My Momy My Wonderwoman

My Momy My Wonderwoman
Episode 36 # Say I U


__ADS_3

Ceklek....


Pintu ruangan Instalasi Gawat Darurat terbuka,seorang dokter perempuan yang kebetulan adalah dokter spesial kandungan yang bernama dokter Nisya keluar dari ruangan tersebut.


"Dokter Nisya,bagaimana dengan keadaan istri saya Dinda dan calon anak kami dok?"Tanya Zain dengan raut wajah paniknya.


"Alhamdulillah,istri dan calon anak Tuan Zain sudah membaik keadaannya."Jawab dokter Nisya sembari mengulas senyumnya.


"Alhamdulillah,"Ucap syukur Ayah,ibu Ali dan Opa Leo bersamaan.


"Dok,Istri saya sakit apa dok?"Tanya Zain lagi.


"Istri Tuan Zain mengalami perut kram.Perut kram saat hamil umumnya adalah normal, ini diakibatkan oleh peregangan dari otot-otot penyangga rahim dan proses rahim yang membesar."Jelas dokter Nisya.


"Tapi istri saya dan anak-anak saya baik-baik saja kan dok?"Tanya Zain yang cemas.


"Iya tuan istri dan anak-anak tuan dalam keadaan baik-baik saja.Boleh di besuk tapi satu orang saja,karena sedang dalam masa pemulihan.Kalau begitu saya permisi dulu."Pamit dokter Nisya.


"Terimakasih dok,"Ucap Zain dan dokter Nisya melenggang pergi.


"Masuk lah nak Zain,Dinda pasti membutuh kan mu."Titah ibu Ali.


"Setelah Dinda dipindah kan ke ruang rawat kami baru besuk.Untuk saat ini temani lah istrimu."Tambah Opa Leo dan Zain pun mengangguk.


Zain berjalan mendekat ke arah pintu.Dia menarik nafas dan mengeluarkan dengan pelan sebelum menarik tuas pintu.


Ceklek.....


Zain masuk kedalam ruangan Instalasi gawat darurat.


Tap... Tap... Tap...


Suara sepatu Zain terhenti ketika Zain menatap sendu istri nya.


Zain melihat Dinda yang tengah berbaring lemas di atas brankar.


Kedua mata nya yang berkaca-kaca mulai berjalan dan duduk di sisi ranjang Dinda.


Dinda yang lemas dan pucat pasi hanya terdiam,entah rasa yang ada di dalam hati nya berkecamuk terasa sakit.


Ketika dia di abaikan oleh suaminya.


"Maaf kan mas...."Ucap Zain dan mencium tangan Dinda yang duduk di sisi ranjang.


"Sudah Dinda maafin mas."Jawab Dinda datar.


"Boleh tinggal kan Dinda sendiri mas?"


"Tapi mas masih ingin bersama kamu!"


"Tapi hati dan pikiran kamu di luar sana mas!"Sahut Dinda datar.


"Percuma!"Tambah Dinda.


"Mas minta maaf Dinda,"Ucap Zain tertunduk.


"Mas ingin menebus kesalahan mas,"


"Gak perlu mas,Dinda tau nanti mas mengulangi nya lagi."Jawab Dinda.


"Tolong lah...."Pinta Zain yang memelas.


Tok... Tok...


Ceklek....


Seorang perawat pun datang untuk mengecek keadaan Dinda.

__ADS_1


"Ibu Dinda apa ada yang dikeluhkan?"Tanya perawat itu.


"Enggak ada sus,terimakasih... Tapi tolong bawa suami saya keluar sus,saya mau istirahat."Ucap Dinda datar dan Zain pun syok dengan yang diucapkan Dinda.


"Dinda....??"Kata Zain yang memelas kepada Dinda.


"Dinda capek mas."


Dan Dinda memejam kan ke dua matanya.


"Maaf Tuan,mari silahkan untuk keluar."Ucap seorang perawat.


"Baik Sus..."Kata Zain dan beranjak berdiri.


Zain pun mengecup kening Dinda dan mencium perut buncit nya.


Dan melenggang pergi.


"Hiks... Hiks... "Tangis haru Dinda pecah mengingat semua yang sudah Zain lakukan kepada nya.


Dua jam kemudian,


Dinda sudah bisa di pindahkan ke ruangan inap.


Disana ada Ayah Ali,Ibu Ali dan Opa Leo.


Ibu Ali terlihat menyuapi bubur Dinda,


"Bagaimana nak,keadaan kamu?"Tanya ibu Ali sambil mengusap perut buncit Dinda.


"Alhamdulillah Bu,sudah membaik dan tidak kram lagi seperti tadi."Jawab Dinda.


