My Momy My Wonderwoman

My Momy My Wonderwoman
Episode 58 # Sepasaran


__ADS_3

5 Hari kemudian...


Setelah dilihat suasana dalam keadaan kondusif,Zain kembali mendatangi rumah kontrakan Dinda.


Setelah Zain memarkirkan mobilnya dia melepas safety beltnya.Sebelum membuka pintu mobil,dari dalam kaca mobil dia nampak melihat mobil Toddy sudah terparkir duluan.


Sementara itu,Zain juga melihat ibu mertuanya dan mbok Sumi yang sedang keluar dengan membawa bungkusan nasi kotak yang banyak untuk di bagi-bagikan kepada tetangga terdekat mereka.


Dalam tradisi Jawa, selain perhitungan hari yang berjumlah tujuh, juga ada perhitungan pasaran yang berjumlah 5 hari yakni pon, wage, kliwon, legi, dan pahing.


Upacara sepasaran dilakukan setelah 5 hari sejak kelahiran bayi. Misalnya jika bayi lahir pada pasaran wage, maka upacara dilaksanakan pada wage berikutnya.


Dalam acara ini pihak keluarga mengundang tetangga sekitar beserta keluarga besar untuk ikut mendoakan atas bayi yang telah dilahirkan.


Inti dari acara sepasaran ini adalah upacara selamatan sekaligus mengumumkan nama bayi yang telah lahir.


Acara sepasaran secara sederhana biasanya dilakukan dengan kenduri. Namun, Dinda lebih memilih acara sepasaran ketiga jagoannya secara sederhana, yakni membagi-bagikan nasi kotak sebagai bentuk selamatan dan mencari keberkahan.


"Sialan!Ngapain cunguk satu itu."Gerutu Zain sembari membanting tangannya di stir mobil yang melihat mobil Toddy terparkir rapi di halaman rumah sewaan Dinda.


"Ibu dan mbok Sumi sedang ngapain juga itu?Ada acara apa sampai mereka membawa nasi kotak sebanyak itu?"Gumam Zain lagi.


"Enggak bisa di biarin nih,"Kata Zain yang akan membuka pintu mobil nya.


Zain pun turun dari mobil dan berjalan menuju rumah sewaan Dinda.


"Assalamualaikum."Sapa Zain dengan menggunakan salam nya.


Dinda,Toddy bersama Ayah Ali mengarahkan pandangan nya ke arah sumber suara dan menjawab salam secara bersamaan.


"Waalaikum salam."


"Kamu......?"Kata Toddy terkejut.


"Mas Zain?"Gumam Dinda.


"Ada apa?"Tanya Ayah Ali dengan ketus.


Zain yang berdiri di tengah-tengah pintu rumah dengan gentle man mendatangi Ayah Ali dan mencium punggung tangan nya.


"Ayah,tolong izin kan Zain menjenguk anak-anak Zain.Zain kangen sekali dengan mereka."Kata Zain yang menunduk.


Ayah Ali pun menatap Dinda sebagai tanda tanya.


"Enggak apa-apa ayah.Biarkan mas Zain melihat anak-anak nya.Walau pun bagaimana juga mas Zain adalah ayah biologis nya mereka."Jawab Dinda sembari memalingkan muka nya.


"Antar lah dia."Kata Ayah Dinda kepada Dinda.


Dinda pun mengantar Zain ke kamar Dinda untuk melihat 3 jagoannya yang sedang tidur nyenyak.

__ADS_1


Zain pun tersenyum smirk saat bertemu tatap muka dengan Toddy.


Dan Toddy hanya terlihat terdiam tidak membalas nya.


Sampai nya dikamar ke tiga jagoan Dinda.


Srekkkk.....


Zain dengan gercep menarik tangan Dinda dan memeluk nya dengan erat.


"Mas....!"Pekik Dinda yang mendorong tubuh Zain.


"Mas kangen kamu sayang!"Kata Zain dengan wajah memelas nya.


"Ih... Jangan sentuh aku.Aku jijik dengan kamu!"Kata Dinda seraya tangan yang mengibas-mengibaskan baju.


"Astagfirullah sayang...."Ucap Zain yang memelas.


"Mas!Sebenar nya niat kamu kesini mau ketemu anak-anak kamu atau ada niat yang lain?"Pekik Dinda dengan kesal sembari menatap tajam Zain.


Zain pun hanya diam sembari kedua bola mata nya yang clinguk an melihat sisi ruang kamar anak-anak nya.


