My Momy My Wonderwoman

My Momy My Wonderwoman
Episode 7 # Menjelang akad


__ADS_3

Dinda tak henti-hentinya menangis di meja rias.Dia melihat pantulan cermin yang memantulkan dirinya.


Ceklek....


Pintu kamar Zain terbuka,


Iya... Dinda saat ini sudah berada dikamar Zain.Dia pindah kamar atas interupsi sang Opa.Karena Dinda akan menjadi nyonya Zain.


"Loh,kok masih disini to ndok?Cah ayu anak ibu."Ucap ibu Ali dengan nada lemah lembutnya dan Dinda hanya terdiam menghambur pelukan ke ibunya.


"Hiks.. Hiks... Hiks..."Tangis Dinda yang sendu.


"Wes to ndok... Cup cup cup.. Ayu ne nanti hilang."Hibur ibu Ali sambil mengusap punggung anak gadisnya itu.


"Ibu,a-apa Dinda harus menikah dengan Tuan Zain?Dinda enggak cinta Bu,sama dia.Ibu dan bapak kan sudah tau bagaimana wataknya dia yang keras tidak bisa lemah lembut sama sekali sama orang!."Curhat Dinda yang masih memeluk ibunya.


Ibu Ali mengurai pelukannya.


"Nak,dengerin ibu ya.Sekeras-kerasnya batu dia akan hancur jika diterpa oleh air.Sekeras-kerasnya hati manusia dia akan luluh dengan sendirinya asal kamu tidak lupa untuk selalu mendoakannya.Cinta akan tumbuh dengan sendirinya suatu saat nanti."Jawab ibu Ali.


"Tapi Bu,tidak semudah itu!"


"Percalah Tuhan yang sedang menguji mu,karena Tuhan tau kamu adalah orang yang dipilih untuk melalui ujian itu."


Ibu Ali mengusap air mata putri cantiknya itu.


"Cantik sekali anak ibu."Puji ibu Ali.


Dinda yang tadinya bersedih kini sedikit lebih ceria setelah ibu nya datang dan menenangkan dirinya.


"Ah,ibu bisa aja."Jawab Dinda dengan malu-malu.


Tap... Tap... Tap...


Suara sepatu Dinda,yang dapat menghebohkan semua tamu undangan.


Dinda terlihat berjalan menuruni anak tangga dengan pelan-pelan sembari menebar senyuman ke pada para tamu undangan yang sudah berdatangan.


Dia begitu cantik mempesona dengan balutan kebaya adat Jawa hijab modernnya.Gadis yang berusia 20 tahun dan tubuh proporsionalnya dapat menyihir mata para undangan dengan kebaya atasan berwarna putih dan bagian bawah berwarna gold.


"Cantik sekali pengantinnya..."Bisik para tamu undangan itu.


"Iya cantik sekali klop sekali dengan pengantin prianya yang gagah tampan"serunya lagi.


Zain yang awalnya diam tertunduk sangat penasaran dengan ghibahan emak-emak mengenai pengantin perempuannya.


Zain yang menggunakan baju adat kebaya Jawa modern dengan warna yang senada dengan Dinda,terlihat begitu tampan mempesona.


Diapun mendongakkan kepalanya ketika melihat Dinda yang berjalan dengan pelan-pelan menuruni anak tangga.


"Damn it!!"Batin Zain tanpa mengedipkan kedua matanya.

__ADS_1


"Aku mengakui kalau dia sangat cantik.****."Batin Zain sembari meninju pahanya sendiri yang gelisah tidak bisa diam karena sang empunya salah tingkah terus.


"Cucu Opa,"Kata Opa Leo yang melihat Dinda sudah duduk di meja akad disamping Zain.


Zain tertunduk tidak mau menatap Dinda,karena pandangannya sudah diracuni oleh kecantikan Dinda.


"Zain,cobalah tengok sebentar calon istrimu."Ujar Opa Leo.


"Dia cantik sekali."Tambah Opa Leo yang melirik ke arah Zain yang tepat didepannya.


"Sudahlah Opa enggak usah berlebihan."Kilah Zain yang masih duduk dengan tertunduk.


Dinda hanya diam datar melihat ocehan-ocehan Opa dengan cucunya itu yang sama sekali tidak akur.Sesekali dia ingin sekali memijit ujung pelipisnya.


"Astagfirullah... Hmm kedua orang ini pasti adu mulut kalau bertemu"


Dinda terkaget ketika Zain merapikan duduknya sembari menarik tangannya dan berbisik.