"Sehat-sehat terus ya nak."Tambah Ayah Ali sembari mengusap puncak kepala Dinda.


"Opa sudah tidak sabar ingin secepatnya menggendong ke empat cicit-cicit Opa."Harap Opa yang bahagia.


"Sabar Opa,masih enam bulan lagi."Sahut Zain yang tiba-tiba datang membawa bucket bunga.


"Zain?"Kata Opa Leo.


"He.. He.. He..."Zain hanya tertawa ngikik.


"Cucu somplak...!"Kata Opa Leo dan mentoyor kepala Zain.


Dinda pun mulai tertawa ngikik.


Opa Leo beserta kedua orang tua Dinda keluar dari ruang rawat inap Dinda.


Mereka memahami dan memberikan ruang untuk Dinda dan Zain agar lebih baik lagi hubungannya.


"For you....."Ucap Zain sambil memberikan bucket bunga untuk Dinda.Dinda pun menerima bucket bunga dari Zain.


"Tumben?"Kata Dinda dan Zain pun mengkerutkan alisnya.


"Ya tumben mas peka,"Tambah Dinda lagi.


"Seenggak nya mas sudah usaha."Jawab Zain dan duduk miring di pinggiran ranjang menghadap menatap Dinda.


"Hay... Baby...Dady kangen sama kalian."Ucap Zain sambil mengusap perut Dinda dan menciumnya.


"Bagaimana keadaan kamu sayang?"Tanya Zain dan menatap Dinda.


"Alhamdulillah,seperti yang mas lihat."Jawab Dinda sembari memeluk bucket bunga pemberi an Zain suaminya.


"Mas minta maaf."Ucap Zain sembari mencium punggung tangan Dinda.


"Hm,"Jawab Dinda.

__ADS_1


Cup....


Zain mengecup bibir Dinda dengan tiba-tiba.


"Mas...??"Dinda yang terkejut.


"Mas ingin sekali memulai hubungan kita dengan baik sebagai sepasang suami istri.Mas akui,mas memang salah.Entahlah... kesalahan mas sudah terlalu banyak kepada kamu."Jelas Zain yang tertunduk.


"I Love you Dinda,I Love you..."Ucap Zain.


Dinda begitu bahagia mendengar kalimat yang barusan Zain ucapkan.Kalimat ini lah yang selalu di nanti-nantikan oleh Dinda.


Dinda pun mengulas senyum bahagia nya.


"Mas akui.. Mas gengsi sebenar nya untuk mengungkapkan ini semua."Tambah Zain lagi.


"I love you too mas,"Jawab Dinda sembari menutup bibir Zain dengan jari telunjuk nya.


Zain dan Dinda saling mendekat kan wajah nya.Zain menatap Dinda dengan tatapan intens dan penuh cinta.


Tangan Zain memegang dagu Dinda,dia memulai memiringkan kepala nya sebelum bibir nya mengecup dan ******* bibir Dinda.


Zain melepas tautan bibir nya dan memberikan akses Dinda untuk menghirup oksigen.


"Mas kangen sekali dengan mu sayang."Ucap Zain dengan suara khas serak lirih.


Cup,


Lagi😘....


Zain mengecup bibir Dinda lagi.Sebenarnya Zain ingin meminta lebih dari mencium Dinda.


"Mas... Kepingin sayang."Ucap Zain yang to the point.


"Kepingin apa mas?"Tanya Dinda.


"He.. He... Mas nyidam mau bertanam."Jawab Zain tanpa malu-malu🤦


Dinda pun tau apa yang di maksudkan dengan Zain .


"Dinda yang hamil kok mas yang nyidam?"Goda Dinda sembari mencubit perut Zain.


"Auuu... Sakit!"Rintih Zain yang dicubit.


"Aish,,mas ingin nanam bibit premium sayang."


"Lah,kemarin-kemarin mas kemana saja?Giliran Dinda sakit mas malah ingin nanam benih?" Goda Dinda ke Zain.


"Khilaffff....."Seru Zain sembari memutar dua bola mata jengah.


"Puasa dulu ye mas😁"


"Apa lah daya Dinda sedang sakit.🤗"


🗣️ author said:Makanya Zain kalau sudah punya bini jangan disia-sia in.Refot jadinya kalau kepingin nanam kan😛


Bersambung.........


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


Man teman-teman,,, minta dukungan nya untuk Dinda ya😘


Sempatin Like & Komentnya😉


Boleh juga di beri bucket bunga sekebon 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹 kayak Zain memberi bucket bunga ke Dinda.


Baca juga cerita dari aku ya...

__ADS_1


TM3 dan Valentain Terakhir🙏


Makacih Muahhh😘😘😘


__ADS_2