
Setelah diusir dari gedung perusahaan Abraham membuat Sania gigih tetap menunggu Zain.
Sania memilih menunggu di luar gedung di bawah pepohonan yang rindang.
Tentu saja itu menjadi pertanyaan tersendiri untuk Luis yang juga penasaran tentang rencana Sania mantan istrinya itu.
Luis juga ikut memantau Sania dari jarak yang berbeda.
"Cih,dasar perempuan murahan!"Umpat Luis yang kesal terhadap Sania.
Tak terasa waktu sudah berganti malam.Jam tangan Zain sudah menunjukan pukul 21:00 malam,
Dia pun mulai berkemas dan merapikan beberapa file kerja yang sudah di tanda tangani dan dikerjakannya.
Diapun mengambil phonsel dan melihat layar monitor yang tertampang walpaper foto nya bersama Dinda.
"I Miss you,"Ucap Zain dan beranjak berdiri dari kursi kebesaran nya melangkah kan diri menuju pintu keluar ruangan kerja.
Suasana kantor nampak sepi.Lorong-lorong kantor yang Zain lewati nampak sepi.
Hingga tiba lah dia di tempat parkir.
"Zain!"Kata Sania yang tiba-tiba datang dan menarik lengan Zain.
"Sania?"Zain menoleh ke sumber suara dan terkejut akan kedatangan Sania yang tiba-tiba.
"What are you doing here?"Tanya Zain kepada Sania dengan intonasi sedikit naik.
"Zain,aku mau bicara sama kamu Zain."Ucap Sania memelas.
"Sudah Sania,enggak ada yang perlu kita bicarakan lagi.Tolong jangan ganggu aku lagi."Kata Zain sembari membuka tuas pintu mobil nya.
Klek,
"Zain."
Klek,
Sania yang menutup pintu mobil Zain.
"Zain!Please kita harus bicara,setelah ini aku janji.Aku tidak akan mengganggu kamu lagi."
Zain nampak berfikir dan berkerut kan keningnya.
"Zain,ayolah.... "Pinta Sania sembari menggerak-gerakkan lengan Zain dengan kedua tangannya yang memohon.
"Its okay.. Its okay,ini terakhir kita bertemu.Selepas ini jangan mengganggu hidup ku lagi!"Kata Zain kepada Sania.
"Iya Zain aku janji!"Jawab Sania.
Akhirnya Sania berhasil membujuk Zain.
Sania mengajak Zain untuk pergi ke club' langganan nya mereka.
Tak lupa dengan Luis,
Luis pun juga mengikuti Sania dan Zain dari belakang dengan jarak sedikit jauh agar tidak ketahuan Sania.
Zain menghentikan mobil nya di club'.
"Club'??"Gumam Luis.
__ADS_1
"Licik juga kamu Sania."Gumam Luis sembari turun dari mobil dan mengikuti Sania beserta Zain yang mengikuti masuk ke dalam club'.
Setelah Sania dan Zain mereka sampai di club' dan memesan minuman.
"To the point saja,kamu mau ngomong apa?"Tanya Zain dengan raut wajah kesal.
"Aku enggak punya banyak waktu.Aku harus pulang,istri ku sedang menunggu dirumah!"Tambah Zain lagi.
Raut wajah Sania seketika berubah melihat Zain yang bucin dengan istrinya.
"Sabar dong Zain,baru saja kita sampai."Jawab Sania.
Tak berapa lama kemudian waitres pun datang membawa minuman beralkohol.
Dan menaruh di meja.
"Mbak,saya minta orange jus saja."Seru Zain.
"What Zain?"Kata Sania terkejut.
"Aku sudah berjanji dengan istri ku untuk berhenti minum-minuman yang beralkohol."Jawab Zain sembari membuang muka nya.
"Baik,tuan!"Jawab waitres itu dan melenggang pergi.
"Sebentar Zain aku ketoilet dulu."Ucap Sania dan Zain mengangguk.
Sania pun bergegas menghampiri waitres itu.Tanpa sadar,Luis juga mengikuti Sania.
"Mbak... Mbak... Tunggu!"Panggil Sania ke waitres itu.
Waitres itu pun menoleh ke arah Sania,
"Iya kak,ada yang bisa saya bantu?"Tanya waitres itu.
"Mbak,tolong kasih ini di minuman orange jus tadi yang sudah di pesan."Suruh Sania sembari memberi sebutir pil.
Waitres itu pun mengerutkan keningnya.
"Oh,okay... Tapi enggak gratis ya😉"Jawab waitres itu.
"Ini dah mbak."Ucap Sania sambil memberikan uang ke waitres itu.
