My Momy My Wonderwoman

My Momy My Wonderwoman
Episode 52 # Push Runk with mantan Housband


__ADS_3

Baby princes...


Anak perempuan dari pasangan Zain dan Dinda kini meninggal setelah 2 hari dilahirkan secara Cesar.


Dokter Arwan mendiagnosa kelainan jantung.


Baby princes meninggal di makam kan di pemakaman keluarga milik Opa Leo,


Dia dimakam kan di samping Opa Leo yang berdampingan dengan kedua orang tua Zain.


Kematian baby princes begitu membuat hati seorang Zain hancur ber keping-keping,belum genap satu minggu Opa Leo meninggal kan nya.Kini anak perempuan nya yang baru dilahirkan Dinda istrinya juga harus pergi meninggalkannya.


Rasanya semesta begitu tidak adil memberikan ujian hidup untuk nya...


Zain begitu erat memeluk nisan putri kecil nya itu.


Air mata nya terus-terusan membasahi pipi.


Ayah Ali,Toddy dan mbok Sumi yang turut mengantarkan baby prince kini mulai meninggalkan pemakaman.


Hanya Sania...


Hanya Sania,yang masih berdiri sambil melipat kedua tangan di depan dadanya yang masih setia menemani dengan wajah-wajah bete nya.


"Hanny... Sudah senja,yuk... Kita pulang,enggak baik terus-terusan kamu seperti ini."Kata Sania yang mengusap punggung Zain.


"Don't touch me!"Pekik Zain yang kesal.


"CK,"Decih Sania juga kesal.


"Zain!!!!...."Teriak Sania.


"Aku ini sudah menjadi istri kamu loh,dan aku juga sedang hamil anak kamu.Kamu juga harus perduliin aku dan anak kamu dong.Ingat Zain!"Seru Sania yang kesal dengan Zain.


"Kalau kamu mau pulang,pulang sana.Enggak usah ganggu aku disini.Anak yang ada di dalam perut kamu belum tentu anak itu anak aku!"Pekik Zain dan berdiri menatap tajam Sania.


"Pergi sana..."Kata Zain yang menarik tangan menjauh dari makam putri nya.


Dengan menghentakkan kaki nya ke tanah dengan kesal,Sania memutuskan untuk pulang sendirian dan meninggalkan Zain.


Sania pun memesan taxi online nya.


Kurang lebih 5 menit kemudian pesanan taxi online itu datang.


"Sesuai titik ya nona,"Kata driver taxi online itu.


"Ya...."Jawab Sania singkat.


Tak berapa lama mobil taxi online itu berhenti sesuai titik.


Dirumah milik Sania,


Setelah membayar nya,Sania langsung membuka pintu rumah itu.


Ceklek....


"Kok tidak terkunci?"Gumam Sania yang menutup pintu dan masuk ke dalam rumah nya.


Dia membanting tas nya di sofa dan berjalan menuju kamar nya.


Ceklek......

__ADS_1


Sania yang terkejut melihat Luis sedang keluar dari kamar mandi.


"Luis....??"


"Baby...?"


Kedua mantan suami isteri itu sama-sama terkejut.


"Kamu kenapa ada disini?"Tanya Sania.


"Seharus nya aku yang bertanya sama kamu,kenapa kamu keliaran kesini?Hah,"Tanya Luis sembari membelai rambut Sania dan tangannya di kibas oleh Sania.


"Ih,"Decih Sania kesal.


Bibir Sania pun mengerucut kedepan.


"Sudah ku bilang,baby... Kamu pasti kecewa menikah dengan dia."Kata Luis sembari memegang dagu Sania dan mendekat kan bibir nya ke arah Sania.


"Apa sih Luis!"Kata Sania lirih dan mendorong dada Luis.


"Come on baby..."Kata Luis yang ingin meraih tubuh Sania.


"Luis...!"Pekik Sania kesal.


"Jika Zain suamimu tidak bisa memuaskan mu atau lebih nya mengecewakan mu,datang lah padaku dan aku akan memuas kan mu."Ucap Luis yang mengusap bibir Sania dengan thum nail nya.


"Ih,....."Kata Sania kesal dan mengibas tangan Luis.


Sania terdiam mematung di depan Luis,


Ingat, Sania!