"Jangan harap kamu bisa menjadi nyonya Zain."Bisik Zain sembari mencekal pergelangan tangan Dinda sekuat mungkin.


"Aku pastikan kamu tidak akan pernah hidup bahagia ."Tambah Zain dengan senyum smirknya.


"Jangan terlalu sombong tuan!"


Dinda mencoba melepas tangan Zain yang mencekal pergelangan tangannya dengan menggerakkan lengannya tanpa menatap Zain.


Zainpun melepas tangan Dinda ketika pak penghulu akan memulai acaranya.


"Jabat tangan bapak mertua mas Zain."Ucap pak penghulu itu menginterupsi Zain untuk menjabat tangan pak Ali.


Setelah Zain menjabat tangan pak Ali.


"Bismillah,Saya nikahkan engkau dan kawinkan Zain Abimanyu Abigail Abraham bin....... dst,"


"Sah.......!!!!"


"Sah...


"Sah...


Deg..


Adinda Aulia Amanda resmi menyandang istri sah dari seorang laki-laki yang keras kepala bermuka datar.


Zain Abimanyu Abigail Abraham atau Zain Abigail Abraham.


"Dinda,cium tangan suamimu."Kata pak Ali dan Dinda pun mencoba mencium punggung tangan Zain dan menarik tangan Zain yang masih berada di paha Zain dengan ketus.


"CK!"Zain mencebikkan mulutnya.Dan diapun mengulurkan tangannya dengan membuang muka.


"Zain,,,"Ucap Opa lirih.

__ADS_1


"Sekarang kecup kening istrimu Zain."Suruh Opa.Zain dan Dinda sama-sama menaikan alisnya.Mereka berdua sama-sama terkejut atas permintaan Opa Leo.


"Ayo Zain lakukan!"Pekik Opa Leo dan Zain hanya terdiam dengan kesal.


"Cium... Cium.."


"Cium... Cium.."


Sorak gembira semua tamu undangan dan membuat Dinda serta Zain kikuk terdiam.


"Aish... ****!!Ada-ada ajja orang ini.Jatuh lah harga diri Zain Abimanyu Abigail Abraham."Umpat Zain dalam batin.


"Pasti tuan Zain sedang kesal..."Dinda yang membatin juga.


Tanpa aba-aba,Opa pun menarik tengkuk leher Zain dan Dinda untuk dijedugkan seketika kedua pengantin baru itu saling menatap penuh intens.


Opa Leo dan para tamu undangan ketawa ngikik.


"CK,sok-sok an jual mahal."Desis Opa Leo tersenyum smirk.


Ledekan Opa Leo membuat Zain dan Dinda membuyarkan lamunan tatapan intens mereka.


Wajah Dinda merah merona menunduk ketika Zain mulai mengecup keningnya.


CUP...


"Sudah Opa?Sudah puas..."Kata Zain ketus sementara Opa Leo mengulas senyum dan mengangguk.


Setelah akad selesai,kedua mempelai duduk dipelaminan.Dinda yang duduk manis sembari melempar senyum kepada para tamu undangannya.


Sedangkan Zain sibuk dengan memainkan ponselnya.


Acara wedding Zain dan Dinda diadakan dengan sederhana karena permintaan dari Zain.


Acara berlangsung dengan khusuk dan khidmat.


"Dinda... Sudah malam nak,naiklah ke atas bersih-bersihlah layani suamimu dengan baik."Titah ibu Ali yang melihat Dinda sedang duduk meminum teh yang masih memakai baju pengantinnya.


"Bentar ya Bu,Dinda masih ingin sendiri.."


"Nak dengarin ibu ya,Dinda kan sudah dewasa.Sudah waktunya Dinda melayani suami menyenangkan suami.Jangan sampai Dinda sebagai seorang istri menjadi istri yang durhaka kepada suami.Karena surga Isro ada pada suami.Jangankan tidak melayani suami,kita memunggungi suami pun itu sudah berdosa nak.Naiklah ke atas mintalah bantuan kepada suamimu untuk melepas baju pengantinnya."


"Ah,ibu.. Ya malu lah Dinda."Gerutu Dinda.


"Kenapa harus malu?"Tanya ibu Ali.


"Kalau matanya jelalatan bagaimana bu?"Tanya Dinda dengan wajah polosnya.


"Hust!!Dinda,enggak boleh begitu.Ayo naik ke atas.


Setelah mendengar nasehat dari ibunya,Dindapun menaiki anak tangga menuju kamar nya.

__ADS_1


__ADS_2