
Dinda begitu shock mendengar kabar kalau Zain suaminya sedang koma di rumah sakit kepolisian.
Semua orang yang duduk di kursi sofa nampak bengong melihat raut wajah yang tadinya ceria kini berubah menjadi raut wajah khawatir nya.
"Dinda....?"Kata Ibu Ali.
"Momy....?"Panggil ketiga anak nya.
"Astagfirullah hal adzim.... Astagfirullah hal adzim.... "Dinda yang beritigfar sekejap menitikan air mata nya.
"Ndok,ada apa...?"Tanya ibu Ali yang ikut khawatir sembari menggugah Dinda yang melamun.
"Bu....."Dinda memeluk ibu Ali.
Semua orang nampak khawat dan penasaran tentang apa yang terjadi kepada Dinda.
"Hiks... Hiks... Kita harus kerumah sakit kepolisian Bu.Mas Zain koma dan sedang dirawat disana."Ucap Dinda yang terisak-isak.
"Kronologi nya seperti apa nona?"Tanya asisten Ferdy yang ikut mengkhawatirkan tuan nya itu.
"Masih dalam pemeriksaan asisten Ferdy.Tadi Dinda habis dari sana kenapa sekarang dia koma?Ibu... Mbok,Dinda mau pergi kerumah sakit dulu.Titip anak-anak ya."Kata Dinda kepa da ibu Ali dan mbok Sumi.
"Momy... Kamu ikut... Hi.... Hi...."Seru Ryu.
"Kamu mau melihat Dady Momy... Hiks..Hiks..."Tambah Ryo.
"Nak,besok ya.. Momy mau melihat keadaan Dady dulu ya pintar?"Jawab Dinda sembari memberi penjelasan kepada ketiga anak-anak nya.
"Enggak Momy kami juga khawatir dengan keadaan Dady."Sahut Rey.
"Kakak Rey,please dengerin Momy ya... Besok Momy ajak kalian bertiga untuk bertemu dengan Dady.Tidak untuk sekarang ya sayang.. "Kata Dinda lagi.
Dinda pun menarik nafas panjang,ketika melihat anak-anak nya yang terdiam sambil mengerucutkan bibir nya kedepan dan sama-sama bersendekap.
"Cu... Ingat pesan Dady tempo hari apa?Enggak boleh nakal kan kasian sama Momy dan adik baby nya."Terang ibu Ali.
"Tapi nek...?Kamu kangen sama Dady!"Sela Ryo.
"Besok... Cu.. Besok... Momy kan sudah berjanji untuk mengajak kalian untuk menjenguk Dady."Jawab Ayah Ali.
"Are you promise Momy??"Kata Ryo melingkarkan jari kelingking nya .
"Yes,Momy promise!"Jawab Dinda dan menautkan jari kelingking nya dengan Ryo.
Dinda,Ayah Ali bersama asisten Ferdy bergegas menuju kerumah sakit kepolisian dimana Zain dirawat.
__ADS_1
Asisten Ferdy bergegas menyalakan mesin mobil tuan nya.Dengan kecepatan sedang.
"Asisten Ferdy tolong ditambah dong kecepatan nya.Ini lambat sekali."Gerutu Dinda.
"Maaf nona,kecepatan ini sudah standar tuan yang Zain berikan.Karena tuan tidak ingin terjadi apa-apa dengan calon anak nya."Jawab asisten Ferdy sembari fokus menatap ke depan.
Dinda pun menyenderkan kepala di kaca mobilnya dengan pasrah.
"Tahun depan baru sampai kita asisten Ferdy!"Gerutu Dinda lagi.
"Sudah lah ndok,ikuti saja asisten Ferdy,toh yang nak Zain lakukan itu buat kamu dan calon anak kamu."Sahut Ayah Ali.
Dinda hanya terdiam tanpa berkutik ketika Ayah Ali yang mulai menasehati nya.
Tidak lama kemudian,
Mobil Zain yang disupiri oleh asisten Ferdy sudah sampai di tempat parkiran.
Dinda bergegas turun dari mobil dan berjalan menuju kearah meja register atau receptionis.
Setelah mendapat kan petunjuk,Dinda bergegas menuju keruang rawat dan diekori oleh asisten Ferdy dan Ayah Ali.
