My Momy My Wonderwoman

My Momy My Wonderwoman
Episode 13# Masa Bodo!


__ADS_3

5 bulan pernikahan Dinda dan Zain tidak menemukan titik terang.Dinda yang setiap pagi biasanya menyiapkan baju untuk Zain kini sudah tidak pernah dilakukannya.


Dinda sadar diri,selama ini Zain tidak mau di urusi.Dia lebih suka memilih baju di walk in closet sendiri tanpa bantuan Dinda.


Begitu juga bekel buat Zain,Dinda sudah tidak membuatkan bekel setelah Dinda tau kalau bekelnya selalu di buang di tempat sampah.Dari situ Dinda sudah merasa jarak dia dan Zain semakin jauh.


Dinda memutuskan untuk menemui Opa Leo, yang sedang duduk bersantai di ruang tv.


"Opa,"Sapa Dinda sembari membawa teh hangatnya untuk Opa.


"Iya Dinda,duduk lah.."


Dindapun meletakkan secangkir teh nya untuk Opa Leo di di atas meja.


"Opa,emmmm...."


"Bicaralah nak,"Suruh Opa Leo sambil menyesap teh hangatnya.


"Opa,sebelumnya Dinda minta maaf!"Kata Dinda yang tertunduk sembari meremas jari-jemarinya.


"Hmmmmm..."Opa Leo yang mendehem.


"Dinda mau izin pulang ke kampung Opa."Ujar Dinda dengan terduduk.


"Kenapa Dinda?"Tanya Opa Leo lagi.


"M-maafin Dinda Opa,Dinda menyerah!"Jawab Dinda dengan mulai mata berkaca-kacanya.


"Kenapa Dinda berbicara seperti itu?"


"Sudah 5 bulan Opa pernikahan Dinda dan mas Zain terasa hambar.Tidak menemukan titik terang tidak maju dan tidak mundur.Dinda juga memiliki perasaan Opa,semua apa yang Dinda lakukan salah.Selalu salah di mata mas Zain Opa."Jawab Dinda yang sendu.


"Tolonglah nak,Opa meminta kepadamu.Hanya kepadamu Opa bisa percaya,bersabarlah dalam menghadapi perangai nya.Opa tidak akan kalau pergi meninggalkan Zain tanpa kamu."Jelas Opa Leo dengan mata yang berkaca-kaca.


"Opa,jangan berbicara seperti itu.Kasian dengan mas Zain."


"Opa minta sama kamu bersabarlah ya,"Pinta Opa Leo dengan menunjukan manik-manik matanya hingga membuat Dinda menganggukkan kepalanya.


"Tapi Opa,Dinda boleh minta izin untuk menengok ayah dan ibu dikampung?"Tanya Dinda.


"Boleh Dinda,"Jawab Opa Leo.


"Baiklah Opa,kalau begitu Dinda mau pamit sama Opa sekarang."


"Zain bagaimana?"Tanya Opa Leo lagi.


"Terserah dengan mas Zain Opa,kalau dia masih menganggap Dinda ini istrinya tentu dia akan menjemput Dinda.Tapi kalau dia tidak menjemput Dinda,maafin Dinda Opa.Dinda tidak bisa melanjutkan pernikahan ini.Karena Dinda sebagai istri juga memiliki hak untuk dinafkahi lahir dan batin Opa."Jelas Dinda.


"Baiklah nak,Opa tidak seharusnya memaksakan kamu.Pergilah hati-hati..."Ucap Opa Leo beranjak dari kursi dan berjalan menaiki anakan tangga menuju kamarnya sembari menelpon seseorang di seberang sana.


"Pastikan ya cucu menantuku selamat sampai tujuan.Dan jangan sampai dia tau kalau kamu bodyguardnya."Pesan Opa Leo dan mematikan sambungan telponnya.


Dindapun berpamitan kepada mbok Sumi yang sudah dianggap Dinda sebagai ibu sendiri.


"Yang sabar Dinda ya... Semoga den Zain segera dibukakan pintu hatinya."Ucap Mbok Sumi yang memeluk Dinda sembari mengusap punggungnya yang menangis terisak-isak sendu.

__ADS_1


"Kalau suatu saat den Zain akan menyesal karena telah menyia-nyiakan isteri yang Sholehah seperti mu nak"


"Dinda minta doanya saja ya mbok.Terimakasih mbok sudah mau menjadi teman keluh kesah Dinda."


"Dinda pamit ya mbok."Pamit Dinda ke mbok Sumi dan mencium punggung tangannya.


