My Momy My Wonderwoman

My Momy My Wonderwoman
Episode 39# Garis dua untuk Sania


__ADS_3

Hampir 1 bulan Sania sudah tidak pernah bertemu dengan Zain.


Berulang kali Sania menghubungi Zain lewat phonsel nya selalu tidak tersambung.


"CK,pasti Zain ganti nomor."


"Ih....Sialan kamu Zain!"Kata Sania kesal yang melempar bantal nya ke lantai.


"Ini enggak bisa di diamkan."Gumam Sania.


"Aku harus bertemu dengan Zain."Ucap Sania sambil beranjak dari duduk di sofa ruang tamu.


Entah tiba-tiba pandangan Sania menjadi kabur.Dia pun tiba-tiba mendadak pusing sembari memegangi ujung pelipisnya.


"Wait... Wait... Kenapa ya ini kepalaku??"Kata Sania sembari mencari pegangan di pinggiran sofa dan pelan-pelan menduduk kan bokong nya.


"Sementara aku istirahat dulu kayak nya.Pusing sekali kepalaku."


Pelan-pelan Sania mulai memejam kan kedua mata nya sembari memegangi ujung pelipis nya.


Sepuluh menit kemudian,dia terlelap dalam buaian mimpi di siang bolong.


Dia bermimpi sedang menggendong anak bayi perempuan.Kemudian anak bayi perempuan itu di rebut oleh Luis mantan suaminya.


"Astaga...."Ucap Sania sambil mengerjap kan kedua matanya.


Sania pun mendudukan bokongnya kembali dikursi.


Dia mengingat-ngingat sesuatu.Kedua matanya tertuju kearah mini kalender yang berada di meja dapur.


Diapun berjalan kearah meja itu.


Lembar per lembar di buka nya.Lingkaran disetiap tanggal kalender di bulatin dengan spidol berwarna merah.


Attensi nya terhenti ketika salah satu bulan dimana seharusnya ia lingkari hingga bulan depan tidak ia lingkari.


"Hah...?"


"Aku lupa menandai nya atau aku terlambat bulan?"Gumam Sania cemas.


Dia pun teringat akan Luis,mantan suaminya yang telah menodai nya satu bulan lalu.


"Luis...??"Gumam Sania tidak percaya.


"Enggak.. Enggak... Ini enggak boleh terjadi."Ucap Sania yang mondar-mandir ke bingungan sembari tangan kanan nya dilingkarkan diperut dan tangan kirinya menopang kepala nya yang terasa berat.


"Aku harus memastikan nya."


"Aku mau ke apotik untuk membeli testpeck!"Kata Sania berjalan ke arah sofa dan mengambil tas nya.


Sania keluar berjalan kaki menuju apotik.


Dia nampak berkeliling memutari etalase mencari sesuatu yang sedang dia cari.

__ADS_1


Setelah mendapatkan nya,kemudian dia bergegas ke meja kasir untuk membayar nya.


Setelah Sania pergi,sosok lelaki yang sempat memperhatikan gerak-geriknya mendatangi kasir.


"Mbak ini belanjaan saya."Kata laki-laki itu.


"Total nya 100 ribu tuan,"Jawab petugas kasir itu.


"Ini uangnya.Eh,mbak ngomong-ngomong mbak yang barusan ke kasir beli apa ya?"Tanya laki-laki itu.


"Mbak yang **** pakaiannya itu ya tuan?Beli Testpeck tuan."Jawab petugas kasir itu.


"Testpeck?"Batin laki-laki itu.


"Ada lagi kah tuan?"Tanya petugas kasir itu sembari menggugah laki-laki tersebut yang melamun.


"Ah,tidak mbak.Terimakasih ya.."Ucap laki-laki itu dan bergegas pergi mengikuti Sania.


Laki-laki itu yang tak lain adalah Luis mantan suaminya Sania yang selalu kepo dengan hidup nya Sania.Bahkan dia juga enggak terima ketika Sania menggugat cerai.


Setidak nya dia harus bisa balas dendam kepada Sania maupun Zain.


Sampai rumah Luis mengikuti Sania dengan diam-diam.


Luis pun mencoba masuk ke dalam kamar Sania dengan pelan-pelan dia juga mendengar suara gemericik dari dalam kamar mandi.


Luis pun bersembunyi dibalik pintu kamar nya yang sudah terbuka dari tadi.


