
Di 🏠 rumah Opa Leo...
"Alhamdulillah sudah sampai... Mbok,"Ucap Dinda yang berjalan pelan sembari salah satu tangannya memegang pinggang nya dan tangan satu nya membawa tas.
"Sini mbok bantuin,"Kata mbok Sumi yang membantu Dinda berjalan masuk ke dalam rumah.
"Dinda...???"Seru Opa Leo yang datang menghampirinya.
"Opa...??"Dinda yang terkejut kedatangan Opa Leo sembari mencium punggung tangannya.
"Cucu Opa,bagaimana kabar cicit Opa di dalam perut nak.?"Tanya Opa Leo kepada Dinda.
"Alhamdulillah mereka baik-baik Opa."Jawab Dinda sambil tersenyum .
"Mereka?"Ulang Opa Leo yang mengkerutkan kening nya.
Dinda pun mengulas senyumnya dan mengangguk.
"Cicit tuan besar ada 4 tuan yang sedang dikandung non Dinda!."Jelas mbok Sumi.
"Alhamdulillah,,, nak.. Rumah ini sebentar lagi akan ramai.Dengan kehadirannya 4 bayi sekaligus.Terimakasih ya Cu.... Kamu sudah memberi warna di rumah ini"Ucap Opa Leo yang nampak bahagia.
"Dari mana kalian?"Tanya Opa Leo.
"Habis check up kandungan Opa."Jawab Dinda.
"Dengan Zain?"Tanya Opa Leo dan Dinda terdiam menunduk.
Raut wajah Opa Leo berubah kecewa ketika mengetahui Dinda pergi dengan mbok Sumi untuk check up kandungannya.
Tak berapa lama kemudian Zain menuruni tangga dengan rambut acak-acakan dan wajah nya yang masih ber muka bantal.
"Opa...?"Sapa Zain dengan wajah terkejut.
Plakkkkkkkkk
Opa Leo menampar pipi Zain dengan keras.
Dinda dan mbok Sumi sama-sama terkejut melihat Opa Leo menampar keras pipi kanan Zain.
"Opa!"Pekik Zain sembari memegangi pipi kanannya.
"Suami macam apa kamu hah?Bisa kamu tidur enak-enakan dirumah sampai-sampai kamu lupa dengan istri mu yang hamil besar yang sedang butuh dukungan kamu untuk mengantar kerumah sakit."Kata Opa Leo yang marah dan berteriak.
"Seharusnya kamu dampingi istri kamu."Bentak Opa Leo ke Zain.
"CK,"Zain yang berdecih.
"Zain!"Pekik Opa Leo.
"Stop it Opa!Stop it!"Pekik Zain.
"Opa selalu mengatur hidup Zain.Dari kecil Zain tidak pernah menyenangkan hati Zain sendiri.Apa pun yang Opa minta,Zain selalu menurutinya.Tapi apa pernah Opa selama ini menuruti kemauan Zain?Enggak kan!"Tambah Zain.
"Termasuk menikah dengan Dinda!"Tambah Zain dan menunjuk jari telunjuknya ke Dinda.
Deg....
Dinda syock mendengar apa yang diucapkan suaminya itu.Kaki-kaki nya merasa bergetar.Denyut jantung nya mulai tidak stabil dag.. Dig.. dug...
Mata nya mulai ber kaca-kaca...
"Cukup Zain!"Bentak Opa Leo.
__ADS_1
"Opa hanya ingin melihat kamu hidup bahagia Zain.Opa hanya ingin kamu tidak salah dalam mencari pendamping dalam hidup mu."Jelas Opa Leo.
"Lihat lah istrimu Zain.Istrimu adalah istri yang Sholihah.Saat ini dia sedang mengandung anakmu.Enggak cuman satu yang dia jaga di dalam kandungannya melainkan empat calon bayi kamu Zain.Apa kamu tidak merasa kasian dengan Dinda?"Tambah Opa Leo.
"Opa yang meminta kan agar Zain menghamili Dinda."
Plakkkk....
Opa Leo menampar pipi Zain lagi.
"Tampar lagi Opa!"Kata Zain kesal.
Opa Leo pun hendak mengangkat tangannya dan mau menampar Zain lagi.
Namun Dinda mencegah nya,
"Opa..."Seru Dinda.
"Opa,sudah Opa.Jangan diperpanjang lagi.Mungkin saja mas Zain sedang banyak pikiran dan sedang capek."Kata Dinda.
"Mas....."Kata Dinda lirih dan menghampiri Zain.
"CK,"Decih Zain yang kesal dan melenggang pergi menaiki anakan tangga menuju kamarnya.