"Thank you..."Ucap waitres itu dan melenggang pergi.
"Aku pastiin Hanny,kamu akan bersamaku malam ini.Dan istrimu tidak akan mendapat kan kehangatan dari mu."Gumam Sania dengan senyum smirknya dan melenggang pergi.
"Dasar Wanita licik kamu Sania!"Umpat Luis dan kembali menyoroti gerak-gerik Sania.
Sementara itu,
Dirumah Opa Leo,
Di dalam kamar perasaan Dinda sudah begitu resah.Dia memiringkan badan nya ke kanan ke kiri agar bisa tidur dengan nyenyak.
Attensi nya mengarahkan ke jam dinding yang sudah menunjukan pukul 23:00 malam,
"Astagfirullah hal adzim!"Dinda yang beristigfar dan terkejut sembari menyibak selimut nya.
"Sudah malam begini mas Zain kok belum pulang ya?Tadi terakhir chat jam 7 malam.Kok enggak ada kabar?"Gumam Dinda sembari mengambil phonselnya yang berada di meja nakas.
Dia mencoba menghubungi nomor suaminya berulang kali namun tidak dapat menyambung.
__ADS_1
"Aduh mas.. Mas Zain dimana?"Gumam Dinda yang mengulangi sambungan phonselnya.
"Enggak aktif lagi handphone nya.Lindungi lah suamiku Ya Allah dimana pun dia berada."Doa Dinda.
Dindapun berjalan ke arah pintu keluar sembari tangan memegangi pinggang nya untuk menyangga badan karena perut buncitnya.
Perubahan postur tubuh dan berat badan Dinda saat hamil memang membuatnya sulit untuk bergerak.Trisemester ke dua ini berat badan Dinda juga menambah.
Sampainya diruang tamu,
Dinda membuka pintu utama rumah Opa Leo,dia berharap Zain sudah pulang.
"Dinda?"Sapa ibu Ali yang datang tiba-tiba dan menghampirinya.
"Ibu...?"Balas Dinda dengan raut wajah cemas nya.
"Kamu kenapa nak?Sudah selarut malam begini belum tidur?"Tanya ibu Ali sambil memegang ke dua bahu Dinda.
"Ibu mas Zain belum pulang.Sebab karena itu Dinda menunggunya."Jawab Dinda.
"Memang nya Zain pergi kemana Dinda?"Sahut Opa Leo yang tiba-tiba datang dan menghampiri Dinda berserta ibunya.
"Tadi chat terakhir jam 7 malam katanya dia mau lembur Opa.Tapi ini sudah jam 1 malam dia belum pulang."Jawab Dinda dengan ke dua manik-manik nya yang mulai berkaca-kaca.
"Dinda khawatir Bu,Opa kalau ada apa-apa yang terjadi dengan mas Zain bagaimana?"Ucap Dinda sembari menahan air matanya yang mulai terjatuh.
"Tenang dulu ya nak,kamu duduk dulu.Kamu sedang hamil besar tidak baik memikirkan yang buruk-buruk ya."Ucap ibu Ali sambil menenangkan Dinda dan membantu nya berjalan menuju Sofa.
"Opa tanya dulu Ferdy."Seru Opa Leo.
"Assisten Ferdy juga enggak tau Opa dimana mas Zain berada karena asisten Ferdy pulang duluan setelah jam pulang kantor."Sahut Dinda.
"Kenapa tidak pulang dengan asisten Ferdy Zain?"Tanya Opa penasaran.
"Karena mas Zain mau menyelesaikan berkas yang belum diperiksa Opa.Dia lembur 2 jam saja di kantor,entah kenapa sampai larut begini belum pulang."Jawab Dinda penuh kekhawatiran.
"Kalau begitu,Dinda istirahat ya dengan ibu.Biar Ayah dan Opa Leo mencari nak Zain."Sahut Ayah Ali yang menghampiri.
"Tapi,"Kata Dinda menunduk.
"Nak,angin malam tidak baik untuk ibu hamil.Kamu percayakan semua nya kepada ayah dan Opa Leo ya."Ucap ibu Ali dan Dinda pun mengangguk.
Dinda pun diantar ibu Ali menuju kamar nya.
Bersambung......
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Hai... Assalamualaikum Kakak ,,🙏
Bantu Like & koment cerita Dinda dong😉
Di beri dukungan boleh,
Gift atau vote juga boleh.
Terimakasih ya.. Masih setia dengan tulisannya author😘😘 I Love you all... Muachhh...
Jangan lupa dukung tulisan-tulisan Author yang lainnya ya:
Tidak Mudah Menjadi Mama Muda
__ADS_1
(TM3)
Valentain Terakhir Bahagia.