Luis bukanlah seorang laki-laki yang sedang puber dengan gairah meluap-luapnya.


Dulu Luis memang tempat mental ketika kehilangan anak nya.


Entah mengapa sekarang dia begitu terobsesi ingin memiliki Sania lagi,


Karena Luis tau,Sania telah mengandung bibit yang dia semai.


Luis mencoba merayu Sania dengan menggandeng nya berjalan ke arah pinggir ranjang.


"Are you beautiful..."Puji Luis sembari mengusap rambut Sania yang panjang itu.


Dia menyisipkan anakan rambut Sania di telinganya.


Lalu Luis memberikan tiupan lembut di telinga Sania.


Dengan lembut,Luis berhasil membalik badan Sania yang awal nya menghadap ke arahnya,kini membelakangi nya.


Tak segan... Luis mengendus leher Sania.


"Mmmmmppph..."Suara Sania yang keluar.


Cup...


Luis yang memberikan ciuman di leher Sania.


"No... Luis,aku enggak mau Zain curiga."Kata Sania ketika Luis ingin memberikan jejak di lehernya.


Ciuman Luis berpeluang meninggalkan bekas karena hasrat nya yang mulai tidak terkontrol.

__ADS_1


Ciuman di area ini lebih bertujuan sebagai 'undangan' ke sesi berikutnya, bukan menu utama.


"Malam ini you and me baby... "Kata Luis yang tangan nya sudah merajalela kemana-mana.


Luis memberikan ciuman yang lembut, perlahan. Semakin lambat ciuman, semakin itu membuat Luis serta Sania 'gila' dan menginginkan lebih.


Melibatkan lidah


Untuk memanaskan suasana,Luis selipkan lidah nya di antara sesi ciuman bersama Sanis.


Agar reaksinya semakin panas, setelah mendaratkan lidah,Luis mem berikan tiupan lembutnya.


Sensasi kesejukan ini membuat lutut Sania merasa lemas.


"Ouhh.... Mmmmm"Lenguh Sania.


Ingin menaikkan level permainan?


Luis mem berikan gigitan lembut menggunakan kedua bibir.


Luis merebahkan tubuh Sania diranjang dalam keadaan tubuh Sania yang sudah polos.


"Atur ritme pelan,ingat aku sedang hamil!"Pesan Sania kepada Luis dengan mengangkat kedua kaki nya dan membuka paha nya lebar.


"Tentu baby.. Aku tidak akan menyakiti mu."Jawab Luis yang mengulas senyum nya dan naik merangkak menuju ranjang.


Sementara itu,


Zain yang sudah sampai di rumah hanya terdiam terduduk di minibar.


Dia seperti orang yang hilang arah.


Satu botol minuman yang beralkohol sudah dia habiskan.


"Sudah tuan... Tuan sudah mabuk berat."Kata asisten Ferdy yang mengingatkan Zain.


"Omaygod... Ferdy.... Kenapa hidup ku menjadi hancur seperti ini?"Zain yang mulai merancau.


"Tuan,mari saya antar tuan ke kamar."Kata asisten Ferdy.


"Dinda... Hiks.. Dinda... Mas kangen dengan kamu sayang...."Rancau nya lagi.


"Princes kita sudah meninggal sayang.... Hiks... Hiks.."Rancau Zain lagi.


Zain merancau tidak ada henti-henti nya..


Hingga malam pukul sepuluh,Sania baru pulang.


"Astaga... Zain?"Kata Sania yang menggoncang-goncang tubuh Zain yang tertidur di mini bar.


"Ferdy!!Bawa Zain masuk kedalam kamar nya!"Suruh Sania kepada asisten Ferdy.


"Baik Sania."Jawab asisten Ferdy dan Sania menatap tajam asisten Ferdy.


"Panggil saya Nyonya!"Jawab Sania ketus.


"Sorry Sania.Kamu memanglah istri dari Tuan muda Zain,tapi bagi ku majikan ku adalah nona Dinda!Dia yang berhak atas panggilan itu.Bukan wanita murahan seperti mu!"Jawab asisten Ferdy sembari memapah tubuh tuan muda nya ke kamar.


Sania yang kesal dengan asisten Ferdy hanya bisa menghentakkan kakinya.


"Awas kamu Ferdy..."Ancam Sania.

__ADS_1


Bersambung......


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


__ADS_2