My Momy My Wonderwoman

My Momy My Wonderwoman
Episode 19 # Ke kepoan


__ADS_3

Dinda dan Zain yang masih berdebat.


"Sania?"Zain mengerutkan alisnya.


Zain menatap Dinda,namun Dinda mengalihkan tatapannya.


"Tau apa kamu soal Sania hah?"Tanya Zain lagi.


Zain begitu kasar menggenggam lengan Dinda,hingga Dinda merasa kesakitan.


"Auwww mas,sakit."Rintih Dinda yang memberontak melepaskan tangan dari genggaman Zain.


"Kamu tidak tau apa-apa.Paham!"Kata Zain sambil mengibas tangan Dinda.


Dinda dan Zain saling adu tatapan tajam.


"Iya mas!Aku memang tidak tau siapa Sania?Seperti apa orangnya,secantik apa dia.Se spesial apa dia,sampai-sampai membuat suamiku belum bisa melupakannya.Yang ku tau dia adalah orang spesial di hati kamu mas."Jawab Dinda kesal sembari menunjuk dada bidang Zain dengan jari telunjuknya.


Buliran air mata yang sempat di tahannya kini mulai jatuh membasahi pipinya.


"Kamu benar.Kamu memang sangatlah benar dia adalah orang yang sangat spesial."Jawab Zain dengan senyum smirk nya.


"Kamu itu jahat mas!"Pekik Dinda.


"Tidak seharusnya kamu mempermainkan ku mas,tidak seharusnya kamu nyusulin aku kesini.Seharusnya kamu pergi menemui Sania.Hiks... Hiks..."Tangis Dinda yang sendu.


"Stop it Dinda!".Pekik Zain dan merengkuh tubuh Dinda.


"Lepas mas...!"Kata Dinda dan mendorong Zain.


"Saat ini saya suami kamu,saya berhak tau kamu berada dimana dan tidak seharusnya kamu pergi meninggalkan rumah tanpa seizin saya!"Ucap Zain.


"Dan satu lagi enggak perlu kamu terlalu sibuk ingin tau siapa itu Sania."


Zainpun memeluk tubuh Dinda yang menangis terisak-isak.


Dia memeluk nya begitu erat,seakan takut kehilangan sosok Dinda.


Cup


Zain mengecup kening Dinda.


"Kemasin baju-baju kita,besok pagi kita harus kembali ke kota."Ucap Zain yang mengusap rambut Dinda dan beranjak ke arah pintu keluar.


Dinda pun terduduk di sisi ranjang dengan bercucuran air matanya,tangannya mengepal dan dihentakkan di ranjang ber ulang-ulang.


"Astagfirullah.. Sesakit ini kah hatiku"Gumam Dinda.


"Baru beberapa hari aku menikmati menjadi sosok istri yang sempurna,mengapa kenyataan pahit kenangan di masa lalunya kembali menoreh luka di hatiku."Gumam Dinda.


Sementara itu,


Zain tengah terduduk di teras depan.Dia melihat pak Ali dan Bu Ali yang baru datang dari kebun teh.

__ADS_1


"Ayah... "Sapa Zain yang berdiri dari duduknya.


"Eh nak Zain."Jawab Ayah Ali sembari mengusap bahu Zain.


"Bu,tolong buat kan ayah teh hangat dan kopi untuk menantu kita."Pesan Ayah Ali.


"Baik Ayah."Ucap ibu Ali dan masuk ke dalam rumah.


"Sepertinya ada yang ingin nak Zain bicarakan dengan ayah."Kata Ayah Ali yang mengawali pembicaraan.


"Iya ayah.Besok pagi Zain dan Dinda harus kembali ke kota,karena hampir 1 Minggu Zain disini.Dan banyak kerjaan yang harus Zain kerjakan."Ucap Zain.


"Iya nak.Enggak apa-apa.Ayah dan ibu sangat mengerti dengan kesibukan nak Zain."Jawab Ayah Ali sembari membakar rokoknya.


"Satu lagi ayah,Zain mau tanya."Kata Zain dan melihat Ayah Ali yang mengangguk.


"Mmmmm .. Toddy!"


"Toddy dan Dinda adalah masa lalu nak.Mereka memang pernah menjalin kasih tapi Toddy memutuskan untuk mengakhiri karena dia mau fokus dengan kuliah nya."Jawab Ayah Ali yang memotong awal pembicaraan Zain.


Zain pun mengulas senyumnya.