Ceklek...


"Apa.....?"Ucap Sania yang terkejut melihat hasil testpeck nya.


"Ah,"Sania yang meninju angin nya.


"Garis dua?Brengsek....!"Umpat Sania kesal.


"Ih,..... Disaat aku sedang fokus ingin kembali dengan Zain kenapa aku harus hamil anak dari Luis!"


"Ahhhhkkkkkkrgggghh"Kata Sania kesal dan menghambur alat-alat kosmetiknya di meja rias.


Dibalik pintu kamar Sania,Luis merasa senang dan bahagia bisa menebar benih di rahim mantan istrinya.


Dan benih nya juga subur☺️


"Aduh... Gimana nih,come on Sania.Kamu harus bisa mencari ide.Agar kamu tetap bisa memiliki Zain dalam keadaan berbadan dua."Gumam Sania yang mondar-mandir kesana kemari.


"Aku harus menyembunyikan semua ini semua dari Luis,"Gumam Sania.


Luis yang nampak bersembunyi di balik pintu itu merasa kesal dengan apa yang di ucapkan oleh Sania.


Rasanya Luis ingin sekali menyumpal mulut Sania.


Namun Luis mencoba untuk meredam emosi nya,dia lebih fokus mendengar rencana Sania.

__ADS_1


"Oke,Aku akan menjadikan Zain sebagai ayah dari anak Luis yang ku kandung ini"


"Kurang ajar Sania,benar-benar licik kamu.Aku yang menebar benih orang lain yang mau kamu manfaat tin!Ku lihat permainan mu Sania,"Batin Luis.


Sania pun melenggang pergi dari rumah nya mengenakan taxi Online.


Bergegaslah Luis menelfon orang suruhan nya untuk mengawasi kemana Sania pergi.


Mobil taxi online Sania ternyata membawa nya ke perusahaan Zain.


Sania mencoba untuk masuk kedalam gedung perkantoran milik Zain.


"Selamat siang mbak,saya mau bertemu dengan Tuan Zain Abigail Abraham."Kata Sania yang harus memberi laporan kepada receptionis.


"Selamat siang ibu Sania mohon maaf Tuan Zain saat ini tidak ingin bertemu dengan ibu Sania karena sedang sibuk."Balas receptionis itu sembari murah senyumnya.


"Tolonglah mbak izinkan sebentar saja,setelah itu saya tidak akan menggangu lagi."Pinta Sania dengan raut wajah yang memelas nya.


"Pak security!"Panggil receptionis itu.


"Siap ada yang bisa dibantu?"Tanya pak security itu.


"Pak tolong bawa ibu ini ke luar karena perintah dari asisten Ferdy."Titah receptionis itu.


Akhirnya security itu membawa Sania keluar dari gedung Abraham dengan paksa.


"Ih,.... Udah-udah,aku bisa jalan dengan sendiri."Kata Sania ketusdan mengibaskan tangan security .


"Makanya Bu,jangan ngeyel!"Tambah security itu dan pergi meninggalkan Sania.


"Awas saja kamu Zain.Aku pantang menyerah untuk mendapatkan mu."Gumam Sania dengan rasa percaya dirinya.


Sementara itu....


Diruangan Zain Abigail Abraham.


"Bagaimana asisten Ferdy sudah kamu urus perempuan tadi?"Tanya Zain kepada asisten Ferdy.


"Sudah tuan,sudah dibereskan oleh petugas keamanan."Jawab asisten Ferdy.


"Jangan sampai perempuan itu masuk kembali ke kantor ini."Titah Zain kepada asisten Ferdy.


"Baik,Tuan."Jawab asisten Ferdy yang mengangguk.


"Asisten Ferdy,malam ini saya mau pulang jam sembilan malam karena ada beberapa file yang harus saya periksa.Tolong nanti kunci mobil di taruh diatas meja saya ya,asisten Ferdy boleh pulang sesuai jam kantor.!"Kata Zain.


"Baik Tuan!"Balas asisten Ferdy sembari menganggukan kepalanya.


Dan tak terasa sore hari petang mau berganti dengan malam.


Tidak lupa Zain menghubungi istrinya Dinda kalau dia tidak perlu menunggunya karena Zain akan lembur dua jam di kantor.


Bersambung......

__ADS_1


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


__ADS_2