"Hati-hati ya Dinda..."Pesan mbok Sumi.


👉👉👉👉👉 Sementara itu di Abraham Company Group...


Kluruk... Kluruk...


Perut Zain yang berbunyi.


Zainpun melihat arloji ditangannya.


"Astaga pantes saja perutku lapar sudah jam 2 siang melewati jam makan siang."Gumam Zain.


Kemudian dia pun men dial nomor seseorang.


Dan tak berapa lama ketukan pintu itu berbunyi.


"Masuk!"Kata Zain.


Asisten Ferdi pun masuk ke dalam ruangannya.


"Asisten Ferdi tolong ambilkan bekal dari Dinda.Saya lapar sekali."Ujar Zain yang sibuk memeriksa satu per satu berkas di mejanya.


"Hah?Tuan lupa atau lupa.. Sudah 3 bulan ini kan Nona Dinda sudah tidak pernah membawakan dia bekal."Batin Asisten Ferdi.


"Asisten Ferdi,kamu dengar enggak apa yang saya suruh tadi."


"Hah??"Zain langsung mendongakkan kepala dan menaruh pena yang dipegangnya.


"3 bulan Ferdi?Sudah lama dong.Kenapa kamu tidak bilang sama saya?"Tanya Zain dengan kesal.


"Ya sudah,belikan saya makan apa saja diluar."Titah Zain.


"Siapa tuan..."Jawab Asisten Ferdi dan membalikkan badannya menuju pintu keluar.


Sepeninggalnya asisten Ferdi,Zain mencoba menghubungi Opa Leo.


Calling Opa,


🧓 hmmmmm


🧔Opa Dinda dimana?


🧓Pergi


🧔Pergi kemana?


🧓Enggak tau,


🧔CK!Opa,Zain serius ini.Zain mau komplain sama dia.

__ADS_1


🧓Sudah pergi Dia baru kamu mencarinya


🧔Maksud Opa?


🧓Dinda pulang ke kampung halamannya.Jadi sekarang kamu bebas.


Tut... Tut... Tut..


Opa Leo yang memutuskan sambungan telponnya.


"Damn it"


Brakkkk


Zain yang menggebrak meja dan berdiri beracak pinggang.


"Seenak hati pergi tanpa berpamitan dengan ku kamu.Awas kamu..."Ucap Zain yang mengepalkan tangannya.


Asisten Ferdi datang dan membawa pesanan makanan.


"Ini tuan pesanannya."Ucap Asisten Ferdi yang menaruh makanan di meja.


"Asisten Ferdi,saya makan dulu.Setelah itu antar saya ke kampung Dinda."


"Untuk apa tuan?"Tanya Asisten Ferdi.


Zain pun langsung menatap Asisten Ferdi dengan tajam.


Asisten Ferdi yang mendapat tatapan tajam menghunus itu langsung menelan salivanya.


"Baik Tuan."Jawab Asisten Ferdi.


Dirumah besar Opa Leo,


"Sumi..."Panggil Opa Leo yang duduk di mini bar nya.


"Siapa yang telfon tadi?"


Opa Leo yang bak detektif melihat mbok Sumi selesai menerima telfon.


"Den Zain Tuan,"Jawab mbok Sumi tertunduk.


"Apa perintahnya?"Tanya Opa Leo yang geram dengan kelakuan cucunya.


"Minta di siapkan baju katanya mau keluar kota menyusul nona Dinda di kampung tuan."Jawab mbok Sumi yang polos.


"Ha .. Ha... Ha... Zain,sudah Opa duga kamu pasti akan menyusul Dinda."Tebak Opa.


"Sumi siapkan baju-bajunya cucuku.Biar dia menyusul istrinya.Bocah tengil,giliran sudah enggak ada sibuk kamu Zain mencari-mencarinya.Giliran dia dirumah kamu sia-siakan.Hah..."Gerutu Opa Leo.


Mbok Sumi hanya mendengar sebatas gumaman Opa Leo yang terus-terusan mengumpati cucunya.


Sopir pun mengantar baju-baju Zain ke Abraham Company.Setelah Asisten Ferdi menerima baju-baju tuannya,barulah mereka bersiap untuk menuju ke kampung Dinda.


Didalam mobil Zain hanya bisa duduk menyandarkan punggung di kursi belakang sembari menyandarkan kepala di jok jendela.

__ADS_1


Dia mengatur handphonenya ke atas dan kebawah.


Terpampang di galeri handphonenya foto pernikahan dia dengan Dinda.


__ADS_2