Zain menarik tangan Dinda lalu mendorong tubuh Dinda di daun pintu.


Kedua tangan Zain pun berada diatas kepala Dinda yang seolah mengekang Dinda.


Zain menatap Dinda seraya mau mengecup Dinda.


"Jangan macam-macam kamu mas disini."


"Mas kangen sama kamu sayang!"


"Shittt!"Jawab Dinda dan mendorong tubuh Zain dan berjalan menuju ayunan anak-anak nya yang diekori Zain.


"Dasar buaya!"Sindir Dinda kepada Zain.


"Kamu menyindir mas?"Kata Zain sembari mencium satu persatu anak-anak nya.


Dinda hanya membungkam mulut nya.


"Jelaskan kepada mas.Bagaimana mas memanggil mereka karena mereka sama?"Tanya Zain kepada Dinda.


"E... U... O.Rey anak pertama.Ryu anak kedua.Ryo anak ketiga."Jawab Dinda.


"Rey... Ryu... Ryo..?"Ucap Zain sembari tangannya memegang dagu dan berfikir.


"Rey... Ryu... Ryo... Abigail Abraham."Tambah Zain.


Dan Dinda pun memutar kedua bola mata jengah nya.

__ADS_1


"Ingat ya.. Awas kalau kamu rubah!Mereka adalah hasil dari karya mas juga,jadi mas juga berhak atas anak-anak mas.Termasuk membawa kamu kembali pulang kembali kerumah."Ucap Zain dengan santai.


Dinda pun menatap tajam Zain.


"Kamu itu sinting kah mas?Kemarin kamu dengan ambisi mu mengusir ku.Sekarang kamu meminta ku untuk kembali lagi kerumah itu.Dasar gila."Jawab Dinda.


"Di mana-mana tidak ada seorang istri yang mau berbagi suami dengan perempuan lain."Tambah Dinda.


"Mas tidak berbagi hati dengan Sania.Sampai sekarang mas enggak pernah menyentuh nya Dinda."


"Kalau kamu tidak pernah menyentuhnya kenapa dia bisa hamil dan tidur satu ranjang dengan dia?Itu aja clue nya mas "Balas Dinda sembari melipat tangan di Dada.


"Sudah lah mas.Saat ini aku hanya ingin kita bisa hidup masing-masing seperti dari awal yang aku inginkan."


"Enggak!Sampai kapan pun itu enggak akan pernag terjadi."Jawab Zain.


"Dan aku akan tetap membawa kalian kerumah.Da....."


Kata Zain yang terpotong karena handphonenya berdering.


Drt..... Drt....


Randi.....📲 Calling....


Randi.....📲 Calling....


Zain lebih memilih merijeknya panggilan itu.


"Tuh... Randi cinta berat mu sudah sibuk mencari kamu dan berhasil mengendus mu pulang lah mas.Aku tidak mau dia membuat onar disini."Sindir Dinda yang tak sengaja melihat layar panggilan handphone Zain.


Zain hanya diam dan memperhatikan Dinda yang sedang sibuk melihati anak-anak nya.


"Mas... Kangen sekali dengan kamu sayang."Batin Zain.


Zain pun menarik tangan Dinda.Dan memeluk Dinda namun Dinda mencoba untuk melepas nya.


"Dinda!"Pekik Zain dan Dinda terdiam.


"Mas ini masih suami kamu.Tidak akan ada kata untuk perpisahan di dalam rumah tangga kita.Dalam agama, seorang wanita tidak boleh minta cerai dari suaminya tanpa alasan yang logis dan sesuai syariat. Terlebih jika permintaan tersebut terucap ketika sedang bertengkar karena masalah sepele yang sebenarnya bisa dibicarakan baik-baik.Bukan kah kamu lebih paham agama dari pada aku?"


"Tapi kamu itu sudah berzina mas!Sampai Sania hamil!"Dinda yang mengelak.


"Sudah mas bilang!Mas enggak pernah melakukan itu.Mas di jebak."Bantah Zain lagi.


"Sudah mas.Kamu pulang lah.Aku mau biar Seperi ini dulu jalan nya.Aku lelah."Ucap Dinda.


"Ok! Ingat,kamu masih ber status istri ku.Jaga pandangan mu dan jaga jarak kamu dengan Toddy bear itu!"Peringat Zain dan membuka pintu keluar kamar.


"Ingat itu!"Tambah Zain dan melangkah keluar.

__ADS_1


Bersambung.......


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


__ADS_2