"Zain... Zain... Opa belum selesai bicara."Panggil Opa Leo dan Zain tetep tidak menggubris nya.
"Opa sudah-sudah.Biar Dinda yang bicara dengan mas Zain."Ucap Dinda yang menenangkan Opa Leo.
Dengan pelan-pelan,
Dinda menaiki anakan tangga menuju ke lantai dua kamar nya.
Ceklek.....
Dinda membuka pintu kamar itu.
Zain yang terduduk dengan rasa amarah dan emosi serta mengepalkan tangannya menghampiri Dinda yang berdiri di dekat pintu.
"Apa maksud kamu mengadu sama Opa?"Kata Zain sembari mencekeram kuat-kuat tangan Dinda.
"Awwww mas.. Sakit tolong lepasin."Rintih Dinda yang berusaha mengibaskan tangan Zain.
"Jawab Dinda kamu mengadu apa sama Opa?"Bentak Zain.
"Astagfirullah hal adzim,mas!Dinda enggak ada mengadu apa-apa kepada Opa.Kenapa sih mas?Sekarang kamu berubah?Hiks... Hiks..."
"Kalau memang mas Zain tidak menginginkan pernikahan ini,kenapa dari dulu mas enggak menceraikan Dinda."
"Opa!Itu alasannya!"Jawab Zain kasar.
Dinda pun menangis tersendu-sendu.
"Mas!"Kata Dinda lirih.
Dinda meraih tangan kekar Zain dan mencoba mengusap kan di perut buncit nya.
"Anak kamu mas.Didalam perut ini ada empat calon bayi kita mas.Mereka ingin sekali mas kamu sentuh mas."Ucap Dinda sedih dan Zain pun melepas tangannya yang mengusap perut buncit nya Dinda.
"Arghhhhhh "Teriak Zain sembari memegangi kepalanya.
"Entah lah Dinda aku pusing!"Kata Zain sembari memakai sweater nya dan mengambil kunci mobil nya lalu berlenggang mau pergi.
"Mas.. Mas.. Mas mau kemana?"Tanya Dinda sembari menahan lengan suaminya Zain.
__ADS_1
"Lepasin,"Sentak Zain kepada Dinda dan mengibas kan tangan Dinda.
Zain pun melenggang pergi meninggalkan Dinda yang menangis dikamarnya sendiri.
Dia menuruni anakkan tangga dengan raut wajah datar dan dingin.Dia pun mengeluarkan mobilnya yang ter parkir di dalam garasi.
Cuaca siang saat itu memang lah sangat cerah dan panas sekali.
Kemacetan di saat weekend memang sudah tidak bisa di hindari,atmosfer yang terasa panas itu dapat menimbulkan puncak emosi di kala hati sedang tidak baik-baik saja.
Tit.... Tit... Tit...
🚗🚗🚗🚗🚗🚗
Suara klakson mobil Zain.
"Ahhhh damn it!"Umpat Zain yang membanting tangannya di stir.
50 menit setelah terjebak macet,
Mobil nya memasuki area perumahan minimalis.
Zain memarkir kan mobil nya dengan rapi.
Lalu dia pun berjalan memasuki rumah minimalis yang berwarna putih itu.
Tok... Tok... Tok...
Ceklek.....
"Hanny......??"Kata perempuan itu dan memeluk erat Zain dan melepas kannya.
"I Miss you."Ucap perempuan itu.
"Sania,kepala ku pusing tolong buat kan aku kopi."Kata Zain.
"Ayok masuk lah kedalam rumah!"Ucap Sania dengan gaya genit nya sambil menarik lengan Zain untuk masuk ke dalam rumah nya Sania.
Tanpa di sadari Sania dan Zain ada sepasang mata yang sedang mengintai mereka.
"Brengsek.... Awas kalian berdua."Kata seorang laki-laki yang tak lain adalah Luis mantan suami nya Dinda.
"Kamu enggak akan bisa lari dari ku Sania."Kata Luis sembari mengepalkan tangannya.
Sudah 1 Minggu ini Luis keluar dari penjara atas tuduhan KDRT.
Kurang lebih 3 bulan lamanya dia mendekam di balik jeruji.
Dengan uang,akhir nya dia bisa membebaskan dirinya.
"Kamu tidak akan bisa lepas dari ku Sania..."
Bersambung.....!!!!
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Hay... Teman-teman✋
Bantu Like dan Koment untuk Dinda ya😘😘
Terimakasih yang masih setia di ceritaku.
Jangan lupa sembari menunggu Up My Mommy Mywonder woman baca juga cerita yang lainnya dariku.
__ADS_1
TM3 dan Valentain terakhir Bahagia.
Thank you so much☺️