"Gak ku sangka mertua ku ini punya ilmu membaca batin menantu."Batin Zain.


"Enggak perlu kamu risaukan lagi soal Dinda."Tambah Ayah Ali.


"I.. Iya ayah."Jawab Zain sembari menggaruk tengkuk lehernya.


Gak menyangka seorang Zain bisa dipukul telak oleh Ayah mertuanya hingga tak bisa berkutik.


"Ya.. Sudah ayah masuk dulu ."Kata Ayah Ali yang beranjak berdiri.


"Loh... Loh... Tadi kan ayah minta teh."Seru Dinda.


"Ayah mau mandi.Temani suami mu itu."Ucap Ayah Ali dan mengambil tehnya dari nampan.


"Cep... Cep.. Ayah.. Ayah..."Ucap Dinda dan menggelengkan kepalanya.


Mata Zain tertuju pada pohon mangga besar.Dia nampak mencurigai sosok lelaki yang berada dibalik pohon mangga itu.


Zainpun tersenyum smirk.


"****... Toddy bear,terlalu kepo kamu dengan kehidupan istriku."Batin Zain.


Kemudian Zain pun menarik punggung Dinda hingga membuat Dinda terduduk di atas pangkuan Zain dengan posisi miring.


"Astagfirullah mas..."Ucap Dinda yang terkejut.


Zain hanya mengulas senyumnya dan menahan Dinda yang hendak turun dari pangkuannya.


"Mas........."Kata Dinda lirih.


"Stay here don't go any where."Kata Zain sembari mengalungkan ke dua tangannya di pinggang Dinda.

__ADS_1


Zain pun melirik pohon mangga itu.


"Ingin ku lihat,sampai dimana level ke kepo an kamu Toddy bear.."Batin Zain.


Zain pun menangkup ke dua pipi Dinda.Dan memiringkan kepalanya.


"Mas... Mas... Mas..."Ucap Dinda sembari menutup mulut Zain dengan telapak tangannya.


Zain pun mengerutkan keningnya.


"Enggak enak mas kalau dilihat orang."Ucap Dinda yang menunduk.


"Enggak ada orang kok!"Jawab Zain.


"No mas!"Kata Dinda sambil menggelengkan kepala.


"Its okay.. Its okay.. Kamu tau kan dosa seorang istri yang menolak permintaan suaminya?"Kata Zain dengan mengancam.


"Tap..."Kata Dinda terpotong.


"Do it... Saya ingin kamu diam paham!"


Zain pun kembali memiringkan kepalanya dan kembali mengecup bibir Dinda.


Cup...


"Auhhhhh."Lenguh Dinda.


Zain pun melepas kecupan bibirnya ketika melihat Toddy yang pergi dengan raut wajah yang berantakan dan kesal.


Zain terlihat bahagia bisa mengerjain Toddy.


Sementara itu diseberang jalan.


Terlihat Toddy yang kesal.


"Aish... Tunggu.. Tunggu... Kenapa aku merasa kesal ya melihat Dinda dan suaminya yang bermesraan seperti itu?Harus nya aku bahagia melihat dia bahagia."Ucap Toddy frustasi sembari mengacak rambutnya.


"Sudah bisa ku tebak kamu suka dengan istri saya."Sahut Zain dari balik Unggung Toddy.


Toddy pun menoleh ke arah belakang.


"Saya peringatkan kamu.Jangan pernah mengusik kehidupan istri saya.Karena kamu dan dia adalah masa lalu paham!"


"Perlu diingat lagi bahwa kamu sudah meninggalkan dia.Ingat itu."Kata Zain dan mendorong bahu Toddy dengan tangannya.


"Cih,dengan anda yang nampak arogan seperti ini,saya yakin Dinda tidak mencintai anda."Decih Toddy.


"Ha... Ha... Ha... Percaya sekali anda bicara seperti itu hah?"Zain yang tertawa dengan sindirannya.


"Tidak lah kamu lihat tadi?Adegan ciuman yang sudah kamu abadikan di dalam hatinya?Bahkan suara lenguhannya sangat menggoda saya ketika diatas ranjang.Itu adalah salah bukti kuat bahwa saya bisa memberikan kebahagiaan untuk dia bukan meninggalkannya."Tambah Zain lagi.


"**** boy!"Umpat Zain.

__ADS_1


Toddy hanya bisa mengepalkan tangan saat melihat Zain mulai pergi meninggalkan nya.


__ADS_2