hmmmmmm"
"Zain?"Tanya Opa lagi.
"Kenapa harus permintaan yang itu sih Opa?Yang lain dulu lah."Kilah Zain.
"Kamu tadi sebelum Opa masuk diruang IGD sudah berjanji Zain,kamu lupa atau berpura-pura amnesia?"Kata Opa sambil menyentil lengan cucunya itu.
Zain nampak terdiam memikirkan jawaban yang akan diberi untuk Opa tanpa menyakiti batinnya.
"Aish... Opa,kenapa Opa tidak sabaran mendengar jawaban dari Zain?Zain kan belum menjawab.Merajuk seperti anak kecil."Umpat Zain memutar kedua bola matanya malas.
Sementara dibalik selimut itu,Opa sangat bahagia meskipun Zain belum menjawab tawaran dari Opa nya.
"Dasar bocah tengil!!Sudah ku pastikan itu jawaban mu"Batin Opa Leo.
"Uhuk.. Uhuk.."Opa Leo yang pura-pura batuk.
"Opa...., ?? Its okay!!Zain akan menikahi Dinda demi Opa!"Ucap Zain.
Opa pun membuka selimutnya dengan cepat dan menghambur pelukan ke cucunya dengan bahagia.
"Zain... Cucu ku,terimakasih boy!"Ucap Opa Leo dan mencubit pipi cucunya itu.
"Terimakasih Tuhan,akhirnya engkau mengabulkan doa ku!"Ucap Opa Leo sembari menengadah kan ke dua tangannya.
"Jangan bahagia dulu Opa!Zain berharap Dinda menolak perjodohan ini dan Zain juga berharap pacar Dinda akan membawa Dinda kabur dari rumah ini."Ucap Zain yang mengeraskan rahangnya dan menatap Opa nya dengan tatapan tajam.
"Kamu lupa Zain?Siapa Opa kamu ini?Dasar bocah tengil!"Kata Opa Leo sambil menoyor kepala cucunya itu.
"CK!Kita lihat saja Opa.!"Jawab Zain yang tak mau kalah dalam perdebatannya.
"Assalamualaikum....."
__ADS_1
Kedua laki-laki itu yang beradu tatapan tajam kini beralih menatap ke arah sumber suara.Pintu keluar yang terbuka.
Senyum smirk keduanya.
"Dinda... ??Sini nak"Kata Opa yang menyuruh untuk mendekat ke arah nya.
"CK!"Zain yang mencebikan mulutnya memutar bola mata malas.
"Permisi tuan,"Ucap Dinda yang menunduk melewati depan Zain.
"Hmmmmm"Zain yang mendehem sambil membuang muka.
"Astagfirullahhal adzim"Gumam Dinda yang sempat melirik Zain yang berada di brankar Opa Leo.
"Eh,apa kamu bilang tadi?"Sentak Zain ke Dinda yang sempat mendengar Dinda bergumam.
"E-enggak tuan.Saya enggak bilang apa kok!"Kilah Dinda sembari menutup mulut dengan tangannya.
"Awas ya kal...."
"Zain......."Kata Opa lirih yang memotong kata-kata Zain yang akan memberi umpatan.
Zain pun terdiam sembari menahan kesal menatap Dinda.
"Awas kamu babu!!Akan ku balas kamu habis-habisan kalau kamu resmi jadi istriku."Batin Zain menatap tajam mata Dinda.
Dinda yang melihatnya hanya bisa beristigfar memainkan jari jemarinya sembari membantin.
"Dinda..."Kata Opa Leo lirih.
"Iya Opa,Opa butuh apa?Biar Dinda siapkan?"
"Opa tidak butuh apa-apa Dinda,Opa hanya ingin mau melamar kan Zain kepadamu"Ucap Opa Leo gesit.
deg...
Dinda yang mendengar ucapan Opa terkejut.Jantungnya merasa berdenyut kencang mendengar majikannya melamarkan cucunya untuk dia.
Serasa tidak percaya Dinda pun mencoba mengulang ucapannya Opa Leo.
"M-maksud Opa?"
"Maks.."
"Heh!Kamu tuli apa begok?"Kata Zain yang ketus kepada Dinda.
"Zain!"Pekik Opa Leo.
"Aduh Opa-opa,pembantu seperti dia Opa jodohkan dengan aku."Gerutu Zain yang tidak ada habisnya dengan apa yang dilakukan Opanya.
__ADS_1