Sampai diruang perawatan,ternyata Dinda sudah ditunggu oleh dua orang anggota kepolisian.
"Selamat sore pak,apa yang terjadi dengan suami saya pak?"Tanya Dinda kepada salah satu anggota kepolisian.
"Penyebab nya apa pak?Pasti kan ada sebab dan akibat nya?Kenapa suami saya bisa mendadak koma?Padahal dia baik-baik saja,karena kurang lebih dua jam yang lalu saya habis menjenguk nya."Tanya Dinda dengan sedikit menaikan nada.
"Masih kami selidiki Bu Dinda,penyebab nya maka da...."
"Pak,tolong secepat nya untuk diselidiki kasus suami saya ini,saya sebagai istri tidak terima dengan apa yang terjadi dengan suami saya."Ucap Dinda dengan kedua mata yang berkaca-kaca.
"Asisten Ferdy Dinda minta tolong untuk mengusut ini semua."Titah Dinda.
"Tolong untuk diusut sampai ke akar-akar nya.Mereka tidak tau siapa Zain Abigail Abraham."Ucap Dinda dan pergi masuk kedalam ruang perawatan suami nya.
Ceklek...
Dinda membuka pintu dan menutup kembali.
"Ya.. Allah mas Zain??"Kata Dinda yang lirih menghampiri suaminya yang terbaring dibrankar.
"Mas....??"Ucap Dinda yang duduk dikursi sembari menggenggam tangan suami nya.
"Mas... Hiks... Hiks.... Bangun mas,"Gugah Dinda kepada Zain yang sedang koma.
__ADS_1
"Siapa yang dengan keji berbuat seperti ini mas?"Tanya Dinda yang menangis dilengan Zain suaminya.
"Hiks... Hiks... Hiks..."Tangis nya sesenggukan.
Dinda pun mengepalkan tangan nya sembari menangis dilengan Zain yang dalam keadaan koma.
"Dinda sudah lelah mas...."Ucap Dinda.
"Dinda yakin ini semua ada keterlibatan nya dengan Ardan.Dinda berjanji mas,akan kubalaskan dendam mu kepada orang yang sudah berbuat keji kepada mu."Kata Dinda dengan memendam amarah.
Ceklek....
Asisten Ferdy yang membuka pintu.
"Maaf nona,"Kata asisten Ferdy yang menunduk.
"Ada apa asisten Ferdy?"Tanya Dinda sembari menghapus air mata dipipinya.
"Saya sudah mendapatkan informasi keluarga yang satu sel dengan tuan Zain nona."Jawab asisten Ferdy.
"Bagus asisten Ferdy.Saya yakin mas Zain seperti ini karena ada tangan-tangan yang jahil kepada nya.Bawa mereka besok untuk menemui orang-orang yang sudah membuat mas Zain koma.Akan saya pastikan mereka akan menerima imbalan yang setimpal kalau mereka tidak mau mengaku siapa yang sudah menyuruh mereka."Ujar Dinda yang beranjak berdiri membusungkan dada.
"Baik nona,"Jawab asisten Ferdy sembari menunduk.
Dinda ketika dalam mode garang😁😁
"Asisten Ferdy!Saya minta tolong,tolong Carikan saya pembeli restaurant,rumah,mobil serta semua aset-aset yang saya miliki."Kata Dinda tegas.
"Maaf untuk apa nona?"Tanya asisten Ferdy.
"Saya mau menjual semua nya."
"Maaf nona,kenapa tidak menunggu pak Frans besok?"
"Enggak ada waktu asisten Ferdy,saya hanya ingin hidup tenang dan menutup semua hutang-hutang mas Zain kepada Ardan.Saya yakin Ardan dibalik ini semua."Jawab Dinda dengan pasti.
"Ndok,alangkah baik nya kita tunggu pak Frans besok siapa tau pak Frans bisa memberikan solusi.!"Kata ayah Ali yang memberi saran.
"Tapi Dinda tidak mau bertele-tele ayah.Biarlah Dinda menjual semua yang Dinda miliki untuk melunasi hutang kepada Ardan."
"Jangan gegabah ndok,Istighfar ya..Kita tunggu pak Frans besok."
"Astagfirullah hal adzim...."
"Baiklah Ayah,Dinda akan menunggu pak Frans hingga besok."Jawab Dinda.
__ADS_1
Bersambung......
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️